NovelToon NovelToon
You Are My Destiny

You Are My Destiny

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Cintapertama / Berondong
Popularitas:695
Nilai: 5
Nama Author: nunna namjoon

seorang mahasiswi yang menjalin hubungan yang rumit dengan seseorang tentara .. apakah mereka akan berakhir sampai menikah ? ... entahlah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nunna namjoon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18

"Permisi tuan muda, ini beberapa berkas yang harus anda periksa? " Ucap sekretaris tuan min yang sekarang sementara menjadi sekretaris hajun.

"Eemm bolehkan saya meminta laporan keuangan 5 bulan belakangan ini? " Pinta hajun.

"Baik, segera akan saya serahkan" Jawab sekretaris sambil berlalu meninggal kan ruangan hajun.

"Aku penasaran apa saja yang sudah di lakukan nenek sihir itu, kau kira akan semudah itu mengusai perusahaan, tunggu hingga kau menyesali semuanya MINHAA" Gerutu hajun penuh dengan kemenangan.

*******

"Kalian ke arah sana, dan sisanya ikuti aku ke arah barat " Ucap suga memimpin.

Suga dan para rekannya mendapat perintah untuk pergi ke sebuah acara peresmian perpustakaan baru dan lumayan lengkap di Busan karena di kabarkan ada sebuah bom yang tersebar di beberapa titik di dalam perpustakaan, sehingga suga dan timnya harus berhati-hati dan teliti.

Sudah 24 Bom rakitan yang sudah di dapat, menurut pendeteksi bom masih ada bom utama yang di sembunyikan. Sementara waktunya tinggal beberapa menit lagi.

Di sisi lain ternyata Gea dan yoona berada di situ juga namun ia tak tahu jika suga yang bertugas di sekitar situ.

"Kenapa banyak sekali polisi di sini, bukankah perpustakaan ini akan di buka, aaahh aku sudah tak sabar menunggu acara openingnya kenapa kita tak boleh masuk" Gerutu yoona.

"Permisi pak, sebenarnya ada apa kok banyak sekali polisi di sini" Tanya Gea ke salah satu polisi yang berjaga.

"Maaf nona sebaiknya anda menjauh menuju tempat evakuasi, karna tempat ini di kepung oleh bom rakitan yang sewaktu-waktu bisa membahayakan orang sekitar " UCap polisi tersebut.

"Whatttt!!! Sebaiknya kita pergi dari sini Gea, aku tak mau mati muda" Ajak yoona karena ketakutan.

"Kalau boleh tau, siapa yang memimpin kalian ? " Tanya Gea sekali lagi.

"Maaf kamu tak bisa memberi tahumu karena ini tugas negara dan juga rahasia" Jawab polisi itu.

Gea nampak gelisah, ia segera mengeluarkan ponselnya untuk menelfon suga namun tidak di angkat, beberapa kali Gea menelfon suga namun tetap tak ada jawaban.

"Sebaiknya nona-nona secepatnya pergi ke tempat evakuasi, mari saya antar" Ajak polisi tersebut.

Sementara suga dengan kecakapan dan kemampuan super teliti nya di perintahkan untuk menjinakkan bom utama yang sudah di temukan di tengah- tengah tumpukan buku di gudang perpustakaan.

Dengan sangat hati-hati ia memilah milah kabel yang terhubung, suga sangat gugup namun ia tetap harus berkonsentrasi demi nyawa orang banyak.

2 kabel sudah terputus namun  waktu tetap berjalan hingga akhirnya ia harus memilih satu lagi untuk di potong, dengan keyakinannya akhirnya bom itu dapat di jinakkan, waktu yang terdapat di atas bom terhenti, namun  bom itu sensitif terhadap sentuhan.

Suga membawa bom itu keluar dengan menggunakan peralatan yang memadai dan berjalan sangat pelan agar bom tersebut tak goyang dan tak bergeser dari tangannya.

Semua tim dan komandannya sama-sama merasa tegang melihat bom utama yang sudah keluar dari gedung dan suga berhasil menaruhnya di kotak tempat bom akan di ledakkan.

Seketika tubuh suga lemas setelah berhasil membawa bom itu keluar.

"Kerja bagus kapten aku bangga padamu" Ucap beberapa anggota timnya.

"Kau selalu melakukan pekerjaan mu dengan tenang suga, selamat atas kerja kerasmu" Ucap komandannya suga.

Suga hanya tersenyum sambil melihat satu persatu semua anggota timnya.

Batin suga "Gea aku masih hidup sayang"

Pekerjaan suga memang penuh resiko dan harus bertaruh nyawa, salah sedikit saja bisa berakibat fatal untuk semuanya, namun ia jalani dengan sepenuh hati demi negaranya.

Saat kembali ke camp, suga memeriksa handphone nya yang ia letakkan di laci kantornya, nampak di layar ponselnya sudah ada 60 panggilan dari gea.

Akhir nya ia menelfon balik Gea.

suga : "kau dimana?

Gea : "kenapa kau tak mejawab telfonku hah, apa kau tak melihat aku kwatir pada mu" (Ucap Gea dengan nada menangis di sebrang sana)

suga : " Kenapa kau menangis? Siapa yang menyakitimu, beri tahu aku sekarang kau dimana, aku akan kesana! "

Gea :" Kau jahat suga, kau jahat" (Yang masih menangis malah semakin menjadi)

suga : "kirimkan aku lokasimu aku segera kesana"

Setelah menutup telfon suga bergegas dengaan terburu-buru menuju mobilnya dan melajukan mobilnya dengan cepat.

Beberapa menit kemudian ia sampai di taman sesuai share loc yang di berikan Gea.

"GEAAAA" teriak suga yang menemukan Gea tengah menangis di sebuah pondok di taman.

Gea yang menyadari kedatangan suga langsung berlari dan memeluk suga dengan erat.

"Heyy, kau kenapa sayang, apa aku punya salah denganmu, maaf karena tak menjawab telfonmu, karena aku... " Belum sempat suga melanjutkan ucapannya langsung di potong oleh Gea.

"Bagaimana jika kau mati, aku tak sanggup melihat mu bersama bom bom itu" Ucap Gea yang semakin menangis dihadapan suga.

"Maafkan aku Gea, pekerjaan ku menuntutmu harus melakukan itu semua, akupun tak sanggup jika harus berjanji untuk selalu berada di sampingmu" Ucap suga lembut yang semakin mengeratkan  pelukan nya ke Gea.

"Tidak..... Tidak boleh!! Kau harus berjanji padaku, jika kau akan selalu di sampingku" Titah Gea yang masih menangis.

Suga melepaskan pelukan dan menangkup wajah Gea dengan kedua tangannya.

"Lihatlah wajahmu membengkak ketika menangis" Ucap suga.

"Ini semua gara-gara kau yang membuat ku menang... "

Sebuah ciuman singkat tiba-tiba mendarat di bibir Gea.

"Sekali lagi kau mengomel aku akan memakan bibirmu yang menjadi canduku Gea" Ucoa suga dengan menatap sayu ke arah bibir Gea dan mengusapnya lembut.

"Kau.... "

Sebuah lumatan langsung suga berikan ke bibir ranum gea. Mereka saling melumat cukup lama hingga Gea merasa kehabisan oksigen dan memukul mukul dada bidang suga.

"Haaahh hhaahh aku kehabisan nafas" Ucap Gea dengan terengah-engah.

"Aku lapar temani aku makan okay" Sahut suga sambil merangkul pundak Gea dan membawanya pergi dari taman.

Sesampainya mereka di sebuah resto kecil di pinggir jalan, suga memesan beberapa Teoppokki dan ceker ayam pedas kesukaan Gea.

"kau cantik  hari ini "  Ucap suga sambil memandangi Gea.

"Kau memuji atau meledekku hah, aku habis menangis hampir setengah hari di taman gara-gara kamu" Jawab Gea sedikit kesal.

"Mau kau habis menangis atau apapun itu kau tetap cantik di mataku" Sahut suga sambil tersenyum.

Mereka berbincang hingga makanan sudah di hindangkan di meja mereka.

"Apa kau kapten suga yang hebat itu, wajahmu nampak sama dengannya" Ucap bibi pemilik resti yang menaruh pesanan suga di atas meja.

"Iya saya suga, senang bertemu denganmu" Ucap suga dengan sopan.

"Wahh aku tak salah, kau selalu menjadi idola untuk putraku, tahun ini ia baru masuk di Akademi Militer, dan dia sempat melihat kemampuan mu yang luar biasa, mohon bantuannya kapten untuk putraku" Ucap bibi itu.

"Terimakasih, sudah sepatutnya saya mengajarkannya untuk menjadi lebih baik" Ucap suga.

"Silahkan  di nikmati kapten" Jawab bibi sambil berlalu meninggal kan mereka berdua.

"Kau cukup populer ya di kalanngan Militer" Ucap Gea dengan memandangi wajah suga sambil tersenyum.

"Aku tau aku tampan, tak usah memandangku seperti itu" Ucap suga sambil menyodorkan  semangkuk Teoppokki untuk Gea.

"Kau terlalu Percaya diri untuk semua hal SAYANG" Titah Gea yang menggoda suga .

"Hah kau memanggilku apa, aku tak mendengarnya coba ulangi sekali lagi" Ucap suga yang menggoda Gea kembali.

"Sudahlah aku mau makan hahaahaha"  Goda Gea yang di iringi gelitin dari suga.

.

..

.

.

. BERSAMBUNG....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!