NovelToon NovelToon
Romeo Love Story

Romeo Love Story

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta setelah menikah / Cintapertama / Enemy to Lovers
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: ryuuka20

Romeo bukanlah tokoh dalam dongeng klasik yang jatuh cinta pada pandangan pertama. Ia hanyalah seorang pemuda biasa, anak tunggal yang hidup tenang dalam rutinitasnya. Namun, hidupnya mendadak berubah ketika sang nenek—satu-satunya keluarga yang ia miliki—mengatur sebuah perjodohan untuknya. Romeo menolak secara halus, tetapi tak mampu membantah keinginan nenek yang sangat ia hormati.

Tanpa ia sadari, gadis yang dijodohkan dengannya ternyata bukan orang asing. Ia adalah Tina—sahabat masa SMP yang dulu selalu ada di sisinya, yang bahkan pernah menyelamatkannya dari tenggelam di kolam renang sekolah. Namun waktu telah memisahkan mereka. Kini, keduanya telah tumbuh dewasa, dan pertemuan kembali ini bukan atas kehendak mereka, melainkan takdir yang disulam oleh tangan tua sang nenek.

Tapi, Romeo merasa ada yang berubah. Tina yang kini berdiri di hadapannya bukan lagi sahabat kecilnya. Dan yang lebih membingungkan, perasaannya pun mulai berubah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ryuuka20, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18. Ada apa dengan Romeo?

Sesampainya di rumah, Romeo langsung berjalan menuju kamar tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Wajahnya tampak tegang dengan alis yang sedikit mengerut—tanda jelas bahwa dia sedang tidak dalam suasana hati yang baik.

Tina mengikuti di belakangnya dengan hati yang sedikit gelisah, kemudian melanjutkan aktivitas hariannya seperti biasa: mandi dengan cepat dan kemudian menghidangkan makan malam yang sudah disiapkan Nenek Jihan.

Sementara itu, Romeo hanya duduk di sofa kamar dengan badan menyandar ke belakang, menatap ke arah jendela tanpa memberikan reaksi apapun ketika Tina menawarkan makan malam kepadanya.

Setelah menyelesaikan makanannya sendirian, Tina mendekat ke arah Romeo yang masih berdiam diri.

“Reo, Lo kenapa?”

Tanya Tina dengan suara lembut, matanya penuh dengan rasa penasaran dan sedikit khawatir melihat sikap suaminya yang tak seperti biasanya.

Romeo perlahan menoleh ke arahnya, kemudian berdiri dengan langkah yang lambat namun pasti untuk mendekat. Jarak antara mereka semakin menyempit hingga hanya tinggal beberapa sentimeter saja.

“Menurut Lo kalau gue lagi kesel itu masih keliatan lucu?”

Tina terdiam sejenak, alisnya sedikit mengerut karena merasa bingung dengan perubahan sikap Romeo yang tiba-tiba. Dia menatap wajah suaminya dengan tatapan penuh kebingungan.

“Loh, kok kesel? Gue salah apa lagi sih?” tanyanya dengan suara pelan, tangan kanannya secara tidak sengaja menyentuh ujung meja dapur sebagai sandaran.

Romeo melangkah lebih dekat, tubuhnya menghalangi sebagian cahaya dari lampu plafon. Wajahnya terlihat serius dengan alis yang sedikit menurun, namun ada sedikit kilau godaan di mata gelapnya.

“Lo ketemu siapa tadi? Di kafe?”

Tina segera mengerti arah pembicaraan yang ingin diajukan suaminya. Dia menggelengkan kepala perlahan, wajahnya mulai menunjukkan rasa canggung.

“Oh, itu Jovan. Gue gak enak kabur jadi ya kita ngobrol aja. Kebetulan aja ketemu di kafe.” Kata Tina sambil menunduk sedikit, jari-jarinya bermain-main dengan ujung serbet yang ada di mejanya.

“Kebetulan?” Romeo mengulangi kata itu dengan nada yang lebih rendah dan dalam, matanya menatap langsung ke dalam mata Tina tanpa sedikit pun menghindar. “Terus kenapa harus ngobrol lama? Sampai gue datang lo masih sama dia.”

Tina mengeluarkan napas panjang untuk mencoba tetap tenang. Dia mengangkat kepalanya dan menatap Romeo dengan alis yang sedikit terangkat, berusaha mengalihkan suasana yang mulai terasa tegang.

“Reo, dia teman kita kan dari dulu. Nggak ada apa-apa kok. Lo cemburu ya?”

Romeo menyipitkan matanya, kemudian mengangkat kedua tangan untuk melepas kacamatanya dan meletakkannya di atas meja dengan hati-hati. Ia menarik nafas panjang sebelum mulai membuka satu per satu kancing atas kemejanya yang sudah terlihat kusut karena kerjaan. Langkahnya semakin mendekat hingga tubuhnya hampir menyentuh Tina.

Tina mundur sedikit secara refleks, hingga punggungnya menyentuh dinding dapur yang dingin. Suaranya terdengar sedikit gugup.

“Reo, lo nggak perlu lebay gini. Gue beneran cuma ketemu Jovan secara nggak sengaja.”

Romeo menundukkan kepalanya, wajahnya sangat dekat dengan Tina hingga dia bisa merasakan napas hangat suaminya menyentuh kulit wajahnya.

“Tin. Gue cuma mau lo tahu satu hal.” Bisiknya dengan nada rendah yang penuh makna.

“Apa?” tanya Tina dengan suara yang hampir tak terdengar, jantungnya berdebar kencang seperti ingin keluar dari dadanya.

“Gue nggak suka lo ngobrol terlalu lama sama cowok lain, meskipun itu cuma teman lama—apalagi Jovan." Romeo mengucapkannya dengan pelan namun sangat tegas, matanya tetap fokus pada wajah Tina. "Gue nggak mau dia apa-apain Lo..."

Tina tertegun sejenak, mata sedikit melebar sebelum ekspresinya mulai menghangat. Perlahan, ia memberikan senyum kecil dan menepuk bahu Romeo dengan lembut.

"Reo, dia nggak akan apa-apain gue. Lagian Lo datang tepat waktu kok."

Romeo mendengus kecil dengan suara rendah, lalu memutar mata dan mundur beberapa langkah untuk memberikan jarak. Ekspresinya mulai mereda.

"Ya udah, gue percaya. Tapi lain kali, kabarin gue kalau ketemu teman lama ya?"

Tina tertawa kecil dengan suara yang riang, suasana akhirnya mulai mencair.

"Siap, Bos!"

Meskipun Romeo masih tampak sedikit kesal di wajahnya, ketegangan antara mereka sudah hilang. Tina kemudian mengambil buku catatan dari atas meja dan melihat ke arah Romeo dengan tatapan yang penuh perhatian.

"Lo belum makan dan mandi kan? Sana Lo mandi dulu aja. Gue mau nilai ulangan anak-anak yang baru kumpul."

Setelah itu, Tina segera berjalan ke arah tangga dan naik ke lantai dua, menuju ruang kerja yang telah disiapkan sebelumnya. Langkahnya terlihat cepat namun tetap teratur, menunjukkan bahwa dia memang ingin segera menyelesaikan tugasnya.

...****************...

Pagi itu, Romeo membangunkan Tina dengan lembut. "Hey, Bu guru, ayo bangun," katanya sambil menggoyang-goyangkan bahu Tina yang masih terlelap. Meski hari masih sangat pagi, Tina akhirnya terpaksa bangun dan bersiap untuk mengajar di sekolah.

Setelah mandi, ia bersiap dengan cepat. "Agus, pasangin dasi dong," pinta Romeo saat sedang sibuk menyisir rambutnya, Tina menoleh dan memberikan kode untuk mendekat. Romeo dengan cepat mendekat, membiarkan Tina membantu memasangkan dasinya dengan rapi.

Setelah dasinya terpasang, Romeo tiba-tiba memejamkan matanya dan memonyongkan bibirnya. "Sekarang morning kiss, dong," ujarnya sambil menunggu dengan harap-harap cemas. Namun, Tina hanya tersenyum malu-malu dan dengan cepat meninggalkan Romeo yang masih berdiri di tempatnya, bibirnya masih terpasang dalam ekspresi menunggu kecupan manis itu.

Romeo membuka matanya dan tertawa kecil, menyadari bahwa ia belum berhasil mendapatkan kecupan pagi yang diinginkannya. Tapi, meski tanpa morning kiss, siap menghadapi hari barunya di tempat kerja.

Mereka kemudian bergegas turun untuk sarapan bersama nenek Jihan. "Nenek, biar aku saja yang bikin sarapan," ucap Tina sambil tersenyum.

Nenek Jihan tertawa lembut, "Mantuku cantik banget sih, nggak apa-apa, biar nenek saja yang urus. Kalian berangkat aja, tapi sarapan dulu ya."

"Nenek juga punya impian punya menantu dan gak repotin kamu," tambah nenek dengan senyum hangat.

"Tapi, nek, aku nggak apa-apa kok. Aku bantu nenek aja ya," balas Tina sambil mulai membantu di dapur, menunjukkan rasa hormat dan kasih sayangnya.

...****************...

Romeo

online

Agus 21:08

Agus 21:08

Apa? 21:08 ✔✔

Dimana? 21:08

Di ruang kerja 21:08 ✔✔

Gue lagi nilai gambar anak-anak 21:08 ✔✔

Sama nilai ujian mereka 21:09 ✔✔

Kenapa sih?. 21:09 ✔✔

Gak apa-apa 21:09

Bisa ke kamar gak? 21:09

Gak bisa reooo 21:09 ✔✔

Gue sibuk 21:

Besok mau gue bagiin 21:09 ✔✔

Tina menghela napasnya karena ia tak fokus dengan pekerjaannya sekarang. Suaminya yang mulai membuatnya tidak bisa menjauh.

Romeo

online

Iya deh 21:09

Ntar aja 21:09 ✔✔

Tapi Lo harus ganti morning kiss nya ya 21:09

Aduh kenapa itu lagi 21:10 ✔✔

Iya belum lunas 21:10

Jadi night kiss yaaa 21:10

Apaan itu? 21:10 ✔✔

Emang ada? 21:10 ✔✔

Ada kok Gus 21:10

Sekarang gue yg bikinin buat Lo 21:10

[Foto Romeo]

Romeo tertawa kecil menikmati kejahilannya pada Tina.

Romeo Sat

online

Gue udah cakep banget gini masa gak mau sih 21:11

Gue harus ciuman sama tembok gitu? 21:17

Ya mau gimana ini belum selesai 21:18 ✔✔

Kerja bisa ditunda. Tapi night kiss itu penting, masa mau skip? Ayolah, gue nunggu di sini. 21:18

Reooooo 21:18 ✔✔

Gue mau seret Lo ya 21:18

Janganlah 21:18 ✔✔

Gue mau seret Lo ke kamar atau Lo jalan sendiri? 21:19

Dih ngancem😭 21:19 ✔✔

Dosa loh nolak suami 21:19

...****************...

Cw/kiss

Tina turun dari ruang kerjanya dan masuk ke kamarnya, ia melihat Romeo yang sedang menunggu di tempat tidurnya. "Sini!" Romeo memanggilnya dan menepuk kasurnya di sebelahnya. Ia tau kalau aura Romeo pada malam hari sangat kuat dan tak seperti biasanya.

Sudah sebulan berlalu Romeo dan Tina tidak melakukan layaknya pasangan suami istri walaupun mereka di jodohkan oleh neneknya. Mereka melupakan kesepakatan awal.

Tina berusaha menahan senyum saat merasakan tangan Romeo mulai bergerak lebih lembut di pinggangnya. Ia tahu bahwa kali ini, Romeo tidak akan berhenti hanya dengan kecupan singkat.

"Cuma di pipi?" Romeo berbisik, suaranya berat namun penuh rasa ingin.

"Kayaknya janji tadi gak gitu deh, tadi minta yang lebih spesial dari itu."

Tina memalingkan wajah, malu, tapi hatinya berdebar semakin kencang. Ia selalu tahu bahwa di balik sikap cuek Romeo di siang hari, ada sisi dirinya yang penuh kasih sayang dan perhatian, terutama saat malam tiba.

Dengan perasaan setengah malu, setengah geli, Tina mencoba menggoda balik. "Yah, kalau mau lebih dari itu, Lo harus sabar dulu..."

1
Panda%Sya🐼
Teh emang mantap di makan sama kue /Applaud/
Suo
Aku suka cerita Tina sama Romeo, jadi senyum senyum sendiri/Proud/
Suo
awww🥺🥺
Suo
Malam pertama kok mabok/Sob/
j_ryuka
santailah, 🤭
Kim Umai
jadi kamu mau istri kamu ngapain Romeo?
ininellya
AdUH Aku ga denger😭🙈
Hafidz Nellvers
Alurnya mengalir dengan rapi, nggak terasa dipaksakan. Transisi antar adegan juga halus. keren deh pokoknya
Hafidz Nellvers
masih muda udah oon🤣
Hafidz Nellvers
agus agus 😭
SarSari_
Ini bukan cinta pandangan pertama, tapi cinta yang tumbuh dari masa lalu. Premisnya sederhana tapi kuat banget secara emosional.

smngt kakak....
SarSari_
Adegan danau + pengakuan pelan-pelan itu dapet banget vibes sedihnya. Romeo akhirnya cerita, dan itu artinya Tina orang yang dia percaya. Tina di sini bukan cuma pendengar, tapi pegangan emosional Romeo. So sweet...😭😭
Kim Umai
awalnya kukira ini Romeo yg di cerita Disney wkwk, tapi keren kalian baca sendiri deh kalau penasaran
Kim Umai
nah kan, tiati Tina 🤣
Blueberry Solenne
iya pastinya ini kisah Romoe dan Tina, bukan sama Juliet wkwkwk
Vanillastrawberry
setiap baca tulisan Agus yang mampir di otak ku malah min yoongi BTS, agust d si kulkas berjalan 🤣🤣🤣
Vanillastrawberry
woi lah, cewek cantik di panggil Agus, bener bener lu ye roma kelapa 😅😅😅😅
pojok_kulon
mau selama apapun nggak ketemu kalau jodoh pasti dipertemukan lagi
Panda%Sya🐼
Untung Meo mengerti 🤭
Panda%Sya🐼
Jadi ngelihat diri sendiri /Sweat/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!