NovelToon NovelToon
PENYESALAN SANG PENGUASA

PENYESALAN SANG PENGUASA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa / Kaya Raya
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Khusus Game

Sinopsis: Penyesalan Sang Penguasa

Aku terbangun di masa mudaku yang miskin tepat setelah Seeula pergi selamanya dalam penyesalan. Berbekal memori masa depan, aku bertekad membangun kembali kekaisaran bisnisku dari titik nol. Bukan sekadar harta, tujuanku adalah menjadi pria paling layak untuk melindungi istri yang dulu kusia-siakan. Sebelum menjemput cintaku, aku harus memenangkan perang bisnis yang kejam dan menghancurkan para musuh lama. Perjalanan penebusan dosaku dimulai sekarang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khusus Game, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2: Investasi Darah dan Langkah Pertama Sang Penguasa

Kalian tahu apa yang lebih menyakitkan daripada dipukuli tiga orang preman? Jawabannya adalah menjadi miskin dan tidak berdaya saat kau tahu persis cara menjadi kaya raya. Aku berdiri di gang sempit ini dengan napas yang mulai memburu. Di hadapanku, tiga pria dengan wajah penuh bekas luka sudah siap mengayunkan balok kayu. Di belakangku, si pria besar berbaju safari tadi perlahan mendekat sambil memungut guciku yang tadi sempat aku lemparkan ke tumpukan karung.

"Kau pikir kau pintar, hah?" tanya si pria besar itu dengan nada mengejek yang sangat memuakkan.

Aku mengatur posisi berdiri, sedikit merendahkan tubuh agar keseimbanganku terjaga. Di kehidupan sebelumnya, aku memang bukan petarung jalanan, tapi aku sering menyewa instruktur bela diri terbaik untuk menjaga kebugaranku. Aku ingat teorinya, meskipun tubuh muda yang kurus ini belum tentu sanggup mempraktikkannya dengan sempurna.

"Gucinya sudah kau dapatkan. Kenapa tidak pergi saja?" tanyaku sambil melirik peluang untuk kabur.

"Karena kau sudah membuatku lari-lari seperti anjing. Aku benci berkeringat," jawabnya ketus sambil memberi kode pada anak buahnya untuk menyerang.

Pria pertama menerjang dengan ayunan kayu yang sangat kasar. Aku menghindar ke kiri, membiarkan kayu itu menghantam tembok bata hingga mengeluarkan suara benturan yang keras. Saat dia kehilangan keseimbangan, aku menghantamkan sikutku tepat ke arah ulu hatinya dengan sekuat tenaga. Dia langsung jatuh terduduk sambil memegang perutnya yang mendadak mulas.

"Sialan! Habisi dia sekarang juga!" teriak si pria besar yang tampak sangat murka.

Dua orang lainnya maju bersamaan. Aku tahu aku tidak akan menang jika beradu otot secara langsung. Mataku dengan cepat memindai sekitar dan menemukan sebuah kaleng cat bekas yang masih terbuka di samping tempat sampah. Tanpa ragu, aku menendang kaleng itu tepat ke arah wajah salah satu penyerang. Cairan hitam pekat langsung menutupi pandangannya, membuatnya menjerit histeris karena matanya perih.

Tinggal satu orang lagi. Dia tampak ragu melihat kedua temannya tumbang dengan cara yang tidak masuk akal. Aku mengambil kesempatan itu untuk memberikan tatapan paling mengintimidasi yang aku miliki. Tatapan seorang pria yang sudah pernah memimpin ribuan orang dan menghancurkan banyak perusahaan besar.

"Pergi sekarang, atau aku pastikan kalian tidak akan bisa berjalan lagi besok pagi," ancamku dengan suara yang sangat tenang namun sangat mematikan.

Entah karena aura dominanku atau karena ketakutan, pria itu mundur perlahan dan menarik teman-temannya yang masih kesakitan untuk segera pergi dari sana. Si pria besar berbaju safari juga tampak tidak mau mengambil risiko lebih jauh. Dia mendengus kesal, lalu pergi membawa guci peninggalan Dinasti Ming yang menurutnya adalah miliknya.

Dia pikir dia menang. Dia pikir dia baru saja mendapatkan harta karun yang sangat berharga. Padahal, dia baru saja masuk ke dalam jebakanku yang paling fatal.

Aku menyeka sudut bibirku yang sedikit berdarah, lalu tersenyum tipis. Guciku memang dibawa oleh mereka, tapi mereka tidak tahu bahwa guci itu hanyalah umpan. Di dalam tumpukan karung pasir tadi, aku sebenarnya menemukan dua guci yang bentuknya hampir serupa. Yang asli, yang nilainya bisa mencapai miliaran rupiah, sudah aku sembunyikan dengan aman di bawah karung paling bawah sebelum aku melemparkan yang palsu kepada mereka.

"Dasar amatir," gumamku sambil mengambil kembali guci yang asli dari persembunyiannya.

Aku segera keluar dari gang itu sebelum mereka menyadari penipuan yang aku lakukan. Tujuanku sekarang adalah sebuah toko barang antik milik seorang kolektor besar yang aku tahu sangat jujur dan memiliki koneksi ke pasar internasional. Namanya Pak Handoko. Di masa depan, dia adalah salah satu sekutu bisnisku yang paling setia.

Aku sampai di toko milik Pak Handoko yang terletak di pinggiran kota. Tokonya terlihat sangat sederhana, tapi aku tahu di gudang bawah tanahnya tersimpan barang-barang yang nilainya bisa membeli satu kompleks perumahan mewah. Aku masuk dan langsung disambut oleh suara lonceng di atas pintu.

Seorang pria tua dengan kacamata tebal menatapku dari balik meja kerjanya. Dia tampak heran melihat pemuda lusuh dengan luka di wajah membawa sebuah guci kusam yang dibungkus kain rombeng.

"Mau jual rongsokan lagi, Dek? Maaf, saya sedang tidak menerima barang baru hari ini," ucap Pak Handoko dengan nada yang cukup sopan meskipun terdengar sangat lelah.

Aku tidak menjawab. Aku hanya meletakkan guci itu di atas mejanya, lalu mengambil botol air mineral yang ada di sana dan menyiram sedikit bagian bawah guci tersebut. Setelah menggosoknya sebentar dengan kain, sebuah segel berwarna merah darah dengan motif naga khas Dinasti Ming mulai terlihat dengan jelas.

Mata Pak Handoko hampir melompat keluar dari kelopaknya. Dia langsung mengambil kaca pembesar dan memeriksa segel itu dengan tangan yang gemetar hebat.

"Ini... ini tidak mungkin. Ini adalah salah satu dari tiga guci yang hilang dari koleksi kekaisaran," bisiknya dengan suara yang bergetar karena sangat terkejut.

"Berapa kau berani bayar untuk barang ini, Pak Handoko?" tanyaku langsung ke inti pembicaraan.

Pak Handoko menatapku dengan pandangan yang sulit diartikan. Dia tahu nilai barang ini sangat tinggi, dan dia juga tahu aku adalah seorang pemuda miskin yang butuh uang cepat. Orang lain mungkin akan menipuku, tapi aku tahu Pak Handoko bukan orang seperti itu.

"Untuk saat ini, saya hanya bisa memberikan uang muka sebesar seratus juta rupiah. Sisanya, setelah barang ini laku di pelelangan internasional, saya akan memberikan komisi sebesar delapan puluh persen untukmu. Bagaimana?" tawarnya dengan jujur.

Aku mengangguk setuju. Seratus juta adalah modal yang lebih dari cukup untuk memulai rencanaku di bursa efek minggu depan. Setelah menandatangani beberapa dokumen kesepakatan, aku keluar dari toko itu dengan sebuah tas berisi uang tunai yang sangat banyak bagi orang seukuranku saat ini.

Tapi, saat aku berjalan menuju halte bus, perasaanku mendadak tidak enak. Aku merasa ada seseorang yang sedang memperhatikanku dari kejauhan. Bukan preman tadi, melainkan seseorang yang jauh lebih berbahaya.

Aku mempercepat langkahku, namun sebuah mobil hitam tiba-tiba berhenti tepat di sampingku. Pintu belakang terbuka, dan seorang wanita paruh baya dengan pakaian sangat mewah menatapku dengan tajam. Dia adalah ibu mertuaku di masa depan, wanita yang sangat membenciku karena kemiskinanku dulu.

"Masuk ke mobil, anak muda"

1
ZasNov
Semangat Yansya, kalahkan mereka semua.. 💪😎
ZasNov
Semoga kali ini Yansya bisa benar2 melindungi Seeula..
ZasNov
Ga bisa nolak tuh kalau udah diancam begitu..
ZasNov
Madam Widowati udah kayak dijatuhkan dari gedung tinggi.. 🤭
ZasNov
Wah keren Yansya, dia datang menyerang dengan senjata rahasia yang tidak terduga.. 😂👍
ZasNov
Madam Widowati salah target ternyata 😂
ZasNov
Ayo tunjukan siapa dirimu Yansya, beri Madam Widowati pelajaran & selamatkan Seeula..
ZasNov
Nah lho, keadaan beneran berbalik. Bukan Pak Hermawan & Adrian lagi yang mengancam Yansya, sekarang Yansya yang menekan Pak Hermawan.. 😎👍
ZasNov
Ga nyangka banget kan Pak Hermawan, kalau Yansya punya kartu As yang bisa membalikan keadaan.. 😆
ZasNov
Mantap Yansya.. bisa tetap tenang, malah makin bersemangat menunjukkan taringnya.. 😎👍
Pipit Jambu
iya
ZasNov
Tuh kan, mulai banyak orang memanfaatkan nama Seeula untuk menekan Yansya.. 😖
ZasNov
Aduh, bagusnya Seeula sllu dalam perlindungan Yansya. Karena Darwin udah tau kelemahan Yansya itu Seeula..
ZasNov
Nyesel kan.. Udah telat. Kalau dikasih kesempatan kedua, jangan disia2in lagi ya
ZasNov
Selain penasaran sama rencana Yansya selanjutnya, kepo juga sama cara dia deketin Seeula.. 😄
ZasNov
Tanpa basa-basi langsung ditolak.. 😆👍
ZasNov
Hadeuh, Yansya.. Kamu bisa sukses juga berkat doa & usaha istrimu juga. Giliran ga diurusin, kamu juga bakalan berantakan..
Seeula
dari rawrrr ke aongg aonggg aongg🤣
Seeula
tamu2 tak diundang 😏
Seeula
gak gak ini mh kaya preman minta2 uang buncit gini mh😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!