Dua bulan lalu, Luella Brynn dipaksa menikah dengan seseorang Bernama Edric Alton yang tidak ia inginkan dan tidak ia kenal. Hanya untuk mengikuti permintaan mendiang orangtua Edric. Pernikahan hanya sebatas formalitas di hadapan orangtua Edric, dan begitu orangtua Edric meninggal. Luella di ceraikan begitu saja oleh Edric. Tidak ada kata perpisahan, hanya ada selembar cek dengan nominal fantastis sebagai rasa terimakasih karena Luella bersedia membantu Edric. Lalu bagaimana dengan kehidupan Luella dan Edric pasca bercerai? Dengan status baru yang akan mereka bawa satu sama lain, sedangkan usia Luella terbilang masih sangat muda bahkan usianya terpaut 15 tahun dengan Edric.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayalifeupdate, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23
Hari ini Edric membawa Luella ke sebuah restoran mewah untuk menikmati waktu makan siang. Sesekali mereka membahas tentang keluarga masing-masing. Meskipun Luella menjadi istri hanya hitungan hari, tapi ia begitu akrab dengan beberapa anggota keluarga Edric.
“Kalau kamu mau, kitab isa berkunjung kesana Luella” ucap Edric.
“Apa tidak masalah Pak?”
“Tidak. Asal kamu jangan memanggil saya Pak, dan jangan bercerita tentang apa yang sudah terjadi diantara kita”
“Baik Pak”
“Selesaikan makanmu, kita akan kesana setelah ini”
Senyum Luella terukir indah, dia akan segera bertemu dengan beberapa keluarga Edric yang dulu begitu menyayanginya.
Luella tidak menyangka jika Edric ternyata memiliki sisi yang cukup pengertian sebagai pria.
“Seandainya dulu kita bertemu disaat yang tepat, mungkin kita tidak akan seperti ini” batin Luella.
Setelah makan siang, Luella dan Edric segera masuk ke dalam mobil kemudian menuju luar kota dengan jarak tempuh sekitar satu setengah jam. Edric mengemudikan mobilnya dengan tenang, sesekali dia menoleh kearah Luella yang terlihat begitu bahagia.
“Luella, saya akan menebus segalanya karena perilaku buruk saya kemarin. Apapun yang akan membuat kamu bahagia, saya akan melakukannya” ucap Edric.
“Terimakasih Pak Edric, tapi saya benar-benar tidak menyalahkan Pak Edric”
“Saya tahu, saya melakukan ini karena kemauan saya sendiri. Jangan hawatir dan jangan sungkan”
“Terimakasih banyak Pak”
“Sama-sama Luella”
Mobil Edric memasuki komplek perumahan mewah. Mata Luella mengamati jalanan berusaha menghafal dengan seksama. Hingga mobil yang ia tumpangi berhenti di depan sebuah rumah yang begitu besar dan mewah.
“Ini rumah Tante Soraya?” tanya Luella.
“Iya sayang” jawab Edric.
Seketika Luella menoleh menatap Edric, ia begitu tercengang mendengar Edric memanggilnya dengan sebutan sayang.
“Hahaha, Luella di depan mereka jangan panggil saya Pak. Tapi sayang, begitu juga dengan saya. Dan jangan menggunakan kata saya, tapi aku” jelas Edric.
Luella mengangguk kecil, kemudian ia segera turun dan mengikuti Edric masuk ke dalam rumah tersebut.
“Edric!” Panggil Soraya.
“Hai Tante, how are you? Tanya Edric.
“I’m good, what about you? Oh my God, Luella sayang”
“Hai Tante Soraya”
Soraya tidak mempedulikan Edric, dia bahkan berlari kecil untuk memeluk Luella. Pelukan hangat yang dulu pernah Luella rasakan, kini ia bisa merasakannya kembali.
Tidak hanya Luella, Soraya juga begitu bahagia ketika bertemu dengan Luella. Bahkan Soraya sampai meneteskan air mata. Satu tahun lamanya, Luella menghilang begitu saja, sementara Edric juga tidak peduli dengan pertanyaannya yang berusaha mencari keberadaan Luella.
“Tante, kenapa nangis?” tanya Luella.
“Tante senang, bisa ketemu kamu lagi” ucapnya sambil sesenggukan.
Luella segera memeluk tubuh Soraya dan berusaha menenangkan. Edric yang menatap pun merasa sangat bersalah, dia benar-benar menyesal karena menceraikan Luella begitu saja.
“Masuk sayang, Edric ayo masuk” ucap Soraya sambil menghapus air matanya.
Tangan Edric mengusap punggung Luella dengan lembut, ia mengetahui jika mantan istrinya juga terbawa suasana sedih tersebut.
“I’m so sorry Luella” ucap Edric sambil mengusap air mata Luella.
“It’s okay” bisiknya lirih.
Edric menggandeng tangan Luella kemudian masuk ke dalam rumah Soraya, mereka berkumpul di ruang keluarga. Soara menceritakan kesedihannya saat kehilangan jejak Luella.
Dan setelah itu Edric menjelaskan jika dia dan Luella sempat bermasalah, hingga keduanya harus menjauh satu sama lain.
“Tapi kalian baik-baik saja kan?” tanya Soraya.
“Kami baik Tante” jawab Edric sambil merangkul Luella.
Soraya tidak melihat ada kebohongan, Edric dan Luella memang terlihat begitu natural saat memerankan karakter sebagai suami istri. Meskipun Luella begitu gugup saat harus menyentuh Edric.
“Tante gak mau tahu, kalian harus tidur disini” ucap Soraya.
“Oke Tante” jawab Edric cepat.
Luella menatap Edric, kemudian Edric mengedipkan matanya. Seolah mengerti, Luella mengikuti apapun yang Edric inginkan.
“Ayo, kalian istirahat di kamar. Tante antar”
“Oke, ayo sayang” ucap edric sambil mengulurkan tangannya.
Soraya merasa bahagia melihat kebersamaan Edric dengan Luella, jika dulu Edric begitu membenci Luella, tapi saat ini Edric terlihat begitu mencintai Luella.
Tatapan tajam itu sudah tidak terlihat, begitu juga Luella tidak begitu tegang saat bersama Edric, begitu berbeda dengan Luella yang dulu seperti ketakutan sat melihat Edric.