Chuzuru seorang wanita cantik di Negeri Sakura, dan selalu membawa pedang Katana Hitam pekat, kemanapun dia pergi. Selain cantik, dia pegang nama besar keluarganya, yang bernama Handoyo, sebagai Samurai Sejati di Tokyo, jelas sangat di hormati banyak orang, bahkan termasuk Kaisar Negeri tersebut, tidak luput dapat hormat darinya. Selain itu, dia sudah bertunangan orang hebat, bahkan kadang-kadang dijuluki pasangan serasi. Akan tetapi hidupnya langsung berubah, saat dirinya melabrak seorang pria pekerja kasar, memukul pantatnya, tanpa pikir panjang, siapa pria yang melecehkan dirinya, ia langsung menyerahkan pihak kepolisian, agar dia di penjara. Hal inilah membuat Kota Tokyo terancam bahaya, oleh pria pekerja kasar, membuat dirinya harus menikah orang tersebut, dan segera memutuskan tunangan yang dia cintai, karena betapa bahaya pria pekerja kasar itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon uwakmu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17 Teman lama
"Maafkan aku agak telat, lagipula untuk apa aku harus hadir di rapat ini?" Tanya Hamzah, dia pun masih menguap, seolah-olah tidak akan ada masalah, kalau dirinya telat.
"Apakah kamu tidak tahu? Dalam rapat kali ini, putramu bermasalah di Negeri orang!" Balasan Pak menteri Luar Negeri.
"Kamu ini, ingin bicara apa? Katakan dengan jelas, emangnya Putra ku, melakukan kesalahan apa? Hingga Kabinet Negara seperti anda marah." Tanggapan Hamzah, dengan bersikap santai, seolah-olah masalah Putranya adalah hal biasa.
"Kekaisaran Jepang, mengetahui Putramu keturunan bangsa ras Iblis, apa tanggapan mu soal ini?" Tanya Menteri pertahanan, dengan bersikap tegas.
"Benarkah... Anak ku sungguh berani, ternyata dia sudah besar rupanya." Ujar Hamzah, dan keliatannya dia masih santai dan justru sangat bangga kepada anaknya.
Semua orang yang ada di Ruangan rapat Istana Negara, merasa heran dengan sikap Hunter Hamzah, membuat Presiden angkat bicara, agar Hamzah tahu segalanya. "Hunter Hamzah terhormat, masalah Putra mu sungguh besar, sebagai orang tua, kamu masih bersantai."
"Emangnya, apa yang kamu cemaskan Pak Presiden? Boleh aku tahu." Ucapan Hamzah.
Dengan berhelap napas, Pak Presiden membalas berkata. "Negara Republik Indonesia yang kita cintai ini, akan di anggap penghianat, oleh organisasi PBB. Dan seluruh Negara benua, akan menyatakan perang, ke negara kita. Saat itu terjadi, Indonesia akan lenyap."
"Jadi apa keputusan kalian? Dalam rapat ini." Ujar Hamzah, lagipula dia belum tahu, keputusan mereka gimana?
Dengan pedenya, Menteri pertahanan berkata. "Kami tetapkan hukuman mati kepadamu, dan juga Istrimu, dalam masuk berita Internasional, agar seluruh dunia tahu, Negara Republik Indonesia, di anggap berhasil menangkap kaum Iblis, bersama antek-anteknya, dan kami dan seluruh Negara dunia, membunuh anak Iblis itu secepatnya, dengan melakukan itu, sebagai simbol perdamaian."
"Wow... Itu keputusan hebat Pak Menteri, itu sangat luar biasa, apakah kamu tahu dampak yang kamu terima?" Tanya Hamzah bertepuk tangan diruangan rapat Istana Negara, seolah-olah dia setuju atas ide ya.
"Jelas aku tahu, yaitu perdamaian, tidak akan pernah dampak apapun kepada Negara, jadi... Serahkan nyawamu, demi bangsa dan Negara." Ucapan Menteri pertahanan dengan bangga.
Setelah ucapan itu, para prajurit Tentara Indonesia, berbagai arah mengepung Hamzah, dengan senapan mocong senjata api ke arah kepadanya. "Ternyata kamu sudah persiapkan segalanya, itu bagus sekali Pak Menteri, aku suka kinerja mu." Puji Hamzah, dengan sikap sombongnya.
"Hunter Hamzah, apa kamu punya pesan terakhir sebelum di bawa pergi dari sini." Ucapan Menteri pertahanan, yang begitu sombong, dan seharusnya Indonesia sudah melakukan hal ini dari dulu.
"Aku bisa katakan ini padamu, bersiap-siaplah diamuk oleh anakku, dan Indonesia adalah Negara yang pertama kali di hancurkan olehnya, kamu sendiri paham, seberapa kuatnya anakku, ditambah lagi dendam yang dia bawa, setelah tahu aku dan Istriku, mati dibunuh kalian, dan Indonesia tidak akan lama lagi dilenyapkan, saat itu terjadi, jangan sesali keputusan mu, karena kamulah yang anggap kami musuh." Terang Hamzah, dia pun melangkah keluar dari rapat, bersama rombongan prajurit Tentara Indonesia.
Mendengar terang itu, Presiden Republik Indonesia berkata. "Apa maksudmu? Negara pertama kali dihancurkan." Membuat langkah Hamzah dan para prajurit TNI berhenti.
"Akhirnya kamu sadar, daripada orang-orang tolol didekat mu, jadi aku tidak menyesal memilihmu, aku tahu, kamu akan menjadi pemimpin hebat di masa depan, yang aku banggakan. Teman lama, apakah kamu sehat?" Ujar Hamzah, tanpa berbalik badan, dan keliatannya Hamzah mengenali Pak Presiden Republik Indonesia.
"Hunter Hamzah, Jawab aja pertanyaan ku." Desak Pak Presiden.
Akan tetapi Menteri pertahanan menolaknya. "Pak Presiden, orang ini sangat keterlaluan, sebelum anda duduk di sini, dia memaksa Pak Presiden terdahulu, untuk menerima bangsa ras Iblis di Negara Republik Indonesia, sehingga Tio Satrio lahir sebagai keturunan Iblis, yang dibenci oleh Umat Manusia. Kami semua bangsa dan Negara, harus pura-pura sayang kepada Tio, dengan berikan fasilitas terbaik untuk dia."
"Pak Menteri, kamu juga baru di sini, kamu tidak paham, apa yang terjadi di masa lalu? Bahkan sebaiknya kamu tanyakan juga, kepada Pak Menteri pertahanan sebelumnya, aku dengar dia berkata jujur dalam cerita di masa lampau." Saran Hamzah, masih dalam bersikap santai.
"Dia itu sudah aki-aki, bahkan ingatan kurang sehat, terkadang suka bicara melantur, tentang Hunter 300 orang, terbunuh oleh bayi, sehingga pemerintah Republik Indonesia, tidak ingin mengganggunya, selama dua puluh tahun." Terang Pak Menteri pertahanan. "Justru sebaliknya, kita jangan ganggu dia, biarkan dia nikmati hari tuanya, bersama cucu-cucunya." Sambungnya.
Setelah mendengar itu, Pak Presiden menyuruh Pak Menteri pertahanan diam. "tutup mulutmu! Aku ingin dengar jawaban dari dia!" Bentaknya.
Karena Presiden tahu, tentang cerita Hunter 300 orang terbunuh, dan itu bukanlah cerita melantur, melainkan kenyataan terjadi di masa lampau, sebelum dia naik jabatan, karena ada sebuah catatan di loker kantornya.
Selama abad-abad Loker itu, tidak pernah pindah tempat, dan ada pesan kecil di dalamnya. "Selama telah menjadi orang nomor satu Indonesia, sebelum pergi bertugas, sebaiknya baca catatan presiden terdahulu. Selama menjadi orang nomor satu Indonesia, kamu mulai mencatat isi kinerja mu, karena Loker ini, adalah prasejarah."
"Pak Presiden kamu membela dia, karena dia teman lamamu!" Penolakan Pak Menteri pertahanan, karena dia merasa, dirinya di sudutkan.
Gara-gara perkataan itu, seluruh Kabinet Negara, sangat tidak suka kepada Presiden, karena berani memarahi bawahan, demi teman lama.
"Aku bukan sedang membelanya, dan Hunter tiga ratus orang terbunuh, emang kenyataan di masa lampau, sebelum aku duduk di sini, aku tahu teman lama ku, menikahi bangsa ras Iblis, dan mulai tidak menyukainya, sekaligus anaknya, merupakan penyebab para Hunter tiga ratus orang terbunuh, saat itu banyak berita berusaha menutupinya, agar masyarakat Indonesia, tidak terlalu memikirkannya." Terang Pak Presiden. "Tapi sebagai orang seperti ku, dan tahu persis gimana kejadian itu terjadi, sekali lagi! Itu fakta, Pak Duwik Adana, salah satu Menteri pertahanan terdahulu, tentang dia sering melantur para Hunter tiga ratus orang terbunuh, dialah yang bertanggung jawab, untuk bayar santunan kepada pihak Keluarga yang di tinggalkan, hingga dia hampir menjadi gila!" Sambungnya.
Mendengar fakta itu, seluruh Kabinet Negara, terjadi hening seketika, dan tidak tahu harus ngomong apa?
"Jadi itu nyata... Ini sungguh tidak mungkin, Tio Satrio mampu membunuh para Hunter tiga ratus orang." Ucapan Menteri pertahanan, sehingga kaki lemas, dan terduduk.
"Dan kalian tahu, Hunter yang dibunuh anakku, merupakan Hunter peringkat S loh." Tanggapan Hamzah.
Membuat ruangan rapat, semakin cemas. "Artinya Tio Satrio, mampu meratakan satu Negara, ini sungguh menakutkan." Ujar Pak Menteri Keuangan, dan tangannya pun, tidak berhenti bergetar.