NovelToon NovelToon
Sang Penjaga (The Guardian)

Sang Penjaga (The Guardian)

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Fantasi Timur / Penyelamat / Romansa Fantasi / Action / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Abdullah Perwira Ginting

100.000 tahun yang lalu, dunia ini telah ditaklukkan oleh sebuah sekte bernama Sekte Sang Raja! Pemimpinnya dijuluki Huang atau Sang Penjaga. Huang telah menjelajahi dunia dan menciptakan legendanya sendiri.

Hingga suatu saat ia pergi dari dunia untuk menjelajahi dunia lain. Sebelum kepergiannya, ia mewariskan posisinya kepada para muridnya yang ia pilih. Selama 10.000 setelah kepergiannya, dunia masih baik-baik saja.

Hingga pada tahun 10.001 setelah kepergiannya, portal raksasa terbuka diberbagai penjuru dunia, makhluk-makhluk aneh dan menyeramkan keluar dari portal itu, membunuh dan membantai apapun yang mereka lihat. Orang-orang menyebutnya, RAS IBLIS!

Sejak saat itu, dunia yang dulunya damai dan tentram, kini kembali kedalam kekacauan, demi melindungi dunia sekte Sang Raja jatuh hingga titik terendah dan memaksanya untuk menutup diri. Kini 90.000 tahun lagi telah berlalu, dunia hampir sepenuhnya dikuasai oleh ras iblis.

Huang kembali, tapi orang sudah hampir lupa dengannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abdullah Perwira Ginting, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Pertandingan perebutan gelar untuk pemimpin aliansi Darah Legenda akhirnya dimulai. Satu-persatu para peserta mulai berguguran. Sejauh ini belum ada pertarungan yang menarik perhatian, bisa dibilang pertarungan biasa-biasa saja. Ke-enam peserta terkuat yang digadang-gadang salah satunya akan menjadi pemenang pun menjatuhkan lawan mereka dengan sangat mudah.

Setelah dua jam, pertandingan akhirnya masuk ke babak yang dinantikan, keenam peserta terkuat tersisa saling melirik dan tidak sabar untuk naik keatas panggung. Hanya saja, Long Hu bersikap biasa saja dan santai. Tapi dibalik itu sebenarnya dia juga memperhatikan lawan-lawannya.

Han Li kembali mengundi nama peserta, "Pertandingan selanjutnya, Xu Sha dari Sekte Pedang surgawi melawan Zhang Zi dari Kekaisaran Zhang!"

Huo Ling terlihat kecewa melihat itu, ia berharap dirinyalah yang akan bertanding dengan Xu Sha karena sebelumnya menyindir dirinya.

Zhang Zi tersenyum sinis, ia naik keatas arena sambil berkata, "Kudengar Xu Sha adalah genius dari Sekte Pedang Surgawi. Mari lihat, apakah kekuatanmu cukup untuk disebut genius."

Xu Sha naik dan membalas, "Terlalu memuji, pangeran Zhang Zi."

Xu Sha tidak berniat basa-basi sama sekali, dia jelas tahu kalau Zhang Zi ini kuat, dan dia bukan lawan yang dapat diremehkan.

Han Li berdiri diantara kedua orang itu, "Pertandingan dimulai!"

Xu Sha langsung menghunuskan pedangnya, mengeluarkan salah satu tehnik terkuatnya tanpa basa-basi, "Pedang pengguncang bumi!"

Pedang besar terbentuk diatas kepala Xu Sha, menebas ke arah Zhang Zi dari atas kebawah.

"Wah wah wah, langsung mengeluarkan tehnik kuat seperti ini. Tampaknya genius sekte pedang surgawi sangat serius, tapi..."

Bang!!

Zhang Zi menahan pedang besar itu tepat diatas kepalanya menggunakan kedua tangannya.

"Tehnik ini masih kurang kuat untuk mengalahkanku!"

Pyarr

Zhang Zi meremas pedang itu dan hancur seperti kaca.

Xu Sha jelas kaget, tadi itu adalah 50 persen kekuatannya, tapi ditahan dengan mudah oleh Zhang Zi.

"Xu Sha, keluarkan yang lebih kuat lagi." Ucapnya meremehkan.

Xu Chang bahkan sedikit tidak percaya melihat itu, apa lagi bocah Zhang itu meremehkan muridnya, membuatnya berpikir kalau Zhang Zi ini sepertinya sangat kuat.

"Sesuai keinginanmu! Tehnik pedang surgawi bentuk pertama, pembelah laut!"

Kekuatan spiritual yang besar dikerahkan oleh Xu Sha pada tehnik ini. Pertarungan ini tidak bisa dibiarkan lama-lama, Xu Sha tahu dirinya pasti akan kalah. Satu-satunya cara mengalahkan Zhang Zi adalah dengan pertarungan kilat. Begitulah Xu Sha berpiki.

"Tehnik biasa."

Swoshh

Zhang Zi menghindari tehnik itu dengan santai. Bekas tehnik Xu Sha terlihat jelas memanjang hingga menabrak dinding arena. Orang-orang pun bersorak, menyemangati Xu Sha dan ada pula yang mencibir nya diam-diam.

Tehnik demin tehnik di keluarkan oleh Xu Sha, hingga lima belas menit kemudian. Namun tidak ada satupun yang berhasil melukai Zhang Zi. Xu Sha jelas tidak terima ini, pangeran Kekaisaran Zhang ini terlihat hanya bermain-main saja dengannya.

"K-kau... bagaimana kau bisa menahan semua serangan ku!" Ucap Xu Sha lemah, nafasnya terengah-engah dan kelelahan.

Zhang Zi tersenyum sinis, "Simpel saja, itu karena aku jauh lebih kuat darimu."

Zhang Zi kemudian mengeluarkan pedangnya yang dari awal pertandingan tidak pernah ia keluarkan. Sontak saja itu menarik perhatian orang-orang.

"Karena kau adalah pendekar pedang, maka aku akan mengalahkan mu menggunakan pedang. Akan kutunjukkan apa itu tehnik pedang sesungguhnya!"

Siiinggg!!!

Satu tebasan bagaikan kilat, berhasil membuat Xu Sha terdiam dengan mata melotot, dua detik kemudian ia jatuh tak sadarkan diri dengan luka menganga dibagian perutnya.

Semua orang melihat sangat terkejut, terkecuali Huang. Matanya hanya sedikit menyipit melihat itu.

"Muridku!!"

Xu Chang langsung melompat keatas arena dan menutup lukanya dengan beberapa totokan dibagian tubuh untuk menghentikan pendarahannya.

"Pemenangnya Zhang Zi! Pemimpin Xu Chang, rawatlah murid anda."

"Orang lemah." Zhang Zi meremehkan sebelum turun dari atas arena.

Xu Chang mendengar itu dengan jelas, ia ingin marah tapi karena memang muridnya telah kalah, dia tidak bisa berkata apapun. Diatas arena, kekuatan lah yang berbicara!

Setelah arena dikosongkan, Han Li kembali mengambil undian, "Pertandingan selanjutnya, Huo Ling dari Sekte Phoenix Abadi melawan Lin Fan dari sekte Gunung Suci!"

Kedua pemuda itupun menaiki arena, ketika Han Li mengatakan mulai, Lin Fan meletakkan gada besarnya di samping dan melipat tangannya di dada.

"Aku beri kau tiga jurus pertama untuk menyerang ku dan aku tidak akan melawan atau menghindar." Ucapnya sambil memejamkan mata.

Huo Ling langsung terpancing, 'orang besar itu meremehkanku? Lihat bagaimana aku mencabik-cabik tubuh besarmu itu!'

Huo Ling membatin marah.

"Baik! Jangan sampai kau menyesal nanti!"

Dengan sayap Phoenix nya yang tajam, ia menghujani Lin Fan bagaikan ribuan anak panah dari atas langit. Namun, hanya suara dentingan yang terdengar ketika bulu-bulu tajam itu menghantam tubuh Lin Fan.

Benar-benar Gunung Suci! Orang itu melatih tubuhnya sampai lebih kuat dari besi. Pikir Huo Ling.

Huo Ling kembali melakukan serangan lain, hingga tiga serangan berturut-turut, serangan sayap Phoenix nya tidak ada satupun yang berhasil melukai Lin Fan, sementara orang besar itu hanya diam ditempat tanpa melawan.

"Kesempatan mu sudah habis, sekarang giliranku!"

Lin Fan meraih gada nya dan mulai mengayunkan nya pada Huo Ling. Huo Ling jelas langsung menghindar, dia tidak mau jadi burung geprek karena dipukul gada besar sialan itu.

Namun yang mengejutkan, ketika Huo Ling berhasil menghindari serangan gada itu, dari sisi lain tinju Lin Fan datang dan menghantam tepat wajahnya.

Baaam!!

Gigi Huo Ling bahkan terjatuh, matanya mendelik tidak percaya dan akhirnya ia dilempar ke belakang dan terpental-pental beberapa kali hingga keluar dari arena.

Setelah mengalahkan Huo Ling, Lin Fan menatap Zhang Zi dan mengirimkan tanda jempol kebawah pada nya. Zhang Zi memutar matanya malas melihat orang besar itu.

"Pertandingan selanjutnya! Long Hu dari Sekte Sang Raja melawan Wang Yan dari Kekaisaran Wang!"

Wang Yan menggeleng kecewa dan sangat menyayangkan. Sepertinya, harapannya untuk bertarung dengan pangeran Kekaisaran Zhang pupus sudah. Kecuali dia bisa mengalahkan Long Hu, namun Long Hu sendiri kekuatannya sudah tidak bisa ia lihat, apalagi dia juga bisa berjalan diatas udara dengan santai, jelas sekali kalau Wang Yan hanyalah semut dimata Long Hu.

Namun demi nama baik Kekaisaran Wang, dia tidak bisa mundur dan mengaku kalah. Sebagai seorang pangeran, meskipun nantinya dia kalah, dia harus kalah sebagai kesatria yang terhormat.

Tapi sayang sekali, baru beberapa detik setelah pertarungan dimulai, dia merasakan sangat sakit dibagian perutnya. Matanya melotot hampir keluar, lutut Long Hu menghantam perutnya dan mengirimnya langsung ke dunia mimpi.

Orang-orang bahkan tidak mengerti apa yang baru saja terjadi?

BERSAMBUNG!!

1
Nanik S
Lanjutkan Tor
Nanik S
Lanjutkan
Nanik S
Uhuk... uhuk... sialan cacing kecil
Nanik S
Hadir
Haryati Tti
mantap 👍💪💪
Haryati Tti
gas💪
Haryati Tti
mantap 👍
Haryati Tti
👍
Haryati Tti
mantap
Haryati Tti
mantap 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!