Bagaimana rasanya apabila kita bisa melihat kejadian masa lalu dan kejadian masa depan juga selalu di hantui mahluk halus yang menjadikan dirinya alat untuk balas dendam
Tiara Wulandari seorang siswa SMA mengalami keanehan pada dirinya setelah gadis itu selamat dari aksi pembunuhan yang hampir merenggut nyawanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ⸙ᵍᵏTℹ️Tℹ️🅰️N B⃟c♏ENT🅰️RI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAYANGAN 18
Papa Dimas mengingat kejadian itu dan perasaan khawatir masih terus menghantuinya, walaupun Dimas bukan anak kandungnya namun kehadiran Dimas membuat dokter itu senang karena Dimas selalu menemani dirinya di saat istri dan anaknya meninggal.
Dr Cahyo tidak mau menikah lagi karena cintanya kepada sang istri belum bisa lepas dari hatinya, Dimas yang mengerti ke khawatiran papanya mencoba memberi pengertian kepada pria itu.
"Pah..., waktu itu memang kondisi tubuhku lagi lemah tapi sekarang papa jangan khawatir ya! Aku bukan tidak mau menikahi Tiara tapi aku ingin Tiara tumbuh menjadi wanita seperti pada umumnya yang mengejar cita-citanya pa," kata Dimas menjelaskan.
"Papa mengerti nak, tapi Tiara masih bisa kuliah setelah menikah! Papa gak mau nanti kamu akan kehilangan wanita itu karena dia tergoda pria lain dan kamu akan menyesal nantinya," jawab sang papa.
Dimas tertawa mendengar ucapan papanya, pria itu langsung memeluk pria yang selama ini merawat dan menyayanginya,
"Papa tidak usah khawatir soal jodoh, walaupun Dimas saat ini menikahi Tiara tetapi tuhan tidak menjodohkan kami pasti suatu saat akan terpisahkan pa, namun walaupun nanti Tiara menikah dengan pria lain tetapi tuhan menjodohkan kita dia akan kembali ke Dimas." kata Dimas
"Ya sudahlah kalau itu semua keinginanmu papa berharap kamu mendapatkan kebahagiaan dan keselamatan nak" ucap papa dan langsung memeluk tubuh anaknya.
"Aku akan selalu menjaga Tiara pa, dan akan menuntunnya menjadi menantu papa karena aku sangat mencintainya bahkan aku yakin hatinya juga hanya untukku pa" kata Dimas lagi sambil membayangkan wajah cantik Tiara saat tersenyum dengan dirinya.
Tiara yang sedang makan cemilan di kamarnya dan di temani para hantu cantik tiba-tiba tersedak makannya, salah satu dari hantu itu memberi minuman kepada wanita itu sambil tertawa.
"Senang ya lihat aku tersedak?" kata Tiara kesal karena di tertawai oleh hantu itu.
"Tidak aku tertawa sama seseorang yang sedang merindukan kekasihnya." jawab hantu itu.
"Siapa yang lagi rindu?" kata Tiara lagi.
"Itu ada cewek yang lewat senyum-senyum sendiri sambil makanin kacang hihihihihi," jawab hantu itu sambil ketawa lagi.
Tiara tersenyum karena yang lagi di sindir hantu itu dirinya sendiri, Tiara memang lagi mikirin Dimas karena sudah lebih dari seminggu pria itu tidak datang kerumahnya.
"Kira-kira ka Dimas lagi ngapain ya mba, udah hampir 2 Minggu gak datang kerumah apa dia ga kangen ya sama aku?" kata Tiara kesal sambil menerusi makan kacang goreng yang di buat ibunya.
"Dia juga lagi mikirin kamu Tiara hihihihihi, mana bisa dia mikirin wanita lain" kata hantu itu yang menurut pengelihatan batinnya melihat Dimas yang lagi merenungi ucapan papanya.
Tiara tersenyum mendengar ucapan hantu itu, walau mereka beda alam tetapi Tiara dan para hantu itu bersahabat, hantu yang bernama Tasya selalu sibuk mengajari Tiara bagaimana menjadi wanita cantik karena dia mantan artis dan model.
Tasya hantu yang kalem jarang sekali bersuara dan tertawa, namun setiap Tiara ingin pergi dengan Dimas Tasya yang sibuk mendandani Tiara bahkan mencarikan pakaian yang bagus entah dari mana asal pakaian itu namun Tiara yakin kalau hantu itu tidak mencuri.
Irma mengabarkan kalau sebentar lagi Dimas mau datang, Irma adalah hantu yang pernah di jadikan tumbal dukun sakti itu, Irma mampu mengetahui apa yang di lakukan manusia yang ingin di lihatnya melalui mata batinnya. Saat dia memberitahu Tiara kalau Dimas sedang memikirkan wanita itu dia melihat Dimas mengambil kunci mobilnya dan pamit kepada papanya ingin kerumah Tiara.
"Beneran mba Irma kalau ka Dimas mau kesini?" tanya Tiara semangat.
"Aku yakin hihihihihi" kata hantu itu sambil tertawa.
Tasya tiba-tiba menghilang sehingga Tiara tidak bisa meminta pertolongannya padahal hantu itu pergi mengambil kostum yang cocok dengan Tiara, saat Tiara sibuk di depan lemari mencari pakaian yang cocok untuk menyambut kedatangan Dimas tiba-tiba Tasya datang membawa pakaian baru.
"Ya ampun mba Tasya baju ini bagus banget kamu dapat darimana?" tanya Tiara saat melihat pakaian yang di bawa hantu itu.
"Aku bawa langsung dari pabriknya yang berada di Paris" jawab hantu itu kalem dan berhasil membuat Tiara terkejut.
"apa? Mba Tasya mencuri di pabriknya langsung" tanya Tiara lagi.
"Hihihi... Iya, kamu tenang aja sang pemilik pabrik mencetak banyak pakaian ini jadi dia tidak kehilangan dan letak pabrik di luar negeri gak mungkin semua orang tau aku mencuri pakaian itu" jawab Tasya.
Tiara hanya menggeleng kepala seakan tidak percaya dengan apa yang di lihatnya, karena kepepet akhirnya wanita itu mau memakai pakaian itu dan Tasya juga mendandani Tiara supaya terlihat sangat cantik di mata Dimas.
Tiara merasa sangat bersyukur bisa berteman dengan para hantu itu, walau pada kenyataannya di dunia nyata temannya cuma 1 yaitu Cintya namun Cintya bagai saudara buat Tiara.
Di perjalanan menuju rumah Tiara Dimas sempat di hadang oleh beberapa orang perampok, sebenarnya perampok ini bukan sembarangan perampok karena mereka adalah utusan dari Ki Jarwo guru dari dukun sakti yang tewas di tangan Dimas waktu itu.
Ki Jarwo sangat murka pas mendengar murid kesayangannya tewas dan pria yang usianya melebihi 70 tahun itu menyelidiki Dimas dengan ilmu hitamnya dan tau jika pria itu tidak bisa di kalahkan dengan ilmu hitam juga maka dari itu dia mengunakan jasa pembunuh bayaran yang mempunyai beberapa ilmu beladiri seperti taekwondo, karate, dan lain sebagainya.
Dimas tidak memiliki kelebihan itu namun dia memiliki kebal tubuh dan tidak mempan di tusuk senjata tajam apapun, saat para perampok itu menyerang Dimas pria itu cukup mengunakan tenaga dalamnya untuk bertahan dari semua pukulan tanpa bisa melawan.
Para perampok itu merasa lelah karena lawannya tidak mempan terkena senjata tajam, bahkan tak merasakan sakit sedikitpun saat tubuhnya di hantam benda keras berkali-kali malah membuat mereka kelelahan.
"Kenapa berhenti kalau mau pukul lagi silakan, mungkin ada senjata lain yang ingin kau gunakan aku akan dengan senang hati menerima semua serangan kalian" kata Dimas sambil tersenyum.
"Siapa kamu sebenarnya? kenapa kamu tahan dengan semua senjata tajam bahkan hantaman benda keras sekalipun?" kata salah satu dari perampok itu.
Dimas hanya tersenyum tanpa menjawab pertanyaan mereka, dia hanya membuka kaosnya dan memperlihatkan otot-ototnya yang keras seperti batu. Bahkan dia mengambil salah satu pisau yang di pegang oleh salah satu perampok yang kelelahan itu lalu pisau itu di tusukkan ke perutnya.
Bukannya terluka tetapi malah pisau itu patah menjadi 2 dan kejadian itu membuat para perampok itu heran dan pergi dari hadapan Dimas karena ketakutan.