Ini adalah kelanjutan cerita si wanita miskin dan sistem,didalam cerita masih banyak kerandoman Dinda yang selalu menjalankan misi dari sistemnya,meski percintaan nya penuh dengan tantangan dan masalah,dia akhirnya menemukan kebahagiaan yang sesungguhnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marwiyah Ningsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kedatangan Rosma dan di permalukan
Dirumah mewah yang terlihat suram,diruang tamu terdengar perdebatan antara suami istri. disana juga terlihat seorang gadis sedang duduk dengan tenang, dia melihat kedua orang tuanya yang sedang sibuk saling menyalahkan.
Tapi gadis itu tidak perduli,dia hanya sibuk dengan handphone dan melihat sosial media disana.
sedangkan wanita paru baya itu masih sibuk membentak suaminya.
" sampai kapan kamu diam saja..??? dan juga anak-anak kita sudah lama tinggal dirumah ibumu..!!! kenapa kamu belum bertindak??? apa kamu sudah tidak berniat mengambil semua harta ibumu ?? "ucapnya dengan memicingkan matanya dengan geram.
sedangkan suaminya yang bernama Antoni memandang tajam istrinya.
" jangan membentak ku seperti itu Rosma dan soal anak-anak itu ,,itu adalah keinginan mereka sendiri tinggal dirumah ibuku..!!! soal harta ?? kamu tenang saja aku akan segera menguasai semua harta ibuku,,, "ucapnya dengan menarik nafasnya,dia takut amarahnya tidak terkontrol saat mendengar bentakan istrinya.
sedangkan Rosma memandanginya dengan tajam dan dia melihat putrinya sedang duduk di kursi dengan tenang.
" dan aku juga merasa heran dengan ibumu,,kenapa hanya putra kita saja yang dia sayangi dan lihatlah sementara putri kita ibumu sama sekali tidak menyukainya "ujarnya dengan Ketus.
" kamu tau sendiri ibu paling tidak menyukai seseorang yang bukan berasal dari darah Blackwood " jawabnya dengan santai.
Rosma melotot dia menatap Antoni dengan geram tangannya mengepal.
" apa maksud mu ha..???? apa kamu sedang mengatai putri kita..?? "bentaknya lagi merasa tersindir dengan ucapan suaminya.
" aku tidak mengatainya sama sekali,,dan apa yang aku ucapkan itu benar,,putrimu kan bukan berasal dari darah Blackwood dia hanya anak pungut,,,yang kamu temukan di jalanan "ucapnya dengan santai lagi,
dia memang tidak menyukai anak yang di pungut oleh istrinya,apalagi saat dia tau sifat gadis itu sangat mirip dengan istrinya,dia sangat pemarah dan suka membangkang.
PRANGGGGGGGGGG
gadis yang disebut dengan anak pungut melemparkan handphone nya hingga pecah berkeping-keping,dia merasa marah dengan ucapan ayah angkatnya.
" BERHENTI LAH MENGUCAPKAN AKU ANAK PUNGUT..!!! AKU SANGAT MUAK MENDENGAR ITU !! "teriak gadis itu memandang ayah angkatnya dengan tajam.
PLAKKKKKKKK
Antoni yang dibentak merasa tidak suka dia berdiri dan menampar wajah putri angkatnya dengan keras.
" beraninya kamu meneriaki ku di dalam rumah ku sendiri..!!! lihatlah aku sangat tidak menyukai sifatnya dan kamu memang anak yang dipungut,,,!! dan akan selamanya menjadi anak pungut !! "ucapnya dengan dingin dan pergi dari sana.
sedangkan Rosma menutup mulut karna terkejut suaminya menampar wajah putrinya,itu memang putri kandung Rosma dari hasil hubungan gelap nya dengan seorang pria paruh baya yang menidurinya tanpa sengaja.
dia yang sangat menginginkan seorang anak perempuan sangat senang saat mengetahui dia mengandung dan mengetahui jenis kelaminnya.
" sayang apakah kamu baik-baik saja..?? maafkan ibu nak,, ibu janji tidak akan membiarkan ayahmu menampar mu lagi "setelah dia tersadar Rosma memeluk putrinya dengan erat dia merasa marah dengan perilaku suaminya.
gadis yang bernama Nia itu hanya terdiam dan menatap kepergian Antoni dengan benci.
" sialan beraninya dia menampar wajah ku,,lihat saja aku akan meracuninya setelah dia menguasai harta wanita tua itu ..!! aku akan menguasai seluruh harta itu dan aku juga akan melenyapkan nya "gumam nia dalam hati,,dia melepaskan pelukan ibunya dan pergi dari sana.
Rosma tersentak dan melihat kepergian putrinya dengan sedih,, tiba-tiba dia merasa marah.
" awas kamu mas..!! beraninya kamu menampar wajah putriku..!!! dan juga kalau dia tidak bisa diandalkan,,aku yang akan datang kesana memaksa wanita tua itu untuk menyerahkan semua hartanya. "ucapnya dengan seringai liciknya.
dia mengambil tasnya dan berjalan keluar rumah,hari ini dia akan mendatangi mansion mertuanya,sudah lama dia tidak kesana.
**********
dimalam harinya saat ini semua orang berkumpul diruang tamu,,Dinda sengaja mengumpulkan semua cucunya,malam ini dia mengenakan celana jeans yang agak longgar dan bagian atasnya baju berlengan panjang.
mereka hanya terdiam dan melirik penampilan neneknya,yang semakin hari semakin menjadi jadi.
" sebenarnya siapa yang mengajari nenek ber penampilan seperti itu " gumamnya jasper melirik neneknya, menurutnya neneknya sangat cantik.
sedangkan Dinda melihat mereka semua sudah duduk,dia langsung membuka suaranya.
" dimana Kenji?? "tanyanya tidak melihat kehadiran cucunya,pantas saja dia merasa sepi biasanya Kenji selalu yang paling heboh.
" sebentar lagi dia akan sampai nek,,kenapa nenek menyuruh kami berkumpul disini..?? apa yang ingin nenek bicarakan?? "tanya Jaxon dengan serius.
Felix dan Jasper langsung duduk tegak,melihat Dinda menatap mereka semua dengan serius.
" nenek menyuruh kalian berkumpul memang ingin membicarakan hal yang penting,,dan nenek tidak akan berbasa-basi lagi,,semalam nenek pergi menjemput bibi dan sepupu kalian,,dan untuk seterusnya mereka akan tinggal disini "ucapnya dengan tegas.
mereka tertegun, hanya jasper yang tau dia masih mempunyai bibi,tapi dia sudah lama tidak pernah bertemu dengannya.
" apaaa..??? jadi kami masih punya bibi ?? "ucap Felix dengan terkejut.
Dinda mengangguk tersenyum.
" tentu saja nenek masih punya putri hanya saja kehidupannya selama 25 tahun ini sangat memperihatinkan, keluarga suaminya memperlakukan bibi kalian dengan buruk " tangannya mengepal saat tau putrinya disiksa oleh mereka.
jaxton yang seorang polisi melihat wajah Dinda dengan tegas.
" nek jika begitu aku akan menangkapnya,,!! sebagai keponakannya bibi ,aku akan menghukum orang-orang yang memperlakukan bibiku dengan buruk "ucap jaxton dengan tajam.
Dinda terseyum dan mengangguk dia menatap jaxton dengan lembut.
" tentu saja maka dari itu nenek menceritakan semuanya karna nenek ingin kalian memberikan pelajaran untuk mereka semua " ujarnya dengan dingin.
mereka mengangguk setuju dan melihat ke segala arah tapi tidak menemukan orang yang mereka cari.
Dinda yang seolah mengerti dia langsung memberikan kode pada pengawalnya,yang dia keluarkan dari sistem nya.
" bibi dan keponakan kalian sudah ada didalam rumah dan tunggu pengawal menjemput nya " mereka mengangguk dan sudah tidak sabar bertemu dengan bibi dan sepupunya.
Novi dan Calsa yang di panggil oleh pengawal karna atas perintah Dinda mereka merasa penasaran dan langsung turun menuju ruang tamu.
" ibu ada apa ibu..." ucapannya terhenti saat melihat 3 pemuda tampan yang sedang berdiri dan melihatnya dengan wajah senang.
Calsa yang melihat pemuda tampan tertegun, dia melihat ke 3 wajah pemuda itu dengan penasaran siapa mereka.
" Novi dan Calsa kemarilah"suara Dinda menyadarkan mereka berdua dan berjalan kearah Dinda.
setelah itu mereka duduk dan terdiam melihat ke 3 pemuda tampan itu yang terus saja menatap mereka.
" kalian duduk lah,,jangan membuat orang ketakutan dengan tatapan kalian !! "ucap Dinda merasa jengah melihat ke 3 cucunya.
mereka tersadar dan duduk dengan tegak,Dinda menatap wajah Novi dan Calsa dengan serius.
" mereka adalah cucuku,dan Novi dia adalah keponakanmu dan Calsa dia adalah kakak sepupu mu,,"beritahunya.
deg
Novi tertegun dia berdiri dan menatap wajah ke 3 nya dengan mata berkaca-kaca.
" keponakan ku..??? "ucapnya dengan tersenyum bahagia dia menghapus air matanya,dan Tidak menyangka dia punya keponakan yang sudah sebesar ini.
mereka bertiga berdiri dan berjalan memeluk Novi dengan tersenyum manis.
" bibi aku sangat bahagia bibi kembali kerumah,,,dan aku keponakan mu no 3 namaku Felix "ucap Felix memperkenalkan dirinya dengan senang
Novi tersenyum dan menguraikan pelukan mereka dia memandang wajah Felix.
" kamu terlihat gagah dan juga kamu mirip sekali dengan kakek mu " pujinya mengusap rambut Felix.
Felix yang mendapatkan pujian itu merasa bahagia.
tapi jaxton menggesernya dan menatap bibinya dengan tersenyum lembut.
" bibi kenalkan aku keponakan mu yang no 2 nama ku jaxton "ucapnya dengan senang.
mata Novi meneliti wajah keponakannya.
" kamu sangat tampan dan mirip perpaduan kakek dan nenek mu "puji nya pada jaxton.
jaxton mengangguk dia juga tau dia perpaduan kakek dan neneknya.
" bibi aku keponakan tertua mu nama ku Jasper " ucapnya dengan tersenyum tipis.
novi langsung menatap wajah jasper dia masih ingat keponakan nya yang bernama jasper,karna saat dia menikah,,jasper masih kecil.
" kamu sudah besar dan tampan sayang,,,dan wajah mu sangat mirip dengan nenekmu,,,lihatlah wajah kalian terlihat sama " ucap Novi melihat ibu dan jasper dengan serius.
jasper tersenyum bangga,dia memang merasa bahagia karna mirip dengan neneknya.
sedangkan Calsa masih terdiam dia tidak menyangka punya sepupu yang tampan..
" mereka terlihat seperti artis..dan mereka sepupu ku, ntah kenapa aku merasa bahagia punya sepupu laki-laki"gumamnya dalam hati melihat mereka yang bercerita..
" anak-anak nakal lihatlah sepupu kalian terus saja menatap tingkah konyol kalian ber 3 " ucapnya Dinda dengan ketus.
mereka tersadar dan berjalan ke arah Calsa,jasper duduk di sebelah kiri dan jaxton sebelah kanan.
sedangkan Felix berjongkok di hadapan sepupunya mereka melihat wajah sepupu mereka dengan lekat.
" kena..pa..kakak sepupu melihat ku seperti itu " tanya Calsa dengan gugup,terlihat wajahnya memerah karna malu.
mereka terkekeh.
" lihatlah sepupu ku sangat cantik dia terlihat sangat lucu, apakah kamu masih sekolah adik ??" tanya Felix dengan tersenyum manis..
Calsa hanya mengangguk dan tersenyum lembut.
" dia juga terlihat sangat manis ,,adik biarkan besok kakak mengantarmu ke sekolah" ucap jaxton dengan tiba-tiba.
" tidak biarkan aku saja, karna pekerjaan ku besok tidak banyak.." celetuk jasper dengan wajah datarnya.
" tidak biarkan aku saja,,karna kuliah dan sekolahnya searah dengan ku " ucap Felix dengan serius.
Calsa tersenyum kaku dia melihat kearah ibu dan neneknya dengan memelas.
Dinda dan Novi yang melihat itu membuang muka pura-pura tidak melihatnya.
" apa jadinya jika orang-orang tau aku diantar pemuda tampan..?? ya ampun semua pasti akan heboh " gumamnya nya dalam hati,Calsa tidak suka jadi pusat perhatian.
" aku saja yang mengantar mu adik "
" jangan mau diantar kakak,dia orang yng sangat kaku adik,,lebih baik sama kakak aja kakak orangnya humoris "
" tidak jangan mau dengan mereka berdua,mereka terkadang sangat suka membawa mobil dengan mengebut,, biarkan kakak saja "
mereka yang sedang berdebat mendengar suara Kenji yang berteriak dan berlari memeluk neneknya.
" NENEK KU YANG CANTIK...CUCU KESAYANGANMU PULANG "teriaknya dan berlari memeluk neneknya tanpa melihat semua orang.
sedangkan Dinda hanya menggeleng kepalanya dan membalas pelukan cucunya, sedangkan Novi merasa heran siapa pemuda ini fikir nya.
" kamu suka sekali berteriak-teriak seperti orang aneh saja..lihatlah apa kamu tidak malu melihat semua orang sedang memperhatikan tingkahmu " dia mencubit pinggang cucunya dengan lembut.
sontak Kenji meringis dan menguraikan pelukannya,dia melihat seorang wanita yang duduk disamping neneknya.
" siapa dia nek ? "tanyanya meneliti penampilan wanita itu.
" dia itu bibi mu putri kandungku,,dan juga adik kandung ayahmu "beritahu nya dengan jengah.
Kenji yang mendengar itu terkejut dia menatap wajah wanita itu dengan lekat dan wanita itu memang mirip dengan neneknya.
" aapa...???? jadi selama ini aku punya bibi ?? kenapa kalian tidak memberitahu ku ?? apakah ini kejutan?? "tanyanya dengan serius dan berdiri di hadapan bibinya.
mereka meringis melihat kelakukan Kenji, sementara Calsa yang melihat kehadiran Kenji merasa terkejut dia menutup mulutnya.
" dia..??? dia kan orang terkaya yang diperbincangkan disekolah ku ? apa..nenek ku sebenarnya orang terkaya di dunia ??? ya tuhan ini..?? aku merasa tidak percaya semua ini " ucapnya dalam hati memandang ibunya dan Kenji sedang berpelukan.
" bibi tidak menyangka masih mempunyai keponakan yang tampan.."setelah itu dia menguraikan pelukannya dan menatap wajah Kenji dengan serius.
" tentu saja aku yang paling tampan diantara semua saudara ku " jawabnya dengan sombong,dia menyugar rambutnya dengan tersenyum manis.
tapi mendengar ucapan bibinya lagi dia langsung melunturkan senyumannya.
" bibi lihat kamu sangat mirip dengan ayahmu,,dan kalian seperti kembar " ucap Novi dengan tersenyum lembut.
mereka yang mendengar itu ingin tertawa, sedangkan Kenji wajahnya terlihat muram,Novi merasa heran kenapa wajah keponakannya berubah dia merasa yang dia ucapkan tidak ada yang salah.
" aku tidak mau mirip dengan ayah ku,,aku hanya ingin mirip dengan nenekku saja " ucapnya dengan marah dan memeluk neneknya dengan manja.
Novi terdiam dan tidak tau apa-apa dia hanya kembali duduk dan melihat wajah ibunya.
" kamu ini,,memang mirip dengan ayahmu jangan menyangkal lagi " ucap Dinda menepuk pundak cucunya.
" tapi nek,,aku tidak ingin mirip siapapun kecuali nenek " ucapnya dengan cemberut.
Dinda memukul lengan cucunya dan menguraikan pelukannya lagi.
"lihatlah apa kamu tidak merasa malu dengan sepupu mu yang dari tadi terus saja melihat' mu " ucapan Dinda membuat Kenji mencari sepupunya dan disana dia melihat saudara laki-laki nya sedang mengerubungi seorang wanita,,,sontak Kenji berdiri dan berjalan dengan wajah tercengang.
"kamu...!!! jadi kamu sepupuku..?? wahhh aku tidak menyangka dunia sangat sempit aku mengenalmu kamu murid beasiswa di sekolah " ucapnya dia menggeser kakak nya Felix dan berjongkok dihadapannya.
Calsa tersipu melihat wajah tampan sepupunya dan menunduk.
" aku juga tidak menyangka kamu itu sepupu ku " jawab Calsa dengan tersenyum lembut.
Kenji tersenyum bahagia karna sudah lama juga dia ingin memiliki adik perempuan,,kecuali adik pungut yang ada dirumahnya.
" mungkin ini kejutan,,oiya besok sekalian saja kita berangkat ke sekolah bersama kita kan satu sekolah "celetuk Kenji yang membuat ke 3 kakanya melotot.
" tidak bisa !! adik besok aku saja yang mengantar nya " ketus Felix memandang tajam Kenji.
" kamu yang baru datang se enaknya mengucapkan itu,,kami dari tadi sudah berebut mengantar adik sekolah " ujar jaxton dengan sinis. jasper juga mengangguk.
Kenji yang ingin membantah mendengar suara yang familiar,,sontak mereka semua melihat kearah pintu...
sedangkan Rosma yang baru sampai melihat diruang tamu sedang ramai dia merasa heran dan melihat seorang gadis dan wanita disana.
dia mematung melihat wajah mertuanya yang kembali muda,dia menutup mulutnya karna merasa ini mustahil,,tapi dia melihat wanita yang sedang duduk di samping mertuanya.
dia meneliti wajah wanita itu dan matanya melotot dia sangat mengenali wanita itu,,sontak dia berjalan dengan wajah marah dan menatap mereka semua.
" wahh...wahhh...aku tidak menyangka kamu sudah berani kembali ke mansion ini..!!! apakah kamu tidak ingat karna ulahmu kamu membunuh ayah mu sendiri.. bagaimana jika suamiku tau jika kamu sudah kembali " ucapnya dengan angkuh dan dia duduk dengan tegak melihat ibu mertuanya dengan tajam.
karna sebelumnya ibu mertuanya sangat takut dengannya,apalagi jika dia mengancam akan mengadu pada suaminya,dia tidak tau saja ibu mertuanya bukan orang yang sama.
sedangkan Dinda ??? mata nya berbinar dia tidak perlu susah paya mendatangi wanita itu ternyata dia datang dengan sendirinya.
" akhirnya mainan ku datang juga menemui ku " gumam Dinda dalam hati.
novi menegang kaku,nafasnya tercekat dengan ucapan kakak iparnya.
sedangkan 4 pemuda itu yang mendengar ucapan ibunya merasa marah,,tangan mereka mengepal.
" apa maksud ucapan ibu...??? dan juga berhenti lah berbuat keributan disini sebaiknya ibu pergi dari sini..aku tidak menyukai kehadiran mu " ucap ketus Kenji menatap wajah ibunya dengan benci.
mendengar ucapan adiknya mereka mengangguk setuju,Rosma merasa marah mendengar ucapan putra kandungnya sendiri.
" kamu anak durhaka !!! beraninya kamu berbicara seperti itu pada ibu kandungmu..!!! "ucap nya setengah berteriak,dia berjalan dan menatap wajah mertuanya dengan tajamm
" aku tau..pasti kamu kan yang mengajari putraku berbicara seperti itu padaku..!! pasti kamu kan yang menghasut semua putraku agar mereka membenciku" teriaknya dan menunjuk wajah Dinda dengan marah.
mereka yang melihat perilaku ibunya langsung berdiri karena merasa marah .tapi mereka merasa shock melihat neneknya
PLAKKKKKKKKKKK
PLAKKKKKKKKKKK
Dinda berdiri dan menampar wajah Rosma dua kali,dia menatap Rosma dengan tersenyum jijik.
rosma merasa shock dia tidak menyangka mertuanya yang dulunya takut padanya sekarang berani menamparnya,dia juga terkejut melihat perubahan wajah Dinda seperti mereka bertemu pertama kalinya.
" kamu berani menampar ku..??? "teriaknya dia merasakan bibirnya mengeluarkan darah.
Novi menatap wajah ibunya dengan diam,,dan dia juga merasa ibunya sekarang sangat berbeda.
" tentu saja aku berani menampar wanita seperti mu..!! kamu wanita yang tidak tau malu dan berani berteriak padaku seorang Dinda Maharani Blackwood?? ingat .!! kamu hanya wanita miskin yang dipungut oleh putraku,,apa kamu tidak mengingat dari mana asal usul mu dan sekarang kamu berani berteriak dihadapan ku,,kamu tidak pantas meneriaki karna aku adalah seorang wanita yang bermartabat,,dan kamu hanya perempuan miskin yang rendahan..!!! ingat itu kamu hanya wanita miskin yang tidak jelas asal-usulnya!!! "ucap Dinda dengan nada menekan dan menatapnya dengan jijik.
jedarrrrrrrrrrrrtr
nafas Rosma tercekat dia menatap wajah Dinda dengan tercengang,dia sangat membenci jika seseorang mengingatkan dari mana dia berasal.
dia tidak mampu mengeluarkan sepatah kata pun,dia langsung berbalik dan pergi dari sana.
dia menatap kosong ke arah depan dan mengingat dirinya di masalalu.
sedangkan ke 4 cucu dinda hanya terdiam dan menatap kepergian ibu mereka dengan pandangan sulit diartikan.
Calsa dan Novi hanya terdiam,dan ruang tamu menjadi sunyi,Dinda menatap ke 4 wajah cucunya dengan seksama dan wajahnya yang terlihat dingin.
" jika kalian tidak suka aku memperlakukan ibu kandung kalian seperti itu,,lebih baik kejar ibu kalian dan kembalilah kerumah orang tua kandung Kalian,,,dan juga aku tidak suka jika salah satu dari kalian menyimpan kebencian .!!! aku tidak merasa keberatan dengan pilihan kalian lagian sudah sepantasnya kalian berpihak pada ibu kandung kalian sendiri " Dinda mengucap nya dengan santai dan pergi dari sana dengan menyeringai licik.
merek yang mendengar itu tersentak dan tersadar nenek nya sudah pergi dari sana.
" tidakkk..!! aku tidak akan pernah berpihak pada ibu seperti dia..!!! aku sangat malu memiliki ibu sepertinya " ucap jasper dengan tangan mengepal dia merasa marah dan nasib nya sangat tidak beruntung lahir dari rahim Rosma.
dia pergi dari sana,dan besok pagi dia juga akan membicarakan ini pada neneknya.
" aku juga tidak mau mempunyai ibu sepertinya,,,aku lebih baik hidup dengan nenekku dari pada kedua orang tuaku yang sangat serakah itu " ucap jaxton dan pergi meninggalkan mereka.
" apalagi aku hidup satu atap dengan mereka,,!!! lebih baik aku tidak usah punya rumah daripada tinggal dan kembali kesana lagi,,aku sudah sangat muak melihat mereka berdua dan ditambah anak pungut nya itu " ucap Felix dengan rahang mengeras,,dia berjalan dengan cepat menuju kamarnya.
Novi dan Calsa terdiam mereka tidak mengerti kenapa mereka sangat membenci kedua orang tua mereka sendiri.
" bibi,,adikk ayo lebih baik kita istirahat ini sudah larut " ajak Kenji menyadarkan mereka dan mengangguk mereka berjalan dengan fikiran masing-masing.
" apalagi aku sampai mati pun tidak akan mau kembali kesana,,sudah cukup aku mempunyai nenek yang menyayangi ku dan juga nenek sekarang sangat terlihat keren dan hebat" gumamnya tersenyum memasuki kamarnya.
* salam kenal dari Tapsel gunung tua, portibi jae kantor camat****