NovelToon NovelToon
Cinta Salah Sasaran

Cinta Salah Sasaran

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Persahabatan / Romansa
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sabia X

Kirana adalah gadis ceria, polos dan kebal bully apa jadinya kalau ia bertemu dengan seorang pemuda raja bully yang tidak sengaja mobilnya ia tabrak saat pulang dari kampus, dan parahnya ia harus rela menjadi pelayan dirumah pemuda itu, karena sang pemuda dendam gara-gara kejadian itu ia diputuskan pacarnya, baca keseruan, kekonyolan dan kekocakan mereka berdua di novel ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sabia X, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Laper bikin kesel

Mereka bertiga saling lirik, setelah itu kembali melihat Dewa yang dari tadi hanya diam, dengan wajah ditekuk.

“Kenapa sih loe Wa, kayak kurang sajen aja.” celetuk Aldi akhirnya, karena tidak tahan melihat sikap Dewa yang hanya diam dari tadi.

“Loe kira Dewa setan, kurang sajen,” balas Aldo, duo Al itu kalau tidak bikin ribut kayak nya memang ada yang kurang. Dewa hanya diam, tidak menyahuti guyonan temannya, perutnya lapar, gara-gara, ada Angga ia jadi tidak sarapan, karena Ana tidak mungkin sarapan bareng, dan menyuapinya, jadi ia malas makan dan langsung pergi , biasanya si pendek akan membawa makanan dan menyuapi nya walau ia tidak ingin, dan perut ya kini sudah terbiasa sarapan, Dewa berdecak kesal, membuat ketiga temannya terheran, apa sebenarnya yang membuat sikap Dewa jadi seperti saat ini, murung, tidak bersemangat, dan hanya diam, bahkan saat ada Rian lewat Dewa tidak bereaksi sama sekali, biasanya ia pasti sudah julid. Namun wajahnya seketika berubah begitu melihat geng Ana lewat.

“Pendek.” panggil Dewa seketika, membuat Ana menghentikan langkahnya dan memutar tubuhnya, memicingkan mata, ia takut salah dengar, bukannya Dewa sendiri yang bilang kalau dikampus mereka harus pura-pura tidak kenal.

“Gak denger loe, belikan gue makan.” perintah Dewa lagi, membuat ketiga teman Dewa ternganga tidak percaya, Dewa kayaknya mulai bully si botol Yakult, pikir mereka.

“Kak Dewa, gak boleh gitu, tuh teman kak Dewa kan banyak, kenapa harus nyuruh Ana” protes Janet.

“Gue gak nyuruh loe ya, gak usah ikut campur,” ucap Dewa tegas dengan wajah datar nya, Ana yang tidak mau ribut, mengulurkan tangannya.

“Mana duitnya.” ucap Ana santai, membuat mereka semua menatap Ana tidak percaya, biasanya orang yang disuruh Dewa akan langsung pergi tanpa meminta uang, lha ini dengan beraninya Ana meminta uang pada Dewa.

“Pake uang loe lah pendek.” sahut Dewa malas.

“Ya udah kalau gitu aku gak mau belikan, masa katanya orang kaya tapi gak punya duit, jangan-jangan, kayanya KW,” balas Ana yang membuat semua orang yang ada disana menahan tawa mendengar ucapan Ana, Dewa berdecak.

“Sembarangan, nih.” Dewa merogoh saku celananya dan memberikan dua lembar uang merah ketangan Ana, Ana tersenyum puas, mana bisa ia dibully.

“Kalian mau ikut, atau tunggu disini,” tanya Ana kepada kedua temannya.

“Ikutlah, ya kali kita disini ma cowok-cowok gak jelas ini,” sahut Mili tanpa beban. Membuat Aldi yang mendengar langsung meradang.

“Maksud loe apa, heh” ucap nya berkacak pinggang dengan wajah kesal, sebelum pertengkaran terjadi, Ana sudah menarik kedua temannya menjauh.

“Kenapa sih loe mau disuruh tuh tukang bully,” protes Mili, masih tidak terima.

“Gak papa, lagian kan mas, eh kak Dewa gak sejahat itu kok, buktinya ngasih duit, tinggal beli aja kok, gak papa, lagian kita juga mau kesana kan,” jawab Ana santai.

“Iya, tapi kan nanti jadi kebiasaan.” gantian Janet yang menyahut.

“Udah gak usah dibahas, yuk,” ucap Ana menengahi, agar temannya tidak kesal, ia sebenarnya kasian saja sama Dewa, pasti majikan nya itu belum sarapan tadi pagi, biasanya kan ia yang selalu menyuapi, walau tuh majikan laknatnya tidak mau. Tidak lama mereka sampai dan memesan makanan, Ana memesankan Dewa soto, dan juga teh es manis.

“An, trus ini kita makanya gimana?” tanya Janet akhirnya.

“Kalian makan disini saja, aku antar makanan kak Dewa dulu, keburu ngereog nanti.” jawab Ana memberi solusi.

“Loe yakin kesana sendiri?” tanya Mili ragu. Ana mengangguk.

“Iya gak papa, mereka gak akan ngapa-ngapain kok, tenang aja.” jawan Ana sembari tersenyum manis.

“Ok deh, gue percaya.” jawab Mili, dan Ana pun pergi meninggalkan sahabatnya. Sesampainya dihadapan Dewa, Ana menyodorkan mangkok berisi soto, Dewa memicingkan matanya.

“Ini kak sotonya, gak boleh makan yang aneh-aneh kalau perut lagi kosong,” ucap Ana menjelaskan.

“Suapi,” ucap Dewa santai, membuat Ana membolakan kedua matanya begitu juga dengan ketiga temannya. Sementara Dewa tidak perduli dengan reaksi para temannya.

“Perjanjiannya Cuma beli makan, kalau aku nyuapin kak Dewa, nanti ada yang lihat gimana, nanti mereka berpikir yang macam-macam.” sahut Ana keberatan karena pasti mereka akan jadi bahan gosipan seantero kampus, Ana tidak mau ya, masa kuliahnya jadi tidak tenang gara-gara hal tersebut. Dewa mendengus kesal.

“Kalian, berdiri berkeliling, gue mau makan.” perintah Dewa yang membuat ketiga temannya itu planga-plongo, kebingungan.

“Cepat lama banget sih.” bentak Dewa tidak sabar. Aldo, Aldi, dan Cristian langsung berdiri membuat barisan memutar, hingga menutupi Dewa dan Ana.

“Dah, sini duduk suapin,” ucap Dewa kalem, Ana hanya pasrah menurut, dan menyuapi bayi besar nya dengan tenang, sedangkan ketiga teman Dewa saling lirik dengan bingung, tidak paham dengan jalan pikiran Dewa. Satu mangkok penuh telah masuk kedalam perut Dewa begitu pun dengan segelas teh es.

“Dah sana balik,” perintah Dewa membuat Ana mengerucutkan bibirnya, habis manis sepah dibuang, begitulah pikirnya, tanpa menjawab Ana langsung bangkit dan pergi, Dewa mesem, perut kenyang hati pun senang.

“Gila loe Wa, kalau ada yang lihat gimana, mau jadi bahan gosipan, naksir loe sama tuh botol Yakult.” ucap Aldi yang sudah tidak tahan, melihat kejadian aneh dihadapannya.

“HoOh, kalian kelihatan Deket.” tambah Aldo, sementara Cristian hanya diam, pikirannya jauh melanglang buana.

“Ngawur, kan kalian tahu, tuh ikan buntal bikin salah ke gue, jadi ya dimanfaatkan aja, wajar kan jadi babu gue, gak ada yang salah kan.” jawab Dewa acuh, seperti ia tidak membuat kehebohan sama sekali.

“Iya juga, tapi kan, kalian udah dewasa, kalau ada yang lihat dan mereka pikir kalian pacaran, gimana, apa gak diketawain tuh sama mantan kamu.” ucap Cristian akhirnya, padahal dalam hatinya sedikit tidak rela Ana menyuapi Dewa, entahlah, itu yang ia rasakan.

“Nah betul itu, kalau sampai Oliv tahu, apa gak semakin meledek tuh bocah,” sahut Aldo.

“Itu gak akan terjadi, lagian gue gak perduli, kan Cuma mantan, biarlah dia ngomong apa, udah gak ada urusan, justru ia akan semakin kesal kalau tahu gue pacaran sama maba, yang ada dibawahnya, karena merasa tersaingi dan terendahkan, biarlah, gue gak mau pusing, yang penting perut gue kenyang.” jawab Dewa santai, membuat mereka planga-plongo dengan jawaban Dewa yang diluar nalar mereka, merasa semakin aneh dengan sikap Dewa. Sementara Cristian yang lebih peka, hanya menghela nafas panjang, kayaknya akan semakin rumit, sementara Ana yang sudah duduk bersama kedua temannya langsung makan dengan lahap diselingi, dengan berbagai pertanyaan dari teman-temannya, Ana hanya meyakinkan kalau ia baik-baik saja, dan Dewa beserta teman-temannya tidak ada yang menganggunya, walau pun Mili dan Janet ragu, tapi mereka mencoba untuk percaya.

 

 

1
Ria Ningsih
up nya 2 x sehari kak klau bsa
Sabia X: Waduuh, keriting nanti otak sama jariku kak Ria, 🤣 diusahakan.
total 1 replies
Heni Mulyani
lanjut
Heni Mulyani
lanjut.tetap semangat up nya
Heni Mulyani: tetap semangat
total 2 replies
Ria Ningsih
ceritanya seru
Sabia X: terimakasih..👍
total 1 replies
Zanahhan226
‎Halo, Kak..

‎Datang dan dukung karyaku yang berjudul "TRUST ME", yuk!

‎Kritik dan saran dari kakak akan memberi dukungan tersendiri untukku..
‎Bikin aku jadi semangat terus untuk berkarya..

‎Ditunggu ya, kak..
‎Terima kasih..
‎🥰🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!