Satu malam dalam keadaan mabuk berat, Permana merusak hidup seorang wanita yang bahkan tak ia kenal.
Wanita itu—Aaliyah, putri dari orang terpandang di kota London. Ia merasa bersalah sudah menodai wanita itu, sampai kata - kata yang di ucapkan oleh Aaliyah pada malam itu masih terus terngiang di kepala Praman.
“Bertaubatlah !! Kasihani orang tua mu. Aku tahu siapa dirimu sebenarnya.”
Sejak saat kejadian itu, Pramana. Merasa bersalah pada Aaliyah. meretakkan cintanya pada sang kekasih, mengguncang keyakinannya, dan menyeretnya pada pertanyaan terbesar:
mampukah ia menebus dosanya selama ini ia lakukan atau justru tenggelam dalam masa lalunya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Millea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 18
" Kau menyusahkan ku saja, Pram ! Mau cari ruzak itu dimana ? Kau pikir ini di Indonesia, banyak tukang rujak dimana - mana ! " Kesal Sam dengan nafas naik turun. Bagaimana tak kesal, temannya itu memintanya dateng kesini hanya meminta di belikn rujak.
Pramana kali ini sedang mengidam rujak buah dengan bumbu kacang dan gula merah. Barusan saja ia melihat video seseorang di Toktok sedang memakan rujak buah yang sangat begitu segar dan nikmat. Mana buah mangga mudanya sangat begitu menggugah selera, membuat Pramana sangat menginginkannya.
" Aku ngga mau tahu, kau harus mendapatkan rujak buah itu. " Jawab Pramana, membuat Sam semakin kesal di buatnya.
" Kau cari sendiri saja. Ngapain ngerepotin orang. Kau yang ngidam aku yang repot ! " Saut Sam dengan sinis.
" Pliss, Sam. Aku sudah begitu ingin memakan buah in the gang itu. " Ucap Pramana dengan mupeng ( muka pingin) yang meronta - meronta.
" Oh astaga ! Bener - bener sangat merepotkan. " Ucap Sam sambil meraup mukanya kesal.
" Aku kasih kau uang 100£ kalo kau bisa menemukan rujak tersebut. "
" Apa ? Hanya 100£ saja ?" Tanya Sam terkaget - kaget saking sedikitnya uang yang akan Pramana berikan padanya. " Yang benar saja kamu Pram. Uang segitu mah mana cukup, Bro. "
Bagi Sam uang seratus poundsterling mah hanya cukup untuk buat beli celana dalam saja. Maklum lah horang kaya, sehari bisa lebih dari segitu pengeluarannya.
Itu tidak sebanding dengan pekerjaannya untuk mencari rujak buah, yang sangat langka di negara ini.
" Huff... Baik lah 300£, itu kalo kamu mau. "
Sam tidak langsung menyetujui, dia masih memikirkannya dulu. Di terima apa tidak tawaran Pramana itu.
Lama berfikir akhirnya Sam menerima tawaran sang sahabat. Lumayan lah untuk ngajak ayang embeb makan, uang nya.
" Oke. Aku akan mencari makanan aneh itu, untuk mu. " Ucap Sam dengan raut wajah terpaksa menerima permintaan Pramana.
Wajah Pramana langsung berubah ceria, mendengar jawaban Sam. Sahabatnya satu emang paling the best.
Sebenernya bukan hanya Sam saja yang sudah di buat repot dengan ngidam Pramana yang aneh. Michael dan Ali juga sudah di buat repot oleh Pramana. Mereka lebih parah, tengah malam di repotin Pram minta di cariin nasi padang dan gudek, pada Michael dan Ali.
Tentu saja respon keduanya saat di repotkan oleh Pramana saat itu, sama persis seperti Sam barusan. Sampai - sampai Michael ngerok waktu itu. Bayangkan saja orang bule yang tak pernah melihat bentukan makanan nama bernama gudek itu, harus mencarinya di sini. Sungguh sangat merepotkan sekali pria ini.
****
Pramana menunggu dengan gelisah di rumahnya. Sudah dua jam Sam tak kunjung datang ke rumahnya juga, membawa buah rujak pesanannya.
" Kemana sih dia, sampai jam segini tak kunjung datang. " Ucap Pramana mendumel. Ia terus menatap ke arah jam dinding yang sudah menunjukkan pukul dua siang waktu London.
Pramana terus mondar - mandir di ruang tamu. Menunggu Sam datang membawa buah rujak yang sudah sangat ia inginkan.
Pukul tiga sore akhirnya Sam tiba di rumah Pramana. Pria berwajah bule dengan tubuh tinggi tegap itu melangkah masuk menuju rumah Pramana sambil menenteng satu kresek makanan di tanganya.
Baru saja Sam membuka pintu, dirinya sudah di sembur dengan omelan dari sang sahabat.
" Kau lama sekali, sih. Ngga tau apa orang nungguin dari tadi! " Omel Pramana dengan raut wajah kesal.
" Kau harusnya mikir, Broder. Kau pikir cari makanan sialan ini gampang apa ! " Saut Sam kesal sambil menyodorkan kresek tersebut kehadapan Pramana.
" Asal kamu tahu. Aku beli makanan ini jauh dari London. Di restoran yang jual masakan Indonesia gitu. " Ucap Sam.
Ya. Sam membeli rujak tersebut di salah satu restoran yang menyediakan beragam makanan Indonesia. Ada beragam makan nusantara tersedia di restoran tersebut. Seperti rendang, bakso, soto, ayam rica - rica, rujak sampai ayam geprek pun ada di restoran tersebut.
Sayangnya restoran tersebut cukup jauh dari pusat kota London. Tapi untuk menuju lokasi tersebut cukup mudah, dengan menempuh kereta sudah bisa datang berkunjung ke restoran tersebut.
Pramana membuka bungkusan plastik tersebut dengan cepat. Melihat satu kotak thinwall berisikan rujak buah di dalamnya membuat kedua matanya bersinar bak melihat tumpukan uang di depannya.
Ia mengambil satu potong mangga muda lalu mencoleknya ke dalam sambah rujaknya. Ketika masuk ke dalam mulut rasa asam, pedas dan manis menari - nari di lidahnya. Sungguh sangat nikmat rujak buah ini.
Melihat raut wajah Pramana yang sangat begitu berbinar ketika memakan makanan tersebut. Membuat Sam merasa penasaran dengan rasa makanan tersebut.
" Apakah enak makanan tersebut? " Tanya Sam kepo.
" Ini sangat enak sekali, Sam. Bumbunya pas mirip seperti tukang rujak yang berada di Indonesia. " Jawab Pramana.
" Boleh aku mencicipkannya sedikit rasa makanan tersebut? "
Pramana tak menjawab ia masih fokus menikmati jambu in the gang itu dengan nikmat.
Melihat wajah Sam yang kepingin mencicipkannya membuat Pramana menjeda sebentar makannya. Lalu menjawab..
" Boleh tapi satu aja, ya. Jangan banyak - banyak nanti perut mu kaget makan, makanan begini. " Ucap Pramana memberikan satu potong bengkuang pada Sam, supaya pria itu mencicipkan citarasa dari buah yang di colek ke bumbu berwarna coklat itu.
Sam memutar bola matanya kesal, mendengar jawaban dari sang sahabat. Ia menerima potong buah berwarna putih itu lalu mengikuti Pramana yang mencolok potong buah pada bumbu berwarna coklat bertopi biji - biji cabe di dalamnya.
Ketika Sam menggit buah itu. Sensai garing dari buah dan rasa manis, pedas menjadi satu di dalam mulutnya. Rasa seperti ini belum pernah Sam rasakan sebelumnya. Awalnya terasa aneh ketika memakannya, tapi lama kelamaan rasa itu sangat enak di dalam mulutnya.
Sam jadi ketagihan dengan salat buah ala Indonesia ini. Berbeda sekali dengan salad buah yang berada disini.
" Aku boleh meminta sepotong lagi ? Rasanya sangat begitu enak. "
" Ambil saja. Tapi ingat jangan banyak - banyak. Cukup satu potong ini lagi. " Pramana kembali memberikan satu potong buah jambu air pada Sam.
Pria berkebangsaan Inggris itu kembali mecocolkan buah berwarna merah muda itu kedalam bumbu rujak.
Lagi dan lagi Sam di buat terkejut dengan buah tropis berwarna merah itu. Sungguh ini lebih enak dari buah berwarna putih tadi.
" Gila buah ini sangat enak sekali, Bro. " Ucap Sam lebay. Membuat Pramana memutar bola matanya malas.
Ketika Sam ingin meminta kembali buah jambu itu. Pramana langsung menolaknya lebih dulu, sebelum sang sahabat memintanya kembali.
" No. Kalo kamu mau lagi beli sana, jangan menggangguku makan. " Ujur Pramana cepat.
" Kau pelit sekali Boti ! Itu kan masih banyak bagi lah satu saja. "
" Tidak. sekali tidak tetap tidak. "
Sam mendengus kesal mendapatkan penolakan dari sang sahabat. Pelit sekali pria di hadapannya ini. Padahal orang yang sudah di repotkan untuk mecari rujak itu dia. Minta sedikit lagi saja tak boleh. Sungguh terlalu sekali Pramana.
*******
Malam Hari....
Seperti biasa Pramana merasakan kesepian yang luar biasa setelah Sam pulang. Dulu kalo ia merasakan kesepian Pramana tinggal meminta Ethan datang ke rumahnya. Untuk menemaninya menonton atau sekedar minum coffee sambil bercerita.
Sejak Pramana memutuskan hubungan dengan Ethan. Ia memilih untuk tak berhubungan dengan mantan kekasihnya itu.
Pramana takut kalo dirinya tak bisa bertobat dengan baik. Kalo Ethan masih berada di dekatnya terus menerus.
Di tambah beberapa hari belakangan ini club pelanginya dulu. Terus mengajaki dirinya untuk datang ke salah satu pesta teman sefrekuensi nya.
Pramana terus menolak ajakan teman pelanginya itu dengan alasan sibuk bekerja. Temannya masih aja memaksa dirinya untuk datang ke acara tersebut.
Lama kelamaan Pramana merasa jengah juga. Terus ditanyain oleh mereka.
" Kalo aku masih terus disini. Perjalan tobat ku, akan semakin berat. " Gumam Pramana, sembil menatap layar ponsel miliknya yang berisi pesan dari teman club nya dulu.
Pria tak normal itu terus saja mengirim pesan pada Pramana. Membuat dirinya merasa risih dan jiwanya sedikit goyah dengan ajakan tersebut.
" Apa aku pulang ke Indonesia saja, ya ? Supaya aku lebih bisa fokus untuk memperbaiki diri disana. " Ucap Pramana penuh pertimbangan dahulu.
Kalo ia pindah ke Indonesia, dirinya harus memulainya dari nol kembali. Pramana merasa sayang dengan pekerjaannya disini. Menjadi seorang finance accounting di perusahaan ini merupakan cita - cita Pramana sejak dulu.
Di tambah lagi jabatan Pramana disini sudah cukup bagus. Sayang saja kalo ia tinggalkan begitu saja.
Tapi kalo ia tetap disini. Pramana takut dirinya kembali terjerumus masuk kedalam kaum - kaum itu lagi.
Pramana sudah memantapkan hati untuk menebus dosa - dosa yang sudah ia perbuat beberapa tahun ini. Ia tak mau menambah dosanya kembali, sudah cukup dirinya terjerumus masuk kedalam hal yang di beci oleh Tuhan.
" Huff.... Aku coba beberapa bulan dulu saja. Kalo mereka terus mengganggu ku. Mau tak mau aku harus pindah ke Indonesia dan menetap disana. "
Bersambung....