NovelToon NovelToon
Pembalasan Dendam Si Ibu Susu

Pembalasan Dendam Si Ibu Susu

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu susu / Reinkarnasi
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: emmarisma

Queenza Celeste tidak pernah menyangka suami yang selama ini dia cintai, tega menduakan cintanya. Di detik terakhir hidupnya dia baru sadar jika selama ini Xavier hanya memanfaatkan dirinya saja untuk menghancurkan keluarganya. Saat Queenza terbangun kembali, dia memutuskan untuk membalas semuanya.

Bagaimana kisah selengkapnya? Simak kisahnya di sini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon emmarisma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Dua

Pagi hari, Bryan membuka matanya dengan enggan. Dia bangun dan bersandar di kepala ranjang. Kesadarannya masih belum pulih sepenuhnya. Pria itu tampak linglung melihat ruangan di kamarnya.

Saat Bryan hendak turun dari ranjang, Ponselnya bergetar. Dia segera mengangkat panggilan itu.

Panggilan barusan adalah panggilan dari dokter yang menangani bayinya, kata dokter itu bayinya harus segera mendapatkan donor asi dari perempuan bergolongan darah sama dengan bayinya.

Bryan menggosok pelipisnya, dia sejenak tertegun. Dia seperti lupa akan sesuatu, tetapi apa, ia sendiri tidak tahu. Hanya saja Bryan merasa seperti melewatkan sesuatu. Bryan segera bangkit dari tidurnya dan bergegas ke rumah sakit. Sangat sulit menemukan perempuan dengan golongan darah yang sama dengan anaknya.

Sementara itu, di sebuah villa di pesisir pantai. Queen membuka matanya dengan napas tersengal dan keringat dingin membanjiri tubuhnya.

Queen terduduk sambil mengamati seluruh tubuhnya. Ia masih ingat betul, malam tadi Xavier suaminya dan Mia sahabatnya bersekongkol membakar dirinya dan Sofia setelah mendapatkan semuanya hartanya.

Mata Queen seketika melebar mengingat putrinya. Dia langsung menoleh ke samping. Akan tetapi, Sofia tidak ada di dekatnya, ia lantas berdiri dan mendekati boks bayi.

Mata Queenza membesar saat melihat putrinya. Ia pikir putrinya telah mengecil. Merasa semuanya masih seperti mimpi, Queen mengambil ponselnya dan melihat tanggal yang tertera di layar yakni 27 Januari 2023

Apakah ini artinya Tuhan telah memberinya kesempatan lagi? Saat melihat tanggal itu, Queen menarik napas lega. Itu lima bulan sebelum tragedi mengerikan itu terjadi.

"Xavier, Mia, tunggu saja pembalasanku," gumam Queen dengan tangan mengepal kuat. Sorot matanya menampilkan keganasan yang nyata. Dia membenci keduanya hingga ke sumsum tulang.

Queen mengangkat Sofia dan memeluknya dengan erat. Ia bersumpah akan menjaga bayinya dengan hati-hati. Saat memikirkan semuanya, tiba-tiba sekelebat ingatan membuatnya bersemangat.

Jika ini adalah lima bulan yang lalu, berarti papanya masih hidup, ia juga ingat, pernah mendengar seorang milyarder, pengusaha muda mencari seorang ibu susu untuk bayinya. Kebetulan sekali golongan darahnya dan bayi itu memiliki kesamaan.

Queen segera mencari beritanya di internet. Lalu Queen menemukan nama Bryan Lewis, seorang pengusaha muda berusia 29 tahun mencari seorang ibu susu dengan golongan darah Rh Null. Ini kesempatan emas baginya.

Saat Queen hendak menghubungi nomor yang tertera di internet, Xavier tiba-tiba datang. Dia masuk ke kamar dan tersenyum lebar sambil membawa satu buket besar bunga matahari.

Sekilas kilatan dingin melintas di mata Queen. Namun, dalam hitungan detik ekspresi wajahnya kembali terlihat biasa saja, ia menampilkan senyum manis. Queen meletakkan Sofia kembali ke dalam box bayinya. Dia pun lantas menyambut kedatangan Xavier.

"Kamu sudah pulang?" Queen berdiri berhadapan dengan Xavier. Akan tetapi, saat Xavier ingin mencium keningnya, Queen pura pura merunduk mencium buket bunga yang dibawa oleh Xavier. Melihat dari dekat saja sudah membuat perut Queen terasa mual.

Xavier tidak terlalu memikirkan tingkah Queen. Pria itu duduk setelah menyerahkan bunganya pada Queen.

"Ya, hari ini aku memang ingin pulang lebih awal. Para tetua itu sangat menyebalkan. Mereka menindasku karena aku hanya memiliki saham kecil di perusahaan."

Xavier melirik Queen. Menunggu reaksi wanita itu, Biasanya Queen akan menawarkan saham miliknya. Jika sahamnya yang 10 persen ditambahkan saham milik Queen 15 persen. Dia akan memiliki 25 persen saham perusahaan dan dia bisa mencalonkan diri menjadi CEO menggantikan Blake kakak Queen.

Jika dulu dia pura-pura menolak, kali ini dia akan memakai cara pura-pura menerima dengan berat hati. Biarlah yang penting saham perusahaan itu jatuh padanya dulu. Apalagi kakak laki-laki Queen juga selalu menekannya, itu membuat dia frustasi.

Namun, reaksi yang dia harapkan tidak terjadi. Queen justru sibuk mencium bunga matahari itu. Ekspresi Xavier langsung berubah.

"Kamu tidak mendengarkanku?" tanya Xavier. Nada suaranya meninggi tanpa sadar.

Queen mengangkat wajahnya dan menatap Xavier dengan ekspresi bingung di wajahnya. "Aku mendengarmu, kenapa kamu harus berteriak?"

"Jika kamu mendengarkanku, kenapa sekarang kamu diam saja?"

Alis Queen berkerut. "Lalu aku harus apa? Bukankah setiap rapat selalu begitu. Aku sudah menawarimu saham sebelumnya dan kamu selalu menolak. Kamu selalu bilang bisa menahan mereka. Kenapa sekarang kamu menyalahkanku?"

"A_aku tidak menyalahkanmu. Maaf kalau aku membentakmu. Ku pikir kamu sibuk mengangumi bunga. Biasanya kamu akan .... "

"Ah, aku perlu ke kamar mandi. Perutku sakit sekali." Queen berlari masuk ke kamar mandi. Setelah menutup pintu, ia tersenyum miring.

"Kamu ingin sahamku? Mimpi saja." desis Queen. Ekspresi Queen seketika berubah datar.

Setelah memastikan waktunya lumayan lama, Queen keluar dari kamar mandi dan masuk ke sebuah ruang ganti, ia membuka brankas pribadinya dan melihat isinya. Dia menatap tumpukan perhiasannya dan mulai berpikir.

Jika dia tidak salah ingat mungkin tidak lama lagi Mia akan datang ke rumahnya dan mengeluhkan soal ayahnya yang terlilit hutang dan dengan bodohnya dia menaruh iba dan membantunya begitu saja, ia memberikan beberapa perhiasannya pada Mia untuk menutup hutang ayahnya.

Saat Queen tengah berpikir, pintu ruang ganti di dorong dari luar. Queen segera menutup brankas nya dan melihat Xavier. Queen menunduk, ia pura-pura tidak menatap Xavier, tetapi pria itu menarik pergelangan tangannya.

"Istriku, maafkan aku. Tidak seharusnya aku membentakmu, tadi. Aku hanya sedang frustasi memikirkan para tetua itu. Jangan marah, ya."

Queen memejamkan matanya dan lalu mengangguk. "Baiklah, aku tidak marah padamu. Maaf jika aku mudah tersinggung, aku lelah akhir akhir ini."

Tak lama ponsel Xavier bergetar. Dia merogoh sakunya dan melihat nama pemanggilnya. Alis Xavier berkerut sesaat dan lalu dia segera berkata pada Queen jika dia ada urusan mendadak. Xavier pergi begitu saja tanpa menunggu persetujuan Queen.

Queen hanya menarik sudut bibirnya. Dia tahu tadi itu adalah panggilan dari Mia. Makanya Xavier buru-buru pergi.

"Ternyata sudah begitu lama. Rupanya apa yang Blake bilang padaku semuanya benar. Aku begitu buta mencintai parasit itu." Tatapan Queen begitu tajam menatap ke arah pintu kamarnya yang tertutup.

Queen mengunci pintu kamarnya, dia mengambil ponselnya untuk menghubungi nomor Bryan.

"Halo, siapa ini?" suara itu begitu memabukkan hanya dengan sekali mendengar, berat dan serak. Queen sejenak terpaku mendengar suara itu.

"Halo." Suara di seberang sana kembali terdengar berat dan serak.

"Eh, Halo, apakah ini tuan Bryan Lewis?"

"Ya, itu saya. Siapa ini?"

"Anda akan tahu nanti. Yang penting, saya bisa menjadi ibu susu untuk putri anda. Saya juga pemilik golongan darah RH-null. Saya melihat di berita, anda membutuhkan ibu susu."

Bryan yang sedang duduk segera menegakkan tubuhnya. "Apakah kamu serius?"

"Saya tidak akan bercanda untuk masalah sepenting ini, Tuan. Saya bersedia menjadi ibu susu untuk putri anda, tetapi ada syaratnya."

Bryan yang semula bersemangat kini tertawa mencemooh. "Sudah ku duga. Kamu ingin berapa untuk menjadi ibu susu putriku?"

"Tidak, saya tidak menginginkan uang anda sama sekali. Apakah kita bisa bertemu? Saya tinggal di villa tepi laut, Blok A-1. Besok siang datanglah. Kita bicarakan masalah ini. Saya yakin kerja sama ini tidak akan merugikan anda."

"Ok, baik."

Setelah mendengar jawaban Bryan, Queen mengusap dadanya lega. Memiliki koneksi seperti Bryan Lewis, dia tidak akan rugi. Setelah ini hal ke dua yang harus ia lakukan adalah menghubungi kakaknya, ia ingin berbicara dengan Blake.

Namun, tak berselang lama, sebuah pesan masuk dari nomor tak dikenal. Itu sebuah pesan video. Queen memutar video itu dan tak lama air matanya mengalir deras.

1
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Hihh udah gedeg rasanya sama pasangan ular ini/Hammer/
🇦 🇵 🇷 🇾👎
cpt hmpaskn mokondo tu
🇦 🇵 🇷 🇾👎
💪💪💪💪💪💪moga lncr semua
🇦 🇵 🇷 🇾👎
kebtln cincin ny sm bryan.. apakh....??
Cindy
lanjut
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Semangat... Semoga rencana kalian berjalan dengan baik
Cindy
lanjut
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Cieee ada yg udah nggak sabar nunggu status jandanya Queen ini mah🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Dihh ngaca woii, ngaca/Curse/
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Berasa kek anak kembar, jangan² benar lagi kalo mereka dari bibit cebong yg sama😄
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Cihh bilang saja kamu sibuk dengan j4l4ng itu kan😏
Apthiana Devi
cerita nya selalu bagus2
🇦 🇵 🇷 🇾👎
next ahhh🤣🤣🤣🤣🤣
🇦 🇵 🇷 🇾👎
mcm ank kmbr mog xan tmbh mnjd ank yg baik slig pengrtian
🇦 🇵 🇷 🇾👎
menjijikn x gy kau tu
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Kalo status Queen sudah jelas, coba minta Bryan untuk menikahinya, kek😄
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Semangat Queen
🇦 🇵 🇷 🇾👎
next kk
Dewi kunti
dinikahkan sama bpknya ellara saja😄😄😄😄
🇦 🇵 🇷 🇾👎
next💪💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!