NovelToon NovelToon
Terpaksa Menjadi Istri Tuan Muda

Terpaksa Menjadi Istri Tuan Muda

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: heni

Seorang kakak laki-laki, harusnya menjadi pelindung bagi keluarganya, khususnya adik perempuannya. Tapi, hal itu dilupakan oleh Gildan. Demi mimpinya, Gildan nekat pergi bersama calon istri, seorang tuan muda. Hingga tuan muda itu marah, dan membalas dendam pada adik perempuan Gildan.

Rashita sangat tahu, pernikahan ini adalah awal kegelapan dalam hidupnya, namun dia harus menikah dengan tuan muda itu, demi menyelamatkan kedua orang tuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18 Teman Baru

Wajah Shita begitu terlihat senang. Membuat Ana heran melihat anaknya itu. "Kenapa sayang?" Tanya Ana.

Shita berjalan ke arah Ana, dia mendekatkan wajahnya ke telinga Ana. "Aku sudah dapat kerja," bisik Shita.

"Secepat itu?" Ana keheranan.

Shita mengangguk santai. "Nanti malam aku izin pulang ya mah," ucap Shita sambil menatap sayu ke arah ranjang rumah sakit, karena papanya belum juga sadar.

Ana faham kalau maksud Shita itu kalau malam ini akan bekerja. Ana merasa sedih, putri kecilnya harus bekerja karena keadaan seperti ini. "Maafkan kami sayang," lagi-lagi butiran crystal terlepas dari mata Ana.

"Jangan gitu mah, aku bahagia kok," ucap Shita sambil memegang tangan Ana.

"Kalau begitu istirahat dulu sana," seru Ana.

Shita tersenyum, dia segera menghampar selimut untuknya merehatkan badannya.

***

Gimar pastinya sibuk mengamankan tempat dimana tuan mudanya akan melangsungkan pesta Topeng yang akan di selenggarakan nanti malam. Urusan keamanan, jangan ragukan kwalitas dan kinerja Gimar. Dia ahlinya.

Sedang Abi, dia sibuk menatap tajam layar laptopnya juga dengan berkas-berkas pekerjaan yang menumpuk. Mark beruntung punya pekerja setia seperti Abi, karena Abi tidak akan mengkhianati dia. Padahal semua berkas yang Mark tanda tangani tidak dia begitu perhatikan, jika Abi datang meminta tanda tangan, itu artinya berkas sudah selesai, Mark pasti menanda tangani dengan cepat.

Tumpukan berkas itu masih banyak, ponsel Abi berdering, suara deringan khusus yang tidak boleh dia abaikan, Abi segera menggeser tombol hijau pada layar ponselnya. "Iya tuan muda," jawab Abi langsung.

"Abi, belikan dua setel pakaian untukku dan Ara, antarkan ke hotel, jangan lupa, perlengkapan untuk pesta topeng kami nanti malam ini," perintah Mark.

"Baik tuan muda," jawab Abi pasrah.

Abi menggeleng sambil membuang nafasnya begitu kasar. Dia memasukkan dan menyusun semua berkas yang belum dia selesaikan kedalam brankas besar yang ada didekat meja kerjanya. Selesai memasukkan semuanya, Abi berjalan cepat keluar dari kantor tersebut. "Tuan besar … kenapa putramu tidak seperti dirimu," gerutu hati Abi. Dia sangat tidak suka dengan kebiasaan buruk Mark.

***

Di hotel.

"Untuk apa baju? Pegawaimu itu sudah membeli banyak baju untukku," ucap Ara sambil menarik selimutnya sampai menutupi bagian dadanya.

"Untuk kita ke pesta malam ini beib," ucap Mark sambil mendekati Ara kembali.

Ara tidak bisa berontak, atau menolak Mark, dia sudah menanda tangani surat perjanjian dengan Mark. Mark kembali mengulangi ke inginannya pada gadis itu.

"Aku ingin kamu kuliah," ucap Mark yang terus mendalami ke inginannya.

Ara hanya diam, tidak merespon perkataan Mark.

Mark berhenti dari kegiatannya. "Kenapa?" Mark menatap sayu wajah Ara.

"Aku tidak suka kuliah,"

"Beib, pendidikan itu sangat penting, mulai sekarang pikirkan jurusan apa yang ingin kamu ambil, juga fakultas mana yang kamu inginkan."

Ara masih diam, dia hanya membalas pandangan laki-laki yang berada di atas tubuhnya itu.

"Setiap hari aku akan suruh orang jemput kamu," Mark langsung melahap bibir Ara tanpa ampun, membuat yang punya diri sulit bernafas.

"Lakukan saja apa yang kau inginkan," gerutu Ara dalam hati.

***

Selesai dengan kegiatannya Mark meninggalkan Ara begitu saja, dia berjalan menuju kamar mandi. Ara bangkit dari posisinya, dia meraih kemeja Mark yang ter onggok disampingnya, lalu mengenakan kemeja itu sambil berjalan menuju meja rias yang ada di ruangan itu.

Ara duduk di kursi kecil itu dengan menaikkan kedua kakinya. Dia duduk sambil memeluk kedua lututnya. Hatinya terasa sangat pilu menatap bayangan dirinya pada cermin di depannya tersebut. "Sekarang, apa bedanya aku dengan pel*cur yang menjual tubuh mereka?" Ringis hati Ara, tidak terasa tetesan cairan bening keluar dari matanya. Ara berusaha menahan air matanya, namun air mata itu terus lolos dari matanya. Mengalir begitu deras.

Mendengar suara pintu kamar mandi terbuka, Ara langsung menghapus air matanya. Mark keluar dari kamar mandi mengenakan handuk yang berlilit di pinggangnya. Dia menyeringai melihat Ara yang nampak seksi mengenakan kemejanya.

"Mandi sana, segarkan dirimu," seru Mark.

Ara langsung berdiri dan melangkah menuju kamar mandi. Mark tersenyum melihat polah Ara.

Tidak lama, Abi datang kehotel milik Emanuel Group tersebut dengan membawa permintaan Mark. Abi menekan bel kamar Mark.

"Semuanya sudah lengakap?" Tanya Mark setelah membuka pintu kamarnya.

"Sudah tuan muda." Abi memberikan yang dia bawa pada Mark.

"Bagus!" Seru Mark, dia langsung meraih yang Abi bawa dan menutup pintu kamarnya.

Abi tidak ambil pusing, dia segera melangkahkan kaki meninggalkan hotel itu dan ingin segera kembali ke kantor. Abi baru sampai di parkiran hotel, dia segera masuk mobilnya. Ponsel pribadinya berdering, senyumam mengambang di wajah yang selalu murung itu ketika melihat nama pemanggil yang tertera di layar ponselnya. Abi langsung menggeser tombol warna hijau tersebut.

"Iya sayang," sapa Abi langsung.

"Malam ini tuan mudamu mengadakan pesta topeng di Club malam "Bo'im Lash Citty" kan?"

"Iya, terus?" Tanya Abi.

"Aku datang, kamu juga ya, lama banget kita nggak ketemuan, lagian nanti malam semua orang pakai topeng, ayolah …." rengek wanita itu.

"Huuhhhh," Abi membuang nafasnya kasar.

"Baiklah, aku datang, kamu jangan cari gara-gara dengan tuang muda, janjiku pada tuan besar membantu tuan muda yang tersesat itu menemukan jalan pulang."

"Entahlah, apakah tuan muda kamu itu bisa pulang atau tidak? Hatinya gelap karena kebiasaan buruknya, hingga lentera itu tidak berfungsi menerangi jalan hidupnya."

"Dan dia butuh seseorang yang bisa dan tau bagaimana menyalakan lentera itu," seru Abi.

"Entahlah, untung aku cinta banget sama kamu Bii, aku rela jadi perawan tua demi nunggu kamu,"

"Terima kasih sudah bersabar sejauh ini, aku berharap keajaiban terjadi, lentera di hatinya menyala dan tuan muda bisa menyayangi hidupnya juga menyayangi orang, seperti Tuan besar dulu,"

"Sampai ketemu nanti malam Bii,"

"Aku pasti mengenali kamu walau kamu pakai topeng," seru Abi.

Setelah menutup panggilan teleponnya, Abi segera menuju sebuah butik itu lagi untuk persiapan dirinya dan wanitanya nanti.

***

Shita sudah dalam perjalan menuju Club malam milik Bo'im. Dia segera menuju ruangan Bo'im setelah sampai di tempat itu.

"Selamat malam Shita," sapa Bo'im.

"Malam juga," jawab Shita.

"Ini seragam kerja kamu, sesuai dengan permintaan kamu dan ini kunci loker kamu," Bo'im memberikannya pada Shita.

"Makasih kak," jawab Shita sambil mengambil yang Bo'im berikan padanya.

"Shita, berdandanlah sedikit nanti, semoga ada pengusaha yang tercantol sama kamu, secara kamu ini cantik, di luar sana banyak orang menjual tubuh mereka untuk gaya hidup mereka,"

Shita tersenyum mendengar kata-kata Bo'im.

"Brush, antar wanita ini ke tempat loker, terangkan juga apa pekerjaan dia," perintah Bo'in pada pegawainya yang lain.

Shita di antar pekerja itu ke ruangan khusus para pelayan wanita. Shita berkenalan dengan rekan-rekan kerjanya.

"Aku Reshi, panggil Echi," seru seorang wanita yang nampak ceria.

"Aku Alenz, senang berkenalan denganmu."

Shita berjabat tangan dengan para pekerja lainnya yang ada di sana sambil menyebutkan namanya. Selesai acara perkenalan antar pelayan, Shita segera mengganti pakaiannya.

"Astaga!!" Seru Alenz ketika meihat seragam Shita sama dengan seragam para pelayan pria. Hanya saja Shita memakai celemek, sedang pelayan pria memakai dasi kupu-kupu.

"Maaf, aku tidak pernah pakai pakaian yang minim, aku senang bos kita mengizinkan aku memakai seragam ini combinasi dengan ini," ucap Shita sambil mengikat celemiknya.

"Semua orang berlomba memamerkan bentuk tubuh indah mereka, kamu malah menyembunyikan, aku tahu di balik kain itu tubuhmu sangat indah," seru Reshi.

"Kamu lesbi?" Tanya Shita.

"Aku normal," seru Reshi sambil memukul Shita.

Shita tersenyum, akhirnya ada orang yang mau berteman dengannya. Dia lupa indahnya punya teman karena Ara menjauhinya, juga Loiz yang tidak ada lagi di dekatnya.

"Hei, kenapa aku merindukan Loiz, sedang apa anak itu," gerutu hati Shita.

"Cepat! Cepat! Cepat! Itu tuan muda yang mengadakan party ini sudah datang!" Teriak seorang wanita yang bertubuh montok.

"Dia ibu Mandha, dia kepala pelayan di sini," bisik Alenz.

Mereka semua segera berbaris di hadapan ibu Mandha, karena Mandha selalu memberikan intruksi sebelum mereka mulai bekerja.

"Sudah Faham?! Ayo lakukan tugas kalian!" Seru Mandha.

Semua pelayan langsung ambil alih tugas mereka.

1
Jasmine
udh baca thor
Jasmine
perdana dirimu author buat tgl rilis dan berakhirnya...sdh byk aku baca novel masih ga tau author A buat karya xxx dirilis ataupun berakhirnya kpn
Jasmine
🤣🤣🤣🤣🤣
oneng kau mark...bayi disitu lahir hrs menangis
Jasmine
anaknya cwo kah?? krn tak ada diberitahukan setiap periksa kandungannya shita
Jasmine
akhirnya petualangan Mark berlabuh ditepian shita....happy ending
Jasmine
memang ide abi cemerlang bgt...dan benar2 profesional
Jasmine
pintar bgt skenario Mark .... cium peluk jauh mark
Jasmine
tipu..tipu...mark merekayasa kematiannya pd andreas sahabatnya biar dianggap dramatisir shita mengakui rasa cintanya dan mau memaafkan mark...abi...aku pdmu
Jasmine
mana tim keamanan yg menjaga mark 24 jam
Jasmine
hahaha...mau bunuh diri dgn obat tidur atau merangsangg si paman
Jasmine
cinta itu tulus bukan menyakiti...km menyakiti dirimu sendiri dan org2 yg km rugikan cin...sadarlah sebelum karma menghampirimu
Jasmine
helehhh...ular bludak blm insaf jg toh...kasih ganjaran pd cindy segera Mark
Jasmine
🤣🤣🤣🤣🤣
aura pembunuh Gimar membuat Shita mau muntah...kecian calon anak Mark
Jasmine
Mark senangnya ruarrr biasa...tanpa ragu dan bimbang Abi rencananya berhasil
Jasmine
hampir kecolongan tuh abi...mark suka ingkar janji
Jasmine
Abi bisa aja membuat Mark kelimpungan dgn perasaannya
Jasmine
Abi....kamu genius bgt!!!
Jasmine
benarkan dugaanku...shita tinggal ditempat panti abi dulu
Jasmine
Abi mungkin membawa shita ke panti aauhan tempat dia dulu tinggal
Jasmine
Abi...abi...banyak akal jg dirimu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!