Karena kesalahpahaman, Anindia harus menikah dengan cowok yang paling tidak disukainya, Keanu si badboy sekolah. Mereka tidak pernah akur, bahkan Anindia selalu menghindari Keanu.
Tapi, malang tidak dapat ditolak, untung tidak dapat diraih. Mereka terjebak dalam kesalahpahaman yang fatal, dan sekarang mereka harus terpaksa menikah.
Anindia, siswi paling pintar di sekolah, harus menikah dengan Keanu, sang ketua geng sekolah yang terkenal dengan keberanian dan kenakalannya.
Mereka harus merahasiakan pernikahan mereka setidaknya sampai hari kelulusan. Tapi di sekolah, Keanu justru membuat pernyataan bahwa Anindia adalah pacarnya.
Apakah Keanu dan Anindia bisa merahasiakan pernikahan mereka?
•••
"Gue memang badboy, tapi setidaknya gue bukan playboy. Kenapa gue berani ngomong kayak gini?"
"Karena gak ada seorangpun yang bisa bikin hati gue luluh selain lo, Nindi."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NdahDhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13: Penerimaan tanpa paksaan
Tiga hari menjalani hukuman skorsing, Keanu mulai merubah diri secara perlahan. Perubahan itu tidak menonjol, tapi setidaknya membuat Keanu mulai menerima kenyataan tanpa adanya keterpaksaan.
Selama tiga hari itu juga, Keanu dan Anindia mulai belajar untuk menerima satu sama lain, meskipun keduanya masih terlibat dalam perdebatan yang tidak ada habisnya.
Pukul enam pagi, mereka sudah berganti pakaian dengan seragam sekolah. Anindia memakai seragamnya dengan rapi, tidak ada yang kurang sedikitpun. Semuanya tampak sempurna di tubuhnya, dengan rambut yang tergerai begitu saja menambah kesan cantik pada dirinya.
Lain halnya dengan Keanu, ia memakai seragam sekolahnya dengan kancing bagian atas dibiarkan terbuka begitu saja, tanpa memakai dasi serta seragam yang tidak dimasukkan ke dalam celana. Rambutnya yang acak-acakan menunjukkan bahwa Keanu masih memiliki jiwa pemberontak yang belum hilang sepenuhnya.
"Gak rapi banget, Keanu. Cobalah sesekali rapi gitu pergi ke sekolah," ujar Anindia yang masih menata rambutnya.
"Ngapain rapi-rapi sih? Gini aja udah keren," ujar Keanu sembari merapikan rambutnya dengan tangannya.
Melihat hal itu, Anindia merasa risih. Ia yang memiliki kepribadian OCD (Obsessive Compulsive Disorder), dimana ia tidak bisa melihat sesuatu yang berantakan, akhirnya memutuskan untuk memasangkan dasi kepada suaminya itu.
Anindia meraih dasi abu-abu itu di atas tempat tidur, lalu tanpa aba-aba mengalungkannya ke leher Keanu. Karena tubuhnya yang tidak cukup tinggi, Anindia pun menarik sedikit dasi itu. Keanu yang terkejut langsung tertarik ke depan, bahkan wajahnya hampir bersentuhan dengan wajah Anindia. Tapi ia tidak berontak, seolah terpaku dengan momen tiba-tiba itu.
Untuk pertama kalinya mereka saling bertukar pandang dengan tatapan yang sedikit teduh. Tidak ada tatapan permusuhan di mata keduanya, yang ada hanya tatapan lembut yang terpancar dari keduanya.
Tersadar dari lamunannya, Keanu pun langsung berdehem keras, berusaha untuk menetralkan detak jantungnya yang berdegup kencang.
"Ekhem," ujarnya.
Anindia yang sadar pun langsung salah tingkah sendiri, tanpa sadar tangannya sedikit bergetar ketika memasangkan dasi untuk suaminya itu. Setelah selesai, Anindia sedikit mengikis jarak di antara keduanya, merasa gugup dengan tatapan singkat itu.
Keanu pun membenarkan posisi dasi yang sebenarnya sudah sangat rapi, seakan tidak ingin kehilangan image cool nya di depan Anindia.
"Emang keren gini?" Ujar Keanu dingin, berusaha mencairkan suasana.
"I-iya, keren," ujar Anindia dengan nada yang terdengar bergetar. "Hmm... Coba deh bajunya juga dimasukin, biar tambah keren juga kamu nya," lanjut Anindia.
Mendengar perkataan Anindia yang begitu lembut membuat Keanu merasa gugup, jantungnya kembali berdegup kencang entah apa sebabnya. Ia pun langsung merapikan bajunya, seakan ia sudah mulai mencoba untuk menerima keinginan Anindia tanpa merasa dipaksakan.
"Gini?" Ujar Keanu setelah selesai merapikan bajunya.
Anindia hanya mengangguk singkat dengan seutas senyum tipis. Anindia sebenarnya tidak peduli dengan penampilan Keanu. Tapi semenjak tiga hari terakhir, ia mulai dekat dengan Keanu. Karena itu yang membuat Anindia merasa risih ketika melihat penampilan Keanu yang acak-acakan.
"Kayak cowok culun gue," ujar Keanu sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Enggak kok, malah kelihatan gantengnya," ujar Anindia yang tidak sengaja memuji penampilan baru Keanu.
Karena terkejut dengan kalimat yang keluar dari mulutnya, Anindia pun langsung menutup mulutnya dengan tangan. Wajahnya pun langsung bersemu merah, suatu hal yang tidak pernah Anindia rasakan sebelumnya.
Sementara Keanu, tanpa sadar seutas senyum samar terukir di bibirnya. Ia tidak pernah dipuji seperti itu sebelumnya, jelas saja membuatnya sedikit salah tingkah.
"Lo bilang apa Nindi? Gue ganteng?" Ujar Keanu yang berusaha menahan senyumnya.
"Apaan sih? Aku gak ngomong apa-apa kok, kamu aja kali yang salah denger," ujar Anindia berkilah menutupi rasa salah tingkahnya.
Anindia pun langsung mengambil tasnya, tanpa kata lagi ia pun langsung bergegas keluar dari kamar meninggalkan Keanu di belakang. Sejujurnya Anindia merasa malu ketika tidak sengaja melontarkan kalimat itu. Saat menuruni tangga, Anindia tersenyum sendiri dan menggelengkan kepalanya, berusaha menepiskan perasaan aneh yang baru saja menyerang hatinya.
Sementara itu, Keanu yang masih terdiam di tempat hanya bisa menggeleng singkat. Ia merasa bahwa Anindia tidaklah seburuk yang ia pikirkan. Keanu pun merasa bahwa dirinya mulai bisa menerima pernikahan ini dan berusaha merubah diri untuknya dan juga Anindia.
"Gue belajar buat nerima pernikahan ini, Nindi," gumam Keanu sembari mengambil tasnya dan kunci mobil di atas meja, lalu melangkah turun menghampiri keluarganya di ruang makan.
Anindia yang sudah lebih dulu menghampiri kedua mertuanya, langsung disambut hangat oleh kedua paruh baya itu. Mereka membuat Anindia merasa nyaman dan tidak canggung lagi, bahkan Anindia pun merasa seperti sedang berada di rumahnya sendiri.
"Morning," ujar suara Keanu yang menghampiri mereka.
Mereka bertiga langsung menoleh ke arah suara. Betapa terkejutnya ayah dan ibu Keanu ketika melihat penampilan baru Keanu. Mereka bisa melihat jelas bahwa Keanu mengenakan seragam sekolahnya dengan rapi, tidak seperti sebelumnya.
Kedua orang tua Keanu langsung menyunggingkan seutas senyum. Mereka merasa bahwa Keanu mulai belajar berubah penampilannya. Dan mereka juga merasa bahwa Keanu mulai menerima Anindia sebagai istrinya.
"Sepertinya ada yang mulai berubah nih," goda ibunya.
"Papa senang melihat penampilan kamu sekarang, Keanu. Teruskan begini, jangan buat malu Papa lagi," tegas ayahnya yang menatap Keanu dengan tatapan serius.
"Baik Pa," ujar Keanu sebelum akhirnya ia menarik kursi untuk duduk.
"Anindia, kalau di sekolah Keanu buat ulah lagi langsung dijewer aja ya sayang," ujar ibu Keanu kepada menantunya itu.
Mendengar perkataan ibu mertuanya, Anindia langsung terkekeh pelan. Ia tidak menyangka bahwa ibu mertuanya akan mengatakan hal demikian. Sementara Keanu hanya melontarkan tatapan tajam kepada ibunya, seakan merasa bahwa ibunya masih meragukan dirinya.
"Iya Ma," hanya itu yang Anindia katakan, ia merasa bahwa keluarga Keanu sangatlah menyenangkan, meskipun ia tinggal di sana baru hitungan hari.
Mereka pun akhirnya menikmati sarapannya, diiringi perbincangan ringan yang membuat Anindia merasa lebih santai. Setelah selesai dengan sarapannya, Anindia dan Keanu pun berpamitan kepada keduanya lalu melangkahkan kakinya ke luar dari rumah megah itu menuju ke sekolahnya.
"Mulai hari ini kita pergi bareng. Gue sih pengennya naik motor tapi motor gue di sita sama Papa," ujar Keanu yang terdengar lebih santai, tidak seperti sebelumnya yang terkesan mencari gara-gara dengan Anindia.
Anindia hanya mengangguk singkat, ia tidak tahu harus mengatakan apa. Keanu pun langsung membuka tombol kunci, lalu memasuki mobil hitam miliknya yang jarang ia gunakan itu.
Anindia pun membuka pintu mobil dari samping, merasa canggung pergi hanya berdua dengan Keanu terlebih di dalam mobil seperti ini. Keanu yang sudah duduk di belakang kemudi mulai menyalakan mesin dan bersiap untuk pergi.
Anindia yang masih sibuk dengan sabuk pengaman, tiba-tiba saja Keanu yang memasangkannya. Antara terkejut dan juga gugup, namun berhasil membuat Anindia terpaku tanpa kata.
Pandangan keduanya kembali bertemu, seakan merasa bahwa mereka sedang terbang di atas awan. Anindia yang awalnya paling anti dengan cinta, seperti kini sudah menaruh hati pada suaminya itu.
Sementara Keanu, untuk kali keduanya ia merasa jantungnya yang berdegup kencang karena Anindia. Ia seakan luluh dengan wanita di hadapannya itu, bahkan ia lupa untuk sejenak bahwa ia adalah mantan badboy yang sangat meresahkan.
"Sorry," ujar Keanu kembali dengan nada dinginnya bahkan langsung mengikis jarak dari wajah Anindia.
"I-iya gapapa," ujar Anindia dengan nafas yang memburu karena degup jantungnya yang tidak karuan.
Tanpa kata lagi, Keanu pun langsung melajukan mobilnya itu menuju ke sekolah. Ia merasa gugup, suatu hal yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya.
"Sial, kenapa gue jadi gugup gini dekat Nindi?" Batin Keanu yang masih fokus menyetir.
Tidak ada perbincangan apapun di antara mereka. Mobil itu pun terus melaju hingga akhirnya memasuki area parkir sekolah. Terlihat beberapa mobil murid lain yang juga merupakan kalangan berada sudah terparkir berjejer di parkiran itu.
Keanu mematikan mesin mobilnya, lalu melepaskan sabuk pengaman di tubuhnya, bersiap untuk turun. Sementara Anindia, ia justru terdiam mematung. Anindia merasa gelisah, ia tidak bisa membayangkan jika teman-temannya melihat ia pergi bersama Keanu. Terlebih Dara menyukai suami rahasianya itu.
"Halo, kok bengong?" Ujar Keanu yang ternyata memperhatikan perubahan ekspresi Anindia.
"Hmm, eng-enggak, gapapa," ujar Anindia yang terdengar gugup.
Seakan paham apa yang dipikirkan Anindia, Keanu pun langsung menatap Anindia dengan tatapan serius. Sejujurnya ia juga merasa khawatir jika pernikahannya ini diketahui oleh orang lain, tapi bukan Keanu namanya jika ia tidak memikirkan cara lain untuk mengatasi hal ini.
"Gue tau lo takut orang lain tau hubungan kita. Tapi tenang aja, biar gue yang urus," ujar Keanu yang terdengar serius.
Anindia langsung terkejut dengan perkataan Keanu, ia tidak mengerti apa yang dimaksud oleh suaminya itu. Tapi Anindia kemudian menganggukkan kepalanya, mempercayai sepenuhnya kata-kata Keanu.
"Ya udah, ke kelas duluan gih. Mumpung lagi sepi di sini," ujar Keanu yang kini mengalihkan pandangannya ke arah lain.
Tanpa kata lagi, Anindia pun langsung melangkah keluar dari dalam mobil. Ia menoleh ke segala arah, berharap teman-temannya tidak melihat ini. Setelah di rasa aman, Anindia pun melangkahkan kakinya menuju ke ruang kelasnya.
Sementara itu, Keanu masih terdiam di dalam mobilnya. Ia berharap tidak ada yang mengetahui pernikahannya ini dengan Anindia. Ia sudah memikirkan apa yang harus dilakukan jika ada yang mencurigai kedekatannya dengan Anindia, tapi Keanu tidak akan melakukannya sekarang karena menurutnya sekarang suasananya masih aman-aman saja.
Beberapa menit ia terdiam di dalam mobil, akhirnya ia pun melangkahkan kakinya menuju ke ruang kelas. Saat berjalan di koridor, banyak pasang mata yang terkejut melihatnya. Bahkan, sebagian siswi langsung menatap kagum dengan perubahan Keanu sejak hukuman skorsing terakhir itu.
Keanu hanya bersikap dingin, ia tidak memperdulikan tatapan dari mereka. Keanu pun langsung berjalan memasuki kelasnya, dimana ia berada dalam satu kelas yang sama dengan Anindia.
Setibanya di kelas, semua pasang mata langsung tertuju padanya. Bahkan Dara pun langsung terbelalak kaget melihat Keanu. Ia yang sebelumnya jujur pada Anindia bahwa ia menyukai Keanu, kali ini ia menyukai Keanu lebih dalam lagi.
"Selama di skors kemarin, Keanu berubah ya? Dia makin ganteng, makin cool, aaa makin cinta deh gue," bisik Dara di telinga Anindia.
Sementara Anindia hanya menatap Keanu dengan tatapan biasa, tidak menunjukkan emosi lain agar tidak menimbulkan kecurigaan dari teman-temannya. Meskipun Anindia sendiri tidak bisa menyangkal bahwa ia membenarkan perkataan Dara, tapi Anindia tidak bisa menunjukkannya di depan sahabatnya itu. Terlebih Dara yang lebih dulu menyukai Keanu sebelumnya.
"Andai aja kamu tau, Dar." Batin Anindia.
Keanu pun langsung beranjak menuju ke bangkunya di barisan paling belakang dengan langkah tegapnya. Ia pun bersikap biasa saja kepada Anindia, seolah tidak pernah terjadi apa-apa di antara keduanya.
Anindia menunduk, mengalihkan pandangannya pada buku di atas mejanya. Di saat ia mulai menerima Keanu sebagai suaminya tanpa paksaan dari siapapun, namun kini Anindia harus merahasiakannya. Anindia tidak bisa membayangkan bagaimana jika teman-temannya mengetahui bahwa dirinya sudah menikah, ia takut mereka akan salah paham dan akhirnya menjauhi dirinya.
"Morning Nindi, Dara," ujar Yudhi ketika menghampiri mereka berdua, diikuti Edo yang berjalan di belakangnya.
"Morning juga," ujar Anindia dan Dara serempak.
Untung saja saat itu kedua teman dekatnya menghampiri, membuat Anindia bisa mengalihkan pikirannya untuk sejenak. Mereka pun berbincang santai sembari menunggu pembelajaran berlangsung.
Sementara Keanu yang duduk di bangkunya, menyipitkan matanya ketika melihat Anindia dekat dengan dua pemuda itu. Namun itu tidak berlangsung lama ketika Keanu langsung mengalihkan fokusnya pada ponselnya.
^^^Bersambung...^^^