Hanya satu persen dari populasi global, manusia yang memiliki warna mata heterochromia. Lunar salah satunya.
Memiliki warna mata hijau dan biru, Lunar menyembunyikannya ketika hidup di luar Silvanwood yang terisolasi dari teknologi.
Untuk menyambung hidup, Lunar tak menduga menjadi aktris di perusahaan entertainment milik Jackson Adiwangsa dan menjadi kesayangannya.
Hingga kejadian tak terduga membuat apa yang disembunyikan Lunar terkuak. Bagaimana kehidupan Lunar, apakah dia akan tetap tinggal atau kembali ke Silvanwood?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Seven Introvert, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Delapan belas
Lunar diminta untuk tidak ke luar karena kabar dirinya tidur bersama Jackson menjadi perbincangan. Gedung AHP disesaki paparazzi bahkan publik mengirim banner untuk memboikot Lunar dari panggung hiburan. Katanya, Lunar tontonan yang tak layak jadi tuntunan.
Jackson semakin geram. Pria itu tak henti menyalahkan Naomi yang gadis itu pun tak berani ke luar. Naomi sendiri siap konferensi pers untuk membersihkan nama Lunar dan kakaknya.
"Aku sudah minta maaf. Apa, aku juga harus mengikuti jejak Yumi?!" Naomi histeris di depan Jackson.
Pria itu terasa tersambar petir. Spontan dia melihat wajah adiknya yang berantakan. Jackson diam sesaat, usapan Lunar di sampingnya menyalurkan keberanian serta kekuatan.
Tom yang sedari tadi membisu meski kasihan tapi hatinya mentertawakan Naomi. Pria gundul itu harap, Naomi bisa memetik pelajaran. Ya, bisa-bisanya Naomi kekanakkan padahal Lunar jauh lebih muda darinya.
Tom berpikir, ini akibatnya Jackson terlalu memanjakannya. Mengenai konferensi pers, Tom malah mendukung itu dengan mengatakan biarkan Naomi belajar bertanggung jawab.
Jackson memijit kening. Dia merasa satu masalah hampir di selesaikan. Dengan berani, pria itu mendial nomor seseorang untuk mengatur konferensi pers adiknya.
Jackson memeluk Naomi seraya mengusap punggung gadis itu. Lunar tersenyum tipis, menangkup wajah Naomi dan mengatakan bahwa semuanya akan baik-baik saja.
Mata Jackson berkaca-kaca melihat Naomi seorang diri di depan para awak media. Konferensi pers gadis itu ditayangkan secara live.
"Dengan kesadaran dan kerendahan hati, saya meminta maaf pada publik atas kegaduhan yang saya perbuat. Dan yang utama saya meminta maaf pada kakak kandung saya, Jackson Adiwangsa dan nona Lunar Kaelix. Saya meminta maaf atas kecerobohan saya karena menculik dan mengirim mereka ke villa rahasia," Naomi berhenti sejenak.
Cekrek! Cekrek!
Naomi semakin benci pada wartawan karena memotretnya dari dekat.
"Apa, niat Anda nona Naomi?"
"Saya hanya ingin mempersatukan kakak saya dan nona Lunar. Hanya itu saja dan asal kalian tahu tidak terjadi apa-apa di antara mereka. Meskipun kakak saya fuckboy tapi sekarang sudah taubat dan nona Lunar gadis baik-baik," lanjut Naomi dengan keyakinan penuh.
Jackson tersenyum begitupun Lunar. Tom manggut-manggut, dalam hatinya dia sedikit bangga pada gadis itu.
"Oh, ya. Lalu bagaimana dengan Aaron?!"
Semua orang menatap ke arah sumber suara. Mata Jackson membulat melihat Alice datang bersama Aaron.
Lunar meneguk ludah ketika kamera wartawan berubah menyoroti Alice dan Aaron. Alice berdiri di samping Naomi lalu mengatakan jika tak terjadi apa-apa antara Jackson dan Lunar, okelah. Tapi, bagaimana di balkon AHP bersama Aaron?
Aaron menatap Lunar. Sudut bibirnya terangkat. Jackson mengepalkan tangan, dia sudah menduga karena agak janggal kejadian di balkon bisa ada rekamannya. Sementara video yang beredar bukan hasil CCTV.
"Aku bersama Lunar berencana akan menikah. Kita akan bersama tapi Jackson ...,"
"Jaga kata-katamu sialan! Berani berkata tidak baik mengenai kakakku, aku akan menghajarmu!" Naomi menarik kerah Aaron.
"Preman kecil, minggir!" geram Aaron menepis tangan Naomi sampai gadis itu hampir terjatuh.
Jackson langsung menghambur ke mimbar konferensi pers bersama Lunar. Segera pria itu memeluk Naomi.
"Kurang ajar!" tekan Jackson menatap Aaron.
Lunar menarik Naomi untuk bersamanya. Menurut Aaron tak ada yang tersisa, selain kehilangan pekerjaannya hal tersakit ialah Lunar tak menerima cintanya. Jackson maju selangkah lalu merogoh sesuatu dari saku celana. Dia pun memberikannya pada Aaron.
"Ini cincinmu. Lunar tak ingin barang murah darimu!" Jackson tersenyum miring.
Spontan Lunar menggeleng. Meski dia tidak menerima pinangan Aaron, tapi Lunar tak pernah mencela cincin dari Aaron.
Aaron tersenyum getir lalu memasukkan cincin itu pada saku kemejanya. Aaron tak bisa apa pun, nyatanya semua wanita sama saja. Silau akan uang dan harta. Jangankan secantik Lunar, gadis random yang dia temui pun akan berpikir seribu kali untuk mencintai pria tanpa harta berlimpah.
"Sebenarnya, apa yang terjadi? Kenapa, semakin membingungkan?"
Para wartawan berebut menyodorkan microphone berharap ada seseorang yang mau menjelaskan. Jackson mengangkat tangan, detik itu juga para bodyguard berkumpul mengerubungi mimbar konferensi pers.
Semua orang terkejut. Selain wartawan, bagai lebah yang ke luar dari sarang setelah dilempar batu mendadak orang-orang multimedia berbondong dengan memakai almamater AHP. Naomi dan Lunar saling merangkul, tak biasanya Jackson bersikap se-serius itu.
"Nona Alice selalu saja menyerang nona Lunar dengan tuduhan tak berdasar. Bukankah itu juga yang kau lakukan pada mantan kekasihku dulu?" Jackson melangkah mendekati Alice.
Wajah Alice memucat. Gadis itu melirik Aaron yang tak bereaksi.
"Ma-maksud tuan apa?"
Jackson tertawa hambar.
"Oh, bukankah para wartawan ini buzzermu?" Jackson melipat tangan di dada.
Jackson membeberkan bukti bahwa ketika Aaron dan Lunar di balkon AHP, diam-diam Alice menyuruh orang untuk merekam tanpa sepengetahuan mereka.
Alice gagap. Gadis itu menatap Aaron meminta untuk membantah bukti dari Jackson. Hal yang lebih mengejutkan ialah, Alice juga yang menyebarkan video syur Jackson dan Yumi.
"Su-sutradara Zhou yang menyebarkan video itu!" bantah Alice.
Jackson melotot ke arahnya. Alice terus melirik Aaron yang membisu.
Jackson tadinya berteman baik dengan sutradara Zhou. Rekaman syur yang viral tadinya bagian scene saat syuting yang tidak jadi ditayangkan. Jackson merasa keintimannya dengan Yumi tidak ingin menjadi konsumsi publik, tapi tanpa diduga malah disebarluaskan.
"Itu berarti sutradara Zhou, kenapa tuan menyalahkanku?" Alice menggigil.
"Siapa yang tidak akan menolak ditawari tidur bersamamu?" Jackson tersenyum.
Semua orang bisik-bisik. Alice yang selalu memojokkan orang kini dia dipojokkan. Alice tak bisa membantah, memang untuk mendapatkan rekaman itu dia harus tidur bersama sutradara Zhou.
"Tuan Jackson! Fitnahmu begitu keji!" Alice berteriak.
Jika Alice bukan seorang gadis, Jackson ingin memberinya pelajaran dengan memukulnya.
"Oh, sungguh sangat keji! Lebih keji mana, kau pun memfitnahku pada Yumi dengan mengatakan kita berhubungan dan menghabiskan malam bersama saat di Tokyo?! Alice, aku tak menyangka sama sekali gadis manja yang selalu kubelikan es krim ternyata sejahat itu!" Jackson mengatakan kebenaran membuat semua orang menganga.
Cekrek! Cekrek!
Kamera wartawan memfoto Alice yang menangis. Konferensi pers Naomi malah membuka kebenaran. Siaran langsung itu menjadi perhatian publik karena sosok secantik Alice ternyata penyokong buzzer untuk menjatuhkan siapa pun yang dianggap halangan.
"Tuan Jackson, aku melakukan ini karena aku mencintaimu! Tidakkah, kau kasihan padaku? Aku putus asa dengan segala yang kuusahakan, tak berhasil kau menjadi milikku. Dan Lunar, Omku Aaron pun mencintaimu," lirih Alice kemudian menatap Aaron.
"Om Aaron katakan sesuatu! Jangan diam saja, perjuangkan cintamu!" Alice mengguncang bahu pria itu.