Tangisan bayi merah itu membuat Kiara menyerah dan menerima keinginan kedua orang tuanya. Menikah dengan ayah kandung dari bayi merah yang baru saja di tinggal kan ibu nya. Kiara mengorbankan cinta dan masa depan nya bersama kekasih hati untuk hidup dengan Bryan dan bayi yang baru saja hadir. Bagaimana kah kisah mereka???? Akankah Kiara kembali lagi ke kekasih nya, atau malah menjalankan rumah tangga bersama Bryan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yora Yul Martika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27
" mah kenapa semua photo Kinan di Turun kan dan....."
" Bryan boleh mama bicara sebentar?" Ajeng membawa Bryan ke ruangan keluarga, yang tentunya tidak Bisa di tolak oleh Bryan. Ada rasa amarah dan jengkel luar biasa di dalam hatinya Bryan tapi tidak bisa dikeluarkan mengingat wanita paro baya yang ada di depan nya sekarang adalah ibu mertuanya , ibu dari kedua istrinya nya Kinan dan Kiara
" Bryan, mama tahu kamu sangat mencintai putri mama yaitu Kinan. Mama bangga dan senang ternyata cinta mu kepada putri mama sangat besar untuk itu mama mengucap terima kasih banyak dan bersyukur ternyata anak kami tidak salah memilih pasangan serta ayah nya mas Roy tidak salah menikah kan kalian , papa mama bangga punya menantu seperti mu nak. Tapi apa kamu lupa nak? Sekarang kamu sudah menjadi suami dari anak papa mama yang lain nya Kiara" ujar Ajeng dengan air mata yang sudah membendung ingin jatuh
" Di saat mama sangat bahagia dan bersyukur Kinan memiliki suami seperti kamu. Disisi lain kami sedih melihat apa yang terjadi di rumah tangga Putri kami yang lain nya Kiara. Di dalam rumah tangga nya , di dalam kediamannya, bahkan di ruangan tidur masih terpajang photo photo wanita lain yang sudah meninggal meskipun itu adalah Kaka kandung nya sendiri, tapi mama tahu bagaimana rasanya menjadi Kiara karena mama juga perempuan nak " sambung Ajeng yang tidak membiarkan Bryan berbicara
" Apa Kiara tahu semua ini ma, dan...."
" Tidak nak, bukan Kiara yang menginginkan nya, bahkan kemarin Kiara menolak saat mama meminta mengganti photo Kinan dengan dirinya . Dan sekarang bahkan dia belum tahu menahu soal ini"ucap mama Ajeng yang di jawab dengan ekspresi bingung Bryan
" Maksud mama Kiara belum pulang?" Bryan baru mengingat jika kepulangan nya untuk menemui Kiara
" Ha' bukanya tadi Kiara ke kantor kamu? Mama kira kalian pulang bersama atau kamu anter Kiara pulang, kemana Kiara " tanya ajeng kepada Bryan
" Hmm seperti nya Kiara lagi bertemu teman nya atau singgah sebentar di suatu tempat mah. Kalau gitu Bryan coba hubungi Kiara dulu ya ma , sekalian Bryan langsung pamit aja assalamualaikum " ucap Bryan membuat Ajeng bingung
" Aneh bukan nya Bryan barusan pulang,lalu untuk apa dia pulang jika untuk pergi lagi? Apa tadi mereka bertengkar dan terjadi sesuatu? Ya Allah lindungilah rumah tangganya Kiara sah Bryan " gumam Ajeng melihat punggung Bryan yang makin menjauh
***
" Hiks hiks hiks hiks " nangis tanpa suara hanya bunyi seduan dan air mata di yang mengalir di pipi.
" Tidak usah malu untuk menangis, menangis lah selagi air mata yang kaluar itu tidak bayar pajak " Bara yang tiba tiba di samping Kiara , membuat gadis tersebut menyeka air mata nya . Gadis? Yah Kiara belum unboxing jadi tidak masalah bukan jika author masih memanggil nya dengan kata Gadis
" Bara , kamu kenapa bisa disini?" Tanya Kiara yang tidak menyangka bara ada bersamanya di taman kota ini
" Ya gimana ya? Kamu itu adalah istri dari abang aku, dari kantor tadi seperti nya kamu lagi galau dan sedih. Jadi untuk menghindari hal yang aneh aneh yang akan menyakiti dirimu sendiri ya sudah aku dengan inisiatif ku sendiri menyusul kamu kesini, gimana aku ipar terbaik bukan?" Tidak lupa di ujung kalimat bara malah memuji dirinya sendiri dengan sedikit cengiran dengan begitu gadis yang menangis di samping nya sedikit tersenyum simpul
" Bara Bara kamu memang berbeda dari kulkas kaki dua puluh pintu tersebut" ujar Kiara yang mulai mencair
" Yah aku memang berbeda dengan nya , tapi ingat jangan sampai jatuh cinta kepada ku, karena aku Sangat tampan dari nya " Bara melekatkan dia jarinya di depan wajahnya sambari tersenyum
" Hahah hahaha Bara bara selain baik kamu juga percaya diri sekali" jawab Kiara menggeleng kepala
" Percaya diri itu sangat penting Ki, termasuk kamu yang harus bicara diri bisa merebut hatinya mas kulkas dua puluh pintu tersebut, aku yakin kamu bisa " ujar Bara berbicara serius kepada gadis yang bergelar Kaka ipar nya itu
" Hmm tadi nya aku yakin bisa merebut hatinya, tapi setelah kejadian tadi aku rasa sangat susah Bar, cintanya untuk mabk Kinan sangat besar bagaimana bisa aku bersaing dengan orang yang sudah meninggal terutama lagi perempuan tersebut Kaka kandung ku sendiri" Kiara berbicara dengan datar dan serius
" Kamu terlalu cepat menyerah Ki, kalau boleh tahu dan kamu mau bercerita. Apa yang telah membuat kulkas tersebut galak seperti singa?" bara melirik Kiara dan menatapnya penuh yakin jika Kiara bebas bercerita apa saja dengan nya
" Photo mbak Kinan, aku tidak sengaja membuatnya pecah. ......" Kiara menceritakan semua nya kepada Bryan dan hal apa yang membuat nya sakit hati adalah tuduhan Bryan yang menyebut Kiara iri
" Aku tahu yang kamu alami barusan tidak lah muda Ki, tapi aku juga tahu jika kamu adalah wanita yang kuat dan cerdas untuk melawan keadaan ini dan berbalik arah " ujar bara kepada Kiara
" Berbalik arah?" Tanya Kiara bingung
" Hmmm jika kamu ingin mengetahui hati dan perasaan mas Bryan lakukan apa yang ia lakukan ke kamu Ki? Berhenti mengantarkan nya bekal , berhenti juga peduli kepadanya dan satu lagi berbicara lah seperlunya setelah itu mari kita lihat reaksi suami mu tersebut " ucap bara kepada Kiara
" Apa kamu yakin Bar?" Tanya Kiara
" Tidak seratus persen, tapi kita tidak tahu bukan? Jika tidak di coba, dari pada tidak sama sekali jadi cobalah , saran ku tidak lah buruk" jawab bara tersenyum
" Kamu benar , ide kamu tidak lah buruk " jawab Kiara setuju mengikuti Ida nya Bara
" Nah ini baru Kaka ipar saya , kamu terbaik ayok Lakukan dengan baik " bara memberi semangat kepada Kiara
****
" Alex akan kembali , mereka tidak akan pernah diam mah " Bram yang kini duduk santai bersama istrinya Astrid
" Papa tidak usah terlalu kwatir pah, bukan kah selama ini Bryan bisa di mengurus segalanya?" Ujar Astrid kepada sang suami
" Iya mama benar, tapi itu dulu di saat belahan jiwa nya pergi, mama tahu sendiri semenjak Kinan pergi anak itu berubah drastis . Dan papa tahu jika Bryan masih sangat mencintai Kinan , meskipun ia sudah menikah dengan Kiara " kekhawatiran sang ayah kepada anak nya
" Kita pun sama sama mengetahui hal tersebut pah, lagi pula mama yakin Kiara mampu menyeimbangi Bryan pah. Oh ya mama hampir lupa bilang, Jika buk Ajeng barusan menghubungi mama, dia melakukan perubahan terbesar di dalam rumah tersebut pah. Buk Ajeng menurunkan semua photo Kinan dan di ganti dengan photo nya Kiara kecuali di kamarnya Alana " ujar Astrid menceritakan yang di lakukan besan nya
" Hal yang bagus dan tepat telah di lakukan oleh besan kita mah. Memang seharusnya seperti ini " pak Bram pun tidak mempermasalahkan semua hal tersebut bahkan mereka terlihat senang dengan apa yang di lakukan Ajeng dan Roy di kediaman Bryan Kiara.
****
Sudah beberapa kali dan bahkan puluhan Kali Bryan mencoba menghubungi Kiara namun nihil tidak ada jawaban dari istrinya tersebut
" Sial kemana dia , apa tadi aku sangat keterlaluan" ujar Bryan di dalam mobil sambil memukul setir yang ada di depan nya
" Apa aku mintak tolong bara saja?" Dengan cepat Bryan juga menghubungi adik nya tersebut namun tidak terhubung karena ponsel milik bara seperti nya mati
" Apa aku pulang ke rumah saja ahhh tidak , jika Kiara belum pulang gimana, apa yang akan aku jawab jika mama papa tanya " Bryan yang kebingungan di mobil dengan cepat ia menekan nomor telepon rumah nya dan berharap para mbak mbak yang bekerja di rumah yang mengangkat telpon tersebut
" Halo "
" Hallo Dengan kediaman ....'
" Apa nyonya Kiara sudah pulang?" Tanya Bryan memotong pembicaraan pelayan tersebut
" Belum pak, nyonya belum pulang pak " jawab pelayan tersebut
" Baiklah " tuttttt Bryan memutuskan panggilan tersebut
" Ahh kenapa Kiara "