Pernikahan Adrian dan Hanin Kirana menginjak 5 tahun, tapi mereka belum juga dikaruniai anak, sementara mertua Hanin membencinya dengan masalah itu.
Adrian dan Hanin akhirnya bercerai, Hanin berusaha bangkit dari keterpurukannya dengan menata hidup lebih baik dan menjadikannya seorang pebisnis yang sukses.
Segala hal yang terjadi dalam hidupnya membuatnya lebih tegar, dan menciptakan kesan bahwa perempuan single bisa mandiri dan meraih kekayaan yang luar biasa.
Bagaimana kisah selanjutnya? , apakah Hanin tetap menjanda? atau menemukan pasangan hidupnya yang baru?
Yuuk kita ikuti ceritanya .....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yance 2631, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pengajian
Senin pagi hari ini, Salman dan kedua orang tuanya akan kembali pulang ke Doha, Qatar.. Hanin menyewa sebuah mobil Commuter untuk mengantar mereka ke bandara Soekarno-Hatta,
"Hanin, jaga diri kamu baik-baik ya.." ujar ibu Aisyah (dalam bahasa inggris).
"iya Bu, insya Allah.. "ujar Hanin, sambil memeluk hangat ibu Aisyah.
"Sayang, sampai bulan depan ya.. nanti rinci biaya pernikahan kita, diskusikan dengan mamanya Indri, take care" ujar Salman tersenyum manis.
"iya kak Salman.." ujar Hanin yang tidak kuat lama menatap senyum Salman, hatinya selalu berdebar-debar.
Tak lama kemudian pesawat Qatar Airlines pun berhasil takeoff dengan sempurna membawa Salman dan keluarganya kembali ke Doha, Qatar. Hanin dan Amel pun berjalan kembali menuju parkiran untuk kembali pulang ke Bandung.
Kurang lebih 4 jam perjalanan mereka sudah tiba di Bandung, Hanin dan Amel kembali ke rutinitasnya seperti biasa.. tapi kali ini mereka juga menuju proyek pabrik kosmetik Hanin yang sedang dalam pengerjaan pondasi bangunan, setelah puas melihat proses yang berjalan mereka pun kembali ke rumah untuk beristirahat.
Tiba di rumah, Hanin tampak duduk merentangkan kakinya ke depan berselonjor sambil melepas lelah,
"Mbak, besok Mr. Jason jam berapa ke kantor kita?" tanya Amel sang asisten pribadinya. "Sekitar jam 10:00 pagi Mel, infonya sekarang dia sudah di Bandung kok, dia menginap di Sheraton" ujar Hanin sambil memainkan ponselnya.
Amel pun mengangguk.
"Apa saja yang perlu disiapkan mbak?" tanya Amel sambil membuka ponselnya.
"Laporan soal neraca rugi laba sepertinya Mel, juga rekapan penjualan kita di 4 e-commerce plus penjualan offline kita, itu aja aku kira" ujar Hanin yang tampak lelah. Amel mengangguk.
"Selly kirim pesan mbak, katanya serum untuk wajah usia 50 tahun ke atas stok habis, kita harus produksi banyak mbak karena peminatnya terus bertambah banyak" ujar Amel.
"Mm, iya sih.. betul kamu Mel, sebentar aku kontak dulu pabrik" ujar Hanin sambul mengambil ponselnya.
Hanin dan Amel meski pun ada di rumah mereka tetap saja sibuk oleh pekerjaan mereka, kadang hingga menjelang tidur.
3 Minggu Kemudian..
Persiapan menjelang pernikahan Hanin dan Salman telah benar-benar siap, mereka akan menikah di hotel Pullman, undangan pun juga telah di sebar.. termasuk mengundang Adrian mantan suaminya.
Hanin betul-betul telah mempersiapkan segalanya dengan matang acara pernikahannya termasuk juga surat-surat calon kedua mempelai juga sudah siap demi kelancaran acara.
Pernikahan Hanin dan Salman hanya tinggal 3 hari lagi, kedua orang tua Salman juga sudah berada menginap di hotel ini sejak kemarin,
Sementara di rumahnya saat ini sedang di gelar acara pengajian menjelang pernikahannya, harum semerbak bunga melati dan sedap malam menjadikan rumah Hanin tampak segar.. ibu-ibu pengajian pun serta seorang ustadz tampak sudah hadir.
Setelah semua duduk, kemudian Hanin memberikan sambutannya..
"Assalamualaikum wr. wb,
Selamat sore ibu dan bapak, pertama-tama saya ingin mengucapkan terima kasih kepada pak ustadz Alwi yang sudah menyempatkan hadir dan memberikan tausiahnya pada sore ini,
Terima kasih juga kepada ibu-ibu pengajian komplek perumahan ini yang sudah bersedia meluangkan waktunya untuk hadir di pengajian dalam rangka menjelang pernikahan saya ini, saya pribadi mengadakan acara ini sebagai wujud syukur saya pada ALLAH SWT yang telah memberikan banyak sekali kenikmatan pada saya... salah satunya Allah telah memberikan jodoh lagi kepada saya,
Semoga pernikahan saya dan kak Salman senantiasa selalu ada dalam keberkahan, mungkin itu saja sambutan dari saya,
Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh," ujar Hanin tersenyum.
Tidak ada satu pun keluarga atau kerabat dekat yang mendampingi Hanin, tapi alhamdulillah Hanin di kelilingi oleh orang-orang yang sholeh dan baik.
Kemudian ustadz Alwi pun memberikan tausiahnya mengenai pernikahan, lalu dilanjutkan dengan pengajian ibu-ibu,
Setelah selesai acara.. Amel dan Selly tampak membagikan souvenir, kue-kue dan nasi kotak yang di pesan dari sebuah catering ternama di kota Bandung.
Rona wajah bahagia terpancar dari Hanin yang terlihat cantik, tamu yang hadir pun banyak memuji dirinya..
"Bu Hanin beda ya penampilan, keadaannya dulu waktu masih menjadi istri pak Adrian.. dulu rumah biasa aja tapi sekarang beda banget, lebih tertata rapi ya bu.." ujar tetangga Hanin yang sudah mengenal Hanin sejak awal pindah hingga sekarang ini.
Ibu-ibu pengajian tampak terus membicarakan Hanin, "ya iyalah beda atuh.. sekarang ini bu Hanin pengusaha wanita terbaik nasional, wajar berubah oge, 'uang berkuasa boss' hehe..
Uang bu Hanin itu nggak ada serinya loh bu, hampir tiap hari keluar sedekah dan uang masuk lebih banyak lagi, Masya Allah.. tabarakallah" ujar tetangga Hanin yang lain.
Setelah selesai bergibah ria ibu-ibu pengajian dan tetangga yang hadir berpamitan pulang dengan senyum bahagia karena membawa bingkisan sebagai tanda mata dari Hanin.
"Terima kasih ibu-ibu, terima kasih.. iya, iya mari.." ujar Hanin sambil mengangguk membalas salam dari tamunya yang hadir. Amel dan Selly pun juga mengangguk.
"Alhamdulillah .. ya Allah, alhamdulillah selesai juga" gumam Hanin mengucap rasa syukurnya sambil duduk di temani oleh Amel dan Selly yang juga terlihat kecapean.
Setelah sedikit hilang rasa capeknya, Hanin mencoba berjalan ke halaman samping rumahnya..
"Taman dan kolam ikan koi ini betul-betul menenangkan rasanya, tapi gazebo di sudut sepertinya sudah harus diperbaiki, di rapikan lagi supaya lebih bagus, atau aku bikin kolam renang aja ya, hmm.." gumam Hanin.
Kemudian Hanin pun kembali ke ruang tengah dan duduk bersama Amel dan Selly,
"Mbak, ini kopi robusta gold dari Excelso dengan cocoa, roasted, peanut juga sereal cobain deh.." ujar Amel sambil memberikan secangkir panas kopi pilihannya.
"Mm, enak Mel.. agak strong ga tapi aku suka ini tanpa gula, makasih ya" ujar Hanin sambil memuji Amel asistennya itu.
"Sama-sama mbak, sore gini menjelang malam enaknya ngopi.. hehe.." ujar Amel, Selly pun kemudian meracik juga kopinya sendiri.
Mereka bertiga pun kemudian melanjutkan berbincang tentang persiapan pernikahan yang akan di gelar beberapa hari lagi,
"Mel, Selly.. tolong kalian atur segalanya check and re-check lagi segala persiapan jangan sampai ada kesalahan sedikit pun, termasuk undangan yang hadir.. mbak berharap acara nanti berjalan baik, insya Allah" ujar Hanin tegas.
"Siap mbak, undangan resmi sudah di kirim semua baik lewat kurir atau email seperti beberapa agen cabang kita yang di Brunai, Singapura dan Thailand.. "ujar Amel sambil membuka laptopnya.
"Mm, iya Mel.. terima kasih kamu dan Selly udah banyak bantu saya selama ini" ujar Hanin dengan terharu, terdengar adzan magrib berkumandang dari masjid komplek.
"Sudah magrib, yuuk kita sholat dulu habis itu kita pesan makanan online aja, mbak lagi capek jadi malas masak.. "ujar Hanin.
Amel dan Selly pun mengangguk, lalu mereka bertiga mengambil wudhu dan melaksanakan sholat magrib di mushola kecil rumah Hanin yang cukup nyaman.
****