NovelToon NovelToon
MISIDENTIFIED

MISIDENTIFIED

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa pedesaan / Dark Romance / Action
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: aiyuki

Serra Lune, seorang pembunuh bayaran, menemukan targetnya di tempat yang salah. Ethan Hale, seorang pemuda baik pembuat herbal asal desa, diburu hanya karena wajahnya mirip dengan orang lain. Saat Serra memastikan kebenarannya, ia dihadapkan pada pilihan: menyelesaikan misi, atau melindungi orang yang seharusnya mati.

Keputusannya membuat mereka diburu. Dalam pelarian dan hidup sembunyi-sembunyi, dua orang dari dunia yang bertolak belakang belajar bertahan bersama. Bukan hanya karena takdir, melainkan memilih satu sama lain di dunia yang kejam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aiyuki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jejak

Tok tok tok!

Suara ketukan pintu itu memotong udara yang masih hangat. Posisi mereka sama-sama terduduk, Serra berada di atas pangkuan Ethan, kedua tangannya berhenti di tempat yang berbeda. Tangan kiri masih meremas rambut bagian belakang kepala Ethan, sedangkan tangan kanannya menyingkap kaos yang kekasihnya kenakan, hingga tampak sebagian otot perut yang semakin jadi tersebut.

Lain halnya dengan Ethan, kedua tangan pemuda itu masih setia berada di pinggang Serra. Keduanya tampak saling tatap dengan napas yang memburu, lalu menoleh secara bersamaan ke arah pintu utama.

"Hhh.. aku saja," Serra mulai beranjak lebih dulu, tentunya sembari mengatur debaran serta napas yang belum stabil. Ia berjalan ke pintu tanpa berkata apa-apa. Sementara itu Ethan kembali merapikan kaosnya.

Begitu pintu dibuka, tampak seorang pria dengan jaket abu-abu dan topi rendah menutupi sebagian wajahnya. Pria itu memberikan sebuah amplop tipis berwarna cokelat, kemudian berlalu begitu saja.

Serra menutup pintu perlahan, napasnya kembali stabil, rasa berdebar yang semula masih menguasai seketika sirna. Ethan melihat sekilas amplop yang Serra pegang, namun ia tak banyak bertanya.Lalu Serra mulai membaca isi amplop tersebut,

Kafe X, timur Bridgestone. Untuk sementara jangan menghubungiku, jalur koneksi sedang tidak aman, berhati-hatilah.

tertanda V.

"Ada urusan penting di dojang," suara Serra berubah serius.

Ethan hanya mengangguk, "mau ku antar?" tawarnya.

"Tidak perlu", balas Serra.

Gadis itu mulai masuk kedalam kamar, lalu menutup pintunya rapat-rapat. Tangannya bergerak dengan cepat, mengambil beberapa bilah pisau yang sengaja ia sembunyikan di celah lemari. Jaket yang biasa di pakainya untuk mengajar, sudah terpasang rapih, menutupi pakaian ketat dan rompi anti peluru.

Sebelum keluar kamar, Serra sempat menatap pantulan dirinya di cermin. Sadar jika keputusannya saat ini sangatlah beresiko, tapi harus tetap dilakukan, karena ini jalan satu-satunya agar ia dan Ethan terbebas dari bayang-bayang Riven dan organisasinya.

Serra keluar kamar dengan langkah berat, di jinjingnya tas yang sering ia bawa saat mengajar.

Matanya mengedar, mencari keberadaan Ethan yang ternyata sedang sibuk membuat sesuatu di dapur. "Aku pergi," ujarnya tersenyum kecil.

"Mmm.. hati-hati, ini akan siap saat kau pulang nanti," sahut Ethan santai.

Serra mengangguk pelan, kemudian melangkah keluar pintu apartemen.

Klik!

Sejenak ia bersandar di balik pintu, sembari menghela napas. Entah mengapa perasaan bersalah sedikit demi sedikit mulai hinggap. Sebenarnya Serra tidak ingin berbohong, ia sengaja tidak memberitahu Ethan karena tidak ingin melibatkannya lebih jauh.

...----------------...

Di Kafe X, Serra duduk di meja kosong, dekat jendela. Kedua netra hijaunya sibuk mengintai banyak sosok yang ia yakini sebagai anak buah Adrian. Benar, surat tersebut mengantarkannya pada posisi akurat Adrian Vale.

Secarik surat yang telah ia musnahkan sebelum bergegas, merupakan info dari Vivian. Gadis mungil berkacamata itu berhasil menemukan keberadaan Adrian melalui salah satu situs perdagangan ilegal yang berhasil ia retas dengan penuh resiko. Ini adalah salah satu rencana yang telah Serra siapkan sebelum ia pergi meninggalkan rumah Vivian pada waktu itu.

Suasana Kafe X malam itu tampak ramai, namun Serra berhasil menghitung beberapa orang yang merupakan anak buah dari Adrian Vale. Satu wanita pura-pura bekerja di depan laptop tapi tidak mengetik. Dua orang pria memesan minuman, tapi tidak menyentuh minuman mereka, serta beberapa orang lagi yang menyamar jadi pelayan.

Hingga beberapa saat kemudian, muncullah sosok Adrian Vale yang sudah lama ia tunggu. Penampilannya tampak mencolok dengan setelan jas tabrak warna serta gaya rambut side part ala aktor terkenal.

Adrian tepat duduk di sebelah meja yang Serra tempati. Pria muda yang wajahnya sangat mirip dengan Ethan itu, mulai mengobrol dengan dua orang pria di hadapannya.

Serra mulai menarik napas lalu membuangnya perlahan, sembari tangannya menekan tombol on dalam ponsel yang terhubung langsung pada alat perekam di bawah meja Adrian. Alat perekam tersebut telah ia pasang sebelum Adrian datang, tentunya dengan taktik tersendiri.

Percakapan Adrian terdengar pelan namun bisa Serra pahami lewat gerak bibirnya. Sejauh ini hal yang mereka obrolkan masih terkait dengan perdagangan ilegal. Serra mulai bosan, ia ingin cepat meringkus Adrian saat ini juga, namun kembali lagi pada penjagaannya yang super ketat, membuatnya harus lebih banyak bersabar agar mendapat timing yang tepat.

"Aku mendengar kabar menarik," suara Adrian terdengar rendah tapi tegas.

Salah satu pria di depannya merasa penasaran, "sepertinya kabar baik."

Adrian mengaduk kopi perlahan, lalu menambahkan sedikit gula ke dalamnya "tentu, belum lama ini aku mendengar tentang seseorang yang mirip denganku."

Serra berhenti menyesap kopi pesanannya, ia mulai melebarkan telinga.

"Apa maksud Anda?," tanya pria itu.

Adrian tersenyum lebar, "jika di gunakan dengan benar, wajah yang sama bisa jadi keuntungan bukan? hehe.." Adrian terkekeh.

Serra cukup memahami kemana arah pembicaraan mereka, dan itu jauh lebih buruk dari yang ia bayangkan. Untuk pertama kalinya gadis itu merasa ketakutan, namun bukan untuk dirinya sendiri.

"Aku ingin kalian membawanya dalam keadaan hidup," lanjut Adrian santai. Dua orang pria di hadapannya menanggapi dengan tertawa kecil.

Serra mulai beranjak, Ia menunduk berpura-pura merapikan tasnya, lalu berjalan mendekat kearah meja Adrian sembari membawa secangkir kopi miliknya.

Prang!

"Ah maaf, saya tidak sengaja."

Serra membungkukkan badan, berniat ingin membersihkan noda kopi pada salah satu pria yang duduk di seberang Adrian, seraya mengambil cepat alat perekam berbentuk kancing kecil di bawah meja tersebut.

"Kau tidak punya mata?! wah sial sekali!," bentak si pria, mengangkat tangan ingin memukul wajah gadis di hadapannya.

Secara refleks Serra menghindarinya, dan berhasil menancapkan sebilah pisau pada punggung tangan pria tersebut.Tentunya hal itu memicu kemarahan Adrian serta anak buah lainnya. Mereka menyadari jika Serra cukup berbahaya. Dan dalam sepersekian detik, semua tubuh yang tadi tampak santai seketika berubah posisi.

PRANGGG!

Serra memecahkan kaca jendela Kafe tersebut menggunakan sebuah kursi, lalu melompat kabur.

"TANGKAP DIA!," perintah Adrian.

Gang sempit di samping kafe jadi pelariannya. Serra terus berlari seraya menghindari hal-hal kecil yang menghalangi. Ia melompat melewati tumpukan kardus saat salah satu pria dari anak buah Adrian hampir menyentuh jaketnya.

Duak!

Serra berbalik, menendang lutut pria tersebut tanpa ragu. Pria itu jatuh, tapi dua lainnya sudah muncul dari ujung gang. Gerakan cepat mereka menunjukkan tingkat kemampuan masing-masing, satu hal yang pasti, mereka bukan amatir.

Serra menarik pisau lipat dari balik jaketnya, lalu menyerang dengan gerakan cepat kearah dua orang di hadapannya. Kedua pria tersebut mundur, Serra berhasil menggores salah satu dari mereka. Tapi ia terlambat sepersekian detik, karena dari arah berlawanan, muncul beberapa orang membawa tongkat bisbol. Kini posisi gadis itu benar-benar terkepung.

Buakkk!

Satu pukulan tongkat bisbol nyaris mengenai wajahnya, namun ia menangkis, dengan gerakan yang tidak sebersih biasanya. Benar, gadis itu mulai kehilangan fokus bertarung, semenjak ia mendengar kalimat terakhir yang Adrian ucapkan, "Aku ingin kalian membawanya dalam keadaan hidup." Kalimat itu terus terngiang di dalam kepalanya.

Bugh!

Bugh!

Brakkk!

Serra terus melawan beberapa orang yang mengepungnya hingga mendapat celah untuk bisa kembali melarikan diri. Di dorongnya salah satu pria ke tembok, lalu ia melompat melewati pagar rendah yang menembus halaman belakang bangunan di sebelahnya.

Dor dor dor!

Bip! bip! bippp!

Kini suara tembakan terdengar mengejar setiap langkahnya, tak hanya itu saja, alarm mobil si pemilik bangunan berbunyi, suara gaduh terdengar riuh, membuat beberapa orang penghuni bangunan lain saling mengintip dari balik jendela.

Melihat situasi yang sudah tidak kondusif, membuat anak buah Adrian mulai mundur perlahan. Karena cepat atau lambat, seseorang pasti akan menelepon pihak keamanan setempat.

Sementara itu Serra tetap berlari tanpa menoleh ke belakang. Baru setelah situasi dirasa cukup aman, ia mulai memperlambat langkah. Sambil mengatur napas, lalu duduk dan bersembunyi di balik pagar rumah kosong.

Rasa sakit mulai menjalar di bagian lengan kirinya,

ia menekan perlahan luka itu dengan tangan kanan. Benar, sebutir peluru masih bersarang di sana. Serra bersandar di dinding beton, raut wajahnya tampak putus asa. Kalimat Adrian masih terus terngiang, menambah rasa sesak di dada.

Gadis itu tak bisa membayangkan jika Ethan benar-benar tertangkap oleh mereka. Niatnya untuk menyerahkan Adrian Vale seorang diri ke organisasi ternyata tak semudah membalikkan telapak tangan. Hal itu sudah dibuktikan oleh luka tembak pada bagian lengan kirinya. Kini ia harus memikirkan strategi lain, agar sesuatu yang lebih buruk tidak lagi terjadi.

1
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
semoga itu Adrian Vale bukan Ethan berharap salah aja pokoke dah🤭
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
apakah kira kira Ethan ini adalah Adrian Vale atau hanya mirip 🤔
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
Serra Lune padahal kau mengkhawatirkan Ethan makanya balik lagi kerumahnya iya kan wkwkwkkw🤭
Aiyuki: 🤭🤭 sepertinya bgcu
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
sepertinya Ethan senang hati karena peralatan yang dia buat dipakai latihan sama Serra 🤭
Aiyuki: 🤭 sepertinya bgcu
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
masih meraba raba Serra Lune kenapa bisa terluka parah karena apa dan siapa yang melukainya hingga hampir game over 🤔
Aiyuki: siapa hayoo🤭
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
singgah dimari kiteee 🤭🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️
Aiyuki: mari2 silahkan, enjoy ya✌
total 1 replies
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
weihhh... akhirnya dirimu aktif kembali setelah sekian purnama menyembunyikan diri. selamat atas rilis karya baru nya. semoga sukses💪💪💪
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: sama2. 💪💪💪
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!