NovelToon NovelToon
Immortality Through Suffering 2

Immortality Through Suffering 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Fantasi Timur / Action / Fantasi / Balas Dendam / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:28.1k
Nilai: 5
Nama Author: YUKARO

Setelah membunuh Liu Sheng,pembunuh orang tuanya, Xu Hao justru menemukan teka-teki yang lebih besar: segel mematikan pada jiwa Liu Sheng. Segel serupa juga ia temukan pada musuh-musuh tingkat tingginya. Segala petunjuk mengarah ke Dataran Tengah, tempat asal Klan Xu yang perkasa. Dengan bakat aslinya yang dicuri, orang tuanya yang difitnah sebagai pengkhianat, dan pengusiran kejam dari klan, Xu Hao kini menyamar memasuki dunia yang jauh lebih berbahaya. Di sana, sebagai murid baru di Sekte Gunung Jati dengan identitas palsu, ia harus menyelidiki konspirasi gelap di balik pembunuhan keluarganya, menghindari deteksi kerabatnya sendiri yang mungkin adalah dalangnya, dan membangun kekuatan dari nol di tanah di mana Dao Awakening-nya saja hampir tak berarti. Siapa sebenarnya "Tuan dari Atas" yang memasang segel itu? Dan bisakah Xu Hao membalas dendam tanpa mengungkapkan identitas aslinya yang akan membuatnya jadi buruan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YUKARO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pelarian dan Kebangkitan

Desakan untuk melangkah lebih jauh ke dalam lorong pengap itu mendadak terhenti bagai kaki tersangkut akar tak terlihat. Bukan oleh batu atau hambatan fisik. Tapi oleh sebuah suara di dalam diri Xu Hao, suara yang selama ini ditahan, dipendam, dibelenggu oleh peringatan bibinya dan alasan-alasan pragmatis.

Sebuah getaran mengerikan merembes dari atas, menembus lapisan batu tebal. Getaran itu bukan ledakan kasar, melainkan tekanan murni yang hendak melumat, sebuah sinar energi terkonsentrasi pada tingkat Void Fusion. Serangan Xu Zhan. Ia tidak hanya menemukan anomali, ia langsung memilih untuk menghancurkan seluruh area, dengan kekuatan mentahnya.

Kepala Xu Hao menengadah, seolah bisa menatap langit-langit batu dan melihat kejadian di atas. Di matanya yang ungu samar, sebuah percikan api lama yang hampir padam tiba-tiba menyala kembali. Api kemarahan. Api kehinaan.

Bagaimana bisa? bisik suara itu, dalam dan penuh cemoah. Bagaimana bisa seorang Xu Hao, pewaris darah murni, pemilik Hukum Asal dan Dao Ruang, yang telah melintasi lorong antar-dunia, bertahan di dalam perut iblis ribuan tahun, juga Pagoda Waktu selama seratus tahun, menyembunyikan diri seperti tikus di dalam liang batu hanya karena seorang Void Fusion dari cabang sampah?

Tetua Hong di sampingnya berbalik, wajahnya pucat karena merasakan getaran yang sama.

"Kita harus pergi lebih dalam! Sekarang!"

Tapi Xu Hao tidak bergerak. Wajahnya yang selama ini netral dan hati-hati, tiba-tiba merekah menjadi sebuah senyuman. Senyuman yang tipis, dingin, dan penuh dengan pelepasan beban yang lama.

"Bibi..." gumamnya, sangat pelan, seolah meminta maaf pada angin. "Maafkan Hao'er. Kali ini, Hao'er tidak bisa mematuhi arahanmu."

Sebelum Tetua Hong bisa mengerti, sebelum kata protes atau pertanyaan bisa keluar dari mulut sang tetua, sosok Xu Hao sudah menghilang. Bukan teleportasi cepat yang meninggalkan bayangan. Tapi lenyap begitu saja, seperti ia tidak pernah ada di sana, diserap oleh ruang itu sendiri.

---

Di atas, di pelataran Sekte Gunung Jati yang masih diselimuti sisa kabut hijau, Xu Zhan berdiri dengan tongkat kristal ungu berkilau di tangannya. Wajahnya menunjukkan kepuasan seorang pemburu yang yakin telah mengurung mangsa. Sinar bola energi raksasa, padat dan berputar liar, telah terkumpul di ujung tongkatnya, siap diluncurkan untuk melumatkan bukit dan segala sesuatu di bawahnya.

"Selamat tinggal, tikus-tikus," bisiknya, dan tangannya mengayun ke bawah.

Tapi sinar bola energi itu tidak pernah menyentuh tanah.

Di antara Xu Zhan dan sasarannya, udara bergetar. Sebuah titik hitam muncul, lalu membesar menjadi sebuah distorsi ruang yang menelan sinar bola energi itu seluruhnya, tanpa suara, tanpa ledakan. Seperti air masuk ke dalam spons, hilang tak berbekas.

Xu Zhan membeku, matanya menyempit. "Apa...?"

Dari dalam distorsi ruang itu, seorang pria melangkah keluar. Berpakaian jubah sederhana berwarna cokelat tanah, rambut hitam diikat biasa. Tapi aura yang dipancarkannya bukan lagi aura Foundation Establishment yang lemah. Itu adalah aura padat, dalam, dan berwibawa dari seorang Dao Awakening tahap awal. Dan di matanya, cahaya ungu samar berkilat dengan dingin yang mematikan.

Itu adalah Haosu. Tapi bukan Haosu yang mereka kenal.

Utusan Feng, yang berdiri di belakang Xu Zhan, terkesiap. "Dia... dia budak kebun itu!"

Xu Hao tidak memandang mereka. Tangannya, masih berada di samping tubuhnya, hanya bergerak halus, seperti seorang yang memimpin orkestra tak terlihat.

Lalu, dunia di sekitar lima puluh lebih kultivator Klan Xu itu berubah.

Ruang itu sendiri berputar, melintir, dan meremas.

Tidak ada jeritan kesempatan. Tidak ada waktu untuk mengeluarkan senjata atau membentuk pertahanan. Tubuh mereka, dari yang Core Formation hingga yang Nascent Soul, berderak dan hancur berantakan seketika, diremas menjadi gumpalan darah dan daging yang tak berbentuk oleh kekuatan ruang yang tak terlihat. Itu bukan serangan. Itu adalah penyapuan. Seperti tangan raksasa yang meremas sekumpulan serangga.

Utusan Feng, dengan instingnya, mencoba melompat mundur, membentuk perisai energi. Tapi perisainya retak seperti kaca sebelum bahkan benar-benar terbentuk. Tubuhnya terpelintir dengan sudut yang tidak wajar, lalu meledak menjadi percikan merah.

Dalam waktu tiga napas, seluruh pelataran, kecuali Xu Zhan, telah bersih dari kehidupan. Hanya genangan darah dan sisa-sisa yang menempel di reruntuhan yang menjadi saksi.

Xu Zhan tidak bergerak. Wajahnya yang tampan tidak menunjukkan kemarahan atau ketakutan. Justru, sebuah ketertarikan yang dingin, seperti seorang ilmuwan melihat spesimen langka.

"Diam-diam menyelinap seperti ular, lalu menunjukkan taring begitu kesempatan datang,"

Ucap Xu Zhan, suaranya tenang, bahkan terkesan kagum. "Siapa kau sebenarnya? Seorang Kultivator tingkat Dao Awakening yang menyamar sebagai budak kebun? Itu terlalu banyak usaha untuk sekte sekarat seperti ini."

Xu Hao akhirnya menoleh, menatapnya. Tidak ada jawaban. Hanya tatapan kosong, seperti memandangi batu.

Xu Zhan mengangkat alis. "Bisu? Atau terlalu sombong untuk bicara?" Ia mengangkat tongkat kristalnya. "Tidak masalah. Aku akan merobek jiwamu dan mencari tahu sendiri."

Tongkat itu berkilat, dan sebuah serangan terkonsentrasi, berbentuk mata tombak energi ungu, melesat dengan kecepatan yang bisa menembus gunung. Ini bukan serangan luas seperti sebelumnya. Ini adalah serangan tajam yang ditujukan untuk membunuh satu target kuat.

Xu Hao tidak menghindar. Tangannya kembali bergerak, lebih cepat kali ini. Ruang di antara dia dan mata tombak itu terlipat, memelintir jalurnya. Mata tombak itu tiba-tiba muncul di belakang Xu Zhan, menyerang punggungnya sendiri.

Xu Zhan hanya tersenyum. Tubuhnya bergetar samar, dan mata tombak itu melewatinya tanpa menyentuh, seolah ia adalah hantu.

"Hukum Ruang. Menarik. Tapi tidak cukup."

Dengan kecepatan yang membingungkan bagi kebanyakan orang, Xu Zhan tiba-tiba sudah berada di depan Xu Hao, tongkat kristalnya menghunjam ke arah dadanya. Serangan fisik, dibalut dengan energi Void Fusion yang bisa merusak jiwa.

Xu Hao menghilang. Bukan gerakan cepat, tapi benar-benar lenyap dari titik itu, muncul tiga meter di belakang Xu Zhan. Jari telunjuk dan jari tengahnya sudah terangkat, menunjuk ke arah pelipis Xu Zhan. Sebuah titik energi yang sangat kecil, sangat padat, dan sangat mematikan melesat.

Xu Zhan memutar tubuhnya, bukan untuk menghindar, tapi untuk menyambut. Senyumnya semakin lebar.

"Aku bisa merasakannya sekarang. Getaran darah yang samar... tapi murni. Sangat murni. Kau... keturunan Xu. Garis mana? Yang mana? Kenapa bersembunyi di tempat seperti ini?"

Jawabannya adalah jentikan jari Xu Hao.

Tok.

Suara sederhana. Tapi dari ujung jarinya, sebuah gelombang Hukum Ruang murni, dipadatkan dengan pemahaman Dao Awakening dan fondasi seratus tahun di Pagoda, merambat.

Kepala Xu Zhan, yang dilindungi oleh energi Void Fusion dan berbagai teknik pertahanan, tidak meledak. Ia retak. Seperti telur yang dihantam palu. Retakan halus muncul di dahinya, lalu menyebar cepat ke seluruh tengkoraknya. Matanya yang penuh kepercayaan diri berubah menjadi keheranan, lalu kekosongan.

Tubuhnya, bagaimanapun, memiliki momentumnya sendiri. Serangan tongkat yang terakhir, meski tanpa kendali penuh, masih mengenai sisi tubuh Xu Hao.

Bruk!

Tulang rusuk di sisi kiri Xu Hao remuk. Energi Void Fusion yang liar menyusup ke dalam meridiannya, berusaha menghancurkan dari dalam. Rasa sakit yang tajam, hampir melumpuhkan, menyambar. Tapi yang lebih penting, ia merasakan selubung halus di sekeliling darahnya, teknik penyamaran Xiou Jianxin retak parah, hampir hancur. Seperti kaca yang dihantam batu.

Xu Hao menjatuhkan diri ke satu lutut, mengeluarkan darah segar. Tapi matanya tetap tajam. Ia melihat tubuh Xu Zhan yang masih berdiri, lalu roboh ke tanah seperti boneka kayu. Kepalanya yang retak mengeluarkan cairan putih dan merah.

Ia tidak punya waktu untuk meratapi luka. Getaran yang dihasilkan oleh pertempuran singkat tapi intens ini pasti sudah memicu alarm di mana-mana. Dan kerusakan pada penyamarannya... Klan Xu mungkin sekarang bisa merasakannya dengan jelas.

Dengan gemetar, ia berdiri. Tangannya bergerak, menarik semua cincin penyimpanan dari mayat-mayat di sekeliling, termasuk cincin mewah di jari Xu Zhan. Lalu, ia berjalan ke tubuh Xu Zhan. Dari dalam kepala yang retak itu, ia mengeluarkan jiwa yang hampir sirna namun masih penuh dengan ketakutan dan kemarahan. Jiwa Void Fusion menengah.

Tanpa basa-basi, tanpa ampun, ia mengeluarkan teknik terlarang yang telah lama ia kuasai. Sebuah tungku energi hitam-putih muncul di tangannya. Jiwa Xu Zhan dan puluhan jiwa lain dimasukkan ke dalamnya. Teriakan kesakitan yang tak terdengar memenuhi udara spiritual. Prosesnya lebih cepat dari biasanya, didorong oleh urgensi dan kekuatannya yang sebenarnya. Dalam beberapa menit, semua jiwa telah berubah menjadi Pil Fragmen Dao. Yang dari Xu Zhan berwarna ungu tua, hampir hitam, dengan kilatan petir kecil.

Xu Hao menelan semua pil itu sekaligus. Ledakan energi dan fragmen pemahaman hukum langsung menerjangnya. Tubuhnya yang terluka bergetar hebat. Tapi fondasi Dao Awakening-nya yang kokoh menahannya. Ia memaksa energi itu untuk menyatu, memperbaiki kerusakan, dan meski penyamarannya hancur, ia bisa merasakan kekuatannya sedikit meningkat, mendekati tahap menengah.

Lalu, ia merasakannya. Sebuah mata tak terlihat dari kejauhan, sangat jauh, telah tertuju padanya. Cermin Silsilah Darah. Itu pasti mendeteksinya. Pertarungan, kematian seorang Void Fusion dari darah Xu, dan kehancuran penyamaran, semuanya pasti memicu reaksi besar.

Ia harus pergi. Jauh.

Ia menoleh ke arah bukit, ke tempat persembunyian Tetua Hong dan yang lain. Di hatinya, ada rasa terima kasih yang samar. Tapi ini adalah jalan yang harus ia ambil sendiri.

"Terima kasih telah menerimaku," bisiknya ke arah angin. "Tapi bersembunyi bukan caraku. Bukan untuk dataran tengah."

Kemudian Xu Hao menghilang, meninggalkan semua kekacauan.

---

Di ruang dengan Cermin Silsilah Darah, penjaga tua itu membuka matanya lebar-lebar. Cairan perak di cermin bergolak hebat, memancarkan cahaya merah tua yang begitu terang hingga menerangi seluruh ruangan. Bukan hanya dua denyut. Tapi sebuah pola berdenyut-denyut cepat, penuh amarah dan kekuatan.

"Darah murni... tingkat tinggi... Dao Awakening? Tapi ini... kekuatannya..." gumam penjaga itu, bingung. "Dan lokasinya... wilayah Barat Daya, sektor 89. Sama dengan sinyal lemah sebelumnya. Tapi ini berbeda. Seperti... penyamaran yang runtuh."

Ia melihat lebih dekat. Sinyal itu kuat, murni, tapi ada kekacauan di dalamnya, jejak pertempuran sengit dan... kematian. Kematian seorang kerabat darah. Seorang Void Fusion.

"Ini adalah masalah besar. Seorang keturunan darah murni yang tidak terdaftar, muncul tiba-tiba, terlibat pertempuran, dan membunuh anggota klan. Itu bisa berarti pemberontak, mata-mata dari klan lain, atau... sesuatu yang lebih berbahaya."

Penjaga tua itu mengulurkan tangannya untuk membunyikan alarm darurat. Tapi jarinya terhenti di udara. Pikirannya bekerja cepat. Melaporkan ini berarti mengakui bahwa ia melewatkan sinyal awal yang lemah. Ia bisa dihukum karena kelalaian. Dan sinyal kuat ini... meski murni, terasa liar, tidak teratur. Mungkin rusak karena pertempuran. Atau mungkin... ini adalah keturunan liar dari wilayah terpencil, seperti Seribu Pulau di selatan, yang baru saja menemukan kekuatannya.

"Wilayah Seribu Pulau..." bisiknya. Daerah itu jauh, kacau, penung dengan kultivator liar dan sekte-sekte eksentrik. Kadang-kadang, keturunan Xu yang tersasar muncul dari sana, membawa darah murni tapi liar dan tidak terdidik.

Jika ia melaporkan ini sebagai keturunan liar dari Seribu Pulau yang tidak terkendali, mungkin dengan bakat mutasi, terlibat konflik dan melarikan diri, itu akan lebih bisa diterima. Dan prioritasnya akan lebih rendah. Klan Xu sibuk dengan urusan internal dan persaingan dengan klan besar lain. Seorang keturunan liar di perbatasan jauh bukan ancaman besar.

Dengan keputusan yang diwarnai kemalasan dan keinginan menghindari masalah, penjaga tua itu mulai mencatat di lempung giok: "Hari ke-7.230. Sinyal darurat. Darah murni tingkat tinggi terdeteksi, kemungkinan keturunan liar dari wilayah Seribu Pulau. Level perkiraan: Dao Awakening tahap awal hingga menengah, dengan kekuatan tidak stabil. Terlibat pertempuran di sektor 89, menewaskan anggota cabang lokal Xu Zhan, Void Fusion menengah. Sinyal kemudian menghilang, kemungkinan melarikan diri menggunakan teknik ruang. Disarankan: pantau daerah sekitarnya, prioritas rendah-menengah. Tidak perlu mobilisasi besar."

Ia meletakkan lempung giok, lalu kembali duduk bersila. Di hatinya, ia berharap masalah ini akan hilang dengan sendirinya. Dataran Tengah luas. Satu orang, sekuat apa pun, bisa mudah tersesat dan mati tanpa pernah ditemukan.

---

Sore hari. Di atas sebuah lautan awan yang tak berujung, dengan pulau-pulau batu raksasa mengambang di kejauhan, tertutup kabut pelangi dan dihiasi air terjun yang mengalir ke kekosongan, sebuah titik hitam muncul di udara. Dari dalamnya, seorang pria terjatuh.

Xu Hao mendarat kasar di atas sebuah pulau kecil yang mengambang, terdiri dari batu abu-abu dan ditumbuhi lumut serta pepohonan kerdil berdaun biru. Ia terguling, mengeluarkan lebih banyak darah. Napasnya tersengal-sengal.

Tapi matanya terbuka, memandangi pemandangan di sekelilingnya. Pulau-pulau mengambang. Kabut pelangi. Energi spiritual yang begitu padat hingga hampir terasa seperti cairan. Ini adalah tempat yang sangat berbeda dari daerah perbatasan kering tempat Sekte Gunung Jati.

Wilayah Seribu Pulau. Tempat yang pernah ia baca sekilas di perpustakaan. Daerah netral yang kacau, penuh dengan kultivator tunawisma kuat, sekte terapung, dan bahaya alam yang eksotis.

Dengan susah payah, ia duduk. Dari cincin penyimpanannya, ia mengeluarkan pil penyembuhan terbaik yang ia miliki, menelannya. Lalu ia mulai bermeditasi, memaksa energi dari Pil Fragmen Dao Xu Zhan dan lainnya untuk menyembuhkan luka-lukanya dengan cepat.

Beberapa jam berlalu. Saat matahari terbenam di antara pulau-pulau, menciptakan siluet dramatis, Xu Hao membuka matanya. Luka fisiknya sudah pulih sebagian. Kerusakan pada penyamarannya, kini rusak total. Tapi ia bisa merasakan darahnya yang kini terbuka, memancarkan sinyal murni bagi yang tahu cara mendeteksinya. Itu berbahaya. Tapi juga... sebuah pernyataan.

Dari dalam cincinnya, ia mengeluarkan jubah baru. Hitam pekat, sederhana, tanpa ornamen. Ia mengenakannya, menggantikan jubah cokelat yang compang-camping. Rambutnya ia biarkan terurai, hitam legam, jatuh di bahunya.

Dari dalam, ia mengendalikan auranya, menurunkannya hingga tampak seperti Soul Transformation tahap menengah. Cukup kuat untuk tidak diganggu sembarangan, tapi tidak mencolok sebagai Dao Awakening.

Ia berdiri di tepi pulau, memandang ke hamparan pulau-pulau yang tak berujung. Di kejauhan, ia melihat siluet beberapa kapal terbang melintas, dan cahaya formasi dari sebuah pulau besar yang tampaknya dihuni.

Rencananya telah berubah. Bukan lagi menyusup diam-diam, mencari perlindungan, menunggu. Itu hanya membuatnya merasa seperti tikus, terhina, dan pada akhirnya, toh terpojok juga.

Kali ini, ia akan bermain secara berbeda.

Ia akan menjadi bagian dari kekacauan Wilayah Seribu Pulau ini. Ia akan berlatih, bertarung, mendapatkan sumber daya, dan menjadi kuat dengan caranya sendiri, caranya yang keras dan langsung. Ia akan menggunakan nama aslinya? Tidak. Tapi ia juga tidak akan lagi menjadi Haosu yang takut-takut.

Sebuah nama muncul di pikirannya, sederhana tapi bermakna, mengingatkan pada asalnya dan tekad barunya.

"Mulai sekarang," gumamnya pada angin sore yang membawa aroma bunga langit dan logam jauh. "Aku adalah Hei Feng. Angin Hitam."

Dengan satu lompatan, ia melayang menuju cahaya dan kehidupan di pulau besar di kejauhan. Wajahnya tidak menunjukkan ekspresi, tapi di dalam matanya, api yang telah dinyalakan kembali di pelataran Sekte Gunung Jati kini menyala stabil, membara, siap menghanguskan segala rintangan di depannya. Cara lama telah berakhir. Di Dataran Tengah yang kejam ini, Xu Hao, atau Hei Feng, memilih untuk berjalan di jalan sinar matahari, meski itu berarti bayang-bayangnya akan lebih mudah dilihat. Dan biarkan mereka yang melihat bayangan itu, Klan Xu, atau siapa pun bergetar, karena bayangan itu akan segera berubah menjadi badai yang tak terhindarkan.

1
Sarip Hidayat
waaah jadi gitu
Dragon🐉 gate🐉
Mayan... dpt 2 jiwa lg...lanjuuuttt panen
Dragon🐉 gate🐉
lah, pantas paket gw gak Dateng",sejak kapan si Arif jd prajurit, ikut perang pula ?? 🤔 rif.. paket gw loe sangkutin di mana ?.. 😂
Dragon🐉 gate🐉: waduh... si Arif kang paket side jobnya ngeri,jd asasin🤣
total 2 replies
Dragon🐉 gate🐉
Qingtian gege~/Kiss/🤣🤣🤣🤣
Dragon🐉 gate🐉
woooaaaahhh..... 😎 Kereeennn.... mana nasi tumpeng sm bubur merah putihnya 🍚🎂
Dragon🐉 gate🐉: sipp, jangan lupa sambel goreng ati,sm kering ikan teri,krupuk udang 1 toples gede😂
total 2 replies
Agus Rose
ok.
up up up
YAKARO: Terimakasih bro🙏
total 3 replies
Dragon🐉 gate🐉
Thor... kl boleh gw ada saran nama buat si kadal biru.. Lan Long( naga biru) / Lan se shandian long (naga petir biru) itu versi serius kl versi lawaknya Aoman de xiyi( kadal sombong)🤣
Dragon🐉 gate🐉: manttaaafff👍
total 2 replies
qwenqen
mantap👍👍👍💪💪💪💪💪
OldMan
neng ratu calon bini juga kahh🤣🤣🤣
Agus Rose
Di tunggu up nya lagi,seperti kemarin yg banyak.
OldMan
mantapp bangetttt ..daratan tengah ini apakah pulau jawa🤣🤣🤣
YAKARO: Mungkin🤣
total 1 replies
Dragon🐉 gate🐉
terjawab sudah ..👍
YAKARO: Mantap👍
total 1 replies
Dragon🐉 gate🐉
loh... neng Sari nyasar kesini ternyata,pantesan di cariin di kios angkringan kok gak ada... Balik Neng, bahaya disini bukan tempatmu🤣🤣🤣
Dragon🐉 gate🐉: aaiih... ngeri🤣
total 6 replies
OldMan
mantaap thorrr 💪💪💪💪
Dragon🐉 gate🐉
sekilas.. knp Xu Hao gak bunuh Bai Feng pdhl mampu, tp mungkin ada bbrp alasan, 1 biar gak ngebuka samaran di dpn anbu ratu Du Yan, 2 setiap anggota Klan pasti punya 'GpS' kl mereka mati biasanya bakal ketahuan siapa yg membunuh mereka🤔
YAKARO: itu bener banget, malah kalau keliatan semuanya jadi agak hambar/Hammer/
total 3 replies
OldMan
mataappp Thor ..mulai banteiii
Dragon🐉 gate🐉
sial!! mari kita mulai Pestanya....
Dragon🐉 gate🐉: /Toasted/
total 2 replies
Dragon🐉 gate🐉
yeeaayy... panen lagi kita,kali ini panen besar...😈
YAKARO: Gass srudukkk💪💪
total 1 replies
Dragon🐉 gate🐉
aroma Rivalitas yg kental dr Mo Xin...🤔
YAKARO: Mungkin saja🧐
total 1 replies
Dragon🐉 gate🐉
kau pun sama woy😂
Dragon🐉 gate🐉: anti dia🤣🤣
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!