"Kenapa aku bisa di sini? Kenapa aku tak memakai baju?"
Alicia Putri Pramudya begitu kaget ketika mengetahui dirinya dalam keadaan polos, di sampingnya ada pria yang sangat dia kenal, Hafis. Pria yang pernah menyatakan cinta kepada dirinya tetapi dia tolak.
Apa yang sebenarnya terjadi dengan Alicia Putri Pramudya?
Yuk pantengin kisahnya, jangan lupa kasih ulasan bagus dan kasih bintang 5 untuk yang suka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cucu@suliani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kenapa bayinya kaya orang bule?
Saat tiba di rumah sakit, ternyata Naomi mengalami pendarahan hebat. Wanita itu harus segera melakukan operasi caesar, dokter berkata harus dilakukan dengan cepat. Kalau tidak, ibu dan bayi yang ada dalam kandungan berada dalam bahaya.
"Lakukan saja, Dok."
Hafis diminta untuk menandatangani surat persetujuan operasi caesar, dia juga diminta membayar administrasi. Pria itu dengan cekatan pergi ke ruang administrasi dan membayar semua biaya operasi caesar Naomi.
"Doakan agar istri kamu selamat, Fis."
Ibunya Hafis menepuk pundak pria itu, Hafis yang memang sedang gelisah menganggukan kepalanya. Walaupun baru saja dia bertengkar hebat dengan Naomi, tetapi dia tetap mendoakan yang terbaik untuk Naomi dan juga anaknya.
Dokter berkata jika dia tidak bisa menemani istrinya, alhasil Hafis beserta dengan kedua orang tuanya menunggu di depan ruang operasi.
"Semoga saja mereka baik-baik saja," ujar Hafis.
Cukup lama dia menunggu di depan ruang operasi, hingga tak lama kemudian ruang operasi itu nampak terbuka. Dokter muncul sambil mengusap dahinya yang basah dengan keringat.
"Bagaimana keadaan anak dan juga istri saya?" tanya Hafis dengan tak sabar.
"Apa jenis kelamin cucu saya?" tanya ibunya Hafis.
"Apakah anaknya lahir normal?" timpal bapaknya Hafis.
Ketiganya ingin segera tahu bagaimana kondisi Naomi dan juga bagaimana kondisi anaknya, karena memang sebelum dibawa ke rumah sakit wanita itu mengalami pendarahan.
"Alhamdulillah anaknya sehat, tampan dan sekarang sedang dibersihkan. Sebentar lagi akan dibawa ke ruang perawatan," jawab Dokter.
Wajah mereka berbinar mengetahui jenis kelamin anak dari Naomi itu, Karena Wanita itu melahirkan anak dengan jenis kelamin laki-laki.
"Alhamdulillah," ujar ketiganya bersamaan.
Hafis terlihat begitu senang sekali mendengar apa yang dikatakan oleh dokter, karena kini dia mau jadi seorang ayah dari putra tampan yang dilahirkan oleh Naomi.
"Mana anak kita, Sayang?" tanya Hafis ketika dia masuk ke dalam ruang perawatan.
Naomi terlihat sedang menggendong putranya, dia bahkan sedang menyusui putranya itu. Hafis dengan tergesa menghampiri Naomi dan duduk di samping wanita itu.
"Kata dokter anak kita laki-laki, apa iya?" tanya Hafis ingin memastikan.
Naomi tersenyum melihat wajah Hafis yang begitu bersemangat, wanita itu bahkan mengusap lengan Hafis dan segera menjawab pertanyaan suaminya itu dengan cepat.
"Ya, Sayang. Lihatlah, dia sangat tampan."
Naomi menunjukkan putranya kepada Hafis, awalnya pria itu terlihat begitu bahagia sekali. Namun, pria itu terlihat kebingungan saat menatap wajah putranya.
Kulit anak itu berwarna putih kemerahan, rambutnya juga terlihat pirang. Hidungnya mancung dan terlihat besar, matanya sipit dan sama sekali tidak terlihat seperti dirinya ataupun Naomi.
"Kenapa diam saja? Apa kamu tidak senang memiliki anak laki-laki?"
Naomi kesal dengan reaksi yang ditunjukkan oleh Hafis, karena tadinya pria itu terlihat begitu bersemangat untuk melihat putra mereka.
"Eh? Bukannya begitu kok wajahnya gak mirip aku?"
Hafis menatap wajah Naomi dengan lekat, wanita itu tersenyum canggung. Dia tak menjawab tapi malah menolehkan wajahnya ke arah kedua orang tua Hafis, dia seolah sedang meminta pertolongan kepada kedua orang tua Hafis .
"Anak yang baru lahir itu memang seperti itu, wajahnya masih berubah-ubah. Nanti juga bisa ketahuan mirip siapa kalau udah beberapa bulan," jelas ibunya Hafis.
Hafis menganggukkan kepalanya walaupun sebenarnya dia tidak begitu paham, menurut otaknya anaknya itu seharusnya mirip dirinya atau tidak mirip dengan Naomi.
Namun, anaknya itu tidak ada mirip-miripnya dengan dirinya apalagi dengan Naomi. Anak itu benar-benar berbeda wajahnya dan juga warna kulitnya, Hafis jadi bingung sendiri.
"Oh, gitu ya? Aku baru tahu," ujar Hafis yang malah bengong sambil menatap wajah putranya yang dirasa sangatlah tampan.
Dia merasa kalau anak itu tidaklah mirip dengan dirinya ataupun mirip dengan Naomi, tetapi anaknya itu malah mirip anak keturunan dari orang luar negeri.
'Kenapa bayi itu malah mirip bule?'
Jika diperhatikan dengan seksama, anaknya kini terlihat bukan seperti turunan tanah air seperti pada umumnya. Namun, anak itu lebih mirip seperti bule yang sedang berjemur di pinggir pantai.
"Ngelamun terus sih, Fis. Bayinya diadzanin dulu," uja Bapaknya Hafis.
"Iya, Pak." Hafis memangku bayi itu, lalu dia mengadzani anak itu tepat di telinga kanannya. Lalu Hafis membacakan iqomah tepat di telinga kiri anaknya itu.
Walaupun perasaan yang berkecamuk, tetapi dia berusaha menerima kenyataan kalau anak itu adalah anaknya. Mungkin anak itu membawa gen sendiri, makanya wajahnya begitu jauh dengan dirinya dan juga Naomi.
Memang yang namanya buah itu pasti jatuh tidak jauh dari pohonnya, tetapi ada juga buah yang jatuh jauh dari pohonnya jika ada kelelawar yang membawa buah itu.
"Semoga anak ini menjadi anak Sholeh," ujar Naomi.
"Hem," jawab Hafis dengan perasaan berkecamuk.
Ingin menuduh Naomi berselingkuh tetapi tidak punya bukti, lagipula wanita itu lebih sering bersama dirinya. Dia bahkan sering mengabaikan Cia hanya untuk bersama dengan wanita itu.
'Semoga saja anak ini benar-benar anak aku, semoga saja Naomi tidak berselingkuh.'
Hafis jadi mulai berpikir yang aneh-aneh, dia bahkan berpikir kalau Naomi berselingkuh dari dirinya.
Namun, setelah dipikir-pikir dia rasa itu tidak mungkin. Karena selama ini Naomi selalu bersama dengan dirinya, wanita itu terlihat begitu mencintai dirinya.
yg penting bisa lepas dari lelaki jahat itu ..dan bongkar kejahatan dia.. Nanti suatu saat harta yg di rampas enggak selama nya milik dia..