[CH 01-145 END]
Apa yang akan kau lakukan jika kau terjebak di dalam tubuh Putri Mahkota yang sangat dibenci oleh Sang Pewaris Tahta?
****
"Dimana ini?" Pertanyaan itu terlontar bersamaan dengan kebingungan sang gadis menatap sekelilingnya, tempat itu begitu asing dan bisa ia bilang sedikit kuno.
"Nona sudah sadar?"
Gadis itu mengernyit kebingungan saat di depannya ada orang dengan pakaian kuno.
"Apakah kita sedang syuting drama kolosal?"
Gadis itu kebingungan, pasalnya hal terakhir yang ia ingat adalah terjun ke danau karena menghindari ibunya. Ia kira ia sudah mati tetapi jika mati tidak mungkin ia masih bisa bernafas dan bertemu dengan manusia juga bukan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Miss_Kha11, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHAPTER 18
Grep........
Tanpa berkata apapun tangan kekar itu meraih tubuh Haerin dalam pelukanya, sangat dirindukan gadisnya yang sudah berbulan bulan tidak ia temui tersebut, masih dalam wangi yang sama wangi yang sangat ia sukai. Tetapi apakah gadisnya tersebut masih tetap miliknya?
Tetapi saat itu juga tanpa aba aba ataupun perintah Air mata Haerin terus saja mengalir dan perasaanya tidak menentu padahal Ini adalah pertemuan pertamanya dengan Lelaki itu, tapi Haerin bisa merasakan bagaimana rasa cinta dari lelaki tersebut pada dirinya itu terlihat sangat nyata.
Lalu bagaimanakah cara Ia menghadapi semua ini?
Haerin merasa pundaknya basah tanpa ia sadari lelaki tersebut juga meneteskan aor matanya, Kerinduan yang amat dalam membuat seseorang menangis? tentu saja air mata kebahagian dan kesedihan itu kini tumpah ruah menjadi satu.
Setelah beberapa saat Haerin melepaskan pelukan itu, air matanya masih setia mengalir walaupun ia sendiri tidak tahu perasaanya terhadap lelaki tampan yang baru saja ia temui tersebut. Di tatapnya lekat wajah lelaki itu senyuman yang sangat manis tampak begitu jelas terlihat walaupun Haerin yakin lelaki tersebut tadi sempat meneteskan air matanya.
"Jadi benar kau menjadi Ratu negri ini?" tanyanya seraya menakup wajah Haerin dengan ke dua tanganya.
Haerin diam, ia menunduk dan tidak berani hanya untuk sekedar menatap wajah lelaki itu, seakan memang ada ketakutan besar dalam hatinya, Seolah hatinya menjerit sakit karena telah menghianati lelaki tersebut padahal ia sendiri tidak tahu kisah cinta Haerin asli dan Lee Sun seperti apa.
"Apakah kau bahagia?" tanyanya lagi masih dengan senyuman.
Tangis Haerin kembali pecah, Ia pikir Lee Sun akan sangat marah karena Haerin telah menghianatinya tetapi di luar dugaan.
"Kenapa kau berbicara seperti itu? Aku telah menghianatimu Sun~ah" Ucap Haerin kini ia mencoba untuk berani menatap manik milik Lee Sun.
"Aku tidak peduli Rin~ah, aku selalu bilang kalau kau adalah hidupku dan segalanya, kebahagiaanmu adalah tujuan utamaku" ucapnya menatap lekat gadisnya.
"Lalu bagaimana denganmu? Apakah itu adil"
"Kau tak perlu memikirkan aku, yang terpenting adalah kebahagiaanmu, dan sekarang ku mohon jawablah Apakah kau bahagia disamping Raja"
Hening,
Tidak ada jawaban.
Haerin semakin bimbang, Ia memang sama sekali tidak mendapatkan kebahagiaan bersama Hwan hanyalah kesakitan baik fisik maupun hati yang Hwan berikan untuknya. Dan ia yakin itu tidak seberapa dibandingkan nanti pada waktu yang akan datang. Dan sekarang ada seseorang lelaki yang sangat tulus mencintainya. mungkin, bukan hanya tulus kata yang tepat untuk mengambarkan lelaki itu. Bagaimanakah ini? Jika ia tetap di sisi Hwan mungkin akan banyak sekali pihak yang tersakiti, tetapi jika ia pergi bersama Lee Sun apa kata seluruh rakyat Joseon tentang Ratu mereka, yang meninggalkan Raja dan tahktanya hanya demi seseorang.
Lee Sun menghapus air mata di wajah Haerin dengan lembut sungguh tidak tega rasanya melihat orang yang paling ia sayangi meneteskan air mata dan ialah penyebab nya.
"Marilah aku akan mengantarkanmu kembali"
Haerin hanya mengikuti langkah Sun yang menuju kudanya, lalu Sun mengantarkan Haerin pulang.
Ia tersenyum melihat wajah yang sangat ia rindukan itu, apakah Haerin tidak bahagia di istana? Melihat raut wajah Haerin seperti ini membuatnya semakin yakin jika Haerin tidak Bahagia. Ia harus menemukan cara agar Haerin nya bisa kembali tersenyum. Dan kembali menjadi miliknya barangkali?
⿴⃟۪۪⃕᎒⃟ꕤTHE PRINCE WOMAN⿴⃟᎒⃟ꕤ
"Jusang, Nenek harap kau dapat bijaksana" ucapnya pelan.
"Mengenai Nae ri?" tanya Hwan.
"Cobalah kau pikirkan sekali lagi seperti Apa Jungjeon dan Ui bin, apakah menurutmu Ui bin pantas untuk mengantikan Jungjeon"
Tentu saja sangat tidak pantas bahkan jika dilihat dari sisi manapun.
"Nenek tidak ingin jika posisi Ratu di duduki dua orang itu tidak akan mungkin dan juga nenek takut akan terjadi perebutan kekuasaan di masa depan" ucapnya kembali.
"Nenek harap jusang bisa sedikit menghargai Jungjeon, sudah cukup dia merasakan sakit hati. Nenek akan membawanya ke rumah Nenek di Daegu dan melepaskan gelarnya"
Ibu Suri agung memiliki Kediaman di daerah Daegu-do, itu adalah kediamanya bersama keluarganya dulu dan sekarang yang menepati hanyalah pelayan karena ia enggan untuk menjual rumah itu.
"Naeri tidak pantas mengantikan Jungjeon" Akhirnya ucapan itu keluar dari bibir Hwan.
"Kenapa kau baru sadar disaat keadaanya telah rumit, Jusang. Jika Anak yang dilahirkan Ui Bin ternyata adalah Laki laki maka Nenek yakin akan terjadi perebutan kekuasaan"
Anak yang dilahirkan Ui Bin?
"Jusang akan memikirkanya"
Setelah mengucapkan itu Hwan lalu beranjak sepertinya ada sesuatu hal yang belum ia ketahui, Sesuatu hal besar yang mungkin akan membuatnya sangatlah marah.
Brak........
Pintu itu terbuka dengan keras membuat sang empunya kamar terkejut, Naeri yang kala itu tengah menyulam hingga harus menjatuhkan kain sulamanya. Ia beranjak lalu menatap lekat pelaku yang membuat nya terkejut.
"Ada apa Jeonha?" Tanya Naeri pelan.
Ditempatnya Hwan terlihat marah ia menatap lekat Naeri dengan tatapan tajam, yang membuat Naeri sendiri begidik. Lalu tangan Hwan meraih pergelangan tangan Naeri ah tidak lebih tepatnya ia tengah memastika sesuatu lewat denyut nadi Naeri. Lalu dihempaskanya kasar tangan gadis itu
"Kau Hamil" tanya Hwan dengan senyuman miring.
Naeri terbelalak, ingin sekali ia lari saat itu. Apa yang harus ia katakan untuk meyakinakan Hwan?
"JAWAB AKU RI-AH" ucapnya dengan Nada tinggi.
"Kau pikir karena siapa? Ini karenamu Hwan ah"
"Huh karenaku? Bahkan aku belum pernah menyentuhmu"
Siapa ayah dari anak Naeri? Bagaimana bisa Naeri beruba seperti ini bukankah Han Naeri adalah gadis lemah lembut yang polos dan sangat baik kemana perginya Naeri yang dulu. Mengapa kecelakaan ini bisa terjadi?
"Waktu itu aku sudah putus asa karena bahkan tidak masuk ke dalam tiga besar pemilihan Sejabin, lalu kau sama sekali tidak tidak berbicara kepada ibu Suri untuk meloloskanku. Kau kira akan seperti apa hancurnya perasaanku. Lalu aku menjalin hubungan dengan seseorang yang-"
"Lalu setelah kau Hamil, kau memaskaku untuk menjadikanmu selir, sehingga kau menutupi Kehamilanmu? Kenapa kau sangat Licik Han Nae ri" Ucap Hwan sarkas.
"Kau tahu jika Hal ini adalah termasuk kejahatan?"
Naeri meluruh lalu ia menangis, menyesali apa yang telah ia lakukan.
"Kumohon Jeonha jangan hukum aku"
Naeri meraih tangan Hwan tetapi Tangan itu dihempaskan oleh Hwan. Betapa tidak sudinya ia disentuh oleh seseorang yang licik seperti itu. Walaupun tidak mencintai Naeri tapi Hwan Sangat mempercayai Naeri, Gadis itu selalu ia percaya sejak dulu. Tapi mengapa kini Kepercayaan itu Naeri pecahkan dengan mudahnya.
"Aku sangat menyesal, ku mohon jangan hukum aku. Jika kau menghukum ku pasti seluruh keluargaku akan ikut dihukum. Jebal Jeonha"
Hwan menghela nafas, memanglah ia tidak setega itu menghukum Naeri karena ia yakin jika ia menyeret Naeri ke pengadilan pastilah sangat berat hukuman dari istana yang akan diterima Naeri.
"Aku tidak akan menghukum mu, tapi mulai saat jangan pernah untuk menemui ku" ucap Hwan lalu beranjak pergi.
Ditempatnya Naeri menangis ia sama sekali tidak menyangka jika kebohonganya akan terbongkar seperti ini. Untung saja Hwan tidak menghukumnya. Tetapi pasti kehidupanya kedepan ia akan sangat menderita. walaupun masih dengan gelar Bin nya, Kini ia tidak akan pernah bisa menjangkau Hwan lagi.
𖥨ํ∘̥⃟❍ིི۪۪⃕۫۫͜ TBC⸙۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪ࣤ ⃝༘⃕☬️
☬️Maaf klo masih banyak kesalahan,typo, kesalahan EYD,dsb. tolong bantu koreksi, mari kita belajar bersama:)
☬️Dont forget to coment and vote, hargai karya saya ditunggu juga kritik dan saranya.
☬️Dan mengingatkan lagi Cerita ini hanyalah fiktif belaka tidak menceritakan sejarah yang telah terjadi kapanpun dan dimanapun. tetapi murni fiksi dari pemikiran saya.