NovelToon NovelToon
Ultimate Gacha Pengubah Takdir

Ultimate Gacha Pengubah Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Ruang Ajaib
Popularitas:17.1k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Ye Xuan, pria berusia 35 tahun yang terjebak dalam kehidupan monoton dan menyedihkan sebagai pekerja minimarket, tewas mengenaskan akibat tabrak lari di tengah malam yang sedang hujan lebat. Di detik-detik terakhir hidupnya yang dipenuhi penyesalan atas takdir yang selalu menginjak-injaknya, ia memohon sebuah kehidupan yang tenang.

Namun, kesadarannya justru ditarik ke dalam Ruang Gacha raksasa yang membekukan waktu, memberinya satu tiket emas sebagai kompensasi anomali takdir, lalu melemparnya kembali ke masa SMA.

Kini, dibekali warisan Tabib Dewa kuno dan sebuah sistem Gacha, pria paruh baya di dalam tubuh remaja ini harus merancang ulang jalan hidupnya, siap memotong siapa saja yang berani menghalangi tujuannya di dunia kultivasi modern wuxia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18 Harga Dari Sebuah Kesombongan

Ruang medis SMA Jinghai terasa sangat tegang.

Di atas ranjang periksa berwarna putih, Zhao Wei berbaring dengan napas tersengal-sengal. Seragam mahalnya sudah basah kuyup oleh keringat dingin. Lengan kanannya menggantung kaku di sisi tubuhnya, berkedut hebat setiap beberapa detik, memberikan rasa sakit yang setara dengan disengat listrik tegangan tinggi secara terus-menerus.

Dokter sekolah yang sudah berumur mengusap keringat di dahinya, menatap hasil pemeriksaan dengan wajah bingung.

"Ini sangat aneh... tidak ada tulang yang patah, tidak ada otot yang robek, dan tidak ada memar sedikit pun," gumam dokter itu sambil membetulkan letak kacamatanya. "Tapi saraf motoriknya mengalami kejang ekstrem. Aku hanya bisa memberinya obat pereda nyeri tingkat tinggi. Tuan Muda Zhao harus segera dibawa ke rumah sakit pusat untuk pemindaian saraf lengkap."

"Dokter sialan! Kalau kau tidak bisa menyembuhkannya, tutup saja mulutmu dan panggil ambulans!" maki Zhao Wei dengan suara seraknya yang bercampur tangisan tertahan. Rasa sakit ini telah menghancurkan seluruh citra kerennya.

Di samping ranjang, Lin Xia berdiri menemani dengan raut wajah yang dibuat sangat cemas dan penuh perhatian. Gadis itu mencondongkan tubuh bahenolnya ke arah Zhao Wei. Posisi membungkuk itu membuat kancing kerah blusnya sedikit merenggang, memberikan pemandangan belahan dadanya yang putih dan penuh secara cuma-cuma kepada pria yang sedang kesakitan itu. Tangannya yang lentik dan beraroma mawar dengan lembut menyeka keringat di dahi Zhao Wei menggunakan sapu tangan.

"Bertahanlah, Zhao Wei... aku di sini menemanimu," bisik Lin Xia dengan suara manjanya yang sedikit bergetar, seolah dia ikut merasakan penderitaan pria itu.

Namun di dalam hatinya, pikiran Lin Xia berputar dengan penuh perhitungan. Dia sangat marah pada Ye Xuan. Pemuda miskin itu tidak hanya mempermalukan Zhao Wei, tapi juga merusak momennya untuk tampil sebagai ratu sekolah yang didampingi oleh pangeran kaya.

"Beraninya yatim piatu kotor itu melakukan ini," batin Lin Xia dengan kesal. "Dia pasti menggunakan semacam trik murahan atau alat kejut listrik kecil yang disembunyikan di tangannya! Ye Xuan... kau benar-benar tidak tahu diri. Karena kau tidak mau merangkak di bawah kakiku lagi, aku akan membiarkan Zhao Wei menghancurkanmu."

Mendapat sentuhan lembut dan wangi menggoda dari Lin Xia, amarah Zhao Wei semakin mendidih. Dia adalah seorang pria. Dipermalukan di depan wanita yang ingin dia tiduri adalah sebuah dosa yang tidak bisa diampuni.

Dengan tangan kirinya yang masih berfungsi, Zhao Wei merogoh saku celananya dan mengeluarkan ponsel keluaran terbaru. Dia menekan sebuah nomor dengan kasar.

Tuuuut... Tuuuut...

"Halo? Tuan Muda Zhao? Tumben sekali menelepon di jam sekolah," sapa sebuah suara serak dan berat dari seberang telepon. Di latar belakangnya, terdengar suara dentingan botol minuman keras dan tawa kasar.

"Kak Long! Dengarkan aku baik-baik," desis Zhao Wei dengan gigi terkatup rapat menahan sakit.

Kak Long adalah pemimpin geng preman bawah tanah yang sering disewa oleh perusahaan ayah Zhao Wei untuk 'membersihkan' penduduk daerah kumuh secara paksa. Pria itu kejam, tidak kenal ampun, dan memiliki puluhan anak buah yang bersenjatakan parang dan pipa besi.

"Ada seorang yatim piatu miskin di kelasku. Namanya Ye Xuan. Dia tinggal di kawasan kumuh Distrik Selatan. Sepulang sekolah nanti, cegat dia di jalan," perintah Zhao Wei dengan mata memerah dipenuhi niat membunuh. "Patahkan kedua tangan dan kakinya! Hancurkan wajahnya sampai ibunya yang sudah mati pun tidak bisa mengenalinya! Aku akan mentransfer seratus ribu yuan ke rekeningmu sekarang juga!"

"Hahaha! Seratus ribu yuan hanya untuk membereskan seorang bocah SMA?" tawa Kak Long meledak keras. "Tuan Muda, kau terlalu murah hati. Tenang saja. Sebelum matahari terbenam, kau akan menerima video anak itu memakan lumpur dan menangis memohon ampun."

Klik.

Zhao Wei mematikan sambungan telepon. Dia menatap langit-langit ruang medis dengan napas memburu.

"Ye Xuan... kau pikir kau hebat? Kau akan tahu malam ini, bahwa di dunia ini, uang adalah segalanya!" batin Zhao Wei dengan seringai buas.

Di saat yang sama, di belahan lain Kota Jinghai.

Di dalam sebuah mansion mewah yang bergaya arsitektur klasik Tiongkok, suasana terasa sedingin es. Ini adalah salah satu kediaman rahasia milik cabang Keluarga Ji, faksi beladiri kelas menengah yang mengendalikan bisnis gelap di kota ini.

Di sebuah ruangan temaram yang diterangi oleh lilin-lilin merah, seorang wanita sedang duduk bersandar dengan anggun di atas kursi kayu berukir naga. Dia adalah Ji Wuyue, salah satu petinggi cabang Keluarga Ji.

Wanita ini berusia akhir dua puluhan, namun kecantikannya sangat mematikan dan berbisa. Dia mengenakan gaun cheongsam sutra berwarna merah darah yang sangat ketat, mencetak lekuk pinggangnya yang sempurna layaknya jam pasir. Belahan gaunnya menjuntai tinggi hingga ke pangkal paha, mengekspos sepasang kaki jenjang berkulit seputih salju yang saling menyilang dengan arogan. Kuku-kukunya yang panjang dicat merah pekat, mengetuk perlahan pada sandaran kursi kayu.

Tuk... Tuk... Tuk...

Di hadapannya, seorang pria paruh baya berlutut dengan tubuh gemetar hebat, dahinya menempel ke lantai.

"Tiga tablet kehidupan milik Tim Bayangan pecah secara bersamaan malam tadi, Nona Wuyue," lapor pria itu dengan suara bergetar ketakutan. "Dan... dan kompas pelacak Qi yang mereka bawa kehilangan sinyal secara mutlak. Seolah-olah kompas itu ditelan oleh dimensi lain."

Gerakan jari Ji Wuyue terhenti. Mata indahnya yang meruncing layaknya mata rubah memancarkan kilatan membunuh yang sangat pekat.

"Tiga kultivator tingkat dasar kita dibantai tanpa sempat mengirimkan sinyal darurat?" suara Ji Wuyue terdengar sangat lembut, mendayu-dayu, namun membuat udara di ruangan itu terasa mencekik. "Dan kompas pelacak kita lenyap? Tabib Tanpa Nama yang menyelamatkan anjing tua Song Tianming itu... ternyata bukan hanya seorang tabib, tapi juga monster pembunuh."

Ji Wuyue berdiri secara perlahan. Kain sutra gaunnya berdesir lembut, mengekspos pahanya yang menggoda, namun tidak ada satu pun pria di ruangan itu yang berani mengangkat kepala untuk menatapnya. Wanita bahenol ini terkenal suka mencungkil mata pria yang menatapnya dengan sembarangan.

"Kuang," panggil Ji Wuyue pelan.

Dari sudut ruangan yang paling gelap, sesosok bayangan besar melangkah maju. Itu adalah seorang pria botak dengan otot-otot yang menonjol seperti batu granit. Ada bekas luka mengerikan yang melintang di wajahnya. Berbeda dengan tiga pembunuh bayaran rendahan semalam, pria bernama Kuang ini memancarkan aura Qi yang sangat tebal dan stabil. Dia adalah kultivator bela diri tingkat menengah, seorang petarung fisik ekstrem yang menggunakan tinju dan sikunya untuk meremukkan tulang musuh.

1
Fei Si
next
Fei Si
good
moon light
ada haremnya gak?
Fei Si
Bro langsung paham apa yang harus di lakukan 😂
REY ASMODEUS
lanjut othor 10 bab🤭🤭🤭🤭
Who's? me?: kalo libur bisa kak, kalo lagi kerja gk bisa/Blush/
total 1 replies
variable of ancient
up. Thor plisss
Malingseng si Pecundang
i like this MC, sigma man
Malingseng si Pecundang
pick me bgtt sialan
Malingseng si Pecundang
jahat ternyata
Malingseng si Pecundang
cantik bgtt, pantes dibilang primadona
Malingseng si Pecundang
Kenapa judulnya ndak, Warisan Tabib Dewa? Kayak Penguasa Absolute itu jadi bagus
Who's? me?: fokusnya gak disitu kk
total 1 replies
sitanggang
sampah system👎👎
hahaahaha
Luar biasa
Gege
karya yang warbyasaah
Zahra: Betul sekali kak. Bunga meluncur/Moon//Moon//Moon/
total 1 replies
Gege
kereeen beuuud alur ceritanya lanjutkan Ling peng
Ironside (Hiatus)
🥶
Zahra: ✋🥶🤚 ......
total 1 replies
Sang_Imajinasi
semangat thor🙏
Ironside (Hiatus): /Scare/
total 7 replies
Naga Hitam
baguss
Zahra: Bungai meluncur untuk karya ini/Rose//Rose//Rose//Rose//Coffee/
total 1 replies
Katsumi
10 bab sehari🔥
Who's? me?: ini nyelesain 1 arc doang kak
total 4 replies
Naga Hitam
lanjutt
Who's? me?: kau juga kak, apa yang kau lakukan ini
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!