Duo kembar mengajak bermain ke mall di kota agak jauh dari tempat tingal kami dan tidak segaja malah bertemu papanya padahal aku menyembunyikan keberadaan mereka dari papanya
kami di jodohkan orang tua dia tidak pernah menerima perjodohan ini kerena dia punya kekasih bahkan aku sempat di madu
Saat dia menceraikan aku dia tidak tahu kalau aku hamil dan aku sembunyikan kehamilanku dengan bersembunyi di tempat lain memang tak mudah perjuanganku hamil anak kembar tetapi semua aku jalani dengan dukungan adek almarhum ibu yang selalu mendukung ku
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama ende, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 8 menghadirkan madu
Setelah seminggu perdebatan kami tidak pernah bertemu aku berangkat sebelum dia bangun tidur dan dia datang ketika aku sudah tidur Hari ini aku libur dan aku bersih bersih mulai dari belakang Sampai carport dan teras aku bersih kan semua selesai aku mandi kemarin aku beli beras jadi sekarang aku masak nasi goreng dari pada keluar dan beli go food terus mending uang di kumpulkan karena aku berencana mengugat cerai mas Adit tapi belum sekarang karena masih memikirkan ibu takut darah tinggi nya kumat
Ada yang masuk tapi tidak mengucapkan teryata mas Adit yang membawa cewek cantik
" Kamu ngapain masak kan masakan mu tidak enak" kata dia
" Masak juga buat aku sendiri" jawabku
" Buatin aku kopi dua ya" perintah nya
" Mas semalam nggak tidur di rumah" tanya ku
" Kenapa kamu takut ya sendirian di rumah" tanya dia
" Mana ada aku takut yang ada setan wewe gombel suster ngesot dan teman teman nya yang takut sama aku" Jawaku sambil membuatkan kopi untuk dia
" Selesai kami sarapan aku tunggu di rumah tamu ada yang aku bicarakan" kata dia sambil membawa dua cangkir kopi ke depan. Selesai makan aku ikut mas Adit ke depan dan duduk di ruang tamu
" Ara aku sudah menikah semalam dan kenalkan ini Sarah adek madu mu kalian harus rukun dan saling menyayangi" kata mas Adit
" Kalau aku sih tergantung kalau aku disakiti akan aku lawan jangan macam macam sama aku" jawabku
" Kakak madu kenalkan aku Sarah istri ke duanya mas Adit" kata Sarah
" Hem maaf Tante Sarah umur kita beda jadi aku panggil Tante kan aku masih sembilan belas tahun lah kamu paling dua tujuh tahun ya" jawabku sambil terkekeh
" Heh kamu jangan asal ya kamu masih muda tapi jadi istri tua ya aku panggil kakak" kata nya sambil nyolot
" Eh Tante dempul kenapa emang nya kalau aku panggil Tante kan situ lebih tua" jawabku
" kamu teryata nyebelin ya kayak nya kita nggak bisa kerja sama apalagi damai mas" kata Sarah
" Eh Tante dempul kamu kelihatan lebih tua kok pangil mas Adit mas sih pangil dek Adit gitu kan lucu" jawabku
" Ara, Sarah, kalian harus rukun janji mas akan adil sama kalian asal kalian jangan bertengkar rukun dong dan Ara kamu jangan tengil dong" kata mas Adit
" Ku pegang omongan kamu mas kalau kamu tidak adil ku adukan sama papa Wijaya" kata ku akhirnya dan aku masuk kamar ku karena aku sudah muak dengan sikap mas Adit yang sok ganteng tapi memang dia ganteng sih.
Aku malas mau bangun tapi aku lapar jadi aku bangun tidur dan mau beli makan siang ku pakai hijab ku dan aku keluar kamar jam segini ada orang kawin dan teriak teriak keenakan dari dalam kamarnya mas Adit siang siang kawin berisik lagi
Aku segera keluar ke jalan raya naik angkot nggak tau mau kemana aku bawa tas pemberian mama dan kelihatannya tas branded aku nggak tahu pokoknya aku pakai saja dan aku pakai sneaker dan aku berhenti di salah satu mall di sini aku jalan sendirian kayak orang hilang eh aku ketemu mas Arya tapi aku takut menyapa aku pernah ketemu sekali waktu itu pas SMA di ajak bapak ke Surabaya dan di titipkan bi endang dua hari di situ aku ketemu mas Arya tapi waktu itu orang tuanya waktu itu pergi ke luar kota
Aku mencoba menyapa dan ternyata dia masih mengenali aku dan dia sama teman nya
" Ayo makan bareng kamu apa kabar" kata dia sambil mengeretku agar duduk di restoran siap saji
Aku mengikuti ajakan mas Arya untuk makan di restoran cepat saji
" Kamu sendirian katanya punya suami" tanya dia
"Suamiku kan sibuk jadi aku jalan sendirian"jawabku asal padahal punya suami juga seperti nggak punya suami
" Kata papa bulan ini kamu bisa jual empat mobil ya wah nanti akhir bulan pasti bonusmu cair lumayan" kata dia
" Betul mas aku kan mata duwitan Sampai di mana pun pasti akan aku buru" jawab ku dengan terkekeh kami makan dan dia bersama dengan empat orang mahasiswa
"Mas Arya memang kuliah jurusan apa"tanya ku
" Kami bertiga kedokteran dan yang satu itu ekonomi" jawab mas Arya menjelaskan selesai makan ada orang yang menarik tangan ku
" Ternyata kamu di sini nggak pamit malah bergaul sama laki laki semua" kata mas Adit yang tiba tiba muncul
" Eh kamu siapa kok tiba tiba datang" kata mas Arya
" Aku suaminya kamu siapa dan kalian siapa kok tertawa terbahak bahak" kata mas Adit
" Aku Arya anak pak Bayu jurangan nya bi endang" jawab mas Arya
" Ok maaf mas aku bawa istriku karena saya cari kemana mana tak tahunya di sini sama cowok cowok lagi" kata dia
Aku di seret pergi terus aku di bawa ke parkiran dan aku di suruh naik kemobil dan ternyata di dalam mobil sudah ada yg Tante dempul
" Masuk ke mobil di belakang" kata dia sambil ngomel
" Pergi nggak pamit malah nongkrong sama cowok cowok lagi nggak pantas tahu wanita berhijab kok gitu" kata dia memarahi aku
" Mau pamit gimana kalian sedang teriak teriak enak sayang lagi sayang ayo kita keluarkan kan sama sama sayang dan suara laknat kalian Sampai keluar kamar datang nggak sopan" jawabku
" ha ha ha kamu pingin bisa kapan kapan giliran kamu tapi untuk sekarang aku belum minat" kata mas Adit
" Huek ogah" jawabku
" Sayang nanti kita kawin lagi enak sayang biar ada yang panas" kata Sarah
" Dasar di jual murah sama suami orang saja mau percuma cantik tapi dapat suami burik" jawabku menghina
" Apa kamu bilang mau lawan aku" kata Sarah
" Kapan di mana kita tarung satu lawan satu" kata ku
" Mas tolong aku istri dekil mu menyerang" kaya Sarah
" Berani nya minta tolong dasar Tante dempul cantik nya juga dari bedak dempul" kata ku mengejek
" Dari pada kamu dekil kampungan gitu kok mau bersaing sama aku" kata Sarah
" Siapa juga yang bersaing ambil saja tuh yang mulia Adit aku nggak butuh " kata ku
" Ara kamu menghina suami awas ya kamu nanti aku hajar kamu" kata dia
" Ayo siapa takut langsung aku bilang sama papa dan mama wijaya kalau anak nya nikah sama Tante dempul" jawabku tak mau kalah
" ku pikir kamu wanita yang mau di ajak kerja sama dan berbagi suami teryata kamu bar bar juga ku ambil sendiri suami mu baru tahu rasa" katanya
"Siapa takut ambil saja biar mas Adit nggak dapat apa apa dari papa dan di usir dari perusahaan nya sekarang" jawabku
" Sudah kalian jangan bertengkar aku akan adil dengan kalian dan damai ya berbagi
suami itu indah ya sayang" kata mas Adit
" gombal" jawabku
" Eh dekil aku kekasih dia ya sebelum kamu jadi istrinya yang tiba tiba di sini ya kamu yang jadi orang ke tiga bukan aku dan kamu pelakornya" kata dia sambil menunjukkan telunjuk jari
" Eh dempul maksud kamu aku pelakor sah menurut agama dan negara gitu dan kamu pelakor siri" gitu jawabku sambil mengejek dia
" Kalian berdua masuk kamar masing masing dan diam aku akan buat adil sama kalian nanti aku pangil" kata mas Adit sambil mengunci di kamar kami masing masing
Bersambung .........