Dijodohkan dengan seorang laki laki dari usia bayi tanpa diketahui, yang ternyata laki laki itu adalah musuh bebuyutannya di sekolah. Namun perjodohan sudah tidak bisa lagi untuk dihindari.
Bagaimana kisah kehidupan Arin dan Rafa selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shanum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 18
Pagi ini seperti biasa Arin dan Rafa bersiap dengan seragam mereka untuk berangkat ke sekolah. Sebelum berangkat mereka menyantap sarapan yang dibuat Rafa lebih dulu. Usai puas menyantap sarapan, keduanya berangkat ke sekolah sendiri sendiri. Karena memang masih tetap merahasiakan pernikahan mereka.
Sesampainya di sekolah, Rafa lebih dulu datang dan sudah berdiri di tengah pintu gerbang. Dari jauh Rafa melihat Arin dengan motornya, seketika jantungnya berdegup kencang seakan itu adalah pertemuan pertama mereka.
Begitu sampai gerbang, Arin berniat melewati Rafa yang berdiri ditengah gerbang sekolah. Namun di hadang oleh Rafa yang membuatnya mengerem mendadak dan hampir jatuh dari motor. Dengan sigap Rafa menahan motor istri cantiknya itu agar tidak sampai jatuh.
"Hati hati dong" seru Rafa menahan motor Arin.
Mendengar ucapan suaminya itu, Ia tertegun tanpa sadar matanya membulat kearah suaminya. Seakan tersadar Rafa melepas motor istrinya cepat.
"Tumben Lo rajin? engga telat lagi? udah bosan sikat WC tiap pagi?" tanya Rafa dengan nanda tinggi dan dingin yang membuat semua orang yang lewat menatap heran.
"Gue bilangin nyokap Lo" ancam Arin kesal dan berlalu pergi.
Ancaman Arin yang selalu ampuh dengan mengadukan sikap buruknya pada keluarga, langsung membuat Rafa cemas. Karena Arin tak pernah sekalipun main main dengan ucapannya.
Setelah bel berbunyi, Rafa berniat masuk ke kelas yang memang melewati kelas Arin. Namun dari jauh Ia melihat sosok yang sangat di kenal sedang di genggam erat tangan nya oleh seorang cowok.
Ya, itu Arin istrinya, yang di genggam erat oleh Niko. Rafa hanya mengawasi mereka dari jauh sambil mengepalkan tangan dengan rasa ingin sekali menonjok Niko, karena berani menyentuh istrinya. Cukup lama ia mengamati kedua orang itu dengan geram. Hingga akhirnya Rafa pun berlari mendekat saat Niko dengan paksa ingin memeluk istrinya.
Secepatnya Rafa menarik pundak Niko dan ingin mnghantam wajahnya, namun sorot mata Arin padanya, padanya membuat cowok dengan rasa cemburu tersebut mengurungkan niat.
"Udah bel! masuk kelas sana Lo berdua!" teriak rafa dengan nada penuh emosi membuat semua yang mendengar bergidik ngeri.
Bagimana tidak, Rafa sangat terkenal sebagai ketua OSIS yang tampangnya culun tapi berhati dingin.
"Apaan sih Lo ganggu aja?! urus urusan Lo sendiri!" bentak Niko keras.
Tanpa ragu, Rafa mengeluarkan buku catatan untuk siswa yang melanggar aturan, dan akan diserahkan ke guru BK. Cepat Ia mencatat nama Niko disana dengan perasaan geram.
"Udah masuk Lo sana!" teriak Rafa lagi ke arah Niko.
Dengan jengkel karena namanya tertulis dalam buku pelanggaran, juga gagal memeluk Arin, Niko pun beranjak pergi ke kelas. Namun sebelum pergi Niko lebih dulu memegang lengan Arin dan menatap ke arah gadis yang terlihat bersalah pada suaminya tersebut.
"Aku tunggu kamu di kantin sayang"ucap niko lembut lalu berjalan pergi sambil menatap sinis ke arah Rafa.
Dengan salah tingkah, Arin beranjak pergi kedalam kelas. meninggalkan suaminya yang masih berdiri kesal di luar, Namun belum sampai Arin masuk ke dalam kelas, tiba - tiba terdengar suara yang sangat akrab di telinganya.
"Awas aja kamu ya berani ketemu Dia!" lirih Rafa penuh penekanan, membuat Arin sedikit merasa takut karena bagaimanapun juga Rafa adalah suaminya.
Masih dengan perasaan kesal, Rafa melangkahkan kaki menuju kelasnya. Tatapan Arin sendu menatap punggung suaminya yang benar benar terlihat begitu ingin marah pagi ini.
Soal’y wktu bru rilis saya ikutin smpe selesai
Eh pas pngen baca lgi ko di potong gini cerita’y
Jdi aneh deh
nganter ditimpuk ma rafa hahah