Niat hati hanya ingin menolong Putri dari mantan majikan Kakeknya yang hendak melarikan diri, Asep justru di paksa untuk menikahinya.
Hanya tiga bulan, itu yang ia katakan, namun apa benar dalam waktu tiga bulan tak akan ada perasaan yang tumbuh diantara mereka?
Asep ada kecoak! Asep ada tikus! Asep, Asep, Asep, Asep!
“Sial, kenapa dikit-dikit gue terus manggil nama dia?” Ziya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Whidie Arista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34 - Ilusi
Siang harinya, semua sibuk mempersiapkan acara syukuran yang memang sengaja di adakan di kediaman ini, Asep pun ikut membantu meski Pak Arman melarangnya namun dia tetap kekeh ingin membantu lagi pula dia malu juga oleh yang lain kalau hanya duduk diam tanpa melakukan apapun.
Sementara Ziya dan Bu Yulia bagian memilih makanan yang akan di hidangkan di acara syukuran.
Disaat semua tengah sibuk mempersiapkan acara, satpam penjaga rumah meminta Ziya untuk keluar.
“Ada apa Pak?” tanya Ziya.
“Katanya ada paket buat Neng, tapi harus Neng sendiri yang menerimanya langsung,” ujarnya.
“Paket? Saya gak pesan paket ko Pak, salah alamat kali,” ucap Ziya.
“Tapi katanya itu bener buat Neng Ziya, alamatnya juga rumah ini,” ungkapnya tanpa keraguan.
“Sebaiknya kamu liat dulu gih, siapa tahu penting,” tambah Bu Yulia.
“Ya udah, kalau gitu,” Ziya pun bangkit dan berjalan keluar, dan pergerakannya tertangkap di netra Asep.
Asep mendekat ke arah Bu Yulia yang tengah duduk di ruang tengah “Kemana Neng Ziya pergi Bu?” tanya Asep pada Bu Yulia.
“Cuma ke depan Sep, katanya ada yang kirim paket buat dia, tapi harus dia sendiri yang nerima,” jelas Bu Yulia.
“Oh, begitu,” pikiran Asep pun menjadi tenang kembali entah mengapa dia merasa cemas tanpa alasan.
“Sep, gimana selama ini sikap Ziya sama kamu?” tanya sang Ibu mertua.
“Baik Bu,” ucap Asep.
“Kalau yang lebih spesifiknya kalian udah pernah ngapain aja?” ucap Bu Yulia setengah berbisik.
Asep menarik diri sambil menggaruk tengkuknya tak gatal, “ngapain ya, ahahaha saya gak tahu Bu,” Asep pun bangkit dan kabur untuk menghindari pertanyaan dari Bu Yulia.
“Eh tuh anak malah lari, saya kan penasaran plus curiga sama hubungan mereka, dari yang saya tahu Ziya tidak akan mudah menerima pernikahan yang di paksakan begini padanya,” gumamnya.
Asep berjalan menjauh untuk menghindari di interogasi oleh sang Ibu mertua, namun tanpa sadar dia sudah berada diluar rumah, “Neng Ziya katanya ngambil paket, ko gak ada,” dia menatap sekeliling mencari keberadaan Ziya, namun gadis itu tak nampak dimanapun.
Karena rasa penasaran Asep pun bertanya pada Satpam penjaga rumah Pak Arman, “Pak, Neng Ziya katanya ngambil paket ya tadi, tapi ko gak keliatan ya?” tanyanya sedikit khawatir.
“Tadi Neng Ziya ada disini ko, dia kayaknya kenal juga sama kurirnya,” ungkapnya.
“Oh gitu,” Asep mengangguk pelan, namun hatinya tetap merasa tak tenang, dia berjalan keluar gerbang, saat itulah dia melihat Ziya tengah berpelukan dengan seorang Pria.
Nyut...
Ada sesuatu yang menyengat ulu hatinya, ‘Itu pasti pacarnya, kenapa atuh mereka harus berpelukan di tengah jalan, ini kan tempat umum gimana kalau ada yang lihat,’ batin Asep, dia bersembunyi di balik tiang listrik sambil menyandarkan punggungnya disana.
‘Kenapa saya harus liat ini semua, seharusnya saya gak keluar tadi,’ batinnya.
Dia kembali melirik Ziya dan pacarnya, kali ini pelukan mereka sudah terlepas, mereka tampak tengah berbicara namun telinga Asep tak mampu menjangkau apa saja yang tengah mereka bicarakan.
‘Saya pikir saya punya harapan untuk bersama kamu Neng, ternyata itu hanya ilusi,’ batinnya. Dia pun beranjak pergi, saat itulah Ziya tak sengaja melihat punggungnya yang berjalan menjauh.
‘Asep, apa dia liat gue di peluk si Regan tadi? Akh sial, bangke emang nih si Regan, udah gue bilang putus juga,’ kesalnya.
“Ya please, aku gak mau kita putus, aku cinta banget sama kamu, aku sampai gak bisa makan dan tidur dengan baik setelah kamu bilang kaya gitu kemarin,” bujuknya, dia berusaha meraih tangan Ziya yang langsung di tepis olehnya.
“Denger ya Re, aku udah gak punya perasaan apa-apa lagi buat kamu, apa lagi setelah semua yang kamu lakuin di belakang aku. Kamu pikir aku gak tahu kalau selama ini kamu cuma manfaatin aku doang.” Kesal Ziya.
“Aku gak kayak gitu Yang sumpah, kalau soal uang itu aku lagi ngumpulin uang buat bayar ke kamu,” Ucapnya membela diri.
“Gak perlu ambil aja, lagian aku gak sudi nerima uang yang kamu dapat dari jadi simpanan Tante-tante.”
“Kamu tahu soal itu dari mana Ya, kamu mata-matain aku?”
“Bukan urusan kamu. Yang pasti mulai detik ini jangan pernah nemuin aku lagi, dan aku juga mau jujur soal satu hal sama kamu, sekarang aku sudah menikah, dan selama hampir dua bulan ini aku bukan berada di luar negeri tapi di tempat suamiku,” terang Ziya.
“Apa? Ka-kamu udah nikah?”
“Ya, aku gak mau suamiku salah faham, jadi berhenti hubungin aku ataupun nemuin aku, karena sekarang hubungan kita sudah berakhir.”
Setelah itu Ziya pun berlalu pergi.
🤣😄😍💪❤❤❤
dari bemci jadi bucin.
🤣😄😍❤💪💪❤❤
jgn2 sarah ikutan ngabisin dueit ziya..
❤❤❤❤
2x up hari ini ..
😍😍❤❤❤💪💪
keren banget Asseeepppp..
😄😍❤💪💪❤❤😍😍
🤣😄😍😍😍💪❤❤❤💪💪
biar tuh regan kena mental....
😄😍😍💪💪💪