Ye Fan adalah seorang psikopat yang menjadikan orang-orang jahat sebagai target eksekusinya. Ia menikmati perburuan tersebut tanpa rasa bersalah.
Sebelum kematiannya, Ye Fan menghabiskan waktu dengan sebuah game kultivasi yang menurutnya sangat menarik, karena di dalamnya ia bisa memburu dan membunuh para penjahat tanpa batas.
Namun, hidupnya berakhir ketika ia tewas ditembak polisi. Saat membuka mata kembali, Ye Fan mendapati dirinya telah bereinkarnasi ke dalam dunia kultivasi—dunia yang persis seperti game yang pernah ia mainkan, tempat hasrat lamanya kini dapat terwujud sepenuhnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11: Pesta Darah dan Kenaikan Ranah
Malam menyelimuti Sekte Pedang Patah dengan keheningan yang menyesakkan. Di dalam gubuknya, Ye Fan duduk bersila. Ia merasakan energi dari air jahe pemberian Xiao Mei tadi siang telah terserap sepenuhnya, namun itu belum cukup. Ia butuh lebih banyak energi, dan ia tahu cara tercepat mendapatkannya: Eksekusi.
“Sistem, lacak posisi Feng.”
[DING! Target: Feng terdeteksi di area latihan belakang. Status: Sedang berlatih sendirian.]
Ye Fan menyeringai. Berlatih di malam hari adalah pilihan yang bagus untuk mati tanpa saksi. Ia segera menggunakan Langkah Bayangan Darah. Tubuhnya menjadi samar, bergerak seperti kilatan merah yang menyelinap di antara pepohonan asrama.
Di area latihan, Feng sedang mengayunkan pedang kayunya dengan napas tersengal. Ia tampak frustrasi. "Sial! Kenapa aku merasa ketakutan pada si bisu itu? Dia hanya sampah!" teriaknya pada kegelapan.
"Kau benar..." sebuah suara serak bergema dari balik bayangan tiang besar. "...aku hanya sampah yang akan membuang nyawamu."
Feng tersentak, pedangnya terjatuh. "Siapa itu?! Ye Fan? Kau... bagaimana kau bisa ada di sini tanpa suara?!"
Ye Fan melangkah keluar dari kegelapan. Aura Pengerasan Dasar Level 4 miliknya meledak, menekan udara di sekitar Feng hingga pemuda itu sulit bernapas.
"T-tunggu! Aku akan berteriak!" Feng mencoba membuka mulutnya, namun Ye Fan bergerak lebih cepat dari penglihatan manusia biasa.
Bugh!
Satu hantaman telapak tangan mendarat di ulu hati Feng, membuatnya tersungkur dan kehilangan suara karena sesak napas. Ye Fan berjongkok di atas tubuh Feng, menatapnya dengan tatapan predator yang sedang membedah mangsanya.
"Kau suka menendang orang yang lemah, kan?" Ye Fan memegang kaki kanan Feng. "Mari kita lihat bagaimana rasanya jika kakimu tidak bisa digunakan lagi."
KRAK!
Suara tulang patah yang renyah memecah kesunyian. Feng hanya bisa melotot, mulutnya menganga tanpa suara karena rasa sakit yang luar biasa. Ye Fan tidak berhenti di situ. Dengan gerakan yang dingin dan sistematis, ia mematahkan setiap sendi di tubuh Feng.
Setelah puas melihat penderitaan di mata mangsanya, Ye Fan mengeluarkan belatinya. Dengan satu sayatan bersih di tenggorokan, ia mengakhiri nyawa Feng.
[DING!]
[Target: Feng – Dieksekusi!]
[Misi Tersembunyi Selesai: Pembersihan Hama Sekte]
[Menyerap Energi Esensi Target...]
Tiba-tiba, aliran energi murni berwarna putih pucat keluar dari jasad Feng dan masuk ke dalam pori-pori kulit Ye Fan. Tubuhnya terasa seperti disiram lahar panas. Otot-ototnya mengembang, tulangnya mengeras, dan pusaran energi di perut bawahnya (Dantian) berputar dua kali lebih cepat.
[Kenaikan Ranah Terdeteksi!]
[Pengerasan Dasar Level 5...]
[Pengerasan Dasar Level 6...]
[Pengerasan Dasar Level 7!]
Ye Fan mengembuskan napas panjang, mengeluarkan uap hitam dari mulutnya. Kekuatannya sekarang hampir dua kali lipat dari sebelumnya. Dengan lambaian tangan, jasad Feng yang malang itu lenyap ke dalam Inventori, bergabung dengan tumpukan mayat lainnya di ruang hampa.
“Rasanya luar biasa,” batin Ye Fan sambil mengepalkan tangannya. Kekuatan ini membuatnya ketagihan.
[DING! Hadiah Tambahan: Teknik Kultivasi "Napas Naga Hitam" (Level 1) diaktifkan]
Ye Fan mulai mengatur napasnya sesuai pola teknik baru tersebut. Seketika, aura di sekitarnya menjadi berat dan berwarna gelap. Teknik ini memungkinkannya menyerap energi alam lebih cepat dan menyembunyikan hawa membunuhnya dengan lebih sempurna.
Ia berdiri di tengah lapangan yang kini kosong dan bersih kembali. Dengan kekuatan Pengerasan Dasar Level 7, ia bukan lagi sekadar budak biasa. Ia adalah ancaman nyata yang bersembunyi di jantung sekte.
“Besok akan ada satu lagi murid yang hilang,” pikir Ye Fan sambil menatap langit malam. “Dan setiap nyawa yang kuambil, akan membawaku selangkah lebih dekat untuk menjadi predator puncak di dunia ini.”
Ye Fan kembali ke gubuknya dengan langkah ringan. Di dalam hatinya, ia sudah merencanakan sesuatu yang lebih besar. Ia tidak hanya ingin membunuh murid luar; ia mulai menargetkan para murid dalam yang lebih kuat dan memiliki lebih banyak energi esensi untuk ia mangsa.