NovelToon NovelToon
Sistem Peningkatan Kekayaan

Sistem Peningkatan Kekayaan

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Crazy Rich/Konglomerat / Kaya Raya
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Demon Heart Sage

Gu Yanqing hidup miskin, tanpa latar belakang, tanpa peluang.
Hingga suatu hari, Sistem Peningkatan Kekayaan aktif—memberinya kesempatan untuk naik kelas, selama semua yang ia peroleh masuk akal dan sah.

Dari nol ke kaya, dari diremehkan ke dikelilingi orang-orang yang terlihat tulus.
Tapi di dunia uang dan status, kepercayaan punya harga.

Dan saat harga itu terlalu mahal, tidak semua orang sanggup membayarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Demon Heart Sage, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8 : Tekanan Balik

Area publik buruh di sekitar Dongkou Port terlihat sama seperti biasanya.

Kedai-kedai kecil tetap buka. Asap makanan berminyak bercampur bau laut. Buruh keluar masuk dengan wajah lelah, sebagian berhenti sebentar sebelum giliran kerja berikutnya. Tidak ada yang tampak berubah di permukaan.

Namun Gu Yanqing merasakannya.

Tatapan yang terlalu cepat berpaling. Percakapan yang terhenti begitu ia mendekat. Jarak yang tercipta tanpa alasan jelas.

Ia bertemu Chen Baojun di kedai langganan mereka dulu.

Chen Baojun duduk di sudut, punggungnya sedikit membungkuk. Tangannya memegang gelas teh yang sudah dingin. Saat melihat Gu Yanqing datang, ia berdiri setengah, lalu duduk kembali. Gerakannya canggung.

“Kau…” Chen Baojun berhenti. “Kau baik-baik saja?”

“Baik,” jawab Gu Yanqing singkat.

Chen Baojun mengangguk, lalu menoleh ke arah jalan. Pandangannya gelisah, seolah menunggu seseorang muncul.

“Aku dengar…” Chen Baojun menurunkan suara. “Kau ke biro tenaga kerja.”

Gu Yanqing tidak menyangkal. “Ya.”

Chen Baojun terdiam beberapa detik. Rahangnya mengeras.

“Itu… berani,” katanya akhirnya. “Tapi sekarang situasinya tidak sama seperti dulu.”

“Tidak pernah sama,” jawab Gu Yanqing.

Chen Baojun menghela napas pelan. “Maksudku… ada orang yang tidak suka namanya disebut.”

Ia tidak menyebut siapa. Ia tidak perlu.

Gu Yanqing menatapnya tanpa ekspresi. “Kau ingin mengatakan apa?”

Chen Baojun menggenggam gelasnya lebih erat. “Aku hanya ingin kau… hati-hati.”

Kalimat itu terdengar seperti nasihat. Namun nada di baliknya adalah jarak.

Sebelum Gu Yanqing sempat menanggapi, suara langkah berat terdengar dari belakang.

Wang Jicheng.

Ia datang tanpa pengumuman, mengenakan jaket kerja gelap. Wajahnya santai, bahkan tampak ramah. Ia berdiri di samping meja mereka, menepuk bahu Chen Baojun dengan ringan.

“Baojun,” katanya, nada suaranya akrab. “Lama tidak bertemu.”

Chen Baojun tersentak kecil. “Mandor Wang.”

Wang Jicheng tersenyum, lalu mengalihkan pandangan ke Gu Yanqing. Tatapannya berhenti sejenak, menilai.

“Anak muda,” katanya perlahan. “Kau kelihatan sehat.”

Gu Yanqing mengangguk tipis. “Terima kasih.”

Wang Jicheng duduk tanpa diminta. Ia menyandarkan tubuhnya ke kursi, seolah tempat itu miliknya.

“Aku dengar kau sibuk akhir-akhir ini,” lanjutnya. “Mengurus hal-hal lama.”

Nada suaranya ringan. Tidak ada tuduhan. Tidak ada ancaman.

Namun setiap kata terasa terukur.

“Hal lama sering kali belum selesai,” jawab Gu Yanqing.

Wang Jicheng tertawa kecil. “Itu tergantung siapa yang melihat.”

Ia menatap Chen Baojun sekilas, lalu kembali ke Gu Yanqing.

“Anak muda seperti kau masih punya masa depan,” katanya. “Kadang, terlalu fokus ke belakang membuat orang salah langkah.”

Ia berdiri, menepuk meja dua kali.

“Pikirkan baik-baik,” tambahnya. “Dunia ini tidak besar. Orang-orang saling mengenal.”

Ia pergi begitu saja, meninggalkan bau rokok tipis dan suasana yang membeku.

Chen Baojun menunduk. Wajahnya pucat.

“Maaf,” katanya pelan. “Aku tidak bisa ikut campur.”

Gu Yanqing berdiri. “Aku tidak memintamu.”

Ia meninggalkan kedai tanpa menoleh.

Beberapa langkah kemudian, panel sistem muncul sekilas di sudut pandangnya.

[ Peringatan Lingkungan ]

Tekanan Eksternal Terdeteksi

Panel itu menghilang secepat ia muncul.

Gu Yanqing terus berjalan.

Ia sudah mengerti satu hal: tekanan ini bukan kebetulan. Lingkungan mulai bergerak. Dan peringatan tanpa ancaman langsung adalah bentuk yang paling berbahaya.

....

Malam menyelimuti kota Linhai dengan tenang yang menipu.

Gu Yanqing berjalan pulang menyusuri trotoar sempit. Lampu jalan menyala redup, bayangannya memanjang di aspal basah. Suara kota meredam perlahan, berganti dengan langkah kakinya sendiri.

Percakapan di kedai berulang di kepalanya, namun tanpa emosi.

Nada Wang Jicheng yang santai.

Pilihan kata yang terdengar seperti nasihat.

Tatapan Chen Baojun yang menghindar.

Tidak ada satu pun kalimat yang melanggar hukum. Tidak ada ancaman yang bisa dicatat. Namun justru karena itu, tekanannya nyata.

Ia memahami logikanya dengan jelas.

Jika ia mundur sekarang, pesan akan tersebar lebih cepat daripada gugatannya. Bahwa sedikit tekanan sosial cukup untuk membuatnya diam. Bahwa langkah hukumnya hanya gertakan.

Diam bukan berarti patuh.

Ia memilih tidak bereaksi. Tidak membalas. Tidak menunjukkan ketakutan. Setiap respons emosional hanya akan memberi pihak lawan celah.

Panel sistem muncul sesaat, pasif seperti biasa.

[ Status Lingkungan ]

Tekanan meningkat

Tidak ada intervensi otomatis

Gu Yanqing tidak membutuhkan intervensi.

Ia sampai di persimpangan jalan, berhenti sejenak, lalu berbelok menuju gang sempit menuju tempat tinggal sementaranya. Di dalam dadanya, tekadnya tidak goyah. Justru mengeras.

Tekanan ini adalah konfirmasi.

Jika langkahnya salah, tidak akan ada yang peduli.

Jika langkahnya tepat, reaksi pasti datang.

Saat itulah ponselnya berdering.

Nomor tak dikenal.

Ia menjawab tanpa ragu.

“Gu Yanqing?” suara perempuan terdengar formal. “Ini dari RS Linhai No.2.”

“Ya.”

“Kami perlu mengingatkan kembali soal biaya operasi Li Shumin,” lanjut suara itu. “Jumlah yang harus disetorkan tetap seratus delapan puluh ribu yuan. Batas waktunya…”

Ia berhenti sejenak.

“Empat puluh delapan jam.”

Panggilan berakhir.

Gu Yanqing berdiri diam di bawah lampu jalan. Wajahnya tetap tenang. Tidak ada perubahan pada ekspresinya.

Di depannya, Dongkou Port Group mulai bergerak.

Di belakangnya, rumah sakit menutup pintu dengan angka.

Dua tekanan datang bersamaan.

Dan waktu, sekali lagi, tidak berpihak padanya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!