NovelToon NovelToon
Usia 40+, CEO Jatuh Cinta Padaku

Usia 40+, CEO Jatuh Cinta Padaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Mafia / CEO / Cinta Lansia
Popularitas:29.9k
Nilai: 5
Nama Author: Vlaucia Campos

Pada usia 44 tahun, Donatella terjebak di titik terendah dalam hidupnya setelah mengalami lebih dari 20 tahun penderitaan mental. Ini memberi pukulan yang menghancurkan pada perasaannya, tetapi dia sudah muak akan semua ini dan telah bangkit kembali, meski dia tidak yakin apa yang akan terjadi.

Leonardo, seorang duda tampan dan misterius, seorang pengusaha yang dikejar banyak orang, telah berubah menjadi pria yang dingin dan tanpa ampun setelah mengalami penderitaan dan pengkhianatan.

Namun, takdir suka memberikan kejutan dan menempatkan kita dalam situasi yang tidak biasa, dan begitulah cara mereka bertemu…

Ikuti aku! Mari kita mulai perjalanan yang penuh dengan perjuangan, keberanian, dan cinta. Tentu saja, dengan sedikit komedi juga...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vlaucia Campos, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bekas-Bekas...

Leonardo

Kepalaku serasa mau meledak, tapi masih kalah dengan amarahku. Amarah ini baru akan reda ketika aku sudah menangkap orang yang menjebakku.

Aku turun. Sebenarnya aku bahkan tak berniat sarapan, tapi anak-anakku tak ada hubungannya dengan semua ini. Aku sudah berhari-hari jauh dari mereka, dan ini hal paling minim yang bisa kulakukan untuk mereka.

Seperti dugaanku, mereka dan Renata sedang menungguku untuk sarapan. Kulihat Renata melempar senyum aneh, tapi ya sudahlah.

Kami sarapan dengan tenang, anak-anakku bercerita sedikit soal sekolah. Aku berusaha mendengarkan mereka, tapi pikiranku tertambat pada kemarin, dan amarahku nyaris meletus. Untung aku pandai mengendalikan diri.

Begitu mereka pergi mengambil tas sekolah, Renata mendekatiku, lalu berkata,

"Kurasa malam tadi berjalan baik, atau malah sangat baik! Dan ini pasti milik orang yang bersamamu," ujar Renata sambil tersenyum seolah tahu segalanya.

"Apa maksudmu?" tanya Leonardo, berpura-pura tak mengerti.

Renata menyerahkan sebuah gelang kepadanya, lalu berkata,

"Dia menjatuhkannya, tergeletak di depan pintu kamarmu. Dan sayangku, kurasa kau harus mengencangkan dasimu baik-baik," ujar Renata, lalu pergi sambil tertawa.

Renata

Aku tahu betul gelang siapa ini, kemarin kulihat melingkar di lengannya, aku benar-benar yakin, aku ini pengamat yang jeli.

Ini milik Donatella. Lalu kutarik rekaman kamera dan kulihat ia masuk bersama Leonardo. Karena di dalam rumah tak semua tempat ada kameranya, aku tak melihat apa-apa, dan juga tak mencari-cari, tapi gelang itu ada di jalan keluar kamar Léo...

Aduh, aduh, aduh... asyiknya! Ia tak pernah membiarkan siapa pun masuk ke kamarnya...

Terima kasih, Tuhan, atas pertanda ini, sungguh sebuah pertanda. Ini dia, sudah pasti...

Leonardo

Sebelum berangkat, aku ke kamar kecil, dan apa-apaan ini? Sebuah bekas di leherku? Aku tak pernah membiarkan siapa pun menyentuhku dengan cara semacam ini... Ah! Akan kubunuh kau, Donatella...

Kurapikan dasiku, dan saat aku hendak keluar, masuklah Ítalo dan Aurélio, keduanya panik.

"Saudara, untunglah kau baik-baik saja! Kami dibius," ujar Ítalo.

"Bukan cuma kalian berdua," ujar Leonardo.

"Aku bangun sendirian dan tak ingat apa-apa! Cuma ingat aku di pesta, sedang minum, dan ketika aku hendak kembali ke meja, seorang perempuan menarikku dan aku bahkan tak ingat wajahnya, sialan!" ujar Aurélio.

"Persis begitu, kita dibius, mereka menjebak, dan nyaris berhasil! Bahkan Adelaide kakinya patah dan tak bisa menyetir," ujar Leonardo.

"Jadi kalau kita dibius, Adelaide kakinya patah, Renata bersama anak-anakmu, siapa yang mengantarmu pulang?" tanya Aurélio.

"Donatella, si sekretaris," ujar Leonardo.

"Nah, yang ini tak mereka duga! Untung kita punya Donatella," ujar Ítalo.

Kemudian ia menoleh ke Leonardo dan tergelak.

"Ada apa?" tanya Aurélio.

"Don kita yang perkasa itu menggarap Donatella, atau Donatella yang menggarap dia," ujar Ítalo sambil tertawa dan menunjuk ke leher Leonardo.

Mereka tergelak.

"Bodoh! Dia juga ikut terbius," ujar Leonardo.

"Maksudnya bagaimana?" tanya Ítalo.

"Perempuan itu aneh, ia meminum sisa minumanku dan tahu apa yang telah mereka lakukan..." ujar Leonardo.

"Aku tak mengenalnya, tapi aku sudah suka padanya. Gila," ujar Ítalo.

"Setuju. Meminum minumanmu dan tak sampai mati," ujar Aurélio sambil menertawai temannya.

"Bagaimana mungkin dia mati, dia satu-satunya orang yang bisa dipercaya, menurut Renata dan Adelaide, dan dia harus keluar dari sana secepat mungkin!" ujar Leonardo.

"Iya, kami lihat kau cepat sekali mempercayainya," ujar kedua temannya sambil menertawainya.

"Dan sekarang mari kita cari tahu siapa pelakunya, karena dia akan membayar mahal!" ujar Leonardo.

Mereka pun keluar.

Donatella

Aku sudah mandi, sudah berbenah, sudah berjuta kali mencoba mengingat apa yang terjadi dan nihil! Aku tahu aku tidur dengannya dan aku sendiri yang membius diriku, dengan menenggak minuman itu! Betapa aku kesal pada diriku sendiri. Apa perlu aku meminum minumannya? Habis, dia tak bilang apa-apa! Oke, memang tak sempat juga, aku menenggaknya dalam sekali teguk!

Aku mau sarapan bersama Manu.

"Selamat pagi, putriku tersayang!" ujar Donatella.

"Selamat pagi, Mama cantik," ujar Manu sambil mencium ibunya, lalu mulai tertawa.

"Ada apa?" tanya Donatella.

"Mama bahkan tak cerita kalau semalam keluar," ujar Manu.

"Mama harus menjemput si Kasar Tuan Leonardo... Dan siapa yang bilang Mama keluar?" tanya Donatella.

"Mama! Mama menghabiskan malam dengan Tuan Leonardo? Dengan bos Mama? Wah... Mama, apa dia setampan dan sekeren yang kelihatan dan yang orang-orang bilang?" tanya Manu.

"Tenang, tenang, Mama cuma mengantarnya pulang, tak lebih," ujar Donatella.

Manu tergelak.

"Iya deh, tapi Mama, bekas-bekas di leher Mama itu apa? Jangan bilang ada lintah penghisap darah di kasur Mama," ujar Manu masih sambil tertawa.

Donatella

Aku bangkit cepat-cepat dan malaikatku! Keterlaluan, sudah kubilang dia tinggal di istana, dia pasti vampir, lihat apa yang diperbuat bajingan seksi itu di leherku!

Ah, akan kubunuh dia, biar pun dia si jahat! Memalukan! Riasan... butuh banyak riasan.

Akhirnya kuceritakan semua yang terjadi pada Manu, dan menurutnya itu keren sekali! Sementara aku sekarat oleh penyesalan, cemas dengan kekacauan yang kami perbuat, dan dia malah bicara soal takdir!

Takdir??? Tidak, tidak... ini Karma! Nah, ini baru benar...

1
💕Rose🌷Tine_N@💋
otorrr....kpn upadate nih...
jgn bilang mau hoitus yaaa😅
please...ini seru kok ceritanya👍
Ciklin Md Noh
jalan cerita menarik, isu dan isi luar jangkaan.teruskan /Good/
Woro Purwanti
menarik
Woro Purwanti
menarik up yg banyak dong thor
💕Rose🌷Tine_N@💋
wow🤪
Mary Lambu
Buruk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!