NovelToon NovelToon
Lentera Abadi Di Makam Bintang

Lentera Abadi Di Makam Bintang

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Action / Sistem
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: Yuzuki chan

​Xing Shenyuan, pangeran kesembilan Dinasti Bintang Agung, dikhianati oleh saudaranya sendiri. Tulang Surgawi miliknya dicabut, basis kultivasinya dihancurkan, dan dia dibuang ke Makam Leluhur yang terlarang untuk menjadi pelayan nisan seumur hidup. Di tengah keputusasaan, sebuah suara kuno bergema di jiwanya. Dengan sistem "Masuk Log" (Sign-In), setiap inci tanah pemakaman menjadi gudang harta karun ilahi.
​"Masuk Log di Makam Kaisar Pertama, hadiah: Tubuh Kekacauan Primordial!"
"Masuk Log di Gundukan Pedang Dewa, hadiah: Niat Pedang Penghancur Cakrawala!"
​Sepuluh ribu tahun berlalu dalam sekejap mata. Dunia luar telah berganti zaman, kekaisaran runtuh, dan dewa-dewa baru bermunculan , ketika musuh dari langit mencoba mengusik ketenangan makam leluhur nya, xing shenyuan bangkit dari debu hanya satu jentikan jari untuk meratakan seluruh galaksi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuzuki chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 18 percikan roh dan gema di singgasana dingin

Kegelapan di dalam Lantai Bawah Tanah Kedua terasa berbeda malam ini. Jika biasanya udara di sini mati dan statis, kini ada denyut halus yang merambat melalui dinding-dinding batu. Xing Shenyuan duduk bersila di tengah ruangan, dikelilingi oleh formasi kristal yang ia susun dari sisa-sisa energi kematian. Di depannya, Cermin Pemantau Dunia yang retak masih memancarkan cahaya redup, menampilkan bayangan kota yang jauh, namun fokus Shenyuan tidak lagi di sana.

Pikirannya kini tertuju pada satu hal: Terobosan.

Ia telah mencapai puncak absolut dari Ranah Inti Emas. Berkat teknik Meridian Terbalik dan Cairan Pemurni Sumsum Naga, tubuhnya kini bukan lagi sekadar wadah daging dan darah, melainkan sebuah instrumen perang yang ditempa dari esensi paling murni. Namun, ia tahu, untuk benar-benar mengguncang kekuasaan ayahnya, kekuatan fisik saja tidak cukup. Ia butuh Jiwa Baru Lahir (Nascent Soul).

Namun, Shenyuan tidak ingin Jiwa Baru Lahir biasa. Ia ingin sesuatu yang lahir dari kombinasi energi astral dan energi kematian—sebuah entitas yang hanya ada dalam catatan terlarang Makam Bintang.

Login: Altar Pengamatan Astral

Shenyuan berdiri dan berjalan menuju sebuah balkon batu yang menjorok ke arah jurang tak berdasar di ujung Lantai Kedua. Tempat ini disebut Altar Pengamatan Astral. Anehnya, meskipun berada jauh di bawah tanah, ketika mendongak ke atas, seseorang tidak melihat langit-langit gua, melainkan hamparan bintang yang tampak begitu dekat seolah bisa disentuh.

Ini adalah manipulasi ruang tingkat tinggi yang diciptakan oleh leluhur Makam Bintang.

> [Sistem Login Harian Makam Bintang]

> [Lokasi: Altar Pengamatan Astral (Area Kritis)]

> [Status: Siap untuk Check-in.]

>

"Login."

> [Ding! Check-in berhasil!]

> [Selamat, Tuan mendapatkan: "Butir Embun Galaksi" (Material Terobosan) dan "Pil Penjaga Jiwa" (Kualitas Tinggi).]

> [Catatan: Butir Embun Galaksi dapat menstabilkan fusi antara energi kematian dan energi astral selama proses pembentukan Jiwa Baru Lahir.]

>

Shenyuan menatap botol kecil di tangannya yang berisi cahaya berkelap-kelip. "Sistem ini benar-benar tidak pernah mengecewakan di saat kritis. Tanpa embun ini, risiko jiwaku terkoyak oleh bentrokan dua energi ini adalah delapan puluh persen."

Proses Terobosan: Kelahiran Sang Bayi Jiwa

Shenyuan duduk kembali, kali ini tepat di tengah altar. Ia menelan Pil Penjaga Jiwa terlebih dahulu untuk mengeraskan kesadarannya. Kemudian, ia membuka botol Butir Embun Galaksi dan membiarkan isinya menguap di sekelilingnya.

Ia mulai merapalkan Sutra Penelan Bintang.

Wusss!

Tiba-tiba, bintang-bintang di "langit" gua itu bersinar terang. Sinar-sinar perak turun seperti hujan, menembus tubuh Shenyuan. Di saat yang sama, energi ungu gelap dari dasar jurang naik, melilit tubuhnya seperti naga yang lapar.

Dua kekuatan yang saling bertolak belakang—kehidupan astral yang abadi dan kematian makam yang dingin—mulai bertarung di dalam Dantian-nya.

"Ugh!" Shenyuan mengerang. Rasanya seperti ada dua raksasa yang sedang bergulat di dalam perutnya. Inti Emas Sempurna-nya mulai bergetar hebat. Retakan mulai muncul di permukaannya, namun bukannya hancur, inti itu mulai mekar seperti bunga yang menakutkan.

Di tengah rasa sakit yang luar biasa, Shenyuan harus tetap fokus. Ia harus membayangkan sosok dirinya yang baru. Ia tidak ingin Jiwa Baru Lahir yang suci seperti kultivator sekte benar, juga tidak ingin yang sepenuhnya jahat seperti kultivator iblis.

Ia ingin Jiwa Penguasa Makam.

Waktu berlalu. Menit menjadi jam, jam menjadi hari. Di luar gubuk, Lin Xiaoyue berjaga dengan setia. Ia bisa merasakan tekanan udara di sekitar makam menjadi sangat berat, hingga burung-burung yang terbang di kejauhan jatuh ke tanah karena tidak kuat menahan aura yang terpancar dari bawah bumi.

"Guru sedang berjuang," bisik Xiaoyue, menggenggam busur birunya erat. "Aku tidak akan membiarkan siapa pun mengganggunya."

Di Ibu Kota: Perjamuan Berdarah

Sementara Shenyuan berada di ambang transformasi, Ibu Kota sedang mendidih. Berita tentang sembuhnya Pangeran Ketiga, Xing Feng, telah menyebar seperti api di atas jerami kering.

Malam itu, Pangeran Pertama, Xing Jian, mengadakan perjamuan di istananya. Ia adalah pewaris takhta yang paling diunggulkan, seorang jenius yang sudah berada di Ranah Jiwa Baru Lahir Tahap Menengah.

Xing Feng hadir di sana, berjalan dengan langkah tegak dan aura yang tidak lagi layu. Para bangsawan berbisik-bisik, menatapnya dengan campuran rasa hormat dan takut.

"Saudara Ketiga," Xing Jian menyambutnya dengan senyum yang tidak sampai ke mata. "Aku mendengar kau menemukan 'keajaiban' di toko obat kecil di pinggiran kota. Benarkah begitu?"

Xing Feng menatap kakak tertuanya. Dulu, ia akan menundukkan kepala. Tapi sekarang, ada benih kekuatan ungu yang ditanam oleh Su Yan di dalam dirinya yang memberinya keberanian yang tidak wajar.

"Hanya sedikit keberuntungan, Kakak Tertua," jawab Xing Feng tenang. "Mungkin langit merasa aku belum waktunya untuk disingkirkan."

Xing Jian menyipitkan mata. Ia bisa merasakan ada sesuatu yang aneh dengan energi adiknya. Terasa... dingin dan purba. "Hati-hati, Feng. Kadang 'keajaiban' datang dengan harga yang tidak bisa kau bayar. Siapa pemilik toko itu? Aku ingin mengundangnya ke istana."

"Dia bukan orang yang bisa diundang begitu saja," balas Xing Feng, mengingat tatapan dingin Su Yan. "Bahkan oleh seorang Pangeran Mahkota."

Suasana perjamuan seketika membeku. Xing Jian tertawa, namun niat membunuh terpancar dari matanya. "Begitu ya? Menarik. Tampaknya kau benar-benar sudah merasa kuat kembali."

Di sudut ruangan, Su Yan yang menyamar sebagai pelayan kelas atas (dengan bantuan zirah dan teknik penyamaran dari Shenyuan) mengamati interaksi itu. Ia memegang nampan perak, namun jarinya siap melepaskan Jarum Penebus Jiwa jika situasi memburuk.

"Pancingannya sudah dimakan," batin Su Yan. "Sekarang tinggal menunggu mereka saling gigit."

Keberhasilan yang Tertunda: Setengah Langkah Jiwa Baru Lahir

Kembali di Altar Pengamatan Astral, sebuah ledakan energi tanpa suara terjadi. Seluruh Lantai Kedua bergetar.

Shenyuan membuka mata. Cahaya di sekelilingnya perlahan memudar. Di dalam Dantian-nya, Inti Emas itu telah hilang. Sebagai gantinya, ada sesosok bayi mungil yang duduk bersila. Bayi itu memiliki kulit seputih rembulan, namun mengenakan jubah yang terbuat dari kabut ungu gelap. Matanya persis seperti mata Shenyuan.

Namun, Shenyuan mengerutkan kening.

"Belum sepenuhnya selesai," gumamnya.

[Ding! Status Terdeteksi.]

[Pencapaian: "Setengah Langkah Jiwa Baru Lahir - Fondasi Astral-Kematian".]

[Catatan: Tuan belum sepenuhnya naik ranah karena kekurangan 'Energi Takdir' dari dunia luar. Namun, kekuatan tempur Tuan saat ini telah melampaui Jiwa Baru Lahir Tahap Awal biasa.]

Shenyuan berdiri, merasakan kekuatan yang mengalir di nadinya. Meskipun secara teknis ia masih berada di ambang pintu masuk ranah baru, kualitas energinya sudah berada di level yang berbeda. Satu jentikan jarinya sekarang bisa menghancurkan seorang ahli Inti Emas Puncak tanpa perlu teknik apa pun.

"Energi Takdir..." Shenyuan menatap Cermin Pemantau Dunia. "Itu berarti aku harus mulai mengambil alih hak asuh atas benua ini dari tangan Kekaisaran."

Langkah Strategis: Panggilan Pertama

Shenyuan memanggil Xiaoyue ke bawah tanah.

"Guru! Anda... Anda terasa berbeda!" Xiaoyue terperangah melihat sosok gurunya. Shenyuan tampak lebih tinggi, rambutnya yang hitam kini memiliki helai-helai perak yang berkilau, dan auranya begitu agung namun menakutkan.

"Xiaoyue, waktunya telah tiba untuk kita sedikit keluar dari bayang-bayang," ucap Shenyuan. Ia menyerahkan sebuah gulungan yang baru saja ia tulis. "Kirimkan ini ke Sekte Lembah Hijau di utara. Katakan pada mereka, Penguasa Makam Bintang mengundang pemimpin mereka untuk 'diskusi' tentang masa depan wilayah utara."

"Sekte Lembah Hijau? Tapi mereka adalah sekte pengikut setia Kekaisaran," Xiaoyue bingung.

Shenyuan tersenyum tipis, sebuah senyuman yang mengandung rencana besar. "Mereka setia karena mereka takut. Tunjukkan pada mereka bahwa ada sesuatu yang lebih menakutkan daripada kemarahan kaisar, dan mereka akan segera tahu kepada siapa mereka harus berlutut."

Shenyuan mengambil Lentera Abadi-nya. Api di dalamnya kini tidak lagi ungu, melainkan memiliki inti perak terang.

"Perjalanan ke Ibu Kota masih jauh," bisik Shenyuan. "Tapi setiap langkah yang kita ambil sekarang akan membuat takhta itu bergetar."

Penutup Bab

Malam itu, Shenyuan berdiri di puncak bukit di luar makam, menatap ke arah selatan. Di tangannya, ia memegang selembar peta yang ia dapatkan dari Xing Feng melalui Su Yan. Peta itu menunjukkan titik-titik lemah pertahanan perbatasan.

Ia tidak akan menyerang dengan pasukan. Ia akan menyerang dengan rasa takut.

"Dunia ini sudah terlalu lama melupakan nama Makam Bintang," ucap Shenyuan pada angin malam. "Biarkan mereka mengingatnya kembali melalui darah para pengkhianat."

Di langit, rasi bintang Bintang Utara bersinar sangat terang, seolah-olah sedang menyambut kembalinya sang penguasa sejati ke panggung dunia.

[Status Sistem:]

* Kultivasi: Setengah Langkah Jiwa Baru Lahir (Kekuatan tempur setara Jiwa Baru Lahir Tahap Menengah).

* Teknik: Tangan Penghancur Bintang (50%), Sutra Penelan Bintang (Tahap Awal Selesai).

* Misi Berikutnya: Tundukkan Sekte Lembah Hijau.

1
Seorang Penulis✍️
Tess
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!