NovelToon NovelToon
Luka Hatiku, Aku Kembalikan Padamu

Luka Hatiku, Aku Kembalikan Padamu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Teman lama bertemu kembali / Orang Disabilitas / Romansa pedesaan
Popularitas:14.3k
Nilai: 5
Nama Author: Erchapram

"Mumpung si tuli itu tidur, kamu harus mengambil barang berharganya." Ucap seorang wanita tua dengan dandanan menor yang sedikit menggelikan.

"Benar itu Mas, sebelum kamu beraksi pastikan alat pendengarnya sudah kamu buang." Ucap seorang gadis muda yang tidak kalah menor dari wanita yang ternyata Ibunya.

"Baiklah, kalian jaga pintu depan."

Suara dari dua wanita dan satu pria terdengar lantang untuk ukuran orang yang sedang merencanakan rencana jahat di rumah targetnya. Tapi siapa yang peduli, pikir mereka karena pemilik rumah adalah seorang wanita bodoh yang cacat.

Jika bukan karena harta kekayaannya, tidak mungkin mereka mau merendah menerima wanita tuli sebagai keluarganya.

Candira Anandini nama wanita yang sedang dibicarakan berdiri dengan tubuh bergemetar di balik tembok dapur.

Tidak menyangka jika suami dan keluarganya hanya menginginkan harta kekayaannya.

"Baiklah jika itu mau kalian, aku ikuti alur yang kalian mainkan. Kita lihat siapa pemenangnya."

UPDATE SETIAP HARI!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erchapram, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kata Yang Ditunggu

"Aku tidak mandul, aku subur. Jangan karena selama 2 tahun aku belum memberikan kalian keturunan. Kalian membenarkan perselingkuhan itu terjadi. Aku sudah sering memeriksakan diri ke Dokter, tapi Agung tidak pernah mau ikut periksa juga. Apalagi semua Dokter dari banyak Rumah Sakit sudah mengeluarkan surat keterangan rahimku sehat." Ucap Dira.

"Jangan katakan jika sekarang kamu ingin memfitnah Agung yang mandul. Sedangkan bukti jika Dara hamil sudah kamu lihat selama ini. Jadi... jangan coba-coba memutar balik fakta." Ucap Ibu Arumi.

"Bukan memutar balik fakta, Bu. Tapi memberikan fakta yang sebenarnya. Aku sarankan Agung tes DNA terhadap bayi yang dikandung Dara."

"Logikanya saja, aku sudah dua tahun tapi tidak kunjung hamil. Masak iya baru bertemu tiga bulan sudah hamil besar begitu. Tanya Dara, berapa bulan sebenarnya usia kandungannya itu." Ucap Dira.

Mendengar semua omongan menantunya, Ibu Arumi sedikit berfikir tentang kebenaran kehamilan Dara yang memang tidak seperti kandungan berusia 3 bulan.

Perut Dara sudah membulat sempurna, dan selama ini Ibu Arumi berfikir mungkin karena bayinya sehat. Jadi ukurannya jauh lebih besar. Jika benar kecurigaan Dira, lantas anak siapa yang Dara kandung. Ibu Arumi membiarkan Dira pergi, justru wanita tua itu berlari masuk ke Kantor Polisi untuk bicara dengan Agung dan selingkuhannya.

"Mas Agung, bagaimana ini?" Tanya Dara dengan wajah penuh air mata, ketakutan akan hidup sengsara.

"Aku juga tidak tahu, bagaimana bisa Dira mengetahui perselingkuhan kita. Ini juga karena kamu yang tidak sabaran, memaksaku membawamu pulang. Aku yakin, semua yang terjadi sudah direncanakan oleh Dira untuk membalaskan sakit hatinya." Ucap Agung.

Di saat yang sama, Ibu Arumi mohon ijin untuk berbicara. Beruntung Polisinya masih memberi waktu.

"Dara... Katakan anak siapa yang sedang kamu kandung? Benarkah itu anak Agung?" Tanya Ibu Arumi.

"Ibu ini bicara apa sih? Jelas-jelas ini anak kandungku. Apa yang tadi dibicarakan Dira? Apa dia mencoba memfitnah Dara?"

"Dara, berapa bulan usia kandunganmu? Jangan bilang jika kamu baru hamil 3 bulan, karena perutmu menunjukkan kebenaran yang tidak bisa kamu tutupi lagi. Jika kehamilanmu sudah hampir 5 bulan usianya. Sedangkan Agung bilang kalian baru bertemu 3 bulan yang lalu. Agung... Apa kamu tidak menyadari, jika Dara telah menipu kita."

Dara pucat pasi, keringat dingin mengucur deras dari atas kepalanya. Dia meremas telapak tangan Agung, menyalurkan ketakutan yang tak bisa disembunyikan lagi dari Ibu Arumi.

Tapi...

Agung bagaikan Pahlawan Kesiangan yang selalu berada di garda terdepan sebagai perisai untuk Dara.

"CUKUP BU! Ibu jangan terprovokasi ucapan busuk Dira." Marah Agung.

Senyum miring tersungging dari bibir Dara tanpa semua orang sadari. Inilah kelebihan Dara, yaitu membuat Agung hanya terus membela dirinya. Tidak peduli dia benar atau salah, karena Agung sudah tergila-gila dengan goyangan maut Dara.

"Kamu membentak Ibu, Agung? Kamu tahu, Dira sudah mengajukan gugatan cerai karena kasus hari ini."

"Dan aku tidak akan menceraikannya, aku tidak peduli dengan kemarahannya. Karena aku yakin, Dira hanya marah sesaat karena rasa cemburunya. Aku jelas tahu seberapa besar rasa cinta Dira padaku, Bu. Dia tidak akan bisa hidup tanpa aku. Ibu jangan khawatir, Ibu tinggal saja dengan tenang di rumah." Ucap sombong Agung.

"Baguslah kalau begitu, Ibu sedikit tenang pikirannya. Ya sudah kalian sabar dulu untuk beberapa waktu. Ibu akan terus membujuk Dira untuk mencabut tuntutannya terhadap kalian. Dia juga harus menerima Dara, hidup rukun bertiga tidak masalah. Karena sampai kapan pun Dira tidak akan bisa memberikan anak, biar itu menjadi tugas Dara. Nantinya dia juga menjadi wanita tidak berguna setelah Agung mengambil alih perusahaan." Ucap Ibu Arumi.

"Benar, tapi aku tidak akan menyingkirkan Dira sebelum semua aset beralih nama menjadi anak kami. Dan setelah itu terjadi, hanya Dara yang akan menjadi Ratu. Dira telah salah memilih lawan, dia tidak akan menang melawanku."

Waktu terus berputar tanpa sedetik pun berhenti sekedar untuk beristirahat. Tiga hari sudah Agung dan Dara tidur di lantai dingin sel penjara tanpa bisa menolaknya. Jangan tanya bagaimana usaha Ibu Arumi merayu Dira untuk membebaskan Agung dan Dara demi pernikahan tetap utuh dan mereka masih bisa menumpang hidup tanpa perhitungan.

Tapi, jawaban Dira tetap sama. Pengkhianatan tidak pernah ada obatnya. Dan tidak ada alasan apa pun yang cukup kuat untuk memberi kesempatan kedua sebuah pengkhianatan.

Tentu saja Ibu Arumi murka, bahkan dia mengumpat sumpah serapah. Mengolok-olok Dira dengan sebutan Perempuan Mandul yang tidak mungkin bahagia jika berpisah dengan Agung.

"Bagaimana Bu, kenapa Dira masih belum membebaskan aku serta Dara. Kasihan dia harus tidur kedinginan dalam keadaan perut yang besar. Pasti tidak nyaman." Ucap Agung.

"Dira tidak mau mengabulkan permintaanmu, dia memegang teguh perjanjian yang pernah kamu ucapkan tentang kesetiaan. Ibu saja tidak diberi uang untuk makan." Adu Ibu Arumi.

"Ambar mana? Kenapa dia tidak datang menjenguk aku?" Tanya Agung.

"Ambar... dia juga sudah tiga hari tidak pulang ke rumah. Ponselnya tidak aktif, tidak pamit juga misalkan mau ke mana."

"Bu... perhiasan punya Dara sudah dijual? Laku berapa?" Tanya Agung.

"Sudah, Ibu simpan untuk makan dan ongkos jika datang mengunjungimu."

"Aku gak terima." Bentak Dara.

Sifat lemah lembut bagaikan lelembut yang biasa dia tampilkan seketika lenyap berganti wajah super judes.

"Kembalikan semua perhiasan dan uangku, jika akhirnya aku harus dipenjara. Lebih baik dulu aku tidak mau kamu jadikan selingkuhan." Ucapnya.

"Tapi kamu sudah terlanjur hamil, sabar dulu ya." Ucap Agung.

Di saat itu Dira datang. Dengan wajah datar tanpa senyuman, Dira menemui Agung dan Dara.

"Bagaimana tidur di sel penjara? Enak kan bisa tidur berdua berpelukan tanpa sembunyi-sembunyi lagi. Kalian ini para manusia terkutuk, bisa-bisanya membohongi dan mengelabuiku. Kalian pikir aku perempuan bodoh." Ucap Dira dengan suara rendah.

"Brengsek! Jadi semua ini benar ulahmu? Perempuan munafik." Marah Agung.

"Lantas kamu pikir ulah siapa? Kamu lupa siapa aku Agung? Sebelum aku menjadi Istrimu, bukankah kamu sudah tahu bagaimana sifatku? Bagaimana sepak terjangku jika dikhianati. Dan kamu beraninya bermain denganku. Sekeluarga makan tidur gratis masih bertingkah, dasar BENALU." Sarkas Dira.

Braakkk...

"Kurang ajar! Omonganmu sudah keterlaluan Dira, kamu sudah merendahkanku. Cabut kata-katamu atau aku TALAK sekarang juga." Ucap Agung.

"Alhamdulillah..." Senyum Dira langsung terbit.

"Sudah aku rekam, kata talakmu. Terima kasih, kamu sudah mempermudah Hakim ketok palu di Pengadilan. Kita bertemu satu minggu lagi, CALON MANTAN SUAMIKU." Ejek Dira.

1
Ma Em
Dira kamu jgn kalah dari Mirna , bu Ningsih juga juragan karsa , lawan mereka jgn kalah kamu berani Dira .
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
🌈🤣
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
aq bantu deh dira nampar sebelahnya lagi😂
Ita rahmawati
jgn mau Dira,,biarin Erlangga ngurus orang² lama dulu baru kamu masuk
Ita rahmawati
gak punya akhlak nih si mirna
Ita rahmawati
selesaikan dulu urusanmu SM keluarga pak karsa dan juga SM Mirna Erlangga
vj'z tri
oiii ngajak tawuran ni makhluk 🤧🤧🤧🤧
Maria Mariati
di mana2 uler Keket ,udah Dira jangan berurusan sama Erlangga lagi,urus dirimu sendiri saja, bahagiain diri sendiri saja ga usah senggol Erlangga
Erchapram: Betul itu Kak 🙏
total 1 replies
Winer Win
kek pelangi donggs...tapi pelangi kan indah..cantik...na ini..bunglon aja kali ya,lebih cocok kayaknya..🤣🤣🤣
Winer Win: tong kosong nyaring bunyinya ...🤣🤣🤣
total 4 replies
✦͙͙͙*͙❥⃝🅚𝖎𝖐𝖎💋ᶫᵒᵛᵉᵧₒᵤ♫·♪·♬
Apa yang dilakukan Mirna tergolong perilaku impulsif...😤😥🥴
Pada dasarnya, perilaku impulsif dilakukan pada waktu-waktu tertentu, seperti saat sedang menghadapi stres atau situasi genting yang memerlukan respons cepat.
Namun, jika perilaku ini dilakukan secara terus-menerus atau telah menjadi bagian dari kepribadian seseorang, perilaku ini bisa menjadi gejala dari suatu gangguan mental.
Berpikir panjang sebelum berkata atau bertindak adalah kunci untuk menghindari penyesalan di kemudian hari.
Banyak masalah muncul dari kata-kata atau tindakan yang dilakukan tanpa pertimbangan matang.
Sebuah kata yang diucapkan dalam emosi, atau tindakan impulsif, dapat memiliki dampak yang jauh lebih besar daripada yang kita bayangkan.
Oleh karena itu, penting bagi kita untuk meluangkan waktu sejenak sebelum berbicara atau bertindak, merenungkan apa dampaknya bagi diri sendiri dan orang lain.
Dengan bersikap lebih hati-hati, kita bisa menjaga hubungan, menghindari konflik yang tidak perlu, dan menjadi pribadi yang lebih dewasa.
✦͙͙͙*͙❥⃝🅚𝖎𝖐𝖎💋ᶫᵒᵛᵉᵧₒᵤ♫·♪·♬: sama-sama...🙏
total 6 replies
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
asemmm mirna😡
asih
miRNA minta di zakati dulu otak Dan hatinya biar tak ada penyakit iri, kenal saja tidak loh main serang aja
Arin
Cari masalah aja si Mirna. Belum tau aja siapa Dira.... Ayo Dira lawan..... Jangan sampai kekuranganmu bisa di injak-injak seenak hati orang yang merasa sempurna. Tapi ternyata dia sendiri yang mentalnya cacat
Winer Win: kira2 karma ap y yang pas buat miraaass🤣🤣🤣
total 3 replies
Maria Mariati
haduhhhh Mirna ini dasar katanya sekolah tinggi TPI kampungan giru
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
aq setuju 👍
please thor jodohin elang sama dira🫶
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
semoga berjodoh elang sama dira ya thor.
kl g jodoh harus di jodohkan, kan author yang buat cerita😂
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
asemmmm yaAmpun mas Angga, gila sih mirna ini, mentang-mentang kaya sampe sampe harga diri orang di giniin. kl aq jadi angga ogah nikah sama mirna😡
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
kembalinya buat beli air minum buk😂
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
hutang budinya apa thor
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
dira jangan tinggal sendiri dunk, panggil si mbak mbak gitu buat tinggal berdua dan bantu bantu di rumah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!