NovelToon NovelToon
TERJEBAK HASRAT LIAR KAKAK IPAR KU

TERJEBAK HASRAT LIAR KAKAK IPAR KU

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / CEO / Nikah Kontrak
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: Las Manalu Rumaijuk Lily

Brakkk..!
"Apa yang kakak lakukan?" teriak Laura terkejut,pasalnya kakak iparnya,Lexi menerobos kamarnya lalu mengunci pintu dari dalam.
"Apa yang kulakukan? tentu saja menemui wanita yang berhasil membuatku berhasrat!" kekehnya tidak tahu malu.
"keluar kak!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Las Manalu Rumaijuk Lily, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

2

​Laura segera bergegas menuju kamar mandi. Air hangat yang membasuh tubuhnya terasa seperti upaya untuk membersihkan bukan hanya peluh, tetapi juga rasa bersalah yang membebani dadanya.

Setiap sentuhan air terasa dingin dibandingkan panas yang baru saja dia alami, dan rasa jijik bercampur dengan pengkhianatan yang mendalam terhadap suaminya, Alex.

​Di luar kamar mandi, Lexi terlihat tenang. Ia menyandarkan punggung ke dinding, seringai puas masih terukir tipis di wajahnya. Baginya, ini adalah kemenangan.

Ia tahu betul kelemahan Laura, dan ia menikmati kekuasaan penuh yang ia miliki atas adik iparnya, terutama di rumahnya sendiri.

​Pikiran Lexi dipenuhi oleh dua hal: kenikmatan yang baru saja ia rasakan, dan rencana berikutnya. Ia tahu, Laura tidak akan berani melawan.

​Ketika Laura keluar, ia sudah mengenakan pakaian tertutup, rambutnya basah dan wajahnya pucat. Ia menghindari tatapan Lexi, berusaha terlihat setenang mungkin.

​"Sudah lebih baik?" tanya Lexi, suaranya rendah, memiliki nada otoritas yang membuat Laura merinding.

​Laura hanya mengangguk kaku. "Aku harus siapkan makan malam. Alex sebentar lagi pulang," ucapnya, nadanya datar, mencoba mengalihkan fokus pada tugas domestik.

​"Ya, suamimu," Lexi menyahut sinis, "Pria yang memberimu lima menit kepuasan, lalu tertidur. Jangan khawatir, Laura. Rahasia kita aman selama kamu tahu tempatmu."

​Kalimat itu menohok Laura. Itu adalah kebenaran yang pahit, yang membuatnya semakin membenci kelemahan dirinya sendiri.

​Apakah aku harus hidup seperti ini selamanya? Sebagai tawanan di rumah kakak iparku sendiri? batin Laura, tangannya terkepal di balik celemek yang ia kenakan.

"Jangan ikut campur masalah pribadi ku!" desis Laura kesal.

"kenyataannya begitu kan?" senyum Lexi benar benar mengejek.

Tanpa menanggapi ucapan kakak iparnya lagi,dia melangkah menjauh.

​Laura berjalan cepat menuju dapur, memaksakan dirinya untuk sibuk dengan suara panci dan wajan.

Aroma masakan harus menenggelamkan bau asing yang mungkin masih melekat di udara, aroma yang terlalu intim dan berbahaya.

Ia terus-menerus melirik jam, waktu kepulangan Alex sudah sangat dekat.

​Ia harus terlihat seperti istri yang sempurna, tanpa noda.

​Tiba-tiba, suara pintu depan terbuka.

​"Laura! Aku pulang!" suara Alex terdengar ceria dari ruang tamu, memanggil namanya dengan kehangatan yang kontras dengan dinginnya hati Laura saat ini.

​Jantung Laura berdesir ngeri. Ia buru-buru mematikan kompor, sementara Lexi, yang tadinya bersandar santai, kini sudah berdiri tegak, memasang ekspresi ramah seperti tidak terjadi apa-apa lima belas menit yang lalu.

​"Selamat datang, Alex," sapa Lexi santai, berjalan menghampiri adiknya. "Kerja keras lagi hari ini?"

​"Tentu saja, Kak! Demi masa depan. Kamu tahu sendiri, aku masih menumpang di sini, jadi harus cepat mandiri," Alex tertawa kecil, menepuk bahu kakaknya.

​Alex kemudian melihat Laura di ambang pintu dapur, wajahnya sedikit pucat. "Kenapa, Sayang? Kamu terlihat lelah."

​"Tidak, tidak apa-apa, mas. Hanya sedikit pusing. Makan malam sudah siap. Ayo," Laura berusaha tersenyum, berhati-hati agar matanya tidak bertemu dengan mata Lexi.

"Aku mandi dulu sebentar, tunggu saja di meja makan,aku segera datang." Alex meninggalkan istrinya juga kakaknya yang masih berdiri diruang tamu.

Saat Alex menaiki anak tangga,dengan cepat Lexi mengulurkan tangannya ke dada Laura,lalu meremas nya pelan.

Seketika membuat Laura mendesah tanpa dia sadari.

Melihat reaksi itu membuat Lexi tertawa,lalu pergi meninggalkan Laura yang wajahnya sudah memerah karena malu.

"Sial! Dia mempermainkan aku," Kesalnya mengepalkan tangan.

Laura kembali ke dapur menata makan malam.

Hatinya dan pikirannya dipenuhi adegan panas mereka tadi bersama kakak iparnya.

Brengsek memang,tapi entah kenapa Laura begetar setiap kali membayangkan nya.

***

​Mereka duduk di meja makan. Alex, yang polos dan tidak menyadari apa pun, mulai bercerita tentang pekerjaannya hari itu.

Laura sesekali menyahut, tetapi sebagian besar perhatiannya terpusat pada interaksi antara suami dan kakak iparnya.

​Lexi duduk di hadapan Laura, sikapnya sopan dan penuh perhatian, tetapi mata tajamnya terus menatap Laura. Dalam setiap tatapan itu, Laura bisa membaca kalimat yang sama: Ingat apa yang baru saja terjadi. Kamu adalah milikku di rumah ini.

​Ketegangan itu terasa tebal bagi Laura, meski tak terlihat oleh Alex.

​"Masakanmu selalu enak, Laura," puji Alex, "Aku senang kita bisa tinggal di sini bersama Kak Lexi. Hemat biaya dan kita punya teman makan."

​"Tentu saja," Lexi tersenyum lembut. "Laura sudah seperti adikku sendiri. Wajar aku menjaganya. Lagipula, kamu sering pulang larut, bukan? Ada baiknya ada yang menemaninya di rumah."

​Laura merasakan tangan dingin mencengkeram perutnya mendengar ucapan Lexi yang bermakna ganda itu.

Itu bukan pujian, itu adalah peringatan di depan suaminya.

​"Ya, Kakak benar," sahut Alex tanpa curiga. "Aku bersyukur.

Oh ya, Kak, kamu sudah melihat laporan keuangan bulanan yang aku kirim? Aku berencana menabung lebih banyak agar cepat pindah."

​Percakapan beralih ke urusan pekerjaan, memberi Laura sedikit waktu untuk bernapas. Namun, saat Alex sedang sibuk menjelaskan, Lexi dengan sengaja menjatuhkan serbet makannya. Saat ia membungkuk untuk mengambilnya, matanya menatap lurus ke arah Laura dari bawah meja, dan ia tersenyum, sebuah senyum kecil yang penuh makna.

​Laura merasakan getaran ketakutan bercampur malu yang mendalam. Ia tahu, selama mereka masih menumpang di rumah ini, ia akan tetap menjadi boneka dalam permainan kekuasaan Lexi. Ia harus menemukan cara untuk kabur, atau ia akan selamanya terjebak dalam jebakan pengkhianatan ini.

Lexi memiliki perusahaan yang sedang berkembang pesat.

Lexi lebih banyak menghabiskan waktunya bekerja dari rumah,karena ada asisten pribadinya yang dia percaya mengelola perusahaan itu.

Dia hanya akan datang kesana bila dibutuhkan atau ada sesuatu yang mendadak.

Itu sebabnya Lexi punya banyak waktu dirumah,sementara Alex yang bekerja di cabang perusahaan kakaknya tidak pernah punya waktu dirumah.

Setiap hari berangkat bekerja,dan malam baru pulang.

Kadang Alex harus lembur membuatnya pulang larut.

Laura terkadang sudah tidur baru suaminya sampai

"Kamu tidak perlu memikirkan soal kepindahan,tetap lah disini tidak apa apa, rumah ini terlalu besar untuk kutempati sendiri." Ujar Lexi.

"Siapa tahu kakak menikah,tidak enak kan dua keluarga tinggal satu rumah." Ujar Alex.

"Kamu tenang saja,aku masih lama menikah,jadi tidak usah pikirkan hal itu hmm?"

"Terimakasih kak,semoga kakak tidak merasa kalau kami adalah beban." Ucap Alex.

"Ohh,tidak akan, dengan adanya kalian disini,hidup ku jadi berwarna." Pungkas pria berjambang tipis itu,sementara ekor matanya melirik Laura.

"Berwarna matamu! Bilang saja kamu memanfaatkan ku ,pura pura menampung kami,padahal kau meminta imbalannya dengan tubuhku." Bathin Laura mengumpat.

Bersambung...

1
Sarinah Quinn
kasian Laura Thor tolong lah Laura dari kebejatan lexi🙏🙏🙏
Sarinah Quinn
lanjut lagi thor 🙏
Fitria Syafei
waduh maju kena mundur kena nih 🙄 KK cantik kereen 😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!