NovelToon NovelToon
Suamiku Ternyata Seorang Presdir

Suamiku Ternyata Seorang Presdir

Status: tamat
Genre:CEO / One Night Stand / Pernikahan Kilat / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:4.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: noerazzura

Agnia, 24 tahun terjebak cinta satu malam dengan Richard Pratama akibat sakit hati kekasihnya Vino malah menikah dengan adik sepupunya.
Melampiaskan kemarahannya, karena keluarganya juga mendukung pernikahan itu karena sepupu Nia, Audrey telah hamil. Nia pergi ke sebuah klub malam, di sana dia bertemu dengan seseorang yang ternyata telah mengenalnya dan mengaguminya sejak mereka SMA dulu.
Memanfaatkan ingatan Nia yang samar, kejadian malam itu. Richard minta Nia menikahinya, dan menafkahinya.
Tanpa Nia sadari, sebenarnya sang suami adalah bos baru di tempatnya bekerja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11. Kalvin Tertarik pada Agnia

"Silahkan nak Kalvin" kata Santi yang bahkan sengaja mengatur tempat duduk Kalvin di samping Agnia.

"Terimakasih bibi" sahut Kalvin dengan ramah.

Nia yang pada akhirnya tak bisa berkutik hanya bisa tersenyum ketika Kalvin menoleh ke arahnya.

'Ya ampun, ini rencana ibu kebaca banget tahu gak. Duduk aja di tempel begini, padahal ni meja makan gede kali' gerutunya dalam hati.

"Nia, bukakan piring nak Kalvin" perintah Santi pada putrinya.

Nia yang memang tidak mau menimbulkan kesan, dia tidak menerima Kalvin di rumahnya. Dan membuat dia terkesan tidak mendengarkan ibunya. Lantas segera membuka piring Kalvin.

"Sekalian tanya, nak Kalvin suka apa"

'Ya ampun ibu' protes Nia di dalam hati.

Tapi meski dia ingin protes pada ibunya. Nia tetap tersenyum menghargai Kalvin.

"Kamu suka apa, Kalvin?"

"Kok panggil nama sih nak? gak sopan"

Nia lantas menoleh ke arah mamanya.

"Panggil apa dong Bu? Kalvin gak mau di panggil dokter Kalvin?" tanya Nia.

"Ya ampun, kenapa panggil dokter sih? memangnya kamu pasiennya? panggil mas gitu, biar akrab" kata Santi sambil tersenyum senang.

Dia benar-benar suka pada Kalvin sepertinya. Sudah jelas bibit dan bobotnya, juga sudah jelas pekerjaan dan masa depannya. Tidak seorang pengusaha seperti Vino tidak masalah. Santi merasa dia dan suaminya pun tidak kekurangan uang. Kalau memang anaknya butuh sesuatu, bisa minta ke mereka nanti setelah menikah pun.

"Mas?" tanya Agnia dengan wajah yang sulit di jelaskan.

Masalahnya selama ini, dia tidak pernah memanggil sebutan 'mas' itu pada siapapun.

Santi langsung mengangguk dengan cepat.

"Seperti ibu panggil ayah. Coba ucapkan!" kata Santi lagi.

"Mas" ucap Nia melihat ke arah ibunya.

"Eh, kok lihatnya ke ibu. Lihatnya ke nak Kalvin dong. Kan kamu manggil mas ke nak Kalvin, ayo menghadap kesana dan katakan mas lalu nama Kalvin!"

Santi sangat bersemangat. Dia mengarahkan putrinya untuk menghadap ke arah Kalvin. Nia yang sudah berhadapan dengan Kalvin, mau tidak mau menuruti perkataan ibunya dong.

"Mas Kalvin" ucap Nia ragu.

Wajah Kalvin sedikit memerah, dan dia tampak tersenyum menatap Nia. Santi yang melihat itu langsung yakin seratus, bahkan seribu persen. Kalau Kalvin memang suka pada Nia.

"Iya" sahut Kalvin sambil mengangguk pelan.

"Nah gitu dong"

Santi senang bukan main.

"Selamat malam, nak Kalvin apa kabar?" tanya Indra yang baru saja selesai menjawab panggilan telepon tadi.

Kalvin juga langsung berdiri dan bersalaman dengan Indra.

"Selamat malam paman. Kabarku sangat baik. Senang bertemu paman"

"Aku juga senang bertemu denganmu nak" kata Indra yang langsung menepuk bahu Kalvin.

Nia yang melihat semua itu semakin merasa cemas saja.

'Aduh, gimana nih. Ayah dan ibu suka banget sama Kalvin. Dia dokter, gak mungkin dong di bandingin sama Richard. Dia pekerja malam di klub. Aku harus apa kalau begini?'

Nia tengah merasa kebingungan saat ini. Tapi belum hilang rasa bingungnya, biang masalah di rumah ini juga datang ke ruang tamu.

"Tamunya sudah datang? yang membuat mbak Santi masak begitu banyak hari ini, rupanya memang spesial"

Santi dan Nia sama-sama menghela nafas kasar. Mereka berdua benar-benar tidak suka pada Ineke.

"Aku bibinya Nia. Adiknya mas Indra. Oh ya, kamu anak tukang villa itu kan? hebat ya kamu cuma anak tukang villa bisa jadi dokter"

Santi masih berusaha menahan emosinya. Karena kalau dia bicara dah menegur Ineke sekarang. Maka akan sangat terlihat, keluarga ini sangat tidak harmonis.

"Sudah sudah, jangan bicara lagi. Nanti makanannya dingin. Nia lanjutkan menjamu nak Kalvin" kata Indra.

Nia pun mengangguk. Dia berusaha untuk bersikap sewajarnya. Tidak menunjukkan ketidaksukaan nya, tapi juga tidak menunjukkan kesukaannya.

"Jadi, kamu kesini karena..."

Agnia sudah tidak tahan lagi dengan ulah bibinya. Sebelum Ineke bisa bicara melanjutkan ucapannya, yang pastinya akan merendahkan Kalvin. Karena dia merasa memiliki seorang menantu yang lebih kaya dari Kalvin. Agnia bangun dan berpura-pura ingin mengambil sup yang ada di dekat Ineke.

Byurr

"Nia!" pekik Ineke ketika kuah sup dan beberapa potong kentang mental ke wajahnya.

Kalvin menoleh ke arah Nia.

"Aduhh, maaf bibi. Mangkuknya terlalu jauh. Maafkan aku bibi"

'Aku sengaja!' batin Nia puas sekali sudah memberikan sedikit pelajaran pada bibinya itu.

Nia yang tidak mau ayahnya marah, lantas menghampiri Ineke dan mengambil beberapa tissue lalu membantu Ineke membersihkan wajahnya.

"Apa-apaan sih kamu?" kesal Ineke.

"Nia, kok kamu ceroboh begitu?" tanya Indra.

"Maaf ayah, aku benar-benar tidak sengaja"

Ineke mendengus kesal dan terlihat marah pada Nia. Wanita itu langsung pergi dari ruang makan itu begitu saja.

Dalam hatinya Nia senang sekali. Tapi di depan ayahnya, dia harus berpura-pura merasa bersalah kan.

"Ya ampun, bibi pasti marah. Aku sungguh tidak sengaja" kata Nia saat lewat di belakang ayahnya menuju ke kursinya lagi.

Kalvin yang melihat semua itu tersenyum sekilas.

'Dia wanita yang menarik, dia secara tidak langsung membantuku, supaya bibinya tidak menghinaku'

Setelah makan malam, Santi bahkan minta Nia untuk menunjukkan taman di halaman belakang rumah mereka. Tentu saja, maksudnya bukan benar-benar melihat air mancur dan kolam ikan, juga aneka bunga yang di tanam Santi. Tapi lebih supaya keduanya lebih dekat.

"Terimakasih ya Nia" kata Kalvin.

Nia menoleh dan tersenyum.

"Sebenarnya, yang memasak semua makan malam tadi ibuku. Aku kan kerja, jadi..."

"Yang aku maksud adalah yang kamu lakukan pada bibimu tadi. Aku mungkin memang tidak setara dengan keluarga kalian..."

Nia mulai melankolis. Dia memang tidak bisa mendengar orang baik mengatakan kesedihannya. Bukan menjual kesedihan ya, tapi mengungkapkan perasaan sedihnya karena keterpurukannya. Tapi tetap tidak menyalahkan takdir.

"Mas Kalvin jangan bilang begitu. Di rumah ini yang otaknya agak konslet cuma bibi Ineke kok. Aku, ayah dan ibu. Sama sekali tidak pernah melihat atau menilai seseorang itu setara atau tidak. Mas Kalvin menurut ku luar biasa loh. Dari pedesaan, bisa menjadi dokter yang di rekrut di rumah sakit paling besar di kota. Itu prestasi yang bagus loh. Jangan pernah berkata seperti itu lagi ya mas Kalvin. Bibi memang suka sembarangan bicara, dia saja numpang bertahun-tahun di sini. Jangan di dengarkan" kata Nia menepuk-nepuk pelan lengan Kalvin berusaha menenangkan Kalvin.

Tapi di sisi lain rumah itu, Santi dan Indra memperhatikan kedua orang di taman itu.

"Lihat kan yah! mereka cocok. Sudahlah, daripada di rebut orang lagi. Ayah bicara saja sama keluarganya nak Kalvin!" kata Santi yang di angguki setuju oleh Indra.

***

Bersambung...

1
Hasna Nursyafah
bnr kt ibu susanti sampah mmg pantas dgn sampah..
Dandelion
😥😥😥
Widia Aja
Recommended banget cerita ini..
Ada sedih dan melownya ada ketawa2nya, ada Marahnya, ada juga ter hura-hura saking romantisnya...
Cerita nya juga gak vulgar mengumbar detail hubungan suami istri, sopan bahasanya..
Ceritanya mengalir sangat baik, tidak ribet njelimet kusut, kebanyakan drama yg gak penting.
Bahasanya mudah dipahami...
Salute utk Author yg keren...
Noer: terima kasih
total 1 replies
Widia Aja
Angel yang beneran jadi Angel...
Widia Aja
Ulet keket baru, pelakor keras kepala plus gak tau diri..
Widia Aja
Three Angels, Sahabat sejati..
Widia Aja
Waaaaahh.... masih adakah pria seperti itu...
Widia Aja
Siluman iblis lagi cosplay jadi Ratu Drama...😂😂😂
Widia Aja
Jeng..Jeeeeeng.... terkejutlah kalian...
Widia Aja
Duh Authro punya stock calon mantu kayak Richard gak?
Auto baca sambil senyum2 sendiri, untung gak ada orang lain yg liat...😄
Noer: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Widia Aja
Hayoloooo.....
Jangan sampai diusir dari rumah Chandra, balik ke Rumah Indra, terus ngobrak ngabrik hancurin Agnia...
Widia Aja
Bakalan ada perang besar di keluarga Agnia nih...
Kasian Agnia nya..
🌟 Dauzz🇲🇨
makin penasaran
🌟 Dauzz🇲🇨
paling felik
🌟 Dauzz🇲🇨
suka dengan ceritanya bagus Thor 👍💪
Noer: terima kasih kakak
total 1 replies
🌟 Dauzz🇲🇨
ceritanya luar biasa 👍
Noer: gumawo 🙏🏻
total 1 replies
🌟 Dauzz🇲🇨
kalau bahasa Lampung artinya dingin
Noer: Lampungnya dimana kak? aku juga di Lampung 🤭
total 3 replies
Anonymous
Maaf ya kok jadi gk suka baca cerita yg gk masuk akal gini, ada ayah yg lbh belah adik dan kepinajan hanya karena gk punya suami , masf thou ini cuma cerita tapu yg agak masuk akal dikit aja,
Noer: dimaafkan kakak, terimakasih sudah mampir
total 1 replies
Anonymous
Mungkin nikah ini cerita bukan di indonesia, yg nikah wanita harus ada saksi nya harus persetujuan walinya kl gk tidak sah
Nikah sirih aja ada saksi, maaf thour ini cerita kiblatnya luar negeri ya🙏🏼🙏🏼🙏🏼
Anonymous
Kok bpknya oon ya, lbh bela adiknya dari pada istri sama anaknya, memang tanggung jawab kakak kepada adiknyabtapi gk juga melukai hati anak dan ostrinya hadeh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!