Fuxin (70 tahun), seorang Queen Mafia asal Tiongkok yang tidak begitu terkenal geng Mafia nya. Meninggal karena habis usia, tidak terima harus masuk neraka karena merasa dia tidak pernah berbuat kejam.
Maka Kakek langit memberinya sebuah misi untuk pergi ke dunia Beastman. Dengan misi harus menjaga dunia dari kepunahan, dia di bekal dengan sebuah sistem melahirkan banyak keturunan.
Siapa takut? Tidak tahu saja pekerjaan lainnya selain sebagai Queen Mafia Gadungan adalah sebagai Sugar Mommy.
"Banyak sekali laki-laki tampan yang Sixpack di sini?!"
"Kamu imut sekali! Bulu dan kuping nya sangat lembut!" -Fuxin.
"Kakak, aku belum dewasa!" Jantan yang belum dewasa dengan merona.
[ Tuan rumah tolong serius! Jangan mengoleksi suami terus, tidak tahu ya sedang misi? ]
"Kamu pikir aku sedang apa? Tentu saja membuat keturunan untuk misi!"
Sistem menghela napas, entah Kakek langit terlalu tepat memilih host atau emang perempuan ini agak eror...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAS( BY.AR), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18 Kawin (/^-^(^ ^*)/
Ciuman yang terasa panas dan menuntut terasa menggairahkan. Hingga beberapa waktu kemudian ciuman berakhir, Fuxin cukup jago berciuman tau? Baru sekali ciuman Ye Ling sudah terlena dan tidak sabar.
Fuxin merasa senang mempermainkan jantan birahi yang sedang malu-malu ini, rasanya menggemaskan---
[ Tingkat birahi sudah 90%, jika mencapai 95% tuan tidak akan bisa menahan keganasan nya ]
Oke, sebaiknya dia mulai serius!
Fuxin pikir jantan di dunia ini tidak tau caranya pemanasan, namun jika pemanasan terlalu lama birahi jantan akan akan tak terbendung lagi.
Maka Fuxin menggunakan cara yang paling profesional dan menggoda.
Saat mereka sudah berpindah ke ranjang batu, Fuxin langsung naik ke atas tubuh Ye Ling. "Ah Ling, biar aku dulu yang memulai yaa...Aku agak takut, ini yang pertama untuk ku~ "
Wajah keduanya memerah, Ye Ling mengangguk dengan setuju. Dia pikir dia juga tidak memiliki pengalaman, jika mengikuti insting kejantannya-- ia takut menyakiti Fuxin.
Fuxin duduk perut sixpack Ye Ling, menyentuh dan menduduki perut sixpack jantan tampan ini, rasa panas dalam tubuhnya seperti berkali-kali lipat.
Fuxin melepaskan kulit binatang yang menutupi bagian bawah Ye Ling. Begitu terbuka, Fuxin terperangah dan tubuhnya membeku. Ini bukan sekedar timun jumbo lagi, namun sudah bisa di sebut belalai gajah.
Gluk~
Fuxin sedikit frustasi. Sepanjang pengalaman nya menjadi Sugar Mommy, dia belum pernah menghadapi belalai gajah the real.
Namun ingat, harus profesional! Fuxin menghela napas pelan, huh... Dia mengambil belalai gajah itu, bahkan lehernya tidak bisa di genggaman diameter nya seperti nya dua kali tangan nya saat memegang.
'Ayo coba...' Batin Fuxin pasrah.
Goresan... Goresan...
Goresan lembut antara kulit berbentuk panjang dan satu lagi berbentuk membulat.
'Ukhhh~'
Fuxin dan Ye Ling merasakan kenikmatan, Fuxin terus menggesekkan nya hingga beberapa saat kemudian cuuurrr~ air kental keluar dan itu membasahi kedua nya.
"Hah~ hah... Ukhh~" Ye Ling bingung, bukan kah seharusnya 'itu' nya di masukan ke dalam 'anu' nya Fuxin? Namun kenapa hanya di gesekan, walaupun memang terasa nikmat namun dia berpikir apakah Fuxin tidak ingin menjadikan nya Jantan miliknya?
"Ukh!" Ye Ling tersentak, saat dia melihat nya, Ye Ling menyaksikan betina itu sedang berusaha memasukkan nya. Sepertinya dia benar-benar kesakitan, Ye Ling yang tidak bodoh pun tahu ukuran 'anu' nya dan 'anu' nya Fuxin terlihat bagaikan ular anak konda masuk ke sarang ular kelinci.
Beberapa menit kemudian terdengar sebuah jeritan tertahan, saat 'anu' Ye Ling sudah masuk sedikit dan membelah tubuh Fuxin. Jeritan rasa sakit sudah tak bisa di tahan lagi, melihat betina nya kesakitan--- kesadaran Ye Ling yang tertimbun gairah mulai naik ke permukaan.
"Jangan bergerak!" Seru Fuxin. "Ini sakit, biar aku yang melakukannya. Aku bisa melakukan nya~"
Ye Ling menghapus air mata Fuxin dengan perasaan bersalah dan iba, tidak lama kemudian Fuxin mulai bergerak. Beberapa gerakan pelan hingga akhirnya dia dapat merasakan kenikmatan nya.
Meskipun mentok hanya setengah, namun Ye Ling merasakan sesuatu... Kenikmatan yang lebih besar dari sekedar gesekan tadi.
Saat Fuxin mulai menambahkan tempo, Ye Ling sudah kehilangan kendali. Dia bangkit dan memimpin layaknya jantan asli dan mulai mendominasi Betina nya.
Gua yang biasanya hening dan dingin kini terasa begitu hangat-- eh ralat! Maksudnya panas untuk Ye Ling rasakan. Hatinya mulai terisi dan bersemangat jika hal panas ini akan selalu ada setiap malamnya, ini menjadi pekerjaan yang menyenangkan dengan betina nya.
Pagi hari nya.
Fuxin membuka matanya dan merasakan sensasi nyeri di tubuhnya, terutama bagian bawah yang semalam telah teraniaya. Dengan berusaha Fuxin mencoba bangun melihat sekitar dan tidak menemukan Ye Ling.
'Dimana jantan itu? Haishh... Sudah dapat enak malah pergi, dasar jantan!'
Namun setelah Fuxin mengatakan itu dalam hatinya, Ye Ling datang dengan penuh kasih membantu nya duduk dengan lebih nyaman.
"Fuxin, apakah kamu ingin makan?"
Fuxin bersandar ke dada Ye Ling dengan malas, "mmm... Tubuhku sakit." Keluhnya dengan manja. Sulit di percaya jika tadi dia masih membicarakan nya namun sekarang sudah bermanja kepadanya.
"Yang mana? Apa pinggang mu? Maafkan aku, aku... Aku akan lebih lembut." Ye Ling memijat punggung Fuxin dengan pelan, Fuxin merasa cukup nyaman dan memejamkan mata.
Ye Ling membiarkan Fuxin memejamkan matanya kembali. Sementara Fuxin nampak akan tertidur lagi, Ye Ling senyum-senyum mesem. Rasanya tidak percaya, baru bertemu kemarin malam, dan semalam mereka sudah menjadi pasangan.
Dia pikir dia akan sendiri selamanya, namun siapa sangka ada betina yang berani dan baik kepadanya. Tidak hanya ramah dan perhatian, tapi juga begitu cantik dan menggemaskan. Rasanya seperti mendapat Bulan runtuh.
"Tidurlah sebentar, setelah itu makanlah sesuatu." Bisik Ye Ling pada Fuxin yang mulai memejamkan mata kembali.
***
Komentar dan Like yang banyak, Oke!!!
Readers: 'anu' apa Thor?
Author: Adalah pokoknya