NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Istri Yang Terbuang (Sandiwara Sikembar)

Reinkarnasi Istri Yang Terbuang (Sandiwara Sikembar)

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Balas Dendam
Popularitas:12.8k
Nilai: 5
Nama Author: sayonk

Aurora menyeringai, "Kakak maafkan aku. Aku tidak bermaksud menyakiti mu. Selama ini kami saling mencintai. Karena kamu memaksa, akhirnya Jake menikahi mu. Jadi aku mengambil yang sudah menjadi hak ku."

"Apa maksud mu? Jake suami ku," ucap Caroline dengan nada menekan. Air matanya sudah mengalir, entah semenjak kapan. Ia tidak tau. Sakitnya seperti tercabik-cabik.

Tommy tertawa dan melangkah ke arah Caroline. "Jake suami mu." Sekali lagi ia mengulang ucapan Caroline. Ia mendekatkan mulutnya ke telinga Caroline. "Apa selama ini kau menikmati pelayanan ku?"
.....
Demi balas dendam untuk kekasihnya. Jake Willowind dan Tommy Willowind menggunakan sandiwara. Mereka bergantian tidur dengan Caroline. Seolah Caroline adalah barang. Sehingga suatu hari, Caroline mengetahui semuanya bahwa Jake memiliki saudara kembar dan sering kali berperan sebagai suaminya. Bahkan suaminya diam-diam masih bersama dengan adik tirinya Aurora.

"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sayonk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab delapan belas

Daddy Dion duduk dengan wajah memerah. Kini hanya tinggal penyeselan. Para pengawalnya sudah ia kerahkan untuk mencari putrinya. Mommy Dista mendekatinya bermaksud ingin tau entah apa yang terjadi.

"Dion kau kenapa?" Tanya Mommy Melani. Tidak biasanya suaminya mengabaikannya.

Dia menatap Mommy Melani. "Kau juga yang memanjakannya. Kau pasti diam saja saat putri mu menyiksa putri ku."

Deg

Mommy Melani kini paham maksud suaminya. Pasti Caroline menghasut Daddy Dion lagi. "Dion apa maksud mu? Kau tau dengan jelas bahwa Caroline tidak menyukai Aurora. Dia tidak ingin Aurora bahagia."

Daddy Dion mencengkram pipi Mommy Dista. "Kau jangan membodohi ku lagi Dista. Aku tau semuanya. Aurora masih berhubungan dengan Jake kan?"

Tubuh Mommy Dista menegang. Jantungnya terasa mau pecah. Telinganya bahkan berdengung. Entah dari mana suaminya tau bahwa Jake dan Aurora masih berhubungan. "Ti... tidak aku tidak tau," ucap Mommy Dista. "Aku memang tidak tau. Seandainya aku tau. Aku pasti melarang mereka."

Daddy Dion mendorong tubuh Mommy Dista hingga ke lantai. "Kau membohongi ku lagi. Apa kau pikir aku bodoh. Seorang ibu pasti akan melindungi anaknya entah anaknya itu salah atau tidak dan ibu itu adalah kau Dista. Kau membuat putri ku menderita dalam pernikahannya."

"Daddy." Aurora langsung bersujud di kaki Daddy Dion. "Daddy ini semua tidak benar. Aku di fitnah ini pasti perbuatan Caroline. Daddy sudah tau bahwa dia ..."

"Cukup!" Teriak Daddy Dion sambil mengeraskan rahangnya. Dia mendorong Aurora dengan kasar.

Mommy melani pun terdiam, ia tidak bisa menolong putrinya. Jika Dion tau bahwa ia terlibat sudah pasti Dion akan menceraikannya..

Jake dan Tommy menyusul Daddy Dion dan kini mereka sampai. Keduanya pun juga takut, apa lagi saat ini semuanya sudah hancur.

"Daddy ini fitnah. Aku tidak pernah menyentuh Aurora. Kami hanya berteman."

"Kalau tempat tidur itu berteman. Lalu bagaimana dengan hubungan kalian? Apakah itu memang benar?"

Jake menatap wajah Daddy Dion. Keterdiaman Jake membuat Daddy Dion semakin murka. Dia langsung menampar Jake.

Bagi Jake saat ini ia tidak bisa menghindar lagi. Daddy Dion sudah tau dan sekarang pernikahannya berada di ujung tanduk.

"Tamparan ku ini tidak seberapa dengan perlakuan mu pada putri ku. Sebagai seorang ayah aku sungguh sakit hati." Daddy Dion menunjuk hatinya. "Kalian mempermainkan aku dan putri ku. Apa kalian pikir aku bonek? Putri ku boneka? Apa kalian pikir kami barang? hah!" Teriak Daddy Dion.

Jake menjatuhkan tubuhnya. Dia berlutu pada Daddy Dion. "Aku tau aku salah Dad. Berikan aku kesempatan. Aku ingin memperbaikinya. Aku ingin menembusnya."

Prank

Daddy Dion membanting vas bunga di depan Tommy dan Jake. Bahkan semua orang yang ada di ruangan itu juga tercengang.

"Seperti vas bunga ini yang sudah pecah. Kalian tidak bisa menyatukannya. Sekalipun kalian satukan juga tidak akan utuh."

"Dion." Sapa kakek Jakson. Dia tidak berani menolong Tommy dan Jake. Karena mereka memang salah.

"Kakek Jakson, Nenek Dista." Mommy Melisa menyapa. Namun mereka mengabaikannya.

"Dion aku akan berbicara tanpa basa basi. Masalah hubungan Jake dan Aurora. Aku minta maaf pada mu. Kami sudah berbicara dengan Caroline. Caroline sudah menandatangani surat perceraiannya. Kini hanya tinggal Jake."

Jake mengangkat wajahnya. Jadi mereka sudah bertemu diam-diam dan membicarakan perceraiannya.

"Jake akan tetap bercerai."

"Tidak!" Jake berteriak. "Kakek dan Nenek tidak bisa ikut campur."

"Tapi kami yang menjodohkan kalian. Dan kau membuat kami malu Jake." Sarkas nenek Dista. "Kau ingin menikah dengan Aurora kan? Aku akan merestuinya."

"Aku tidak akan bercerai." Tegas Jake.

Kakek Jakson semakin geram karena Jake tidak mau berbicara baik-baik. "Baiklah, kami akan memaksa mu."

"Baiklah kau yang memaksa ku melakukan ini."

Kakek Jakson menyuruh pengawalnya untuk masuk dan menangkap Jake. Tommy terlihat takut namun ia harus berani karena Jake saudaranya dan hanya Jake yang menganggapnya.

"Kakek aku mohon jangan lakukan ini." Jake mencoba melepaskan tangan pengawal yang memegang tangan Jake.

"Kau juga terlibat dalam masalah ini." Kakek Jakson sudah memeriksa semua Cctv dan seenaknya saja Tommy melakukan hal yang memalukan. Dia berpura-pura menjadi Jake dan membodohi Caroline."

"Kau juga harus bertanggung jawab Tommy."

Tommy menunduk, dia mengaku salah. Dia akan bertanggung jawab. "Kakek aku tidak akan lari dari tanggung jawab. Tetapi tolong berikan aku kesempatan. Aku ingin meminta maaf pada Caroline."

Nenek Dista tersenyum tipis. "Percuma dia sudah pergi."

Air mata Tommy mengalir. Ia belum sempat minta maaf dan mengakui semua kesalahannya. Lalu bagaiman dengan perasaanya.

"Jadikan dia pekerja bangunan. Saat ini keluarga Willowind membutuhkan tenaga kerja."

"Tuan Dion, kami sungguh minta maaf." Kakek Jakson menatap sendu. Terlihat di kedua matanya yang mengisyaratkan kesedihan. "Kami telah gagal mendidik mereka."

Tuan Dion menatap Tommy, dia juga ingat Jake menyukai Aurora. Tatapannya datar dan dingin. "Kalian boleh menikah dengan Aurora. Mulai saat ini Aurora bukan keluarga ku dan aku akan menceraikan mu Melisa. Sekarang kemasi barang-barang kalian."

Mommy Melisa menggelengkan kepalanya. Dia tidak mau di ceraikan. Ia mencintai Dion. "Dion kalau kamu menyuruh ku minta maaf pada Caroline aku akan melakukannya. Kalau kamu mau aku bersujud, aku mau melakukannya, tapi jangan menceraikan aku. Aku mencintai mu. Aku tidak mu."

Daddy Dion menampar mommy Melisa. Kehidupannya sudah tidak ada artinya lagi. Caroline, putri satu-satunya telah membencinya dan pergi meninggalkannya dan semua itu kelakuan kedua wanita murahan ini. Ia kira kehadiran Melisa akan menjadi pelengkap untuk hidup Caroline yang membutuhkan sosok ibu.

"Pasti kau menyiksa anak ku mulai sejak datang ke sini." Daddy Dion mencengkram kedua pipi Mommy Melisa.

"Tidak Dion, aku sangat menyayangi Caroline."

"Bohong! Aku melihat cctvnya kau pernah menyiram anak ku dengan air panas ke tangannya." Daddy Dion begitu murka. "Pelayan ambilkan aku air panas."

"Tidak Dion."

"Daddy tidak. Jangan siksa Mommy." Aurora menangis sambil memegang lengan Daddy Dion.

"Pelayan pegang wanita murahan ini."

Kedua pelayan memegang kedua lengan Aurora. Sedangkan pelayan lainnya memegang satu tangan Mommy Melisa.

"Tidak, aku mohon Dion. Aku bersalah tolong jangan lakukan ini."

Daddy Dion langsung menyiram tangan Mommy Melisa dengan air panas. Sontak Mommy Melisa berteriak kesapanasan.

Lengannya kanannya langsung memerah dan melepuh. Daddy Dion melepaskannya. Mommy Melisa memandangi lengannya itu.

Aurora di lepaskan, dia berlari menghampiri Mommy Melisa. "Mommy, Mommy." Ia sangat takut terjadi sesuatu.

"Melisa ini tidak seberapa apa yang telah kau lakukan pada anak ku." Bagi hatinya belum puas menyiksa Melisa dan Aurora. Dia harus menuntaskan semua kesakitan yang pernah di alami oleh Caroline. "Bawa Cctv semua ruangan ke ruangan ku."

Mommy Melisa dan Aurora di seret paksa ke gudang. Mereka pun di kurung dan tanpa mengobati luka Mommy Melisa.

"Aurora kau baik-baik saja kan? Kita harus keluar dan meminta bantuan Tommy atau Jake. Kita tidak boleh di sini. Daddy mu sudah terlanjur membenci kita."

...

Seorang pengawal melaporkan tentang Jake dan Tommy. Kakek Jakson dan Nenek Dista memang ingin mendengarkannya. Mereka berpikir Jake dan Tommy telah menyerah.

"Bagaimana? Apakah sudah berhasil?" Tanya kakek Jakson.

"Belum Tuan. Tuan Jake tetap tidak mau menandatanganinya."

Kakek Jakson mengetukkan tongkatnya ke lantai marmer itu hingga berbunyi. "Rupanya masih keukeh. Siksa mereka sampai Jake mau menandatanganinya."

"Baik Tuan Jakson."

Pengawal itu memanaskan besi. Dia menatap Jake dan Tommy. Di depan meja itu terdapat surat cerai.

"Tuan Jake apa anda masih belum menyerah?"

Jake menatap besi panas itu. "Lakukan, aku tidak akan menyerah."

Jake memejamkan kedua matanya. Begiti pun Tommy. Saat besi panas itu di dekatkan tangan  Jake dan Tommy.

"Argh---" Jake menggigit bibirnya agar tidak berteriak.

Tommy pun hanya bisa menggigit bibirnya saat kulitnya terasa panas.

Setelah melakukannya pengawal itu kembali menanyakan persetujuan Jake. "Tuan Jake apakah anda bersedia. Jika anda bersedia kami akan melepaskan anda dan tuan Tommy. Tentunya tuan Tommy juga tidak akan menderita. Bukankah tuan Tommy adik anda satu-satunya."

Tommy menatap Jake dengan tatapan meyakinkan. "Tidak Jake. Kita melakukan kesalahan yang sangat besar. Aku rela melakukan apa pun asalkan kau tidak menceraikan Caroline."

"Lakukan selanjutnya. Katakan pada kakek apa pun yang dia katakan dan lakukan pada ku. Aku tidak akan menyerah."

Pengawal itu memperlihatkan foto Aurora. "Baiklah, bagaimana dengan foto wanita ini? Apakah tuan Jake tidak kasihan padanya?"

"Tidak, lakukan apa yang mau Kakek lakukan. Aku tidak memperdulikannya."

....

Kakek Jakson begitu geram. Susah sekali membujuk anak itu untuk menandatanganinya. Padahal ia sudah mengancam lewat Aurora tapi tetap saja tidak berguna.

"Apa benar Jake sudah berubah dan benar-benar menyesal?" Tanya nenek dista.

"Apa gunanya Dista? Caroline tidak akan memaafkan mereka. Kita harus memaksa Jake demi Caroline.. Setidaknya inilah penebusan kita pada Caroline."

Nenek Dista mengiyakan. Sedangkan di rumah tuan Dion. Pria itu mengurung dan hanya memberikan satu kali makan sehari.

Tuan Dion memanggil seorang pelayan. "Pelayan berikan obat gatal-gatal pada mereka berdua sampai mereka memusnahkan wajah mereka yang licik itu."

"Baik Tuan."

"Aku ingin melihat wajahnya panas dan gatal sampai kalian ingin menguliti kulita kalian sendiri."

"Ini makan siangnya." Pelayan itu menaruh makan siang untuk Aurora dan nyonya melisa.

Pelayan itu menatap kedua orang yang makan dengan lahap itu.  Dia tersenyum karena baru beberapa suapan saja ia melihat kedua wanita itu mulai merasa aneh.

"Mommy kenapa badan ku gatal?" Tanya Aurora. Dia menggaruk kulitnya.

"Aurora, Mommy juga merasa gatal." Mommy Melisa menggaruk lehernya lalu tangannya.

"Ini kenapa? Rasanya panas gatal." Mommy Melisa perlahan melangkah. Dia mengetuk pintu. "Tolong, tolong kami, kami merasa kepanasan dan gatal. Tolong bawakan dokter."

Aurora menggedor-gedor pintu. "Tolong buka pintunya. Pelayan buka pintunya kalau terjadi sesuatu pada ku. Daddy tidak akan mengampuni kalian!"

Mommy Melisa dan Aurora terus menggaruk tubuhnya yang panas gatal itu. Membiarkan tubuhnya tanpa menggaruk rasanya tidak tahan.

Sementara itu, Caroline menatap test pack di tangannya itu. "Ternyata benar, aku hamil. Lalu ini anak siapa?" Caroline memukul sofa dengan kasar. "Kedua pria bajingan itu. Tidak bisa, aku harus menggugurkan kandungan ini sebelum menjadi masalah untuk ku di masa depan."

1
Dedi Dahlia
makanya,waktu masih ada tak di hargai,setelah kehilangan baru menyesal,tua lah karmanya,lanjut....
Susi Nugroho
Di tunggu lanjutannya
Wahyuningsih
kacuan deh kmu jake 😄😄😄 d tnggu upnya thor yg buanyk n hrs tiap hri sehat sellu n jga keshtn tetp 💪💪💪💪 dlm upnya thor
Wahyuningsih
mkan tuh penyesaln emang enak
𓆩❤𓆪✿✧༺°◐ZN²◑°༻✧❀ଘ😇ଓ
namanya yang bener Melani apa dista sih
aku
tor, emg gpp msh umur segitu udh WOWW BANGET?? 🙏
Author Sayonk: Anggap saja ini genius kak🙏
total 1 replies
Murni Dewita
👣
Dedi Dahlia
serunya lanjut thorr semangat 🙂🙂🙏🙏
Bunda
thor ..dah seminggu ga up loh
Mamah Kaila
cerita g jelas yg cewek lemah menye" kayak tau, katanya mau pergi tp tetep tggl goblok
mbuh
mantap car
mbuh
nambah lagi lelaki bego🤣
Sarinah Quinn
semoga masih lanjut cerita nya 🙏
𓆩❤𓆪✿✧༺°◐ZN²◑°༻✧❀ଘ😇ଓ
apa surat cerainya belum resmi.. kok masih sama si kembar terus.. kenapa g pergi saja /Smug/
Retno Palupi
kenapa jd si kembar merebut kan Carolin? selama ini mereka kemana aja?
Retno Palupi
maksudnya apa Jake? takut g dpt warisan ya
Retno Palupi
lhoo kok malah kecelakaan, ketahuan boong dong🤭
Wahyuningsih
kapok emang enak menyebalkn
mbuh
yuhuuuu mantap caroline
mbuh
lanjott kurang panjang
Author Sayonk: sbr ya kak, besok lgi🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!