Follow IG Author : @_anita.rai
Nayra rela mengorbankan cinta pertamanya dan menikah dengan Rama yang tidak lain adalah suami dari kakak kandungnya sendiri, Aisha.
Aisha meninggal dunia setelah melahirkan putri pertamanya. Dan sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, Aisha berpesan kepada Nayra untuk menjaga bayinya. Menurut Aisha, hanya Nayra lah orang yang paling tepat menjadi ibu sambung bagi bayinya.
Apakah Rama dan Nayra akan bahagia menjalani pernikahan mereka?
WARNING!!
Banyak mengandung bawang.
Siapkan tisyu dulu yah sebelum membaca... 😂
Budayakan LIKE di tiap eps sbg bentuk dukunganmu terhadap penulis dan novel ini... TQ 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anita R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu Kembali
Setelah meminum obat dari dokter, sepanjang perjalanan Kyara tertidur dengan pulas di pangkuan Mbak Santi. Mbak Santi pun ikut memejamkan matanya. Mang Dudung mengemudikan mobil dengan perlahan karena pada saat itu hujan turun dengan deras. Jalanan pun jadi macet dibuatnya.
Rama yang saat itu duduk di sebelah Mang Dudung, melempar pandangannya ke luar jendela yang ada di sampingnya. Rama mengamati rintik-rintik air yang jatuh membasahi jalanan kota. Sedari tadi Rama menggenggam ponselnya. Rama ingin sekali menghubungi Nayra tapi dia mengurungkan niatnya karena pasti Nayra tidak akan mau menjawab panggilannya.
'Nay, sebenarnya aku ingin sekali menghubungimu. Apa kau tau kalau Kyara sakit? Seharian ini dia terus saja mencarimu Nay.. Aku ingin sekali memberitahumu kalau kami sekarang dalam perjalanan ke Jogja untuk menjemputmu...'
Rama melihat jam di ponselnya. Jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam.
'Mungkin saat ini Nayra sudah tidur' pikirnya.
Rama pun memejamkan matanya dan mencoba untuk tidur. Perutnya mulai keroncongan dan terasa melilit karena sejak siang tadi dia belum makan apa-apa. Namun Rama hanya bisa menahannya.
Menit demi menit pun berlalu, tapi Rama tidak juga bisa terlelap. Dia pun membuka matanya kembali. Jam sudah menunjukkan pukul 12 tengah malam. Hujan masih turun dengan derasnya. Rama menoleh ke arah Mang Dudung yang sedang fokus mengemudi.
"Mang Dudung"
"Iya Pak Rama"
"Kalau Mang Dudung capek, Mang Dudung tidur saja! Biar saya yang nyetir"
"Tapi Pak.. saya nggak enak sama Pak Rama kalau saya tidur sementara Pak Rama yang nyetir"
"Nggak pa pa Mang. Lagi pula saya juga nggak bisa tidur"
"Kalau begitu, baiklah Pak Rama"
Mang Dudung pun menepikan mobilnya. Kemudian mereka pun bertukar posisi. Sekarang Rama yang memegang kemudi, sementara Mang Dudung beristirahat.
***
Nayra membolak-balikkan tubuhnya di atas tempat tidur mencari posisi yang nyaman. Sudah tengah malam, tapi matanya masih belum bisa terlelap. Nayra meraih ponselnya di atas meja. Dia pun membuka aplikasi whatsapp-nya dan membaca ulang pesan-pesan dari Rama.
'Kiya.. Mama kangen sama Kiya. Apa kamu baik-baik saja sayang?'
Sebenarnya Nayra ingin sekali membalas pesan dari Rama untuk menanyakan keadaan Kyara. Tapi mengingat kejadian kemarin malam, hati Nayra masih sakit.
'Mas Rama.. sebenarnya aku juga kangen sama kamu Mas. Tapi kenapa kamu selalu saja mengacuhkan ku? Seolah aku ini nggak pernah ada di kehidupan kamu Mas...'
'Aku cuma perempuan biasa Mas. Aku juga punya hati dan perasaan. Kenapa kamu tega sama aku Mas... hiks...' gumam Nayra dalam hati seraya menitikkan air matanya.
Nayra terus saja memikirkan Rama dan Kyara sampai dia terlelap dalam tidurnya.
***
Adzan subuh menggema. Tapi Nayra masih enggan membuka matanya. Kelopak matanya terasa berat. Entah pukul berapa dia tidur semalam.
Tok.. Tok.. Tok...
"Bangun Nay!! Ayo kita sholat subuh!" seru Bu Aini dari balik pintu.
Tok.. Tok.. Tok...
"Nayra..!!!"
Mendengar teriakan ibunya, Nayra pun perlahan membuka matanya.
"Iya Bu"
Nayra pun memaksa tubuhnya untuk bangun dan membukakan pintu.
Ceklek!
"Hoaaamm" Nayra menguap kemudian mengucek-ngucek kedua matanya.
Bu Aini hanya geleng-geleng kepala melihat putrinya itu.
"Nay, kamu ini kan sudah lama menikah. Kenapa kamu masih saja malas bangun pagi? Selalu saja harus dibangunkan"
"Nayra semalam nggak bisa tidur Bu. Nayra kangen sama Kyara dan Mas Ram.."
Nayra sontak membulatkan kedua matanya. Dia baru sadar kalau dia keceplosan. Bu Aini tersenyum lega mendengar ucapan Nayra.
"Kalau kamu kangen sama mereka. Pulanglah Nay! Mereka pasti juga kangen sama kamu"
"Bukan begitu maksud Nayra Bu.."
"Sudahlah Nay. Ayo kita ke masjid!"
Nayra pun mengambil mukena kemudian pergi ke masjid bersama ibunya.
Setelah sholat subuh, Nayra membantu ibunya, Mbak Wulan, Mbak Rina dan Andin di restoran sampai restorannya buka. Restoran Bu Aini buka mulai pukul tujuh pagi dan tutup pukul tujuh malam.
Setelah itu, Nayra pulang untuk mandi dan ganti pakaian. Kebetulan hari itu adalah hari Minggu. Entah kenapa, Nayra ingin sekali jalan-jalan ke taman Candi Prambanan. Setelah sarapan, Nayra pun minta izin pada ibunya.
"Ibu, Nayra mau pergi ke taman ya Bu. Sudah lama sekali Nayra nggak ke sana"
"Baiklah Nay. Hati-hati ya!"
"Iya Bu"
Nayra pun pergi ke taman dengan berjalan kaki. Kebetulan taman itu terletak di depan restoran ibunya. Dulu hampir setiap hari Nayra pergi ke sana sekedar untuk refreshing dan mengasah kemampuannya dalam berbahasa Inggris dengan turis asing. Dulu Nayra sering selfie sama turis asing yang ia temui di sana.
Hari masih pagi. Susana di taman masih agak sepi. Nayra pun jalan-jalan menyusuri taman itu sambil menghirup udara segar.
Setelah cukup lama berjalan, Nayra pun duduk di sebuah kursi kayu untuk melepas lelah.
Tiba-tiba ada seseorang yang memanggil namanya.
"Nayra!!"
Nayra pun memutar kepalanya ke arah sumber suara. Betapa terkejutnya dia setelah tau siapa pemilik suara itu. Nayra pun sontak berdiri dari duduknya dan menatap tajam orang yang ada di hadapannya saat ini. Nayra membulatkan kedua matanya. Jantungnya mulai berdebar-debar.
"Mas... Adit..." Nayra seolah tidak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini.
Ya, pemilik suara itu adalah Aditya Kusuma Wardhana, cinta pertama Nayra. Aditya pun berjalan mendekati Nayra.
"Nayra.. apa benar ini kamu Nay? Aku kangen banget sama kamu Nay"
Aditya pun langsung memeluk Nayra dengan erat. Dia tidak bisa menahan dirinya lagi. Selama ini dia begitu merindukan Nayra.
Nayra masih syok. Dia diam saja ketika Aditya spontan memeluknya. Lalu tiba-tiba bayangan wajah Rama dan Kyara muncul dalam ingatannya.
"Mas Adit, lepaskan aku Mas" Nayra berusaha melepaskan diri.
Aditya pun melepaskan pelukannya.
"Maaf Nay, aku cuma terbawa perasaan"
"Kenapa kamu bisa ada di sini Mas?"
"Seharusnya aku yang tanya sama kamu Nay? Kenapa kamu pergi begitu saja ninggalin aku? Apa salahku Nay?"
"Setiap Minggu aku ke sini nyariin kamu Nay? Aku juga sempat ketemu sama ibu kamu. Ibu kamu bilang kamu sudah menikah dan ikut suamimu. Apa itu benar Nay? Aku ingin mendengarnya langsung dari mulut kamu"
Nayra hanya diam saja sambil menundukkan wajahnya.
"Tolong jawab aku Nay!" Aditya memegang kedua pundak Nayra.
"Iya Mas. Itu benar. Maafin aku Mas.." Nayra mulai menitikkan air mata.
Hati Aditya sakit sekali mendengar kata-kata itu keluar dari mulut Nayra. Dia benar-benar tidak menyangka kalau Nayra tega menghianatinya. Tadinya dia berfikir kalau Bu Aini hanya membohonginya saja. Tapi ternyata semua itu benar. Aditya benar-benar kecewa.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG............
Minta dukungan LIKE dan VOTE nya tiap hari ya! Makasii.. 🙏
mau kamu pecat aditya atau alina resign gak akan merubah keadaan..selama tidak dijelaskan baik² cerita yg sebenarnya..
adik kakak sama aja...
alina jg gt gak mau tanya dulu main kabur aja dan bikin kesimpulan sendiri akhirnya jd demam sakit karena pikirannya sendiri...