NovelToon NovelToon
Wajah Lain Di Balik Topeng

Wajah Lain Di Balik Topeng

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Putri asli/palsu / Fantasi Wanita
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Senjaku02

Apa yang kalian pikirkan tentang putri tertukar? Sang putri asli menderita? Oh kalian salah tentang Aurora Bellazena, gadis cantik bermata Dark Hazel itu adalah putri kandung yang tertukar. Kesalahan pihak rumah sakit membuat Aurora tertukar dengan Anjani Harvey.
Kembali ke rumah keluarga asli tak membuat Aurora di cintai. Namun, apa ia peduli? Tentu tidak ia hanya butuh status untuk menutup sesuatu yang berbahaya dalam dirinya, siapa Aurora sebenarnya? Ikuti perjalanan gadis cantik bermata Drak Hazel itu dalam novel ini!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senjaku02, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21

Di toilet.

  "Dia kembali membuat ulah," gumam Aurora dengan tangan yang sibuk membersihkan sedikit noda jus jeruk pada gaunnya.

  "Sialan!" umpat Aurora dengan wajah kesal.

  Dia tak pernah di permalukan, apalagi karena perbuatan Anjani hari ini ia harus mengalami hal ini, dalam keadaan kacau dan berantakan dengan di lihat semua orang. Ia benci itu dan tak akan pernah memaafkan sang pelaku.

  "Kau malah kembali membuat ulah, maka jangan salahkan aku jika balasannya akan semakin parah," kata Aurora dengan senyum sinis.

BRAK!

  Aurora menoleh, matanya memicing saat melihat siapa yang datang ke dalam toilet tanpa mengetuk pintu.

  "Kau?" tunjuk Aurora dengan sinis.

  "Iya, bagaimana hadiahnya? Apa suka?" tanyanya sinis.

  Aurora tersenyum miring, dia menelisik penampilan Anjani dari atas sampai bawah dengan tatapan menghina dan itu membuat Anjani kesal.

  "Apa maksud tatapan kamu itu?" tanyanya sinis.

  "Tidak ada, aku hanya merasa baju yang kau pakai hari ini masih jauh di bawah gaunku," ucapan Aurora membuat Anjani meradang, dia mengepalkan tangannya dengan wajah memerah marah.

  "Kau boleh menjadi putri keluarga Harvey. Namun, kau jelas tahu putri asli tak akan pernah mengalah atas apa yang seharusnya menjadi miliknya!" bisik Aurora pelan,"Maka tunggu saja kehancuran mu!" imbuhnya lagi.

DEGH!

...****************...

  Telinga Aurora yang tajam menangkap suara langkah pelan di luar kamar mandi, nyaris tak terdengar bagi orang biasa, tapi baginya itu adalah kelebihannya. 

  Sebuah ide liar berputar di benaknya.meski berlebihan, dia siap mengorbankan penampilannya yang sudah berantakan akan jauh lebih berantakan lagi, demi menjatuhkan Anjani lebih dalam.

  Amarah Anjani menjadi lebih membara setelah mendengar ucapan Aurora, tanpa ragu menerjang Aurora dengan semangat.

  Tangannya mencengkeram erat rambut Aurora yang masih tersanggul rapi, mencabiknya dengan kasar.

  Aurora memilih diam, pura-pura rapuh dan terluka, menahan pedih yang menyayat. Suaranya pecah, bergetar, tapi penuh tipu daya, “Sakit... Anjani, jangan tarik rambutku. Jangan hancurkan apa yang sudah mama tata dengan susah payah untukku. Nanti mama bisa sedih...”

  Kalimat itu malah mengobarkan bara kemarahan Anjani yang sudah terlalu dalam, membuatnya semakin brutal dan tak terkendali. 

  Drama kekacauan mereka pun membara di antara simpul rambut yang terlepas dan dendam yang membara. 

  Anjani mencengkeram rambut Aurora semakin kuat, sehingga sanggul itu terlepas dan helaian rambut Aurora berantakan, menjuntai liar di wajahnya. 

  Air mata Aurora tak terbendung mengalir deras, membasahi pipi pucat nya yang kini penuh luka batin. Aurora tampak seperti runtuh, penampilannya berantakan parah seolah dunia sedang menertawakan kesedihannya yang teramat dalam.

  Langkah kaki itu semakin mendekat, menambah ketegangan dalam ruangan yang dingin itu. 

  Tiba-tiba Pusing menghantam kepala Aurora, akibat tarikan Anjani yang erat, sampai akhirnya tubuhnya limbung dan tak kuasa bertahan jatuh pingsan tepat saat Adeline membuka pintu kamar mandi.

  Ceklek.

  Suara pintu terbuka, Seketika Mata Adeline melebar, terpaku melihat Anjani tengah menyiksa Aurora tanpa ampun, tubuh lemah itu tergeletak tak berdaya. 

   Jantungnya berdegup nyaris pecah. Suaranya meledak penuh amarah, “Anjani! Apa yang kamu lakukan?!” Teriakan itu menggema, membelah hening dan mengusik gelap. 

  Jantung Anjani berdebar kencang seperti hendak pecah, saat tangannya yang gemetar melepas rambut Aurora yang sempat ia cengkeram erat. 

  Ia menoleh pelan ke arah pintu, di mana sorot mata Mama menancap tajam penuh tuduhan. "Ma... Mama, ini bukan seperti yang Mama lihat. Ini semua salah paham!" suaranya tercekat, panik membanjiri setiap kata.

  Adeline melangkah masuk tanpa sepatah kata. Tangan lembutnya terayun, dan suara tamparan bergema di kamar mandi itu. 

  PLAKK!

  Wajah Anjani tertoleh ke samping, ini pertama kalinya dia di tampar oleh ibunya, dia terdiam tak percaya. 

  Wajah Adeline memerah, jarinya bergetar menunjuk tepat ke Anjani. "Kamu, Anjani... kamu keterlaluan!" amarahnya pecah seperti ledakan.

 Lalu dia beralih ke Aurora yang terkulai tak sadarkan diri di lantai. Dengan tubuh bergetar, Adeline berjongkok di samping putrinya, suaranya bergetar penuh rasa sakit, "Sayang... Aurora, bangunlah, Nak."

  Tapi Aurora tetap tak bergerak, diam seolah menolak dunia. Rasa takut menggulung dada Adeline. 

  Ia merogoh ponsel dari dalam tas dengan tangan gemetar, jantungnya berdegup tak menentu. Dengan napas tertahan, ia segera menekan nomor Kaynen, menunggu dengan harap sekaligus cemas yang membakar dada.

...****************...

  Sementara itu, di ruangan mewah tempat acara amal tersebut Kaynen tengah berbincang serius dengan rekan bisnis ayahnya, suara dering tiba-tiba memecah konsentrasi. 

  Dari balik saku jasnya, ia mengeluarkan ponsel dan melihat nama ibunya terpampang di layar. “Maaf, saya izin angkat sebentar,” katanya sopan pada mereka yang masih menatap penuh perhatian. 

  Belum sempat Kaynen membuka mulut, suara bergetar dan panik ibunya langsung menyergap dari seberang telepon. 

  “Kaynen! Cepat ke sini, Nak! Di kamar mandi, tolong bantu Mama! Adikmu, Aurora... pingsan!” Suara Adeline pecah oleh rasa takut yang menyesakkan. 

  Jantung Kaynen seperti terhenti, waktu seolah membeku sejenak. Dia segera berdiri, langkahnya dengan cepat menerobos keramaian acara amal jamuan makan malam mewah tersebut tanpa memperdulikan tatapan orang-orang disekitarnya. 

1
MataPanda?_
terus kak semangat trus..
selalu d berikan kesehatan😄
Senjaku02: Aamiin. terimakasih ☺️
total 1 replies
MataPanda?_
trus semangat kak up banyak"😄
Senjaku02: siap🫡
total 1 replies
Nadira ST
🥰🥰🥰🥰🥰🥰💪💪💪💪💪💪💪
Nadira ST
kereeennnn🥰🥰🥰🥰🥰🥰💪💪💪💪💪💪☕☕☕☕☕
Allea
kirain mo bilang besok kamu akan dikembalikan ke keluarga kandungmu ternyata bukan
Allea
maaf thor drak hazel apa dark hazel
Senjaku02: dark hazel. maaf kalau typo😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!