Jamila Anata gadis sembilan belas tahun yang tiba-tiba hamil anak kakak Iparnya kejadian itu terjadi karena Kakak ipar Mila pulang kantor dalam keadaan Mabuk parah dan dia menganggap Jamila adalah sang istri
Bagaimana kejadian nya simak di novel terbaru ini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mesya icha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lamaran Rayyan
Melihat anaknya kena pukul membuat Rayyan berjalan cepat " Apa yang anda lakukan pada anak saya"!! teriak Rayyan sambil mendorong Mamanya Lia.
Wanita itu menatap garang Rayyan. " Anak anda itu memukul anak saya, lihat anak saya terluka. Teriak Mamanya Lia marah.
Bara dan Naina di bantu berdiri oleh Rayyan. " Kalian enggak apa-apa? tanya Rayyan dan Kedua anak itu menggeleng.
" Cuma Bara terluka Pa" Ucap Mila sesegukan.
Melihat anak laki-laki yang juga dia anggap anak nya terluka, membuat Rayyan marah.
" Bu tanya dulu baik-baik ke mereka, kenapa anak-anak ini bisa berantem bukan anda ikut serta membela mereka.
Sekarang jawab jujur kenapa kalian berantem?? tanya Rayyan menatap anak-anak itu, semua diam
" Pa, tadinya Nai sama Bara mau main di taman, tapi saat kami datang mereka menghina kamu Pa. Dia bilang Bara anak haram karena enggak punya Papa dan Nai juga enggak punya Mama di bilang juga gitu. Nai engga terima Pa, Bara di hina. Akhirnya Nai pukul Lia pakai kayu, Nai cuma bela diri Pa. Setiap hari Bara di hina Pa, isak Nai.
Bara hanya diam dan menatap datar semua anak-anak yang membuat Kakak nya menangis.
Mendengar ucapan Naina membuat Rayyan emosi. " Ibu denger!! anak begini yang ibu bela?? Seharusnya saya bertanya Bu, apa yang itu ajaran ibu selalu orang tua?? menyuruh anak kecil membully teman-teman nya??
Kalian itu masih kecil, jangan suka membully orang. Siapa bilang Bara tidak punya Papa?? Saya Papahnya!! ucap Rayyan emosi.
Sekali lagi kalian bilang Bara anak haram kalian saya laporkan ke polisi, kalian akan di tangkap dan masuk penjara. Ucapan Rayyan membuat anak-anak itu takut.
Sekarang bubar kalian semua. Kamu sekali lagi saya dengar membully Bara dan Naina saya enggak akan kasih ampun.
Lia mengangguk ketakutan. Papanya Naina itu sangat mengerikan jika marah. Naina dan Bara pulang bersama Rayyan
Sesampainya di rumah Mila, betapa terkejutnya Mila melihat sang anak pulang dalam keadaan terluka. " Bara kenapa nak?? Nai adek Bara kenapa?? tanya Mila.
Rayyan duduk di sofa ruang tamu Mila. " Mas kenapa anak-anak "? tanya Mila kepada Rayyan
" Naina menunduk. Tante tadi saat mau main di taman, Bara di bully anak haram sama anak-anak di sana. Mereka bilang Bara enggak punya Papa dan aku enggak punya Mama. Akhirnya aku pukul anak itu sampai mamanya marah dan mukul kami balik.
Ucapan Naina membuat pukulan besar di hati Mila. Sungguh dunia ini tidak adil untuk nya dan Bara. Mila memeluk Bara erat. " Maaf nak" Ucapnya.
Bara membalas pelukan sang Mama. " Ndak apa ma" ucap nya. Rayyan dan Naina saling pandang melihat Mila dan Bara saling memeluk.
" Mil, aku serius dengan ucapan ku selama ini. Kamu lihat sendiri Mil, anak-anak kita saling menguatkan dan saling membahagiakan. Kamu mau apa lagi Mil, Aku serius Mil, mari kita menikah.
Ucapan Rayyan menatap Mila sendu. Rayyan sangat mencintai Mila, bahkan masa lalu Mila pun tidak menjadi masalah untuk nya.
" Mas, aku pikirin sekali lagi mas. Untuk pernikahan itu sekali seumur hidup, aku tak ingin asal menikah karena emosi, Mas kasih aku waktu sebentar lagi" Ucap Mila.
Rayyan mengangguk setuju. Aku tunggu jawaban kamu malam minggu ini Mil.
Lalu Rayyan dan Naina pulang. Setelah Kepulangan Rayyan dan Naina, Mila membersihkan luka Bara.
" Lain kali kalau mereka Bully kamu, kamu pulang saja Nak. Mama enggak tega lihat kamu di hina" Mila meniup luka Bara.
Bara hanya diam. " Ma, ciapa Papa na Bala?? Tenapa Bala ndak punya Papa?? apa om Jovan itu benal papana Bala?? tanya Bara yang kadang cadel kadang bisa normal berbicara.
Mila menarik nafas. " Nak, Om Jovan itu memang ayah Bara, ucap Mila. Ucapan itu tiba-tiba terucap begitu saja.
Bara menatap sang Mama. " Tenapa kita ndak tinggal cama Papa Ma?? Bala juga mau punya Papa, teriak Bara.
Mila menangis memeluk Bara. " Enggak bisa nak. Papa kamu udah punya keluarga nya sendiri. Bara cuma punya Mama, ingat cuma Mama.
Bara janji sama Mama nak, jangan pernah mengganggu Papa Jovan, Papa itu milik Chira nak, bukan milik Bara.
Bara menangis sedih. Baru kali ini Mila melihat titik kehancuran anak yang selama ini terlihat baik dan biasa saja.
Maaf sayang, tapi Bara tidak berhak atas papa Jovan sayang, isi hati Mila.
Bara akhirnya diam dan menatap sang Mama. " Bala janji ma, Bala ndak akan ganggu papa. Bala cuma punya Mama. Mila memeluk Bara erat.
Kak Jovan, jangan pernah ganggu kami lagi, aku akan bahagia dengan jalan ku.
" Bara, Jika Mama dan Papa nya Kak Nai menikah Apa Bara suka?? Bara bahagia enggak?? tanya Mila.
Bara menatap Mila lalu mengangguk. " Bala sayang Om Layan, Bala bahagia kok. Mama mau nikah sama Om Layan? tanya Bara
Mila tersenyum, Kalau Bara setuju dan izinkan Mama mau nikah sama Om Rayyan. Bara akan punya Papa dan Kak Nai punya Mama. Kalian enggak akan di bully lagi, Ucap Mila.
Bara Mengangguk dan memeluk sang Mama.
Mila bahagia karena anaknya mengizinkan dia mengambil keputusan besar dalam hidup nya. Dia berhak bahagia dan di cintai pria yang mencintai nya bukan.