NovelToon NovelToon
Kekasih Halal

Kekasih Halal

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:3.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: santy puji

Inayah, gadis cantik nan solehah, lahir disalah satu desa di kota Semarang harus menjalani takdir yang tak di sangka-sangka sebelumnya.

Tragedi tenggelam di sungai demi menyelamatkan baju kesayangan Ibunya, membawa dirinya harus menerima takdir menikah dengan laki-laki menyelamatkannya.

Menikah didesak warga karena sebuah kesalahfahaman. Menerima takdir adalah keputusan akhir yang tidak bisa diganggu gugat lagi.

Inayah yang berprinsip tidak mau berpacaran, dan Mas Gagah yang beberapa bulan lalu di tolak saat melamar kekasihnya. Mereka berdua ditakdirkan menjadi suami istri secara mendadak.

Bagaimana ya perasaan Inayah dan Mas Gagah, campur aduk tentunya.

Bagaimana kisah mereka yang sebenarnya??

Nantikan terus ya setiap episodenya, jangan lupa like, komen dan Vote😘😘😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santy puji, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 17

Assalamualaikum Readers semuanya, novel Kekasih Halal mohon dukungannya yah dengan cara like (tekan tombol icon jempol di bawah, jangan lupa icon love juga biar selalu tahu jadwal updatenya), komen (kritik, saran, kesan boleh banget😘), dan Vote. Terimakasih ya😘😘

☘️Selamat membaca☘️

☘️☘️Mengunjungi Abah dan Bu Nyai☘️☘️

Sudah 3 hari Ibu dirawat di rumah sakit. Alhamdulillah hari ini Ibu sudah diperbolehkan pulang. Berarti sudah 3 hari pula Mas Gagah di sini. Aku sangat senang karena Ibu sudah sehat dan segar.

Warga yang menjenguk Ibu sudah mempertanyakan kapan Mas Gagah akan menikahiku. Aku kasihan dengan Mas Gagah, ke kampungku hanya untuk mengurus sebuah pernikahan yang mungkin karena terpaksa.

Mas Gagah menjawab dengan entengnya jika aku dan dia akan menikah lusa karena berkas-berkas sudah siap. Mas Gagah bilang kami hanya akan menikah di KUA, belum bisa merayakan atau resepsi di sini karena Mas Gagah sudah terdesak oleh pekerjaan kantornya yang sudah berhari-hari ia tinggalkan.

Hari ini aku dan Mas Gagah akan mengunjungi pesantren. Aku ingin meminta doa restu juga pada Abah Kyai juga Bu Nyai. Bagiku beliau-beliau sudah aku anggap seperti keluargaku sendiri. Di rumah Ibu ditemani Bi Asih dan Mang Sobar. Aku dan Mas Gagah pamit ke pesantren.

Di sepanjang perjalanan Mas Gagah terus tersenyum karena menurutnya pemadangan di sepanjang jalan sangat asri. Hamparan sawah yang luas dan pepohonan yang berjejeran di sepanjang jalan, berbeda sekali dengan Jakarta. Tak terasa akhirnya sampai juga di pesantren. Aku segera turun dari mobil Mas Gagah dan masuk ke dalam pesantren.

Banyak santriwati yang menatap Mas Gagah takjup, karena Mas Gagah memang benar-benar gagah. Namun karena aku setiap hari melihatnya jadi bagiku menjadi biasa saja. Aku terus masuk ke dalam pesantren berjalan menuju rumah Abah yang berada di tengah-tengah pesantren.

Pintu rumah Abah terbuka, aku langsung mengucapkan salam. Terdengar suara Bu Nyai yang menjawab salamku. Bu Nyai tampak menghampiri pintu. Terlihat wajah Bu Nyai yang terkejut.

“ Ya Allah Gusti, Inay.” Bu Nyai langsung memelukku, akupun membalas pelukannya. Bu Nyai Nampak heran ketika melihat di belakangku ada seorang laki-laki tinggi tegap dan penuh karisma.

Mas Gagah menangkupkan tangannya di depan dada, aku sudah mengajarinya tadi sewaktu dalam perjalanan menuju pesantren, bahwa di lingkungan pesantren kita di haruskan memperhatikan unggah ungguh. Dalam bahasa jawa artinya harus bisa bersikap atau berinteraksi dengan baik dengan sikap dan bahasa yang sesuai dengan aturan.

“ Assalamualaikum Bu.” Sapa Mas Gagh dibarengi dengan senyum manisnya.

“Waalalaikumsalam.” Bu Nyai lalu mempersilahkan kami berdua masuk.

Bu Nyai pergi ke belakang untuk membuatkan minum dan menyuruh anaknya untuk memanggilkan Abah. Bu Nyai menyuguhkan es sirup dan beberapa cemilan. Tanpa basa-basi aku langsung bercerita jika aku akan menikah dengan Mas Gagah lusa. Aku berharap Bu Nyai dan Abah ikut menyaksikan pernikahanku dan ikut serta mendoakan pernikahanku. Tampak wajah bahagia terpancar di wajah Bu Nyai saat mengetahui aku akan segera menikah.

Abah pun datang, Mas Gagah segera mencium tangan Abah. Abah juga terlihat terkejut saat melihat Mas Gagah.

“ Inay mau menikah dan ini calonnya Bah,” ucap Bu Nyai.

“MasyaAllah, ya Alhamdulillah itu, kalian bertemu dimana?” Tanya Abah.

Aku terdiam, namun Mas Gagah langsung menjawab pertanyaan Abah. Aku kaget dengan jawaban Mas Gagah yang mengatakan bahwa Mas Gagah merasa nyaman ketika aku melayani semua keperluan pribadinya hingga timbul niat untuk menikahiku.

“Wah, rupanya witing tresno jalaran saka kulino  itu,” ledek Abah sambil terkekeh.

Aku bertanya dalam hati, apa iya Mas Gagah sudah menyukaiku karena seringnya kita bertemu, tapi fikiran itu langsung aku tepis, itu hanya kiasan dari Abah saja.

Akupun  memberitahu kedatanganku kemari ingin meminta restu pada Abah dan Bu Nyai. Abah langsung paham dan mengangguk.

“ Nak Gagah, bolehkah Abah memberikan wejangan  sedikit saja tentang pernikahan?”

“Sangat boleh Abah, justru saya sangat senang," jawab Mas Gagah.

Abah mengangguk, “Nay, Gah , pernikahan bukanlah ajang untuk melepas status lajang semata. Pernikahan merupakan sarana ibadah untuk menggenapkan setengah agama sehingga tidak bisa dijadikan ajang coba-coba yang jika merasa sudah bosan atau alasan tidak cocok, bisa bubar (cerai). Pernikahan itu harus dilandasi dengan agama, sudah seharusnya memiliki tujuan yang jelas. Selain membentengi diri dari maksiat dan dosa, pernikahan juga bertujuan untuk mewujudkan kehidupan yang sakinah ( ketenangan atau ketentraman), mawaddah ( rasa cinta), dan rahmah ( kasih sayang). Abah doakan  semoga pernikahan kalian berjalan dengan lancer, semoga kebaikan-kebaikan menyertai rumah tangga kalian.” Nasehat abah membuatku dan Mas Gagah terharu. Kami semua juga serentak mengamini doa dari Abah.

Bu Nyai juga ikut menasehatiku dan Mas Gagah, terutama masalah tentang istri. Menurut Bu Nyai dalam istilah jawa istri itu suworgo nunut neraka katut pada seorang suami. Jadi suami diharuskan menjadi imam yang baik agar istri dan keluarga yang dibina nanti menjadi baik juga. Lebih ringkasnya mau ke surge atau ke neraka itu tergantung dari didikan suami.

Bu Nyai juga menasehatiku bahwa aku harus siap diposisi serba salah. Aku pun menanyakan maksud Bu Nyai. Menurut Bu Nyai jika sudah menikah perempuan biasanya akan dituntut banyak hal. Sholehah, cerdas dan selalu menarik, perempuan dituntut sepurna menjadi bidadari dan madrasah pertama untuk anaknya kelak. Bu Nyai bercerita seringkali melihat perempuan sakit jiwanya, tubuhnya sehat namun psikologis dan emosianalnya tidak sehat atau akhlaknya menyejukan namun fisiknya sering sakit-sakitan.

Bu Nyai lalu menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya dengan kasar. Bu Nyai mulai bercerita lagi. Kadang ketika suami melakukan kekerasan, perempuan dikata tak pandai menjaga sikap. Ketika suami marah, perempuan dikata tak cerdas menjaga mulut. Perempuan terluka dalam diam, lalu semua hancur, ia dibodoh-bodohkan banyak orang. Perempuan curhat tentang kepiluannya dianggap tak punya iman. Perempuan selalu dituntut menjaga keseimbangan keluarga. Sudahlah rusak badan karena hamil, melahirkan dan suaminya. Seringkali wanita juga di hakimi karena kurang bersyukur. Surga dijanjikan di telapak kakinya tapi ancaman neraka juga ditakdirkan banyak dipenuhi oleh kaumnya.

“ Ingat Nak Gagah, memang seperti itulah kenyataan yang ada, Ibu memintamu agar kalian sama-sama belajar untuk selalu menjadi baik tanpa menuntut, seperti yang Ibu bilang tadi, seorang istri itu suarga nunut neraka katut, jangan banyak menuntut tapi berusahalah menjadi imam yang mumpuni, pembimbing dan kepala keluarga yang bertanggung jawab. Bertanggung jawab dalam segala hal materi, religi, psikologi, emosional dan fasilitas keluarga lainnya, pasti nanti istrimu juga akan memberikan yang terbaik untukmu,” ucap Bu Nyai, mata Bu Nyai mulai berkaca-kaca.

Aku langsung memeluk Bu Nyai. Aku sangat bersyukur karena merasa dianggap keluarga di pesantren ini. Nasehat Bu Nyai membuatku terharu. Aku lihat Mas Gagah hanya meresponnya dengan anggukan. Mas Gagah rupanya juga terharu dengan kisah seorang wanita yang Bu Nyai ceritakan.

“ Kamu harus kuat ya Nay, kamu perempuan jawa, harus bisa nrimo, sabar, setia dan bakti!” Bu Nyai mengelus punggungku dengan penuh kasih sayang. Permintaan doa restu ini malah diselimuti dengan keharuan.

Untuk mengalihkan keharuan ini, Abah mengajakku dan Mas Gagah makan bersama. Bu Nyai dan Asisten rumah tangganya hari ini kebetulan masak gudeg, makanan khas Jogja. Aku dan Mas Gagah ikut ke ruang makan. Kami pun makan bersama. Abah memperkenalkan Gudeg pada Mas Gagah  bahwa gudeg adalah makanan yang enak, memiliki cita rasa manis yang menurut Abah itu sangat khas.

Selesai makan, aku dan Mas Gagah berpamitan pulang. Aku mengingatkan kembali pada Bu Nyai dan Abah untuk datang ke acara pernikahanku sebagai saksi. Abah mengucapkan InsyaAllah. Aku dan Mas Gagah keluar dari rumah Abah, berjalan menuju parkiran di depan halaman pesantren.

“ Inayah!” Sapa Ustad Hadi.

Aku menoleh dan tersenyum pada Ustad Hadi.

“Iya Ustad.” Ustad Hadi menghampiriku menyunggingkan senyumnya juga.

“Sehat?” Tanya Ustad Hadi.

“Alhamdulillah, Ustad sendiri bagaimana?”

“Alhamdulillah sehat juga”

“Ehmmm.” Terdengar suara deheman Mas Gagah. Aku meliriknya dan tepat saat itu Mas Gagah melirikku juga.

“Oh iya Ustad, perkenalkan ini Mas Gagah, calon suamiku, kami kemari meminta doa restu ke Abah dan Bu Nyai, mohon doanya juga ya Ustad,” ucapku.

Wajah Ustad Hadi seketika langsung merah padam mendengar aku yang akan menikah. Aku jadi yakin dengan gossip yang beredar jika Ustad Hadi menyukaiku.

“Ah … emmm aku doakan semoga dilancarkan niat baik kalian.” Ustad Hadi terlihat gugup.

“Terimakasih.” Mas Gagah mengajakku untuk segera pulang karena alesan Ibu. Aku pun berpamitan pada Ustad Hadi yang sedang menunjukan wajah kecewanya. Aku dan Mas Gagah segera memasuki mobil dan bergegas pulang ke rumah.

1
🦋⃟ℛ★🦂⃟ᴀsᷤᴍᷤᴀᷫ ★ᴬ∙ᴴ࿐❤️💚
mak San lindu karya mu 🤭🤭 sangking lindu nya mengulang lagi baca nya 🤣🤣 kapan lagi mak san buat karya naru 🤭🤭
Vivo Blue
Luar biasa
imhe devangana
🥰🥰🥰
imhe devangana
😂😂😂 guntur gokil jg orngnya.disaat genting malah ngebanyol. aku pikir guntur nanti akan jd pebinor di RT kk nya semoga tdk.thor psngkn sj sm kinar
imhe devangana
Nia atau Ana thor?
imhe devangana
orang kaya mah bebas, ganti seprei setiap hari biasanya jg sekali seminggu 😂😂😂
menurut ku ya thor 🤭✌
Uba Muhammad Al-varo
Inayah..... kasihan banget hidupmu 😭🤧😭🤧😭🤧
Haikal Dzaky Rahman
Biasa
Rahma Lia
Luar biasa
Alfia Amira
balada panggilan adek 🤭🤭
Adel Lia
baguss sekaliii cerita yaaa
Alfia Amira
Luar biasa
dewi rofiqoh
Alhamdulillah dapat ilmu dalam menjalani kehidupan berumah tangga. Terimakasih thor
Evi Yolanda
suka sekali .. cerita sederhana tp banyak nasehat berarti .. semangat thor
AwanMendung26: Assalamu'alaikum. 🌻
Halo, kak. Jika berkenan mampir di cerita aku juga, yuk! Judulnya Kekasih Halal Untuk Aiyla. 🌻

Terima kasih. 🌻
total 1 replies
Emi Rusilah
Kecewa
Maghfirah Piya
boleh skali2 pake visual author n suami .mantap tuh😁👍soalx cantik n ganteng😁
Mak Imam
ceritanya bagus tp kok nama tokoh nya gagh sick JD gak suka deh
Dian Romadhon: kl gk suka sebut saja bunga... bukan nama sebenarnya
total 1 replies
Hafista
aku klepek2 dgn ksryamu ini thour kutunggu karyamu sljtnya, sukses trs y thour👍👍👍👍👍
Hafista
bikin aku baper thour,lanjut thour
zoel
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!