Xue Xiao adalah seorang alkemis hebat nomor satu di alam abadi, bahkan bakatnya di gadang-gadang akan mampu memecahkan batasan alam abadi dan membuka jalur kenaikan menuju alam Dewa yang telah tersegel selama jutaan tahun melalui Dao alkimia.
Namun pada suatu saat, Xue Xiao dikhianati oleh sahabat dan kekasihnya untuk merebut Artefak Dewa yang dimiliki Xue Xiao.
Selama ratusan tahun, Xue Xiao hanya berfokus pada Dao Alkimia. Meskipun kultivasinya tinggi, namun dibandingkan mereka yang menempuh jalur Dao beladiri tentu ia tidak bisa menjadi lawan.
Hingga akhirnya, Xue Xiao yang terpojok dan putus asa, memilih untuk meledakkan dirinya dan menyeret para penghianat itu untuk menemaninya di jalan kematian.
Tapi tak disangka, Artefak Dewa yang ia miliki justru menyelamatkan jiwanya disaat-saat terakhir dan membawanya ke dunia yang sama sekali baru, bahkan merekonstruksi tubuh fisiknya yang sudah hancur berkeping-keping.
bagaimana perjalanan Xue Xiao di dunia baru, ikuti terus cerita ini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ARIYANTO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 12
Dia membuat kandang bebek di dekat tepi danau agar mereka bisa dengan mudah mengakses air dan merasa seperti di lingkungan alaminya. Kandang tersebut dibuat dari bambu yang kuat dengan bagian depan yang terbuka ke arah danau tapi dengan pagar bambu yang cukup tinggi untuk mencegah mereka terbang pergi. Dia juga membuat area khusus di dalam kandang untuk bertelur dengan menggunakan rerumputan lembut dan bulu ayam yang sudah gugur. Dalam waktu tidak lama, bebek-bebek tersebut mulai bertelur secara teratur, memberikan dia tambahan sumber makanan yang berguna.
Selain bebek hutan, Xue Xiao juga menemukan sekelompok burung merpati liar dengan bulu berwarna kelabu muda yang sering hinggap di cabang pohon besar di dekat danau. Dia menggunakan cara yang sama untuk menjinakkan mereka, yaitu dengan memberikan makanan secara teratur dan tidak membuat gerakan yang mengganggu. Hingga akhirnya beberapa burung merpati mau tinggal di kandang kecil yang dia buat di bawah pohon tersebut. Burung merpati ini tidak hanya memberikan telur yang bisa dimakan, tapi juga bulu yang lembut dan bisa digunakan untuk membuat alas tidur yang lebih nyaman di dalam gubuknya.
Saat dia hendak kembali ke gubuk menjelang sore hari, dia menemukan seekor anak rusa dengan tanduk kecil yang terluka di bagian kaki belakangnya, tampaknya terjepit di antara cabang pohon yang tumbang dan tidak bisa keluar sendirian. Rusa tersebut sedang merasa takut dan cemas, mencoba dengan segala cara untuk melepaskan dirinya tapi hanya membuat luka di kakinya semakin parah. Xue Xiao mendekatinya dengan sangat hati-hati, berbicara dengan suara yang lembut dan menenangkan meskipun tahu bahwa rusa tersebut tidak bisa memahaminya. Dia perlahan-lahan membuka cabang pohon yang menjepit kaki rusa tersebut menggunakan kekuatan tubuhnya yang luar biasa, berhati-hati agar tidak menyebabkan cedera tambahan pada rusa tersebut.
Setelah kaki rusa tersebut bebas, dia mengambil beberapa daun tanaman obat dengan daun tombak yang sudah dia tanam di kebunnya, menghancurkannya menjadi bubuk dan mengoleskannya ke luka di kaki rusa tersebut. Dia kemudian membungkus luka tersebut dengan menggunakan kain yang dibuat dari kulit pohon yang lembut dan dibungkus dengan tali akar agar tetap aman. Dia memberikan rusa tersebut makanan dari dedaunan segar dan air bersih sebelum membiarkannya pergi kembali ke hutan. Beberapa hari kemudian, dia menemukan bahwa rusa tersebut sering datang ke sekitar gubuknya untuk mencari makanan dan bahkan membawa anak rusa lainnya dengan dia menjadi teman yang tidak terduga namun sangat berharga.
Di malam hari, setelah menyantap makan malam yang sangat lezat, daging bebek panggang yang dibumbui dengan ramuan tumbuhan obat baru dan telur merpati yang direbus dengan daun hati hijau tua. Xue Xiao duduk di depan gubuknya sambil melihat ke arah kebun tumbuhan obat yang sudah mulai tumbuh dengan baik dan kandang binatang peliharaannya yang semakin penuh dengan kehidupan. Ayam-ayamnya sedang berkokok riang di dalam kandangnya, kelinci-kelinci sedang melompat-lompat dengan bahagia, bebek-bebek sedang berenang riang di danau, dan burung merpati sedang hinggap di cabang pohon yang dekat dengan gubuknya.
Dia juga sudah mulai menggunakan bulu dari ayam, bebek, dan merpati untuk membuat alas tidur yang lebih nyaman di dalam gubuknya, menumpuk bulu-bulu tersebut dengan tebal di atas tikar bambu yang sudah dia buat, membuat tempat tidur yang hangat dan lembut. Dia juga telah membuat beberapa barang lain yang berguna seperti tas dari kulit pohon untuk membawa barang-barang saat menjelajah hutan, topi dari daun besar untuk melindungi wajahnya dari sinar matahari, dan bahkan alat musik sederhana dari bambu yang bisa dia mainkan saat merasa bosan atau ingin menenangkan diri setelah bekerja keras seharian.
"Hidup di dunia ini semakin terasa seperti yang aku inginkan," pikirnya dengan senyum puas yang sangat lebar, sambil memegang pil baru yang dia buat dari tumbuhan obat yang dia tanam sendiri. "Di dunia asalnya, aku memiliki kekuatan yang luar biasa dan dihormati oleh banyak orang, tapi aku tidak pernah merasakan kedamaian dan kebahagiaan seperti yang aku rasakan sekarang. Di sini, aku bisa hidup dengan damai, bekerja keras untuk mendapatkan apa yang aku butuhkan, dan menikmati setiap momen kecil dalam hidupku. Setiap tanaman yang aku tanam, setiap binatang yang aku jinakkan, dan setiap ramuan yang aku buat adalah bagian dari kehidupan baruku yang penuh dengan makna."
Dia juga mulai merencanakan untuk membuat area khusus di dekat gubuknya untuk melakukan latihan fisik secara teratur.
Karena meskipun tubuhnya sudah sangat kuat, dia merasa perlu untuk menjaga kebugarannya dan mungkin mengembangkan gerakan bela diri yang baru sesuai dengan kekuatan tubuhnya di dunia ini. Dia berencana untuk membuat target latihan setiap hari seperti berlari di sekitar danau beberapa kali, mendorong batu besar untuk meningkatkan kekuatan ototnya, dan berlatih untuk mengendalikan kekuatan tubuhnya dengan lebih presisi agar tidak terlalu banyak menggunakan kekuatan saat tidak perlu.
Selain itu, dia juga merencanakan untuk menjelajah area hutan yang lebih jauh lagi ke arah pegunungan yang terlihat dari kejauhan dalam beberapa minggu mendatang. Dia ingin mencari lebih banyak jenis tumbuhan obat yang langka, mungkin menemukan artefak atau bahan khusus yang bisa membantu dia dalam mengembangkan kemampuan alkemis nya lebih jauh, dan juga ingin mengetahui apakah ada makhluk lain seperti dirinya yang hidup di dunia ini. Meskipun tahu bahwa perjalanan tersebut akan penuh dengan tantangan dan bahaya, dia merasa siap dan sangat bersemangat untuk menghadapinya.
"Setiap hari yang aku lewati di dunia ini adalah kesempatan baru untuk belajar dan tumbuh," gumamnya dengan tatapan yang penuh harapan dan tekad yang kuat, sambil melihat ke arah langit malam yang penuh dengan bintang-bintang cerah yang bersinar seperti permata di langit hitam. "Aku tidak tahu apa yang akan aku temukan di masa depan atau apa yang menungguku di dunia ini. Tapi aku tahu bahwa aku siap menghadapi segala sesuatu dengan kekuatan tubuhku, kebijaksanaan yang aku miliki, dan tekad yang tidak akan pernah patah untuk menjadi lebih baik setiap hari. Dunia ini sudah menjadi rumah bagiku, dan aku akan melakukan segala yang aku bisa untuk menjaganya dan membangun kehidupan yang baik di sini."
Suara gemericik air dari danau, suara nyanyian serangga malam, dan suara binatang peliharaannya yang sedang tidur dengan nyenyak menjadi irama yang menenangkan yang menyertainya saat dia mulai merencanakan rencana kerja yang rinci untuk minggu depan, termasuk memanen kacang hijau liar yang sudah matang, membuat ramuan baru dengan menggunakan tumbuhan obat yang sudah mulai tumbuh di kebunnya, melatih diri untuk mengendalikan kekuatan tubuhnya dengan lebih baik, dan mulai mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk perjalanannya ke arah pegunungan. Dengan hati yang penuh damai dan semangat yang tinggi, dia merasa bahwa hidupnya di dunia ini semakin penuh dengan makna dan harapan untuk masa depan yang lebih baik.