NovelToon NovelToon
Cinta Yang Tak Pernah Diperiksa

Cinta Yang Tak Pernah Diperiksa

Status: sedang berlangsung
Genre:Angst / Dokter / Cerai / Penyesalan Suami
Popularitas:12.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

Lima tahun Arabella Reese bertahan dalam pernikahan sepi bersama Devano Altair Wren, seorang dokter forensik jenius yang lebih mencintai mayat dan masa lalunya daripada istrinya sendiri. Devan yang dingin dan kaku hanya menganggap pernikahan mereka sebagai hutang budi keluarga.
Puncaknya, di malam ulang tahun pernikahan kelima, dunia Ara runtuh dua kali. Ia menemukan bukti perselingkuhan Devan dengan Liliana, cinta masa lalu suaminya. Di saat yang sama, berita kecelakaan maut merenggut nyawa orang tuanya.
Ara memilih pergi membawa surat cerai, namun takdir justru memaksanya kembali bersinggungan dengan Devan. Saat kebenaran tentang konspirasi kematian orang tua mereka mulai terungkap melalui jejak forensik, Devan sadar ia telah kehilangan satu-satunya wanita yang tulus mencintainya. Kini, sang dokter harus memilih: membedah misteri masa lalu yang kelam, atau menjahit kembali hati istrinya yang telah ia hancurkan berkeping-keping.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Denyut di Balik Kegelapan

Lampu neon di parkiran bawah tanah berkedip-kedip, menciptakan bayangan panjang yang mencekam. Suara langkah sepatu bot yang berat bergema dari kejauhan, setidaknya ada tiga orang yang sedang menyisir area itu. Devan masih mendekap Ara di balik pilar beton besar, tangannya satu memegang ponsel untuk memantau posisi Alaska melalui GPS, sementara tangan lainnya melindungi kepala Ara.

"Mereka berpencar," bisik Devan sangat rendah di telinga Ara. "Kita harus mencapai pintu darurat di sektor B. Itu satu-satunya akses yang tidak terpantau CCTV publik."

Ara mencoba mengangguk, namun wajahnya sudah seputih kertas. Keringat dingin membanjiri pelipisnya. Tiba-tiba, sebuah rasa nyeri yang tajam, seperti ditusuk ribuan jarum panas, menghujam perut bagian atasnya.

"Ugh..." Ara melenguh tertahan, tubuhnya merosot. Ia mencengkeram kemeja Devan dengan sangat kuat hingga buku-buku jarinya memutih.

Devan tersentak. Sebagai dokter, instingnya langsung menyala. "Ara? Ada apa? Kau kena tembak? Di mana yang sakit?" tangannya dengan cepat meraba tubuh Ara, mencari luka luar.

"Perutku... sakit sekali, Mas..." rintih Ara. Ia melipat tubuhnya, mencoba menahan rasa sakit yang luar biasa. "Hanya... maag... tadi belum sempat makan siang..."

Devan menggeram rendah, merasa bodoh karena tidak menyadari kebiasaan buruk Ara selama ini. Ia tahu Ara sering menunda makan demi pekerjaan, tapi ia tidak tahu bahwa kondisi itu sudah mencapai titik kronis. "Ini bukan sekadar maag biasa, Ara. Napasmu terlalu dangkal, dan otot perutmu sangat tegang. Ini kontraksi hebat."

"Jangan... jangan berhenti... mereka mendekat," bisik Ara, mencoba berdiri namun kembali terjatuh ke pelukan Devan.

Suara langkah kaki itu makin dekat. "Cek di balik pilar itu!" teriak salah satu pengejar.

Devan tahu mereka tidak bisa bersembunyi lebih lama lagi. Dengan gerakan cepat, ia menggendong Ara di punggungnya. "Pegang leherku erat-erat, Ara. Jangan pingsan. Aku butuh kau tetap sadar."

"Tapi aku berat, Mas... kau tidak bisa lari..."

"Diam dan pegangan," perintah Devan tegas.

Devan berlari zig-zag di antara deretan mobil mewah, memanfaatkan bayangan untuk menutupi pergerakannya. Beruntung, sebagai ahli forensik, ia sangat hafal denah bangunan ini karena sering menghadiri rekonstruksi kasus.

Dor!

Sebuah peluru menghantam kaca mobil di samping mereka. Ara menjerit kecil, wajahnya disembunyikan di ceruk leher Devan. Devan terus berlari meskipun napasnya mulai memburu dan otot kakinya protes. Sakit perut Ara makin parah; Devan bisa merasakan tubuh Ara yang gemetar hebat di punggungnya.

"Sedikit lagi, Ara... tahan..."

Mereka sampai di depan pintu besi berat sektor B. Devan mencoba membukanya, namun terkunci dari luar. "Sial!" Devan memukul pintu itu. Ia menoleh ke belakang, para pengejar itu sudah terlihat di ujung lorong, mengarahkan senjata.

"Mas... turunkan aku... selamatkan dirimu..." isak Ara. Rasa sakit di perutnya kini disertai rasa mual yang hebat, membuatnya hampir kehilangan kesadaran.

"Tidak akan pernah," Devan menurunkan Ara perlahan, menyandarkannya di pintu. Ia mengambil sebuah alat kecil dari saku jasnya—sebuah kunci serbaguna yang sering ia gunakan di laboratorium—dan mulai membobol kunci pintu darurat itu dengan tangan gemetar.

"Di sana mereka! Tembak!"

Devan bekerja dengan kecepatan gila. Di saat-saat terakhir sebelum peluru berikutnya melesat, suara klik terdengar. Devan mendorong pintu, menarik Ara masuk, dan menguncinya kembali dari dalam tepat saat sebuah peluru menghantam permukaan besi pintu tersebut.

Di dalam tangga darurat yang remang-remang, Devan langsung berlutut di depan Ara yang sudah terkulai di lantai. Ia membuka blazer Ara dengan cemas, memeriksa area perutnya.

"Ara, lihat aku! Di sebelah mana yang paling sakit?" Devan menekan lembut bagian ulu hati Ara.

Ara menjerit kesakitan, air matanya tumpah. "Semuanya... panas... seperti terbakar..."

Devan menyadari sesuatu yang mengerikan. Penyesalan kembali menghantamnya. Selama lima tahun pernikahan, ia tak pernah tahu Ara menderita separah ini setiap kali menunggu kepulangannya yang tak tentu rupa. Ara menunda makannya hanya agar bisa makan malam bersama Devan, yang seringkali berakhir dengan Devan yang pulang terlambat atau langsung masuk ke ruang kerja tanpa menyapa.

"Maafkan aku, Ra... maafkan aku..." Devan mencium kening Ara yang basah oleh keringat dingin. "Aku harus membawamu ke rumah sakit sekarang. Persetan dengan pengejar itu, nyawamu lebih penting."

Devan mengeluarkan ponselnya, menghubungi Alaska dengan suara yang bergetar karena emosi. "Alaska! Sektor B, pintu darurat belakang! Siapkan ambulans dan tim medis terbaikmu! Ara... dia kolaps. Cepat, atau aku akan membunuhmu jika kau terlambat satu detik saja!"

1
umie chaby_ba
Alaska pergi /Panic/
tuh kan .... Ara mah emang kedemenan nya ama Devan /Sob/
umie chaby_ba
ga bakalan mati deh, pemeran utama soalnya si Devan mah🤭
umie chaby_ba
Romannya sih balikan dah ini...
kasian Alaska🤭
Rina Zulkifli
selalu ada keajaiban di tangan kk othor 😍
Ariska Kamisa: terimakasih kak 🙏😍
total 1 replies
umie chaby_ba
tuh kan... Devan ... bukan demen mayat doang dia mah🤭
umie chaby_ba
ini kisahnya Cinta datang terlambat, bikin penasaran,
ada 2 tim nih ,
tim Devan & tim Alaska
awalnya aku tim Alaska ....
pas dibaca terus kok ..... Devan berubah yaa...
/Chuckle//Chuckle/
Titin Nur
lanjut 💪💪👍👍
Titin Nur
💪💪💪🥰🥰😍😍
Nasi Goreng
Luar biasa
Ariska Kamisa
semoga ini bisa menghibur kalian juga yaa,
bantu vote.. /Chuckle/
Aidil Kenzie Zie
masih tanda tanya siapa musuh sebenarnya. soalnya baru mulai babnya langsung konflik yang kompleks
Aidil Kenzie Zie
bingung ceritanya apa
Ariska Kamisa: maafkan saya yaa.. nanti tak revisi lagi...
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
Ara malam itu diculik saat kabut pekat gimana cara Alaska pasang GPS di mobil penculik itu 🤔🤔🤔🤔
Ariska Kamisa: Tanpa sepengetahuan Ara, Alaska telah menyelipkan micro-tracker (pelacak berukuran sangat kecil) di anting yang dipake Ara.
Ketika Ara ditarik dari belakang di tengah asap (Bab 7), Alaska tidak memasang GPS pada mobil penculik secara manual beb,
pelacakan terjadi melalui:
Smart Dashcam & Pengawal: Ingat bahwa Alaska datang dengan pengawal ke dermaga. Salah satu mobil pengawalnya sempat merekam plat nomor mobil penculik sebelum pintu rahasia diledakkan.
Akses CCTV Kota: Sebagai pengusaha berpengaruh, Alaska memiliki tim IT yang bisa meretas masuk ke jaringan CCTV jalan raya secara real-time untuk mengikuti rute mobil yang keluar dari Dermaga Barat menuju arah Puncak beb.
kih si Alaska wong sugih banget, semuanya gampang tinggal suruh orang, duit yang bicara. namun kasus pembunuhan yang rumit ini. seperti puzzle, Alaska ini orang luar tapi berpotensi kena juga karna menjaga Ara.
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
berarti dalangnya kakek sendiri
Ariska Kamisa: hmmm... kita ikutin aja yuk beb, soalnya bakal banyak kejutan sih /Chuckle/
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
apa Alaska yg ada di balik ini semua
Aidil Kenzie Zie
apa ada kembaran Devano?apa Merry sekongkol dengan jalang itu
Aidil Kenzie Zie
mampir
Ariska Kamisa: terimakasih banyak 🙏
total 1 replies
partini
good story
partini
cerita bagus tapi balik lagi ke suami yg bikin hancur berkeping-keping aku jadi esmosi dan sedikit boring so give star aja deh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!