NovelToon NovelToon
Switch-On ! Pacarku CEO Gila ?

Switch-On ! Pacarku CEO Gila ?

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / CEO / Office Romance / Enemy to Lovers / Komedi
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Heryy Heryy

Sinopsis.

David Lorenzo CEO perusahaan Switch Company. Dia mempunyai banyak kepribadian yang berbeda akibat trauma masa lalu.

Dia bertemu dengan Michelle, yang berkerja di perusahaannya, pertemuan mereka tidak di sengaja dan banyak kesalahpahaman.

Lambat Laun mereka semakin dekat, dan perlahan saling menyembuhkan luka.

Banyak tingkah lucu dan kocak di antara mereka.

penasaran jangan lupa baca, like dan komen.


Update setiap hari Senin.


Follow Ig: @Hans_Sejin13.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heryy Heryy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14

Setelah keluar dari mall dengan tergesa-gesa menghindari Mamahnya, Tasya memutuskan untuk mampir ke sebuah cafe kecil yang terletak di pinggir jalan.

Tempat itu cukup tenang dengan dekorasi kayu yang hangat, jauh dari keramaian pusat kota yang membuatnya merasa lebih rileks.

"Haaa, kenapa harus ada Mamah di situ sih? Cukup saja sudah harus kabur dari rumah, malah ketemu dia juga di mall," gumam Tasya dengan kesal.

Saat duduk di sudut cafe yang cukup tersembunyi. Dia memesan jus alpukat segar dan menikmatinya dengan perlahan, mencoba menenangkan diri yang masih terkejut karena kejadian tadi.

Namun tak lama setelah itu, pikirannya kembali terbang ke kejadian memalukan di mall, saat dia secara tidak sengaja merobek celana pria asing yang sedang lewat.

Mimpi buruk itu membuatnya tiba-tiba tersedak jus yang tengah diminumnya.

"Ukhhh..ukhhh!" Tasya tersedak dan segera mengambil serbet untuk membersihkan bibirnya yang terkena jus.

Setelah merasa lebih baik, dia menghela nafas panjang dengan wajah yang sedikit memerah karena rasa malu.

"Uhh, semoga aku tidak pernah bertemu dengan orang itu lagi seumur hidupku! Sungguh malu sekali rasanya!" ucapnya pelan sambil menggelengkan kepala.

Untuk mengalihkan pikiran dari kejadian itu, Tasya membuka ponselnya dan mulai mencari informasi tentang apartemen yang bisa disewa.

Dia tidak ingin terus tinggal di kontrakan Michelle yang kecil dan membuat teman baiknya terganggu. Dia mencari apartemen yang sederhana, bersih, dan sedikit murah agar bisa mencukupi biaya sewanya sendiri tanpa harus bergantung pada uang dari Papah dan Mamah.

Setelah menghabiskan hampir satu jam mencari dan membandingkan berbagai pilihan apartemen di aplikasi penyewaan properti.

Akhirnya dia menemukan satu unit yang cocok dengan keinginannya, sebuah apartemen studio yang terletak di kawasan yang aman dan tidak terlalu jauh dari kontrakan Michelle, dengan harga sewa yang masih terjangkau.

Dia segera menyimpan informasi apartemen tersebut dan memutuskan untuk mengunjunginya besok pagi.

Setelah merasa puas dengan pencariannya, Tasya membayar tagihan jusnya dan pergi dari cafe. Dia mengendarai mobilnya kembali ke kontrakan Michelle dengan hati yang lebih lega, sudah punya rencana untuk kehidupan mandirinya selanjutnya.

Sampai di kontrakan, Tasya hanya bermalas-malasan di kamar sambil menunggu Michelle pulang kerja. Dia menyalakan televisi kecil yang ada di sana dan menonton acara-acara yang sedang tayang, kadang-kadang merenung tentang apa yang harus dilakukan jika Papah dan Mamah nya menemukannya dia di sana.

...----------------...

Di kantor Switch Company, hari kerja sudah memasuki jam akhir. Michelle sedang duduk di mejanya dengan wajah yang penuh kegembiraan, dia baru saja menerima informasi bahwa gajinya telah masuk ke rekening banknya.

Selain itu, besok akan menjadi hari libur sehingga dia bisa beristirahat sepenuhnya dari pekerjaannya yang cukup melelahkan akhir-akhir ini.

"Sialan, akhirnya gajiku masuk juga! Dan besok bisa libur juga, huh senangnya," ucapnya Michelle.

Dengan senyum lebar, bahkan mulai menari-nari kecil di tempatnya sebelum berjalan mengambil tas kerja yang ada di sudut ruangan. Sangking senangnya, dia tidak melihat dengan cermat jalanan di depannya.

Tiba-tiba, kakinya tersandung pada kabel listrik yang terpampang di lantai koridor membuatnya kehilangan keseimbangan dan kaki kirinya secara tidak sengaja mengarah ke arah seseorang yang sedang lewat di dekatnya.

HEEEEKKKK! EMMMMM!

Suara terdengar jelas di koridor yang mulai sepi. David, yang sedang berjalan keluar dari ruangan rapat untuk kembali ke kantornya, langsung terdiam dengan wajah yang memerah total.

Dia menekan kedua tangannya ke area kemaluannya yang terkena tendangan dengan sangat kuat, merasakan rasa sakit yang luar biasa menjalar ke seluruh tubuhnya.

Tak lama kemudian, tubuhnya menjadi lemah dan dia terjatuh perlahan ke lantai dengan wajah yang sangat sulit bernapas.

Michelle yang melihat hal itu langsung terkejut dan merangkak di lantai untuk mengambil tasnya yang terjatuh.

Tanpa berkata-kata apa pun dan tanpa melihat lagi kondisi David, dia segera berdiri dan berlari dengan cepat keluar dari koridor menuju lift, sangat takut akan konsekuensi yang mungkin dia terima karena kejadian ini.

Baru beberapa saat kemudian, Yuda datang dari arah kantornya dan langsung terkejut melihat David terbaring di lantai dengan wajah yang memerah dan kesulitan bernapas.

"BOSSS?! Kenapa kamu seperti ini? Apa yang terjadi?!" tanya Yuda dengan penuh khawatir, segera mendekati dan membantu David untuk berdiri dengan hati-hati.

David masih menahan rasa sakit dengan sangat keras, wajahnya tetap memerah saat dia menunjuk ke arah Michelle yang sedang berlari menjauh.

"Siapa... siapa karyawan wanita itu?!" tanya dia dengan suara yang sedikit terengah-engah dan terputus-putus.

Yuda melihat ke arah yang ditunjuk David dan melihat sosok Michelle yang sudah hampir hilang di kejauhan.

"Oh itu, Pak... dia adalah Michelle, karyawan baru di bagian administrasi. Ada apa dengan dia, Boss?" tanya Yuda dengan bingung, tidak mengerti mengapa sang CEO menunjukkan ke arahnya dengan ekspresi wajah yang sangat tidak nyaman.

"Eh... sasst... cukup sudah! Segera antar aku pulang sekarang juga!" kata David dengan suara yang masih terengah-engah.

David mulai berjalan dengan cara ngangkang karena rasa sakit yang masih belum hilang. Dia tidak bisa berpikir jelas lagi selain ingin segera pulang dan beristirahat agar rasa sakit itu cepat hilang.

Yuda dengan cepat membantu David untuk berjalan ke arah lift, sangat khawatir dengan kondisi bosnya yang biasanya sangat kuat dan sehat.

Setelah keluar dari perusahaan dan sampai di mobil, Yuda langsung mengendarainya pulang ke rumah David dengan kecepatan yang cukup tinggi namun tetap aman.

...----------------...

Sementara itu, setelah keluar dari gedung perusahaan dan sudah cukup jauh dari sana, Michelle akhirnya berhenti berlari. Dia berdiri di sisi jalan dengan nafas yang masih terengah-engah, tangan gemetar saat dia menyentuh dadanya yang berdebar kencang.

"Huh... huh... Semoga saja dia tidak mengenaliku dan tidak tahu bahwa aku yang menendangnya tadi!" gumamnya dengan sangat takut, masih tidak percaya dengan apa yang baru saja dia lakukan.

"Kenapa juga dia harus ada di situ ya? Padahal aku sudah sangat berhati-hati untuk tidak bertemu dengannya lagi!" tambahnya dengan kesal dan khawatir bersamaan, berharap bahwa kejadian ini tidak akan membuat dia kehilangan pekerjaannya yang sangat dia butuhkan.

Bersambung....

1
Ali Official
Di luar logika flot nya 🤣🤣
Dian Imut
no komen 🗿🗿
ryu
lagi² cuma gue 🗿
Dian Imut: wkwkw
total 1 replies
ryu
cuma gue yg komen di bab ini 🗿 wkwkw🤣
Dian Imut: gue temenin 🤣
total 1 replies
ryu
udah di kasih, 🗿
Melda Melda: kasih apa bang🗿
total 1 replies
ryu
🗿🗿🗿
Dian Imut: Lo² lagi²
total 2 replies
ryu
gabut Thor 🤣
Dian Imut: bakar rumah biar rame 🤣
total 1 replies
ryu
2 kali liat kakek tempramen 🗿
ryu
🤣 bisa aja tuh si Michelle 🗿
ryu
baik² saja,🗿 noh urus CEO gila🤣
Melda Melda: wkkw🤣
total 2 replies
ryu
🗿 kena muka lagi
ryu
🗿 lama kali up nya Thor 🗿
Dian Imut: masih lama Thor
total 2 replies
ryu
🗿🗿 lama2
ryu
mampir lagi, sambil nunggu update 🤣
ryu
🤣, berkali baca tetep lucu 🤣
Adelia Hira
Aneh, tuh CEO 😄
Adelia Hira
wkwk. kaya dracin 🤣
Melda Melda: wkwkw,🤣
total 2 replies
Adelia Hira
bener juga, tuh sepatu di bawa
Adelia Hira
sial banget tu CEO
Adelia Hira
Wkwkw, ternyata jadi bos' nya🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!