NovelToon NovelToon
CINTA PERTAMA ANDREA

CINTA PERTAMA ANDREA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Konflik etika / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Essa Amalia Khairina

Kepulangan Andrea adalah hal yang paling Vhirel tunggu-tunggu. Hubungan mereka tidak pernah bisa di larang, selalu ada canda dan tawa meski kerap kali ada permusuhan yang pada akhirnya mereka saling mengerti bahwa sebuah perbedaan adalah sesuatu yang indah dalam sebuah hubungan. Namun sayangnya, status mereka hanyalah sebatas kakak beradik.

Lantas mengapa bisa mereka menganggapnya lebih dari sekedar itu?

Mereka bahkan tak pernah peduli jika keduanya telah menentang takdir Tuhan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Essa Amalia Khairina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DI ANTARA DUKUNGAN DAN JARAK

"Kakakmu sudah siap?"

Dea menelan saliva saat pertanyaan itu meluncur dari suara Ibunya yang lembut. Ia menyeka sudut matanya yang basah. "Bentar lagi ke bawah, Ma." Jawabnya. Ia menarik kursi makan ke belakang lalu duduk dengan wajah tertunduk.

"Kamu kenapa?" Tanya Surya menatap lurus ke arah anak gadisnya.

“Diledek aku, Pa,” sambar Vhirel begitu muncul dari anak tangga, nada suaranya sengaja dibuat dramatis.

Maudi menggeleng pelan. “Vhirel… semenjak Dea pergi, kamu selalu bilang kangen sama adikmu. Tapi sekarang, setelah adikmu pulang, kenapa malah bikin ulah terus?”

"Kamu lihat Dea, sekarang?" Tambah Surya. "Dia nangis karena kamu."

Vhirel menoleh ke arah Dea. Ia menarik kursi makannya lalu mendekatkan diri ke arah Dea. "Iya… Kakak minta maaf, ya,” lirihnya sambil mengecup pelan kepala sang adik.

Dea tak protes. Justru ada geletar hangat yang menjalar di dadanya. Bulu matanya bergetar hebat. Ia berusaha menahan sesak yang tiba-tiba naik ke tenggorokan.

"Kak Vhirel aneh," Gumam Dea pelan, suaranya parau karena menahan tangis. Meski mulutnya berkata demikian, jemarinya justru mencengkeram pinggiran kemeja Vhirel, seolah takut sang kakak akan kembali menjauh jika ia melepaskannya.

Maudi dan Surya mematung. Permohonan maaf yang mereka harapkan hanya cukup dengan ucapan maaf, namun saat bibir Vhirel menyentuh kening Dea. Keduanya saling lirik dengan mata membelalak tak percaya.

"Hmmmmm." Deham Surya, membuat Vhirel melepaskan ciuman di kening anak gadisnya. "Udah selesai kan maaf-maafannya? Kita sarapan sekarang."

Sedangkan, Dea refleks melepaskan ujung kemeja sang Kakak lalu mengisi air ke gelasnya penuh. Di saat itu juga, ia meneguknya setengah habis.

"Ma... Pa. Ini adalah hari pertama aku lihat lokasi butik yang akan aku bangun..." Ucap Dea menepis situasi tegang sekaligus hangat yang baru saja ia rasakan. "... setelah peresmian nanti, Papa sama Mama hadir, ya..."

Dea menoleh ke arah Vhirel. "... Kak Viral juga!"

"Pasti, dong!" Balas Surya tertawa pelan. "Papa mau lihat seperti apa hasil kerja kerasmu selama mengemban pendidikan design di Amerika."

"Mama juga." Angguk Maudi. "Mama nanti mau pesan satu pakaian yang khusus di rancang oleh desainer Nyonya Andrea Putri Wiratmadja."

Dea tersenyum sipu. "Mama bisa aja!"

"Hmm-mmmm!" Deham Viral panjang saat dirinya tengah sibuk mengunyah. Tanpa membalas lirikan sang adik, pandangannya lurus dan ia kembali melahap makanannya. "Kalau calon istri Kakak minta kamu yang buatin gaun pernikahan... boleh?"

Dea tertunduk dalam. Nama itu—Sofia—seolah berdengung di telinganya, menciptakan debaran tidak nyaman yang merambat hingga ke ulu hati. Calon istri? Secepat itukah?

​Di seberang meja, Surya dan Maudi kembali saling melirik. Keheningan yang tercipta terasa begitu pekat, seolah mereka tengah menimbang-nimbang badai apa yang sedang berkecamuk di kepala putri bungsu mereka.

Detik berikutnya, Dea mengangguk pelan. "Boleh." Jawabnya akhirnya. Sangat singkat, nyaris tak terlihat.

​"Dea, kamu kenapa? Kayaknya kamu nggak suka kalau kakak kamu punya calon istri?" Celetuk Maudi pelan, mencoba memancing kejujuran.

​"En-enggak, Ma. Bukan gitu," jawab Dea tergagap. Ia buru-buru memperbaiki posisi duduknya, berusaha keras mengatur napas yang mendadak sesak. "Aku cuma ... sakit hati aja sama ucapan Kak Vhirel tadi." Ucapnya.

Jelas, ​Dea berbohong. Bahwa, di dalam bilik hati yang teramat dalam ada rasa perih yang jauh lebih dalam dari sekadar ucapan kasar, sesuatu yang ia sembunyikan rapat-rapat di balik tatapan matanya yang nanar.

​"Kak Vhirel kan sudah minta maaf sama kamu, Nak," Timpal Surya dengan nada membujuk.

​"Iya," sambung Vhirel cepat. "Ayolah, jadi orang pemaaf sedikit!"

​"Berisik!" Balas Dea ketus. Matanya mendadak panas. "Ucapan Kak Vhirel tadi di kamar bener-bener nyakitin hati aku, tahu nggak!"

Dea menelan saliva. Dan Sofia yang buat perasaan aku sekarang jadi kacau, Kak. Entah!

​Vhirel menghela napas panjang, menyadari bahwa kali ini adiknya benar-benar terpukul. Ia menggeser duduknya lagi, menatap Dea dengan sorot mata yang lebih lembut.

​"Ya udah... sebagai pengganti maaf Kakak, gimana kalau Kakak yang antar kamu ke butik? Nanti siangnya Kakak jemput lagi, terus kita makan siang bareng. Cuma kita berdua. Gimana?"

​Dea tertegun. Tawaran itu menggiurkan, namun membayangkan Vhirel yang sebentar lagi akan menjadi milik Sofia membuat dadanya kembali berdenyut nyeri. Surya dan Maudi pun tak lepas memperhatikan anak bungsu mereka, mencoba membaca apa yang sebenarnya berkecamuk di balik diamnya Dea.

"Oh.... ya udah!" Kata Vhirel menarik kursi makannya menjauh. "Kakak niatnya sekarang mau makan di restoran yang dulu kamu bilang pengin datengin. Penasaran juga si, menu makanannya kayaknya enak semua!"

Vhirel menatap Surya dan Maudi bergantian. "Mama sama Papa tenang aja... nanti Vhirel bawain makanannya juga. Khususnya... buat orang yang hatinya lembut."

"Maksud Kakak aku gak lembut, gitu?!" Tandas Dea dengan nada setengah meninggi.

"Vhirel...." Tegur Maudi menggeleng. "Udahlah. Kamu juga sama kayak adik kamu."

Surya hanya ikut menggeleng, tak menambahkan apa pun, seolah memilih membiarkan anak-anaknya belajar membaca perasaan masing-masing.

Vhirel melirik ke arah Dea yang kini benar-benar terlihat kesal. "Iya... iya, maaf. Kita berangkat sekarang?"

Dea tak menjawab. Ia hanya beranjak, mendorong kursi makannya perlahan ke belakang. “Ma… Pa. Aku pergi dulu,” katanya pelan, Nyaris berbisik.

Tanpa menunggu balasan, Dea melangkah keluar, meninggalkan ruang makan—dan Vhirel yang lebih dulu bersiap pergi.

“Vhirel,” Panggil Surya dengan nada tenang namun sarat makna. “Jaga adik kamu. Jangan terus-terusan bikin dia merasa jengkel seperti itu. Hari ini hari pertamanya bangun butik. Harusnya kamu yang paling depan buat nyemangatin.”

Maudi mengangguk setuju. Ia menatap putranya lembut, bukan marah, melainkan khawatir. “Iya. Jangan sampai Dea merasa kecil hanya karena kamu sudah punya cerita sendiri sekarang,” ucapnya hati-hati. “Toh, Mama sama Papa juga masih perlu waktu menerima gadis yang dekat sama kamu sekarang.”

Kalimat itu menggantung di udara. Vhirel tertegun. Gelas yang baru saja hendak ia angkat tertahan di udara. Ucapan sang ibu bukan hanya sebuah peringatan, tapi semacam cermin yang mendadak diletakkan tepat di depan wajahnya.

"I-Iya.... iya." Angguk Vhirel kemudian. "Kalau gitu, aku pergi dulu. Ma... Pa. Aku janji aku akan jaga Dea dan gak buat dia bete lagi."

Surya mengangguk. "Hati-hati. Dan kalau ada kendala tentang pertemuan dengan klien kamu hari ini, segera hubungi Papa."

Vhirel mengangguk mantap. "Siap!"

****

1
falea sezi
heran liat ortunya ini egois bgt wong bukan saudara kandung sah saja lah jalin hubungan klo. ttep aja emak nya melarang pergi aja dea pergi jauh biar anak nya gila jd ibu koke egoiss amatt
falea sezi
virel g tegas maunya ma siapa Luna apa dea klo mau dea ya jauhin si ulet luna
Kar Genjreng
pokonya jangan ada cinta Antara kakak' Adek kesan nya yang anak angkat ga tau diri padahall namanya perasaan kan tapi jangan sampai itu memalukan keluarga
falea sezi
lanjut . emakk nya knp sih wong bukan inces aja kok hadeh
Kar Genjreng
jangan ada rasa cinta dong biar pun bukan satu kandung tetapi ,,di besarkan oleh orang tua yang sama kasih sayang yang sama jangan ada rasa cemburu layaknya
kekasih tetapi ingat sebagai kakak beradik,,,
Penulis🇰🇷Nuansa Korea: hai kak, salam kenal. jika berkenan saya penulis novel Chef seleb bergaya Korsel, kalau suka yg ada nuansa Korea, kuliner, dan budaya Korsel 😊 saya penulis pemula, masih banyak belajar, boleh dikasih saran & dukungannya ya💜terima kasih🙏
total 1 replies
Kar Genjreng
sapai dua bab belum tau
Kar Genjreng
mampir tapi masih kurang paham ,,, sebenarnya bayi siapa ,,dan Surya dan Oliv itu siapa nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!