Viona gadis lugu yang mencintai ipar nya sendiri
dia mempunyai satu saudara perempuan
yang di jodohkan pada keluarga bangsawan dan sangat di segani semua orang..
entah dari sisi mana dia mulai menyukai kakak iparnya yang begitu dingin dan acuh kepada nya....
namun rasa penasaran viona dan tekat yang kuat akankah hati sang kakak ipar melunak???
mari simak lebih lanjut
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Nur Hastaman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
eps 18
Pengintaian.
Saat malam mulai larut, wisnu menatap wajah Viona yang tertidur pulas.
dia sangat merasa bersalah atas status yang tidak segera dia berikan terhadapnya.
Wisnu merasa Viona tak akan mampu menghadapi publik yang telah menghina dan merendahkan dirinya atas hubungan mereka yang tanpa status.
Perlahan Wisnu memikirkan cara untuk segera menghalalkan diri Viona, dengan penuh rasa cinta Wisnu pun mengecup kening wanita yang saat ini berada di sampingnya.
Dia pun melangkah keluar dengan mencoba menghubungi seseorang kepercayaannya.
"Saya tugaskan kalian untuk menyelidiki keluarga Firma terutama anak kesayangannya, ikuti setiap gerak-gerik mereka dan jangan sampai gagal." cetus Wisnu tanpa ada penolakan.
Setelah itu Wisnu duduk termenung di kursi panjang sebelah ranjang, pandangannya tak lepas dari wajah Viona yang tertidur cantik.
ingin sekali dirinya segera memberikan status seperti yang Viona dan dirinya inginkan.....
"Aku tidak pernah menyukai wanita hingga sedalam ini, dan baru kali ini hatiku tersentuh oleh gadis seperti dirimu, aku berjanji untuk memperjuangkan cinta kita hingga nanti akhirnya kita akan bersama selamanya. astaga, aku benar-benar gila oleh cinta mu Viona."
Wisnu menyenderkan kepala di atas sofa
memejamkan mata perlahan melepas rasa yang berkecamuk di otaknya.
samar-samar Viona terbangun dan tangannya meraba kasur dimana Wisnu terbiasa tidur di sampingnya.
"Kemana dia?." saat tangan Viona tidak dapat menyentuh Wisnu dia pun membuka mata lalu mencari keberadaan Wisnu.
"Astaga, dari kapan dia tidur disana? apa dia bodoh. dia bisa sakit leher." Viona beranjak dari tempat tidur dan melangkah ke arah Wisnu.
ingin sekali dia membangunkan Wisnu, akan tetapi dia tak tega melihat betapa lelahnya dia saat itu. bahkan saat tidur pun dia masih mengerutkan kening seakan dirinya memikul beban yang begitu berat.
"Biarlah dia seperti ini dulu, pasti kamu lelah dan banyak pikiran. selamat malam tuan kesayanganku." Viona memandang wajah Wisnu dengan penuh cinta.
viona pun kembali tertidur di tempatnya semula.
pagi pun menjelang, terdengar samar-samar suara kicauan burung yang membuat viona membuka mata.
"Pagi sayang ku." ucap Wisnu dengan senyum di bibirnya.
seketika Viona terkejut melihat Wisnu yang berada di sampingnya dengan membawa segelas susu.
"Kamu mengejutkanku. tumben kamu bangun sepagi ini?." Tanya Viona heran.
"Hahaha...kamu lucu sekali sayang, coba kamu lihat ini sudah pukul 9 pagi." ucap Wisnu dengan menunjuk jam yang berada di dinding kamar.
"Astaga, kita harus ke kantor. aduh bagaimana ini." Viona segera bangun dan berlari ke kamar mandi.
"Sayang, hari ini kita libur saja biar asistenku yang memimpin rapat hari ini." jelas Wisnu dari luar pintu kamar mandi.
"Tidak! kita harus ke kantor bagaimana pun rapat itu membutuhkan dirimu....." Viona keluar dengan mengusap wajahnya.
"Hanya rapat biasa sayang. asistenku juga bisa mengatasinya kenapa harus aku yang turun tangan?!." cetus Wisnu.
"Meski hanya rapat biasa kamu harus memenuhi tanggung jawab mu sebagai CEO. jangan menyepelekan hal yang kecil, biasanya dari suatu hal yang kecil kita dapat mencapai sesuatu yang besar. dan lagi kasihan mereka sudah menunggu kita, aku siap-siap dulu ya." ucap Viona.
Tak berapa lama mereka berangkat ke kantor
seperti biasanya.
para karyawan memberi hormat kepada mereka dengan sangat santun.
saat ini Viona tak lagi perduli dengan pandangan orang terhadap dirinya
kini dia menjadi wanita yang kuat sehingga dia tak lagi mudah di tindas oleh orang-orang yang berusaha menjahati dirinya.
Beberapa menit kemudian mereka masuk ke ruang rapat yang di hadiri beberapa orang yang berpengaruh di kantor tersebut hingga rapat berjalan dengan lancar....
saat rapat telah usai, Viona bernafas lega
akhirnya Wisnu memutuskan yang terbaik untuk rapat hari ini.
"Akhirnya kelar juga." kata Viona dengan merapikan berkas-berkas yang berada di meja rapat.
"Ini semua karna kamu sayang, jadi aku bisa berpikir jernih, jika bukan karna kamu pasti aku tidak akan mau menghadiri rapat ini" Wisnu mengusap kepala Viona.
Viona pun hanya tersenyum dan mereka kembali ke ruang kerja, dengan kembali fokus pada pekerjaan yang menumpuk di atas meja kerja mereka.
lnjut broo ya
mksih😘