"Perpisahan kita bukan salah siapa2. Bukan sepenuhnya salahmu, salah ku , salah dia ataupun salah waktu. Kita adalah dua orang yg tepat, tapi tepat disini bukan sebagai pasangan melainkan sebagai pembelajaran untuk kita menjadi lebih dewasa"
Nada Ageta Putri
"Jika kesalahan ini sebagai pembelajaran. Bisakah aku tetap belajar bersama mu sehingga kita bisa dewasa bersama"
Juna Genio Lin
"Apakah perasaan cinta sebuah kesalahan? Jika memang iya, aku tak ingin perasaan ini. Perasaan ini terus menggerogoti kewarasan ku dan membuat ku menjadi jahat yang menyakiti orang di sekeliling ku"
Senar Anggriani
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moms F, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22. bab 22
Nada menatap pantulan di cermin, memberi lip bam di bibir sebagai sentuhan akhir dan tersenyum tipis menatap pantulan nya di depan cermin.
Nada memberi tahu Enzo dan Melody tentang undangan yang ia terima. Dan Enzo pun meminta dirinya untuk pergi bersama dengan nya dan menjadi pasangannya pada acara tersebut.
Sebab Enzo juga mendapatkan undangan yang sama. Dan Melody, mereka akan bertemu disana. Sebab Melody adalah sepupu Zero otomatis Melody menjadi tuan rumah dalam pesta tersebut.
Tok
Tok
"Sayang, sudah selesai belum?"
"ia,,bang sebentar, Nada ngambil tas dulu"
"Abang tunggu di luar ya"
Enzo yang sedari tadi sudah sampai apartemen nya pun memilih duduk di depan televisi menunggu tuan putri.
Mendengar ucapan Enzo, Nada mengambil tas nya dan menatap pantulan nya di cermin sekali lagi.
Clek
Enzo yang sedang memainkan ponselnya pun menatap adiknya yang terlihat sangat cantik.
"Gimana penampilan Nada bang, ngak malu-maluin kan" Enzo menggeleng kepalanya dan meletakkan ponselnya di saku jasnya
"No, kamu perfect dek" sahut Enzo dan membuat Nada tersenyum.
"ayo bang, nanti kita ketinggalan acaranya dan Melody bisa ngambek"
Nada dan Enzo menuju basemen menuju kearah mobil mereka. Di sebelah mobil mereka. Berdiri asisten Enzo sekaligus supir mereka malam ini.
"Malam Kak Darius" sapa Nada pada asisten Enzo
"Malam Nona, mari silahkan nona" jawab asisten Abang nya dan membuka kan pintu mobil dan mempersilahkan nona mudanya masuk.
"Terimakasih kak" senyum Nada berterimakasih setelah duduk manis di dalam.
Tak lama, mobil berjalan melaju meninggalkan basement ke arah tempat acara berlangsung.
Di gedung hotel terbesar dan termewah salah satu aset keluarga Alaric. Beberapa tamu berdatangan untuk merayakan ulangtahun perusahaan tersebut. Belum lagi acara ini kesempatan orang-orang dari kelas atas untuk mencari relasi bisnis bahkan jodoh buat anak-anak mereka. Belum lagi CEO Alaric yang sampai sekarang masih singel.
Mobil mewah Nada berhenti di depan karpet merah di hotel tersebut.
Banyak mata orang-orang yang masih berada di luar menatap kearah mobil yang di tumpang oleh Nada.
Pintu mobil terbuka, Enzo yang turun terlebih dulu dan membantu Nada setelah nya.
Suasana hening seketika melihat mereka bergandengan.
"bukannya itu tuan muda skyler. Siapa gadis disampingnya. Sangat cantik"
"apa itu kekasihnya"
"Ya ampun, mereka pasangan yang cocok"
Bisik-bisik terdengar membuat Nada takut.
"Abang,, mata mereka buat Nada takut"
"Tenang, Abang disini"
Enzo menenangkan Nada dan merangkul pinggang Nada. Banyak kamera mengarah kearah mereka. Nada mencoba tenang dengan dukungan Enzo.
Enzo membawa Nada meninggalkan kerumunan yang semakin riuh memasuki hotel.
Nada mengikuti kemana Enzo membawa nya. Karena Nada tahu, pasti para pencari berita penasaran dengan nya. Sebab mereka tidak tahu bahwa dia si bungsu Skyler.
Nada sedari kecil tidak menggunakan nama Skyler jika di luar. Hanya teman dekat keluarga nya yang mengenal dirinya bahwa dia bungsu Skyler. Sebab keluarga nya ingin dia bebas tanpa musuh keluarga yang mengincar.
Nada dan Enzo kini sudah memasuki pintu dimana acara berlangsung. Bisa Nada lihat ruangan besar dengan hiasan yang indah dan di penuhi oleh orang-orang mengenakan baju glamor memperlihatkan identitas mereka bahwasanya orang-orang Disni adalah orang-orang terpandang.
Kedatangan mereka lagi-lagi menjadi sorotan. Terutama pandangan mereka tentu kearahnya.
"Nanad,, kenapa baru datang" Melody menghampiri mereka dan menarik Nada dari Enzo
"ya ampun, kamu cantik banget. Aku terpesona melihatnya" heboh melody yang baru melihat penampilan Nada
"jangan buat malu deh" Nada merasa malu melihat kehebohan melody yang menarik mata sekeliling nya untuk melihat nya.
"ayo kita kesana" Melody menunjuk ke tempat di mana nona dan tuan muda berkumpul. Tempat dimana dia mengenal sebagaian dari mereka yang tak lain teman semasa sekolah nya.
"Abang kulkas,, Nadanya aku culik dulu ya. Bye,,bye,, jangan kangen ya" pamit melody pada Enzo
"Hati-hati ya, kalau ada yang ganggu kamu. Bilang sama Abang" Enzo hanya mengangguk kepala pada Melody dan menasihati Nada mengelus kepala Nada.
"Ya ampun Abang kulkas. Ada aku loh,, " Melody memutar kepalanya melihat kelakuan Enzo.
Tanpa Nada sadari, sepasang mata menatap intens setiap pergerakan Nada saat memasuki hall. Senyum, cemberut nya tak luput dari pandangan nya.
Kecantikan Nada membuat dirinya cemburu. Sebab banyak lelaki menatap lapar dirinya. Ingin rasanya ia mengurung Nada supaya kecantikan nya hanya dapat di lihat olehnya.
"Baby, kamu sungguh mempesona malam ini"
"ingin rasanya aku mengurung mu dan menghancurkan mata mereka yang menatap mu saat ini"
#TBC
semangat nada!!!💪💪💪
ini othor nya yang keren nih bisa memainkan emosi para pembaca nya.... good job,Thor ...🫰🫰🫰🫰
lari lah sejauh mungkin.... tinggalkan sumber rasa sakit itu & cari kebahagiaan mu ditempat yang baru...
semoga setelah patah hati karena tiga orang ini, nada bisa bangkit lagi melupakan kesakitannya, bila mungkin jauhkan nada dari orang2 yang kejam ini Thor