Karena kesalahpahaman, Anindia harus menikah dengan cowok yang paling tidak disukainya, Keanu si badboy sekolah. Mereka tidak pernah akur, bahkan Anindia selalu menghindari Keanu.
Tapi, malang tidak dapat ditolak, untung tidak dapat diraih. Mereka terjebak dalam kesalahpahaman yang fatal, dan sekarang mereka harus terpaksa menikah.
Anindia, siswi paling pintar di sekolah, harus menikah dengan Keanu, sang ketua geng sekolah yang terkenal dengan keberanian dan kenakalannya.
Mereka harus merahasiakan pernikahan mereka setidaknya sampai hari kelulusan. Tapi di sekolah, Keanu justru membuat pernyataan bahwa Anindia adalah pacarnya.
Apakah Keanu dan Anindia bisa merahasiakan pernikahan mereka?
•••
"Gue memang badboy, tapi setidaknya gue bukan playboy. Kenapa gue berani ngomong kayak gini?"
"Karena gak ada seorangpun yang bisa bikin hati gue luluh selain lo, Nindi."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NdahDhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 1: Si pintar dan si badboy sekolah
Di sebuah sekolah menengah atas di kota Jakarta, murid-murid sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Ada yang membaca buku di perpustakaan, berkumpul di kantin, bahkan sekedar bergosip di dalam kelas masing-masing.
Layaknya sekolah pada umumnya, setiap sekolah pasti memiliki murid yang berprestasi dan juga kebalikannya. Seperti di kelas XII IPA-2 misalnya, ada dua murid yang begitu mencolok. Keduanya memiliki kontras yang sangat jauh berbeda.
Anindia Hastari, seorang gadis cantik berusia 17 tahun yang selalu menjadi bintang kelas karena prestasinya. Ia selalu menduduki peringkat pertama di dalam kelasnya, serta selalu memenangkan olimpiade matematika tingkat sekolah.
Anindia memiliki rambut hitam panjang yang tergerai bebas di punggungnya, bulu mata yang lentik, serta mata yang ekspresif membuatnya terlihat cantik secara fisik meskipun tubuhnya tidaklah tinggi. Sifatnya yang ramah, membuat Anindia begitu dikagumi oleh teman-teman lainnya.
Tapi dibalik keramahannya itu, Anindia sangat tidak menyukai seseorang. Tidak suka disini bukan berarti benci. Anindia hanya berusaha menjauh dari pemuda itu sebisanya, karena mereka berdua tidak pernah akur sejak awal bertemu di SMA itu. Meskipun ada saja pertengkaran kecil yang terjadi di antara keduanya.
Ya, pemuda yang dimaksud adalah Keanu Zeydan Pratama, atau yang kerap disapa dengan panggilan Keanu.
Keanu berusia 18 tahun. Ia mempunyai tubuh tinggi dan atletis, rambutnya yang berwarna hitam jatuh di dahinya layaknya seorang aktor Korea. Bahkan gadis-gadis tergila-gila dengan pesona yang ditampilkan Keanu.
Tapi siapa sangka, dibalik ketampanannya, Keanu justru bersikap sebaliknya. Ia memanfaatkan ketampanannya itu untuk menikmati kenakalan. Baginya, masa remaja itu harus dibuat untuk bersenang-senang bukan untuk prestasi.
Keanu atau lebih dikenal sebagai 'si badboy sekolah', sering kali membuat kerusuhan hingga membuatnya berakhir di ruang BK. Bukan sekali dua kali, tapi sudah berkali-kali. Bahkan, guru-guru pun mulai lelah menghadapi kenakalan nya.
Keanu sempat hampir dikeluarkan dari pihak sekolah, tapi karena orang tuanya memohon dan berjanji akan perubahan Keanu, mereka pun akhirnya memberikan kesempatan. Harap-harap Keanu akan berubah, tapi harapan itu hanya sebuah harapan saja. Pasalnya, Keanu tetap saja membuat kerusuhan di antero sekolah.
Seperti saat ini misalnya, Keanu sedang dikejar oleh satpam sekolah karena mencoba untuk melompati pagar, tujuannya tak lain adalah untuk membolos jam pelajaran. Karena ketahuan, Keanu pun dikejar oleh satpam itu. Aksi kejar-kejaran pun berlangsung dramatis, pasalnya sang satpam bukan sekedar mengejar, melainkan sembari membawa sebuah sapu lidi di tangannya.
"Keanu! Mau kabur kemana kamu!!" Teriak sang satpam yang sudah sangat mengenali Keanu.
Keanu pun berlari sebisanya. Untungnya saat itu di lapangan sekolah sangat sepi karena pembelajaran yang sedang berlangsung, sehingga membuat Keanu bisa berlari dari kejaran satpam yang membawa sapu lidi itu.
Keanu berlari ke arah belakang sekolah, ia bersembunyi di balik sebuah pohon rindang. Ia merasa jantungnya yang berdegup kencang karena lelahnya berlari. Ia berdiri tegak tepat di batang pohon besar itu, dengan nafas yang tersengal-sengal berharap tidak ketahuan oleh sang satpam.
Keanu mencoba untuk mengintip dari balik pohon. Dan benar saja satpam itu sudah berlari ke arahnya. Keanu pun langsung berlari kembali melewati belakang kelas yang berjejer panjang itu, ia tidak ingin tertangkap oleh sang satpam lagi.
Sementara satpam itu baru saja tiba di belakang sekolah, ia mulai terengah-engah ketika mencoba untuk menangkap Keanu. Tapi karena sudah tugasnya, satpam muda itupun langsung kembali mengejar Keanu dan berharap bisa menangkapnya kali ini.
Sementara itu di dalam kelasnya, Anindia yang fokus pada pelajaran pun fokusnya buyar seketika saat melihat Keanu berlari di samping kelasnya. Tak lama dari situ, diikuti seorang satpam yang mengejarnya sembari mengangkat sapu lidi itu ke atas.
Kelas Anindia dan Keanu berada di lantai bawah, dengan bagian jendela belakang mengarah langsung ke arah tembok pembatas sekolah. Teman-teman sekelasnya pun langsung menoleh ke arah suara. Bahkan, guru yang mengajar pun langsung menghentikan sejenak kegiatan menulisnya di papan tulis, ia pun langsung menggelengkan kepalanya melihat tingkah salah satu muridnya itu.
Anindia pun langsung menggelengkan kepalanya, merasa tidak habis pikir dengan tingkah teman sekelasnya itu. Ia pun tidak menghiraukannya lebih lanjut, baginya pelajaran hari ini jauh lebih baik.
"Baik anak-anak, kembali fokus pada materi!" Ujar guru itu untuk mengembalikan fokus mereka.
Pembelajaran pun kembali berlangsung seperti biasanya, meskipun ada sedikit kendala karena ulah Keanu tadi. Guru menjelaskan serta murid-murid memperhatikan dengan baik.
"Anindia dan Dara, tolong ambilkan buku paket sebanyak kalian di perpustakaan, nak." Titah guru itu setelah menjelaskan materi.
"Baik Bu," ujar Anindia dan Dara serempak.
Mereka pun langsung berdiri dan berjalan menuju perpustakaan. Dara merupakan sahabat Anindia sejak SMP, kedekatannya dengan Anindia membuat guru-guru juga lebih mengenali Dara mengingat Anindia yang begitu populernya di sekolah.
"Nindi, lo heran gak sih sama si Keanu. Kok dia itu bisa ya jadi langganannya Pak satpam, dikejar terus haha!" Ujar Dara ketika mereka sedang berjalan di koridor sekolah.
"Ya heran sih. Tapi untungnya apa buat aku? Biarin aja lah, yang penting aku gak berurusan sama dia." Ujar Anindia dengan nada santainya.
"Haha iya iya," ujar Dara dengan tawa kecilnya.
Mereka pun akhirnya tiba di dalam perpustakaan, Anindia dan Dara pun langsung menuju ke arah petugas perpustakaan untuk mengkonfirmasi tujuan mereka. Setelah disetujui, mereka berdua pun berjalan menuju rak buku fisika sesuai perintah guru mereka tadi.
Anindia dan Dara mengambil buku itu sebanyak murid di kelas mereka. Mereka menghitung kembali agar tidak ada buku yang selip. Setelah dirasa pas, mereka pun kembali ke meja petugas perpustakaan untuk menandatangani pinjaman buku kelas.
Setelah selesai dengan segala sesuatunya, mereka berdua pun langsung beranjak menuju ke kelasnya.
"Dar, kamu duluan aja deh. Ini soalnya tali sepatu aku lepas," ujar Anindia pelan sembari meletakkan buku itu di atas meja terdekat lalu berjongkok untuk mengikat tali sepatunya.
"Barengan aja deh Nin. Masa iya perginya barengan baliknya sendiri," ujar Dara lirih yang kini berhenti di depan meja itu juga.
Tidak ada jawaban apapun dari Anindia, ia terlalu fokus pada tali sepatunya. Setelah beberapa saat, ia pun kembali berdiri dan langsung meraih buku-buku di atas meja itu.
"Udah, ayo!" Bisiknya.
Mereka pun kembali melangkahkan kakinya keluar dari perpustakaan. Anindia berjalan di depan, sementara Dara mengikuti di belakangnya. Baru sampai di depan ruang perpustakaan, tiba-tiba saja Keanu berlari secepat kilat.
"Awas woi!" Ujar Keanu sambil menyuruh Anindia untuk menepi.
Tapi terlambat, Keanu yang hilang kendali langsung menabrak Anindia, membuat Anindia terjatuh dengan buku-buku nya juga.
Braakk!!
"Aduhh!" Rintih Anindia yang terjatuh.
"Ya ampun Nindi, lo gapapa?" Ujar Dara yang langsung membantu Anindia untuk berdiri.
Anindia tidak mengatakan apa-apa, rasa marah, kesal, dan sakit kini menjadi satu. Ia pun berhasil berdiri setelah Dara menarik tangannya. Ia menoleh ke arah pemuda itu dengan tatapan tajam, seakan tidak terima dengan tindakan Keanu tadi.
"Heh! Kamu itu bisa gak sih, sehari aja gak cari masalah sama aku?!!" Omel Anindia sambil berkacak pinggang.
"Lagian lo yang halangi jalan gue, jadinya kan hilang kendali gue." Ujar Keanu tak mau kalah yang juga terjatuh duduk di atas lantai.
"Aku?" Ujar Anindia sambil menunjuk dirinya sendiri. "Kamu yang menabrakku! Kamu gak liat apa aku lagi bawa buku!"
"Heh, kalo lo gak berdiri di situ. Gue gak bakalan nabrak lo!" Ujar Keanu yang berusaha untuk membela diri.
Anindia mendengus kesal. Ia pun tidak menanggapinya lagi, baginya pelajarannya jauh lebih penting daripada harus berurusan dengan Keanu. Ia pun kembali berjongkok untuk mengambil buku-buku yang berserakan itu, dibantu oleh Dara.
Keanu pun langsung berdiri dan mencoba untuk berlari lagi. Tapi percuma saja, karena satpam itu sudah menangkapnya. Satpam itu pun menjewer telinganya erat karena geram dengan tingkah Keanu yang tidak ada habisnya.
"Aduh Pak ampun-ampun!" Ujar Keanu yang terkejut dan merasakan sakit di telinganya.
"Capek saya kejar kamu! Mau coba kabur kemana lagi, hmm?" Ujar sang satpam. "Liat ini! Gara-gara ulah kamu, kamu akhirnya menabrak teman kamu!"
"Aduh-aduh ampun Pak, jangan di jewer. Sakit!" Ujar Keanu memohon, ia mulai merasakan panas di telinganya.
"Ayo ikut saya!" Ujar satpam itu yang masih menjewer telinga Keanu dan menariknya menuju ruang BK.
Anindia dan Dara yang sudah mengambil kembali buku-buku itu pun langsung menoleh ke arah Keanu. Anindia menggeleng singkat dengan perasaan kesal yang membara. Sementara Dara, gadis itu langsung mencoba menahan senyumnya ketika melihat Keanu yang dimarahi oleh sang satpam.
"Dar, ayo cepat balik ke kelas. Ntar kita dimarahi lagi," ujar Anindia yang tidak menyadari ekspresi wajah Dara.
"Iya, ayo-ayo." Ujar Dara pada akhirnya setelah berusaha menahan tawanya.
Kedua gadis itu pun berjalan menuju ruang kelas, dengan setumpuk buku dalam rangkulan masing-masing. Setibanya di kelas, mereka pun langsung membagikan buku-buku itu kepada teman sekelasnya. Setelahnya, mereka pun duduk di bangkunya masing-masing dan kembali mengikuti pelajaran yang sedang berlangsung.
...✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧...
Jam istirahat pun tiba, Anindia dan Dara kini sudah berada di kantin untuk menikmati jam istirahat mereka. Mereka tidak hanya berdua, melainkan dengan dua teman kelasnya juga. Mereka duduk dalam satu meja, diiringi dengan pembahasan ringan tentang materi hari ini.
"Materi tadi sulit banget gila-gila, otak gue gak nyampe!" Ujar salah satu teman cowok Anindia, Yudhi.
"Sulit apanya? Materinya gampang kok," ujar Anindia sambil mengaduk minumannya dengan sedotan.
"Yee, lo kan pintar, Nindi. Lah gue, nilai aja pas-pasan." Balas Yudhi.
"Makanya belajar Yudhi, jangan tidur mulu di kelas!" Ujar Dara dengan tawa ringan.
Sementara Edo, ia hanya menggeleng singkat menanggapi arah pembicaraan teman-temannya. Di antara mereka berempat, hanya Edo lah yang paling irit bicara. Pertemanan mereka bermula sejak awal pertemuan di SMA itu, tepatnya saat masih duduk di kelas satu. Dan sejak itu juga, pertemanan mereka semakin erat saja sampai saat ini.
Saat itu, tiba-tiba saja mata Anindia menangkap Keanu dan dua orang temannya berjalan ke arah kantin. Anindia bisa melihat jelas bahwa Keanu masih merasa kesal, terlihat jelas dari ekspresi wajahnya.
"Gara-gara tu cewek gue jadi di tangkap sama Pak Satpam! Jadinya kan gue kena skors sama guru BK!" Ujar Keanu yang terdengar jelas di telinga Anindia.
Mendengar hal itu, Anindia pun langsung berdiri dan tanpa aba-aba langsung berjalan ke arah Keanu dengan tatapan kesal. Teman-temannya yang melihat itu pun langsung terkejut, mata mereka mengikuti ke arah Anindia berlalu. Dan benar saja, Anindia terlihat kesal dan sedang berhadapan langsung dengan si ketua geng sekolah.
"Heh! Maksud kamu apa ya nyalahin aku kayak gitu?!" Ujar Anindia tidak terima. "Kamu yang menabrakku tapi malah nyalahin aku!"
"Heh, ini semua gara-gara lo tau gak? Kalo aja gue gak nabrak lo, gak bakalan gue ketangkep!" Ujar Keanu dengan tatapan tajam ke arah Anindia.
"Ya salah kamu sendiri! Ngapain bolos coba?" Ujar Anindia tidak mau kalah.
Semua pasang mata langsung tertuju pada keributan kecil mereka. Bahkan teman-teman Anindia pun langsung berlari ke arahnya, berusaha untuk menenangkan gadis itu.
"Lo gak usah ikut campur urusan gue, Anindia." Ujar Keanu penuh penekanan dengan nada dinginnya.
Tanpa kata lagi, Keanu pun langsung berbalik pergi diikuti teman-temannya yang meninggalkan senyuman miring sebelum akhirnya berlalu.
"Tenang Nindi, tarik nafas... Hembuskan tahun depan." Ujar Yudhi yang sempat-sempatnya bercanda.
"Bego, kalo ngomong di jaga!" Ujar Edo yang sedari tadi diam sambil memukul kepala Yudhi pelan, mengingat candaan Yudhi terlalu berlebihan.
"Yee, gue cuma pengen menghibur kok. Malah kena geplak!" Ujar Yudhi sembari menggosok kepalanya, dan langsung ditanggapi tawa oleh Dara.
"Makanya jangan sembarangan, Yudhi." Ujar Dara yang masih tertawa.
"Udah-udah ah, kalian ini juga malah ribut. Ya udah balik ke kelas, yuk. Ntar udah bel," ujar Anindia menengahi perdebatan kecil di antara teman-temannya.
Tanpa kata lagi, Anindia pun langsung melangkahkan kakinya menuju ke kelasnya. Diikuti dengan teman-teman nya yang menyusul di belakangnya. Anindia mencoba untuk menenangkan diri dan memfokuskan diri pada pelajaran selanjutnya. Meskipun ia sempat berdebat dengan si ketua geng sekolah sebelumnya.
^^^Bersambung...^^^