NovelToon NovelToon
WAKTU YANG SALAH

WAKTU YANG SALAH

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Cinta Murni
Popularitas:619
Nilai: 5
Nama Author: starygf

cerita ini tentang dua remaja di bangku kuliah yang saling mengenal, saling memberi masukan, saling berbagi tawa dan canda, tapi semuanya hanya sebatas teman entah apa tapi semua orang disana tau apa yang mereka saling beri bukan berada pada batasan teman tapi “dua orang yang saling menaruh harapan”. kisah tentang seorang pria perantau dan gadis tuan rumah dengan bahasa, watak, kebiasaan yang berbeda tapi bisa saling terikat karena ketidak sengajaan mungkin bisa di sebut cinta di waktu yang tidak tepat kisah mereka tak salah yang salah dari semua ini hanya satu yaitu waktu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon starygf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 30

“Tapi rasanya kayak lagi lomba diam-diam,” jawab Aura lirih.

Kalimat itu membuat Harry tertawa kecil, tapi tawanya hambar.

“Ra,” suaranya lebih rendah sekarang, “aku nggak pernah ngelawan dia.”

Aura menatapnya.

“Tapi aku juga nggak bisa bohong kalau aku pengen kamu.”

Jantung Aura seperti berhenti sepersekian detik.

Angin siang bergerak pelan. Asap rokoknya menghilang di udara.

“Kamu bikin semuanya makin susah,” bisik Aura.

“Harusnya aku diem aja?”

Aura tidak menjawab.

Hening menggantung lama. Tatapan mereka bertemu lagi—lebih lama dari biasanya. Tidak ada candaan. Tidak ada topeng santai.

Hanya dua orang yang berdiri terlalu dekat dengan perasaan masing-masing.

Tanpa sadar, Aura berdiri sedikit lebih dekat. Harry juga. Jarak di antara mereka kini benar-benar tipis.

Hampir.

Sangat hampir.

Tatapan Harry turun ke bibir Aura sesaat, lalu kembali ke matanya. “Kalau aku cium kamu sekarang, semuanya bakal berubah.”

Kalimat itu seperti menekan tombol yang tidak bisa dimatikan.

Aura tidak mundur.

Tapi ia juga tidak maju.

Beberapa detik yang terasa seperti menit panjang.

Lalu Aura memalingkan wajah lebih dulu.

“Jangan,” ucapnya pelan.

Harry menutup mata sebentar, menarik napas dalam. “Oke.”

Ia mundur satu langkah. Memberi jarak lagi.

Aura mematikan rokoknya, tangannya sedikit gemetar. “Aku belum siap jadi orang jahat.”

“Kamu nggak jahat,” jawab Harry. “Kita cuma… manusia.”

Tak lama, ponsel Aura bergetar.

Nama Alden muncul lagi.

Aura menatapnya lama sebelum akhirnya menekan tombol diam tanpa mengangkat.

Harry melihat itu. Tidak berkata apa-apa.

“Dia pasti lagi nyariin aku,” ucap Aura.

“Kamu mau angkat?”

Aura menggeleng pelan. “Nanti aja.”

Harry tersenyum tipis. “Ra…”

“Iya?”

“Semakin lama kamu nunda, semakin sakit nanti.”

Aura menunduk. Untuk pertama kalinya, air matanya jatuh tanpa suara.

Dan di bangku taman itu, di antara panas siang dan perasaan yang hampir melewati batas, mereka sadar Hari ini mereka berhasil berhenti.

Tapi besok?

Belum tentu.

Setelah hari di taman itu, semuanya terasa lebih hati-hati.

Aura dan Harry tetap satu kelas. Tetap duduk berdampingan. Tetap berbagi catatan. Tapi ada kesadaran baru yang membuat setiap gerakan terasa lebih terkontrol.

Dan di sisi lain—

Alden tiba-tiba menjadi lebih jarang.

Bukan karena marah.

Bukan karena menjauh dengan sengaja.

Tapi karena pekerjaan.

Awalnya hanya pesan yang dibalas lebih lama dari biasanya.

*Maaf baru balas, lagi meeting.*

*Hari ini lembur.*

*Besok ke luar kota.*

Lalu telepon yang biasanya seminggu dua kali, berubah jadi sekali.

Kemudian hanya pesan singkat sebelum tidur.

Aura mencoba mengerti. Ia tahu Alden memang ambisius. Ia tahu pekerjaan Alden sedang di fase penting. Tapi tetap saja, ada ruang kosong yang semakin terasa nyata.

Suatu malam, Aura menatap layar ponselnya. Sudah tiga hari Alden tidak memberi kabar sama sekali.

Tidak ada pesan selamat pagi.

Tidak ada telepon.

Hanya keheningan.

Ia mengetik lebih dulu.

*Lagi sibuk banget ya?*

Pesan terkirim. Dibaca berjam-jam kemudian.

Balasannya singkat.

*Iya. Maaf ya. Lagi banyak banget yang harus diurus.*

Aura menatap layar lama. Ia ingin marah. Tapi ia tidak punya alasan untuk itu.

aura menghembus nafas lalu berusaha melupakan sejenak segala sesuatu yang membuat dia stress, dia berharap semoga kedepannya dia bisa hidup lebih baik dan tidak harus merasakan hal seperti ini lagi.

1
only siskaa
wahhh baruu nii
jngn lupa mmpir ke karya ku juga minn🫣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!