NovelToon NovelToon
Chef Do

Chef Do

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / Kontras Takdir / Romantis / Balas Dendam / Konflik etika / Gadis Amnesia
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: originalbychani

Seorang wanita bernama Eun Chae hampir memutuskan untuk mengakhiri hidupnya yang membosankan setelah mendapatkan diagnosa mengidap penyakit linglung atau amnesia di usianya yang baru 30 tahun. Terlebih parahnya, Eun Chae tidak ingat bagaimana dirinya telah kehilangan kedua orang tuanya setahun yang lalu, dalam sebuah kecelakaan saat berlibur ke luar negeri. Siapa sangka pria yang menolongnya ternyata seorang chef terkenal di media sosial?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon originalbychani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep 4 : Babak Penyisihan

Ketika Chef Do memasuki ruangan, dilihatnya wajah-wajah para juru masak legendaris. Dimulai dari yang duduk di sisi kiri meja panjang, yaitu Chef Park Gi Jun. Yang duduk di tengah adalah Chef Ahn Yeon Ji, lalu di sisi lainnya Chef Alberto Rodriquez.

"Selamat siang, para Chef yang terhormat. Saya Chef Do, yang akan menyajikan hidangan pertama untuk hari ini," sapa Chef Do secara formal.

"Siang, Chef Do. Mohon jelaskan menu Anda kepada kami," jawab Chef Gi Jun.

"Baik. Hidangan saya adalah bubur steak medium rare dengan saus asam pedas, berasal dari tema masakan rumah," ucap Chef Do, seraya meletakkan 3 piring berisi masakannya di hadapan para juri.

"Aroma dagingnya tidak seperti masakan Barat," endus Chef Gi Jun, lalu memakan sesuap.

"Benar, sepertinya ini masakan Korea," sahut Chef Yeon Ji, juga mencoba dengan seksama.

"Daging ini dimasak dengan tingkat kematangan sempurna, masih bersari dan sangat lembut. Rasanya juga mengejutkanku," kata Chef Alberto, satu-satunya ahli kuliner keturunan Meksiko di tempat itu.

"Terima kasih, Chef Do. Kami akan memberi penilaian setelah berdiskusi sejenak. Silahkan menunggu di luar," ujar Chef Yeon Ji, langsung dipatuhi oleh Chef Do.

Setelah Chef Do dipersilahkan menunggu di sisi lain tempat yang amat luas itu, para juri mulai berbicara.

"Kupikir kombinasi masakannya sedikit aneh. Namun, setelah kucoba sekaligus, semuanya berpadu dengan harmonis," kata Chef Gi Jun.

"Bubur dengan steak medium rare memang tak lazim, tapi tetap bergantung pada cara memasaknya," tambah Chef Yeon Ji.

"Bagiku, daging ini lembut dan tidak berserat. Sensasi meleleh di mulut ini bukan teknik yang dikuasai semua orang," jelas Chef Alberto.

"Dia berbakat. Lalu, aku penasaran dengan bubur dibawah daging ini. Teksturnya sedikit kenyal, tidak terlalu berair. Saus gochujangnya menyatukan hidangan, enak sekali," angguk Chef Gi Jun.

Para juri memasukkan nilai, lalu menunggu hidangan dari chef berikutnya.

Chef Min Ho, urutan ke-dua mulai memasuki ruangan.

"Biar kutebak, ini semua telur?" tanya Chef Yeon Ji, seketika melihat sajian di atas piring panjang ala Chef Min Ho.

"Benar. Saya sengaja memilih telur, karena ingin menguji kemampuan diri sendiri," jawab Chef Min Ho.

Para juri mulai mencoba sajian telur tersebut secara bergantian, sementara Chef Min Ho menantikan pendapat positif dari mereka.

"Rasa yang familiar, dengan tekstur yang baru."

Itulah ucapan pertama dari Chef Gi Jun, yang pengalaman memasaknya jauh di atas Chef Min Ho, serta usia yang mungkin setara dengan ayah pemuda itu.

Lalu, juri termuda dan chef wanita bernama Yeon Ji itu menambahkan; "Aku suka rasa pedas dan aroma Saffron pada telur bercangkang ini. Saus kecoklatan untuk omelet ini juga enak, lalu pudding lembut ini berasa krim keju yang tidak membosankan."

"Ini santapan telur yang lezat. Terima kasih, chef muda," ujar Chef Alberto.

Chef Min Ho nampak puas. Ia berjalan menuju ruang tunggu dengan penuh harapan, lalu duduk berjauhan dari Chef Do.

Berikutnya, Chef Na Rae memasuki ruangan dan menyajikan hidangan untuk para juri.

"Apa ini?" ucap Chef Gi Jun, seketika mengamati hidangan Chef Na Rae.

"Selamat siang, Chef. Nama hidangan saya adalah Pulang Kampung Makan Enak."

Mendengar kalimat chef muda bernama Na Rae itu, para juri tertawa kecil, namun tidak mencelanya.

"Menarik sekali. Apakah kamu menggunakan bahan lokal dari daerah tertentu?" tanya Chef Gi Jun.

"Benar, Chef. Saya berasal dari Wonju, jadi saya menggunakan bahan khas daerah saya," kata Chef Na Rae.

"Dan, bahan apakah itu?" Chef Gi Jun bertanya lagi dengan senyuman.

"Lidah sapi khas Wonju," jawab Chef Na Rae, lalu mendapatkan respon terkejut dari para juri.

"Itu bukan bahan yang mudah diolah. Apa kamu pernah memakainya?" tanya Chef Yeon Ji.

"Saya percaya diri dengan kemampuan saya," tegas Chef Na Rae, lalu bersiap menjawab pertanyaan berikutnya.

Ketiga orang juri itu mencoba hidangan fine dining ala Chef Na Rae. Mereka nampak sedikit kebingungan, lalu menatap satu sama lain dengan anggukan kecil.

Sebelum Chef Na Rae membuka mulut, Chef Alberto telah berkata-kata.

"Hidangan ini benar-benar luar biasa. Saus apa yang kau gunakan dan dimana daging lidah sapinya? Semuanya meleleh dalam mulutku."

"Terima kasih, Chef. Untuk hidangan ini, saya merebus sayuran, kentang, dan sebagian daging lidah sapi dalam panci tekan. Kaldunya saya pisahkan, lalu sayuran dan kentangnya diblender dengan bumbu racik alami. Kemudian, bagian berlemak dari daging lidah sapinya kuikat dengan tali dan direbus lebih lama dalam panci biasa. Begitu matang, lemaknya berkurang dan rasanya akan meresap berupa kaldu. Kucampurkan daging yang kurang berlemak tadi, beserta kaldu pertama. Tak lupa kutambahkan parutan jamur truffle hitam dan kurebus lagi dengan api kecil sejenak saja, hingga mengental menjadi saus. Itulah elemen dasar masakan ini," jelas Chef Na Rae.

"Tak kusangka, hidangan sekecil ini mampu menghasilkan ledakan rasa yang kuat," puji Chef Gi Jun.

"Aku menikmatinya. Terima kasih, Chef Na Rae. Silahkan menunggu di luar," ulas Chef Yeon Ji.

Chef Na Rae pun merasa senang sekaligus gelisah, karena para lawannya juga tangguh.

Setelahnya, hidangan Chef Ik Jun dan Chef Geum Bi juga mendapatkan respon positif dari para juri.

Belum lagi, hidangan Chef Dong Baek diakui sebagai dongpa-yuk terlezat di Korea. Saat ini, siapapun dari kelima orang chef atau Chef Do dapat menempati peringkat tertinggi dan diloloskan dari tahap eliminasi secara otomatis.

Para peserta lain banyak yang menangis atau lesu setelah mendapat penilaian dari para juri. Namun, sesuai ketentuan masih akan ada 20 orang yang diloloskan ke tahap berikutnya.

"Tenang saja. Selain 6 orang ahli, masih ada kesempatan untuk 14 orang peserta. Jangan patah semangat, semuanya!" hibur mereka untuk sesama pejuang.

Hasil penilaian pun muncul, dengan nama seseorang pada peringkat teratas. Semua peserta yang telah berkumpul di ruang tunggu mendongak ke atas dengan hati berdebar.

"Hore!" sorak sang juara, yang tak lain adalah Chef Na Rae.

"Hebat. Dia peringkat satu untuk tahap pertama kompetisi ini," gumam para peserta yang lain, sambil mengucapkan selamat.

Sementara itu, Chef Do dan para chef ahli yang lain mendesah kecewa.

Chef Do mengumpat pelan, karena dirinya dikalahkan oleh chef lain dengan nilai yang beda tipis.

"Peringkat dua, Chef Do. Peringkat tiga, Chef Min Ho. Aku peringkat ke-4. Peringkat lima, Chef Dong Baek. Peringkat enam, Chef Geum Bi dan seterusnya."

Ucapan Chef Ik Jun seolah disengaja, sehingga Chef Do kesulitan mengabaikannya.

"Berisik. Lebih baik kau meningkatkan peringkatmu sendiri," geram Chef Do.

"Wih, kejam sekali. Padahal, aku cuma mengumumkan hasilnya dengan sukarela," sindir Chef Ik Jun.

"Percuma saja. Dia takkan senang mendengar ucapanmu, karena dia sangat benci dikalahkan," tegas Chef Dong Baek.

Chef Ik Jun tertawa santai, walau ambisinya juga sebesar yang lain. Mereka sungguh menantikan kesempatan berduel masakan yang akan datang.

- Bersambung -

1
Luca
garagarany udah ktmu yun seok wkwkk
Luca
hmmn ada sesuatuu tu
Penulis Soi
sipp👍
Penulis Soi
omgg🤭🤣
Penulis Soi
wahhh 😍
Penulis Soi
ngakakk loe chae 🤣🤭
Little Cat
Hiiikk sereeemm
Little Cat
eun chae ketemu cwe yg sifatny kebalikan ama dia 🤔 penasaran gue baklan gmn
Tuan Gong
menggugah selera makan + selera baca💯👍🏻happy CNY in advance utk authornyaa.
Tuan Gong
hmmm antagonis muncul.💪
Tuan Gong
kerennn bro💪
Tuan Gong
karakter cwekny jg mantapp👍
Tuan Gong
pria sejatii tuh👍 kalau jatuh cinta n menghargai pasangan.
Tuan Gong
wakkk mantaps broo👍
Tuan Gong
astagaaa kasian bgt lu eun chae
Tuan Gong
mauuu
Tuan Gong
Wih kerenn💪
Tuan Gong
wahhh
Tuan Gong
Hhhh yaa ituu👍
Tuan Gong
Jantan💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!