NovelToon NovelToon
Saat Mantan Menjadi Suami

Saat Mantan Menjadi Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Romantis / Pengantin Pengganti / Mantan / Pernikahan rahasia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: mommy jay

Di saat resepsi pernikahan. Anjani Thalia harus menerima kenyataan pahit jika calon suaminya tiba-tiba saja membatalkan pernikahannya.
Keluarga Anjani merasa malu dan marah karena merasa di permainkan oleh Arjuna . Calon menantu mereka.
Bahkan yang paling mengejutkan, ternyata Arjuna memilih wanita lain. Dan yang lebih mengejutkan dia memilih teman Anjani sendiri sebagai calon istrinya.
Saat keadaan kacau Anjani terlihat pasrah dengan kehancuran di depan matanya. Namun siapa sangka seseorang justru menyelamatkannya dari kehancuran itu.
Keandra Alarick. Mantan Anjani datang dengan tiba-tiba dan ingin menikahinya. Hal itu pun membuat semua orang terkejut.
Bagaimana kelanjutan kisah mereka?
Apa Anjani akan melanjutkan pernikahannya dengan Keandra?
Apakah setelah ini kehidupan Anjani akan bahagia?
Ikuti kisah mereka sampai selesai.
Jangan lupa follow. Beri like dan komentar kamu ya!
Happy Reading...! 🤗🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mommy jay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5 Pesta penuh luka

Tak lama kemudian, mobil yang di tumpangi Anjani sampai di tempat tujuan. Sebuah hotel bintang lima yang letaknya cukup jauh dari rumahnya.

"Hufftt...." Anjani menghela nafas kasar. Saat matanya menatap bangunan megah di depannya. Pikirnya, betapa beruntungnya Melinda bisa melangsungkan pernikahan bersama Arjuna di tempat semewah itu.

Anjani turun dari mobil. Tak lupa memberikan ongkos pada sang sopir. "Terima kasih, pak." Sopir taxi mengangguk sopan. Kemudian melajukan mobilnya, meninggalkan Anjani yang kini hanya sendirian.

Anjani melangkahkan kaki masuk ke dalam hotel. Ia berjalan menuju resepsionis dan memberitahu tujuannya datang ke sana. Resepsionis yang mengerti pun, langsung meminta seorang pegawai untuk mengantarkan Anjani ke lantai lima.

"Mari nona, ikuti saya." ucap pelayan laki-laki dengan sopan. Anjani mengangguk pelan dan mengikuti langkah pelayan laki-laki tersebut.

Tak butuh waktu lama, Anjani kini sudah sampai di lantai lima. Sekilas, ia melihat para tamu undangan yang keluar masuk ruangan. Ia rasa itu tempat resepsinya. Dan ternyata dugaannya benar, karena pelayan tadi mempersilahkannya untuk masuk.

Langkah Anjani terasa berat, saat sudah masuk ke ruangan itu. Matanya seakan terhipnotis, saat melihat dekorasi mewah yang tidak ada bandingnya, dengan dekorasi pernikahannya beberapa hari yang lalu.

Hatinya mencelos, melihat para tamu undangan yang sebagian besar adalah orang dari kalangan atas. Anjani meremas kuat tas yang ia bawa. Merasa dirinya tidak pantas berada di sana.

"Tidak. Aku harus kuat. Aku harus membuktikan pada mereka, jika aku tidak lemah." ucap Anjani dalam hati. Melangkahkan kaki, menghampiri kerumunan para tamu undangan.

Anjani tetap melangkahkan kaki. Kini tujuannya adalah pelaminan. Hatinya berdebar. Ada rasa sesak di dada, saat melihat Arjuna dan Melinda begitu serasi dan bahagia di atas pelaminan. Anjani merasa kelopak matanya memanas. Tidak. Ia tidak boleh menangis. Ia harus kuat.

"Anjani. Kamu datang juga." Suara Melinda terdengar lembut. Mengejek. Merendahkan. Menyambut kedatangan Anjani di hadapannya. "Selamat datang Anjani."

Arjuna yang berada tepat di hadapan Anjani, hanya bersikap acuh. Meskipun ada sedikit rasa sesak di hati, melihat mantan kekasihnya datang dengan begitu tegar.

"Selamat untuk kalian berdua. Semoga pernikahan ini, menjadi pernikahan yang pertama dan terakhir." ucap Anjani dengan bibir bergetar. "Semoga cepat di berikan momongan."

"Tentu Anjani. Kami berharap seperti itu." balas Melinda. Memeluk tangan Arjuna posesif. "Bagaimana keadaan mu sekarang? Maaf, kamu harus menanggung malu. Pasti kamu hancur dan kecewa, karena pernikahan mu dan Arjuna gagal."

Anjani menarik nafas. Tenggorokannya terasa tercekat, saat Melinda dengan sengaja membahas hal yang memang menyakitkan baginya.

Para tamu yang berada dekat dengan mereka terlihat berbisik. Hal itu, membuat pertahanan Anjani hampir saja runtuh.

"Masa iya Arjuna mau menikah dengan wanita itu. Enggak banget!"

"Iya. Dari penampilannya... wanita itu dari kalangan bawah deh!"

"Malu banget kalau aku jadi dia. Sudah gagal menikah. Terus, harus lihat mantan menikah dengan wanita yang lebih baik darinya!"

Anjani meremas kuat tas yang di pegangnya. Hatinya hancur, mendengar ucapan-ucapan orang yang menilainya sebelah mata.

"Anjani."

Anjani melihat ke arah suara. Matanya membulat sempurna, melihat kehadiran wanita paruh baya. Cantik. Anggun. Dengan kebaya modern yang melekat di tubuhnya.

"Tante Shinta." sapa Anjani sopan. Menatap Shinta penuh kerinduan. Sebab terakhir dirinya bertemu, saat kedua keluarga membicarakan tentang pernikahan mereka.

"Apa kabar Anjani? Kamu datang ke sini dengan siapa?" Shinta menyambut ramah kehadiran Anjani. Hal itu membuat hati Anjani menghangat kembali. "Kamu terlihat cantik, Anjani."

Anjani tersipu malu, mendengar pujian yang di ucapkan Shinta. " Terima kasih, tante."

Shinta balas tersenyum, melihat sikap Anjani. Namun di sisi lain, Melinda terlihat tidak suka saat melihat kedekatan mertuanya dengan Anjani. Ia hanya bisa mengepalkan tangan. Berharap Anjani, segera pergi dari tempat itu.

"Anjani. Tante minta maaf, atas apa yang menimpa hubungan kamu dan Arjuna." Shinta menatap Anjani iba. Ada guratan penyesalan di wajahnya. Sebab sebenarnya ia lebih setuju, jika Arjuna bersanding dengan Anjani. "Tapi kamu bisa lihat kan, kalau Arjuna sangat bahagia di samping Melinda." lanjutnya, dengan tatapan beralih ke pelaminan. Menatap Arjuna dan Melinda yang sedang tertawa.

Anjani terdiam. Tidak menyangka, jika Shinta akan berbicara seperti itu. Kini tatapannya mengikuti arah mata Shinta.

"Melinda perempuan yang baik. Dia juga selalu ada untuk Arjuna. Tidak pernah menuntut. Tidak banyak mengatur Arjuna harus ini, harus itu." Kini tatapan Shinta, beralih pada Anjani kembali. "Jadi ,tante harap kamu bisa menerima semua ini dengan ikhlas."

Anjani merasa tiba-tiba saja lidahnya kelu. Perkataan Shinta, seakan memojokannnya. Seakan dirinya yang bersalah, atas berpalingnya perasaan Arjuna.

"Anjani." Seseorang memanggil Anjani. Membuat dirinya menoleh ke arah suara.

"Keandra." ucap Anjani terkejut.

"Apa kamu sudah selesai?" Keandra menghampiri Anjani. Tiba-tiba saja menggenggam tangannya penuh kelembutan. "Ayo kita pulang. Kamu sudah selesai,kan." lanjutnya tegas. Menarik tangan Anjani. Membawanya pergi dari hadapan Shinta tanpa berpamitan.

Dari kejauhan, Arjuna dan Melinda sama-sama terkejut. Karena mereka tahu siapa Keandra. Bahkan Arjuna merasakan gemuruh dalam dadanya, saat melihat Anjani begitu pasrah ketika tangannya di genggam oleh Keandra. Padahal selama berpacaran dengannya, Anjani tidak pernah melakukan kontak fisik. Sekali pun menggenggam tangannya.

"Bukannya dia Keandra. Kenapa dia bisa ada di sini?" Melinda yang penasaran pun, bertanya pada Arjuna. Namun sayang, Arjuna malah mengangkat bahu acuh seolah tidak mau tahu. "Ih... kamu kok gitu, sih!!!" cebik Melinda, melihat sikap Arjuna yang tiba-tiba saja berubah.

Arjuna masih memperhatikan Anjani dan Keandra. Ada rasa tidak rela, melihat Anjani bersama laki-laki lain. Bahkan ia mengepalkan tangan. Menahan rasa, yang entah itu cemburu atau rasa yang lainnya.

Shinta terdiam, saat ada seorang laki-laki yang menarik Anjani menjauh darinya. Ia mempertajam tatapannya, melihat laki-laki angkuh tersebut.

"Siapa pemuda itu?" gumamnya. Menatap kepergian Anjani dan Keandra, dengan tatapan sulit di artikan.

Di tengah keramaian pesta. Keandra menarik tangan Anjani dengan sedikit kasar. Membuat Anjani meringis kesakitan.

"Lepaskan tangan ku, Keandra." ucap Anjani memohon. Bahkan kini hatinya lebih sakit dari tangannya. Perlakuan semua orang di pesta itu, sungguh sangat membuat dirinya benar-benar rapuh.

Keandra tidak mendengar permintaan Anjani. Ia terus menarik tangan Anjan, sampai benar-benar keluar dari hotel itu.

"Keandra! Lepaskan tangan ku! Sakit!" ucap Anjani meninggikan suaranya. Sudut matanya basah, menandakan jika dirinya menangis.

Keandra bergeming. Membawa Anjani menuju mobilnya. "Masuk!" titahnya dingin.

Anjani terdiam, menatap Keandra yang kini sedang membukakan pintu mobilnya. Ia sebenarnya ingin sendiri. Tidak ingin bersama Keandra.

"Aku bilang masuk, Anjani Thalia!"

Anjani tersentak, mendengar Keandra menyebutkan nama lengkapnya. Dapat Anjani lihat, jika saat ini Keandra terlihat marah dan kesal. Hal itu membuat nyalinya menciut. Dan akhirnya membuat Anjani mengalah. Masuk ke dalam mobil.

Setelah memastikan Anjani duduk. Keandra menyusul masuk kedalam mobil. Duduk di kursi pengemudi.

Hening. Suasana di dalam mobil terasa mencekam. Tak ada suara dari Anjani maupun Keandra. Hanya terdengar suara mobil lain, dari luar. Bahkan hawa di dalam mobil terasa dingin, padahal AC nya tidak di nyalakan.

"Apa ini yang kamu inginkan?" tanya Keandra, memecah keheningan di antara mereka.

1
partini
cemburu dia ,kata nk kasih pelajaran jangan" buka segel paksa si bang kai
partini
nsh Lo Bang Ke tambah cemburu
partini
hai pemuda tamvan aku doakan ketemu lagi sama Anjani 🤭
partini
gara" Bang ke ini dasar suami ga punya otak
partini
ikuti permainan suami mu lah ,dari pada cuma mewek doang kaya gitu melohoyyy sekali kamu Jani ini th 2026 loh bukan 2018 pls deh Jani be strong and Smart you can do it 🤦
partini
aihhhn gumussss
partini
aihhh belum apa" nongol aja si Kunti untung Anjani ga myek2 jadi perempuan lumayan lah ga tensi
partini
lanjut Thor 👍👍👍
mommy jay: Terima kasih atas support nya, kk. 🙏🙏🙏
total 1 replies
partini
ciuman pertama hemmm itu Bang Ke ga mau dengarn penjelasan sih paling nanti tau kalau bisa bobol gawang ternyata masih segel
partini
salah Raina ko andika
partini
novel baru ,yang Andika ga di terusin Thor masih ku simpan loh nungguin up-nya
Mita Paramita
semangat Thor 🔥😁😁
lanjutin ceritanya sampai tamat
mommy jay: Terima kasih atas supportnya kk. 🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!