terlihat siluet laki laki tinggi tegap berdiri di balkon dengan kemeja hitam tertiup angin, mata tajam nya tampak melihat hamparan pohon menjulang tinggi, tampak tangannya memegang besi balkon dan tangan lainnya memegang ponsel tampak menelepon seseorang, "sudah saatnya kau kembali, aku yang akan menemuinya secara langsung" tegas tak terbantahkan "baik" sahut orang di seberang sana.
seorang gadis dengan senyum manis sedang mengobrol dengan teman sebaya nya duduk tenang di bangku taman universitas, tampak sesekali tertawa ceria.
takdir apa yang akan menemukan mereka? akan ada banyak plotwis dan intrik,ikuti kisah mereka disini. stay tune
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon er_riri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 18
Sekretaris Seth dan dua pengawal mendekat, sekretaris Seth langsung memerintahkan pengawal untuk mengambil belanjaan Bila dan meletakkan di mobil, dan satu pengawal tetap tinggal untuk berjaga jaga jika ada suatu hal yang tidak terduga terjadi mengingat suasana masih tampak memanas dengan posisi Gama dan Bila berhadapan dengan tangan Gama yang tadinya di pinggang beralih ke bahu Bila, mengguncangkan sedikit untuk menyadarkan Bila bahwa dia sedang dalam bahaya " siapa dia sayang?" masih bertanya karena bukan jawaban Refan yang dia inginkan. " teman sekolah saya tuan" Bila berbisik. sekretaris Seth tampak memberikan kode mata untuk dia segera pergi dam memberikan kartu pada kasir untuk membayar, "baiklah tuan jaga Bila baik baik, saya undur diri". Gama menggerutu " memangnya kapan aku tidak berbuat baik padamu, kau istriku tentu saja aku akan menjagamu sebaik baiknya, memangnya aku pernah berbuat jahat padamu?" ucap Gama dengan tatapan dingin, Bila tampak takut dan melirik sekretaris Seth dan ketika matanya beradu " bantu saya sekretaris Seth, bagaimana saya menghadapi tuan mu", " entahlah nona" sekretaris seth menaikkan bahunya.
sekretaris Seth masih setia berdiri di tempatnya, menikmati situasi yang tidak biasa, dimana Gama yang biasanya bersikap tegas ketika ada yang tidak sejalan dengan apa yang dia inginkan. tapi kini situasinya berbeda, tuan mudanya tampak menahan diri tapi tetap saja terlihat seperti bara api yang siap membakar apa saja semua tergantung sikap dan tindakan nona muda nya.
Bila memaksakan diri untuk tersenyum, " maafkan saya tuan muda" dengan suara bergetar takut, bahkan tangannya ikut Tremor. dia masih berfikir keras agar Gama tidak salah faham, dan tiba tiba saja Bila mencium bibir Gama dan berbalik berjalan cepat ke arah toilet. Seperti yang Bila harapkan tindakan Bila yang spontan itu membuat Gama terdiam lalu tersenyum, memegangi bibirnya dan berjalan menuju tempat duduknya yang tadi. Sekretaris Seth tampak tersenyum melihat tingkah tuan muda dan nonanya yang seperti remaja baru jatuh cinta walau memang kenyataannya begitu, tampak lucu di mata sekretaris Seth dimana yang dia tahu tidak pernah sekalipun Gama membiarkan perempuan mana pun mendekati apalagi menyentuhnya bahkan dia akan menunjukkan ekspresi jijik dan tidak segan memerintahkan Seth untuk mengusirnya.
baru kali ini Seth melihat tuan mudanya berlaku seperti manusia pada umumnya,Seth mendekati Gama "kau lihat itu Seth, apa yang harus aku lakukan, bagaimana dia bisa menggemaskan begitu" tersenyum, "iya tuan muda, sepertinya nona sudah membuka hatinya" Seth menimpali, "tapi siapa dia? Kenapa dia mendekati istriku Seth?" dingin. "saya akan memberikan informasi tentang dia secepatnya tuan", sekretaris Seth langsung mengirim pesan pada bawahannya untuk memulai penyelidikan pada Refan.
Bila mencuci tangannya, wajahnya masih merah menahan malu mengingat kejadian tadi, bagaimana aku menghadapi nya? Akankah dia marah setelah aku permalukan tadi, kenapa aku menciumnya ohh betapa gilanya aku!, menutup wajah dengan kedua tangannya. Baiklah akan ku hadapi semua, persetan dengan harga diri, tohh aku sudah tidak memilikinya. aku akan meminta maaf bila perlu aku akan memohon berlutut tidak perduli banyak orang yang melihat. Padahal semenjak sekertaris seth memasuki toko, dia membawa keamanan mall untuk mengosongkan toko yang di masuki Gama dan Bila agar menjaga semuanya tetap berjalan baik tanpa ada gosip miring. Jadi di sana hanya ada Refan dan satu kasir , yang bahkan kasir tersebut sudah di peringatkan oleh sekretaris Seth agar tidak tersebar kabar apapun tentang kehidupan pribadi Gama, apalagi Gama memang menginginkan hanya orang tertentu yang dapat mengenali istrinya agar dia tetap aman.