Mengisahkan seorang Perwira Angkatan Darat bernama Lucas Abner yang sangat mencintai pekerjaannya. Pengabdiannya sebagai seorang tentara tidak bisa di ragukan. Dia bisa berada di korps pasukan khusus karena kelincahannya. Jatuh cinta kepada seorang perempuan yang dia temui dirumah sakit waktu menjengguk sahabatnya. Apakah Lucas bisa memikat hati perempuan itu ???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penahanan
Pagi - pagi Joy bangun karena merasa mual, dia langsung ke kamar mandi. Di kloset kamar mandi dia memuntahkan semua isi didalam perutnya. Karena terlalu banyak mengeluarkan cairan, dia lemas dan pingsan di dalam kamar mandi.
Lucas bangun dari tidurnya tidak mendapatkan istrinya disampingnya. Dia bangun dan mencari. Begitu membuka pintu kamar mandi dia melihat Joy sedang terbaring didepan kloset dia sudah pingsan, Lucas berteriak memanggil papa dan mama . Akhirnya mamanya menghubungi dokter Beca adiknya.
Jarak rumah dokter Beca dengan kakaknya tidak terlalu jauh. Waktu sampai di rumah kakaknya, Joy masih terbaring lemah di atas tempat tidur. Antie Beca lansung memeriksa keponakan mantunya yang adalah rekan kerjanya juga. Dia mendengar ada detak jantung yang lain.
Tanpa menunggu lama, dokter Beca langsung menghubungi dokter Frans Stevanus, dokter kandungan yang merupakan temannya. Setelah di share lokasi rumah kakaknya. Dokter Frans tiba di rumah ini. Setelah diperiksa oleh dokter Frans, ternyata Joy sedang hamil muda. Dokter Frans menyarankan agar Joy dibawa ke rumah sakit untuk di USG. Karena Frans mendengar denyut jantung kecil selain punya Joy.
Sementara ada dua anggota tentara datang membawa surat penahanan bagi Mayor Lucas Abner Gosal atas tuntutan yang menurut papanya ada rekayasa penjebakan buat anaknya. Papanya Cornelius Gosal sedang berusaha agar penahanan atas Lucas di undur waktunya karena mau membawa istrinya Joy periksa di rumah sakit.
Joy sudah di rumah sakit bersama suaminya, papa dan mama mertua juga antie Beca. Akhirnya pukul setengah tujuh dokter Frans membuka ruang prakteknya dan memeriksa kandungan Joy. Pasangan suami istri ini resmi menjadi calon papa dan mama bada janin umur empat belas hari ini. Obat vitamin dan penguat kandungan diberikan kepadanya. Pukul tujuh mereka sudah kembali ke rumah.
"Sayang aku ke markas dulu ya???" Joy tahu apa yang terjadi.
"Aku ikut bung???"
"Sayang, kamu itu kelemahan ku. Sampai terjadi sesuatu pada kamu. Aku bisa tembak semua orang disitu. Tolong aku sayang. Aku janji akan baik - baik saja."
"Kamu jahat bung!!!." Joy sudah menangis.
"Joy Debora, lihat aku sayang. Kamu percayakan sama aku suamimu . Aku akan berjuang untuk kamu dan anak kita. I love you. " Lucas mencium istrinya sangat lama, dan dia memeluknya.
"Bung, janji ya harus kuat."
"Siap sayangku. Nanti aku telepon kamu."
"Ma, aku titip istriku ya. Tolong jangan buat dia bersedih Ma." Mamanya menganggukan kepala.
Lucas kekantor memenuhi panggilan korpsnya, dia di temani papanya. Sedangkan mamanya merawat menantu cantiknya. Joy masih dalam masa cutinya. Masih ada dua minggu lagi baru ijin cutinya berakhir.
Pemeriksaan Lucas, Daniel, Isak, Ismail dan Usman sangat ketat. Kelima orang ini di rencanakan akan menjadi terdakwa. Namun setiap bukti yang diberikan tidak ada penyalahan gunaan perintah. Bahkan saksi menguatkan, bahwa mereka tidak bersalah. Surat perintah jelas dan setiap misi dilaporkan oleh mereka dengan baik. Ini menjadi alasan Lucas dan timnya elite khusus tidak bersalah, yang seharusnya bertanggung jawab atas perbuatan mereka adalah atasan langsung mereka. Komandan utama mereka.
Sampai pukul dua dini hari juga tidak ada bukti yang mengharuskan mereka berlima ini ditahan. Bahkan pengacara yang di siapkan oleh orang tua Lucas sudah menyiapkan tuntutan balik kepada petinggi tentara yang terlibat dengan sengaja menjebak mereka.
Di kantor markas besar, ada istri Ismail dan Usman yang setia menemani suami mereka. Sedangka Lucas dan Isak di temani papanya, sedangkan Daniel hanya seorang diri karena dia adalah anak yatim piatu.
Joy tidak diijinkan ke sini, karena dia sedang hamil dan kondisi tubuhnya sedang tidak sehat. Sekarang saja Lucas mendapat informasi, Joy sedang di infus di rumah, karena kembali pingsan. Takut kondisi ini membahayakan kandungannya.Terpaksa antie Beca dan mamanya fokus memperhatikan Joy.
Pukul tiga subuh pagi hari kelima tentara hebat yang terpilih dan tim elite pasukan khusus di bebaskan dari semua tuntutan dan tidak di kenai sangsi apapun baik administrasi. Karena apa yang mereka lakukan sesuai dengan prosedur militer. Mereka berlima saling berpelukan, dan mereka kembali ke kediaman mereka masing - masing
Pukul empat subuh, Lucas dan papanya sampai di rumah, ada mama dan antie Beca yang menjaga Joy. Lucas merasa hancur sekali hatinya melihat istrinya terbaring dengan infus. Dia bergegas mandi tetapi sebelumnya dia mencium istrinya. Tadi sebelum masuk kamar mamanya sudah mengingatkan agar tidak membangunkan Joy karena dia baru tidur.
Selesai mandi dia tidur bersama istrinya, membalik badan istrinya agar dia tertidur dalam pelukan Lucas sambil mencium bau badan suaminya.
Joy tertidur pulas sampai pukul enam lewat tiga puluh baru dia bangun. Dia teringat akan suaminya. Di memaksa membuka mata dan dia melihat suaminya ada disampingnya.
"Sayang sudah bagun?? Selamat pagi." Lucas mencium bibir istrinya.
"Bung ini kamu kan sayang?? Aku tidak bermimpikan??"
"Aku ada disini sayang. Tidak akan meninggalkan kamu."
"Sayang......" Joy langsung memeluk suaminya.
"I love you Joy Debora."
"Love you more bung."
"Sudah selesai semua urusannya??"
"Sudah sayang, aku dan tim tidak bersalah tidak ada bukti."
"Siapa ya yang berani memfitnah kalian sayang, jahat amat."
"Jelas pasti petinggi sendiri. Tapi tidak tahu siapa??"
Joy langsung duduk berdoa, selesai dia memeluk suaminya. Dibalas dengan Lucas memeluknya . Saat itu Lucas sadar bahwa mata istrinya sangat bengkak. Hal ini membuat dia pingsan semalam.
"Maafkan aku sayang." Lucas mencium mata istrinya yang bengkak.
"Bung, bobo dulu, aku siapkan sarapan." Joy mau membuka infusnya.
"Sayang, kamu lagi di infus loh. Di kamar aja, aku yang turun ambil sarapan."
"Bosan di kamar sayang." Akhir Lucas membawa istrinya turun ke lantai satu untuk makan pagi.
"Loh, sudah kuat kah nak??"
"Biasa papa, bosan di kamar."
"Mama baru mau bawa sarapan buat kamu. Sayang susu ibu hamil mana yang mau di buat? Ini saran dari dokter Frans. Didalam susu ini sudah ada semua vitamin serta obat penguat kandungan buat ibu hamil."
"Bisa minum dua rasa kok?"
"Dirasa dulu. Yang enak mana, baru antie beli yang besar." Lucas langsung memeluk antienya dan menciumnya.
"Terima kasih sudah ada dari Lucas kecil sampai Lucas mau punya kecil lagi."
"Kamu itu segalanya buat antie dan mamamu."
"Antie harus bahagia juga. Terima kasih karena sudah menjaga istrinya Lucas. Kembali Lucas memeluk adik dari mamanya dokter Rebeca Mony.
"Joy sudah menjadi bagian dari keluarga kita. Antie harus menjaganya juga."
"Antie sampaikan terima kasih Lucas buat dokter Frans ya. Lucas akan mendukung antie jika itu pilihan antie."
Kedua orang tua Lucas kaget dengan pembicaraan Lucas dan antienya. Sedangkan Joy biasa - biasa saja. Di rumah sakit kedekatan dokter Frans dengan dokter Beca bukan merupakan hal yang baru. Mereka saling mendukung dalam pekerjaan.
Dokter Frans adalah Duda beranak dua anaknya sudah besar - besar dan satu sudah berumah tangga. Sedangkan yang satunya masih kuliah. Dokter Frans dan Dokter Beca seumuran. Dokter Frans adalah kandidat calon direktur rumah sakit. Karena dokter Sherly akan sekolah lagi di Rusia.
"Beca, benar apa yang Lucas katakan??"
"Sok tahu bung."
"Antie lupa, ade ini intel belajar phisikologi orang dari mata, cara berbicara dan banyak hal bisa adek tahu, kalau antie dan dokter Frans ada hubungan spesial."
"Antie sudah tua??"
"Baru empat puluh sembilan??? Antie butuh teman yang menjaga antie."
"Kamu dan Joy ngak mau jaga saya."
"Beca, ingat ada aku dan mamanya Joy. Bukan hal yang tabu kok. Kalau kalian saling suka bisa kan. Biar ada teman yang menjaga. Tidak iri lihat anak mesummu ini setiap saat mencium istrinya.
Joy hanya terduduk diam. Dia tidak perna cerita apapun tentang antie Beca kepadanya. Memang ilmu psikologinya hebat. Lucas dan antie Beca sudah selesai membuat susu ibu hamil buat Joy.
"Bung, belajar psikologi dimana??? Bukan psikolog deh tetapi peramal." Semua tertawa. Joy jelas sekarang binggung karena dia tidak perna menceritakan apapun kepada Lucas. Joy memberi kode kepada antie.
"Lucas perna lihat, antie sama dokter Frans, waktu jemput kamu sayang." semua tertawa.
Selesai makan pagi, topik pembicaraan tentang adik mamanya Lucas.
"Dia duda beranak dua."
"Bagaimana anak - anaknya??"
"Kita sudah beberapa kali bertemu. Yang pertama laki - laki seusia Lucas yang kedua perempuan Usianya dua puluh delapan."
"Terus apa yang kamu takut?? Kalau urusan papa, nanti aku yang jelasi."
"Benar bung???"
"Kamu ngak percaya kakak iparmu ini???"
Dokter Beca sedang siap - siap mau kerumah sakit. Namun dia tadi lupa mengingatkan Lucas maka dia mengirim pesan kepada keponakannya
"Nyong,ingat jangan berhubungan badan dengan istrimu dulu, kandungannya lemah."
"Sampai kapan antie"
"Sampai janinnya kuat dan Joy sehat."
"Mana bisa aku antie." tiba - tiba suara dering telepon masuk. Lucas tertawa. Waktu dia angkat dia mendengar suara keras antienya
"LUCAS ABNER GOSAL JANGAN SEPERTI PRIA BEJAT YA."
"Ini pasti bukan saran dokter, ini akal - akalan antie saja."
"Lucas aku ini dokter loh. Meskipun dokter bedah seperti istrimu."
"Aku ngak mau nurut kalau belum dengar dari dokter kandungannya Joy istriku."
Lucas sudah tertawa ngerjain antienya sendiri. Joy hanya melihat tingkah suaminya.Penasaran dan pengen tahu apa yang membuat suaminya tertawa
"Pesan dari siapa bung??"
"Ada deh dari penggemar." Aldy memperlihat pesannya bersama antie . Joy hanya geleng - geleng kepala.
"Apa yang antie katakan itu benar sayang."
"Oooo aku tidak akan percaya. Enak aja. Itu Hak aku sayang memintanya. Kewajiban kamu memberikan."
"Satu bulan atau bisa dua bulan kamu puasa sayang mulai dari sekarang."
"Bagaimana bisa sayang? Kalau aku ingin bagaimana?" Joy menunjukan tangannya.
"Mulai nakal kamu sayang." Joy hanya tersenyum. Sekarang Lucas sedang mengompres mata istrinya. Rencana sore inj Lucas mau mengantar Joy bertemu dengan papa dan adiknya.