NovelToon NovelToon
Bunga Desa Terdampar Di Kota

Bunga Desa Terdampar Di Kota

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:4M
Nilai: 4.8
Nama Author: Lintang Lia Taufik

💞 NOVEL ini sedang dalam tahap REVISI demi perbaikan kualitas karya. Namun, alur dan isi tetap sama. Pemberitahuan akan saya hapus setelah REVISI SELESAI. Terimakasih.






Bunga seorang gadis desa yang mengawali karirnya sebagai karyawan biasa menjadi seorang asisten pribadi CEO tampan dan mapan yang sangat cemerlang di kantornya, harus pasrah dengan keadaan. Setelah berpisah dengan Dirga, lelaki yang sudah menjadi tunangannya dalam waktu empat tahun karena perjodohan kesalah pahaman keluarga saat itu. Dia pergi menjelajahi tempat-tempat yang pernah di singgahi untuk mengenang jejak kebersamaan mereka. Hidup begitu pilu baginya. Hingga ia teringat dengan seseorang yang selalu ingin ada di dekatnya.



Bunga mengenang kegagalan percintaan di masa lalunya dan bercerita pada kakak angkatnya Jeny. Namun belum sempat Bunga menceritakan keseluruhan kisah hidupnya, Jeny mengatakan agar Bunga tidak perlu risau akan hari esok, sebab Ryan sang CEO tampan mantan bosnya akan membuatnya bahagia.



Nb: Ini kisah sedih petualangan hidup gadis desa, menguras emosi dan air mata.


"Jika penasaran... baca terus lanjutan ceritanya ya... jangan lupa like dan komentar positifnya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lintang Lia Taufik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Melawan Trauma

Bunga adalah gadis desa yang memiliki trauma dengan lalu lalang kendaraan bermotor. Ia bahkan rela mengeluarkan uang untuk membayar becak hanya agar dapat membantunya menyebrangi jalan. Semua itu ia lakukan setiap hari kecuali jika Dirga atau Jeny datang menjemputnya.

Sejak Bunga mengetahui orang tuanya yang menerima lamaran Dirga, Bunga berusaha keras menjauhi siapapun yang mendekati dirinya. Termasuk bosnya sendiri, Ryan. Bunga hanya bicara dengannya jika itu berkaitan dengan pekerjaannya. Meskipun demikian, Ryan tetap menaruh hati padanya.

Bunga memang sudah tidak menyayangi Dirga seperti dulu, kepercayaannya pudar sebab perlakuan keluarga Dirga yang kurang menyenangkan. Tetapi demi menjaga nama baik keluarganya, Bunga tetap menerima pertunangan tersebut. Seandainya Bunga bercerita pada orang tuanya, mungkin saat itu mereka tidak akan menerima lamaran Dirga.

Suatu pagi, Bunga mencoba menepis rasa trauma yang ia rasakan selama ini. Bunga selalu teringat saat tubuhnya terbentur aspal dan terseret oleh sepeda motor yang menabraknya saat SMA dulu. Bunga memejamkan matanya di pinggir jalan yang sedang ramai dengan lalu lalang kendaraan bermotor, berharap bisa menenangkan dirinya.

"Aku harus bisa, aku tidak mungkin selalu menggantungkan diriku pada Dirga agar selalu menjemput ku, meminta bantuan kak Jeny sepanjang waktu, atau selalu membayar becak agar membantuku menyebrangi jalan. Apa lagi memancing rasa simpatik seorang Ryan Atmaja, itu harus benar-benar aku hindari." lirih Bunga dalam hatinya.

Bunga berjalan perlahan berupaya menyeberangi jalan yang sedang ramai, kemudian saat hampir berada di tengah jalan ingatan saat kecelakaan itu kembali muncul. Bunga berteriak seketika dengan sekuat tenaga.

"Tolooong ...!!" teriak Bunga yang sangat keras saat itu. Membuat semua mata yang berada di jalan saat itu memperhatikan dirinya. Tiba-tiba saat Bunga sedang berteriak, seorang pria menariknya dengan cekatan hingga di ke ujung jalan yang di seberangi oleh Bunga.

Pria itu tak lain adalah sosok Dirga, kekasih Bunga sejak SMA yang kini menjadi tunangannya.

"Maafkan aku Bunga ... selama ini kamu pasti ketakutan tiap akan berangkat kerja." ucap Dirga. Bunga terduduk lunglai di trotoar jalan, tubuhnya gemetar. Hingga pedagang kaki lima yang iba padanya memberikan sebotol air minum.

"Hati-hati neng kalau menyebrang jalan." ucap seorang ibu pedagang kaki lima yang memberinya sebotol air mineral.

"Saya trauma menyebrang bu." jawab Bunga.

"Kalau takut ya jangan nyebrang sendiri neng bahaya." ucap ibu pedagang kaki lima tersebut.

"Saya coba melawan rasa trauma saya bu." balas Bunga yang kemudian menangis tersedu-sedu.

"Sudah ada aku Bunga, kamu sudah nggak papa gak usah nangis lagi." ucap Dirga kemudian.

"Kamu nggak setiap hari antar aku Dir ...aku juga ingin belajar mandiri mulai saat ini. Aku sudah janji sama diriku sendiri, sebab jika nanti aku selalu tergantung pada orang lain dan orang tersebut tidak bisa selalu ada untukku aku akan kecewa nantinya. Dunia itu keras, itu sudah ku buktikan sejak pertama kali aku menginjakkan kaki di Kota ini untuk mencari kerja, maka aku juga harus keras pada diriku sendiri Dirga. Mungkin hari ini aku gagal menyebrangi jalan ini, tapi aku tidak akan berhenti mencobanya." jelas Bunga dengan mata berkaca-kaca.

"Ayo aku bonceng, aku sengaja bawa motor agar kamu makin berani jika tiap hari bertatapan langsung dengan lalu lalang jalan." ucap Dirga yang mencoba mengambil hati Bunga kembali.

"Terimakasih sebab hari ini sudah menyelamatkan aku." ucap Bunga sambil menatap sendu ke arah Dirga.

"Itu sudah tugasku sebagai tunangan kamu, tapi semua itu nggak gratis Bunga?!" jelas Dirga yang meminta imbalan.

"Maksudnya?" tanya Bunga.

"Aku hidup jauh dari rumah orang tua meski aku tinggal di rumahku sendiri di sini." jelas Dirga.

"Lantas?" tanya Bunga yang semakin penasaran dengan keinginan Dirga.

"Setrika bajuku ya saat waktu kamu senggang datanglah ke rumah yang aku tempati saat ini, aku ingin kamu masak juga tiap hari untukku. Hitung-hitung latihan menjadi istri. Biar nanti kalau sudah menikah kamu gak kaget lagi!" pinta Dirga yang membuat Bunga terkejut seketika, bahkan sampai-sampai Bunga melongo di buatnya.

"Kamu pamrih Dir ... sama aku?" tanya Bunga, dengan sangat kecewa pada ucapan Dirga.

"Enggak, sudah sepantasnya Bunga ... kamu kan tunangan ku, harus belajar patuh mulai sekarang." jawab Dirga.

"Itu belum waktunya, dan aku bukan pembantu kamu." jelas Bunga.

"Aku akan adukan pada orang tuamu kalau kamu berani menolak permintaanku!" pinta Dirga yang memaksa pada Bunga.

"Kok kamu ngancam gitu sih Dir?" tanya Bunga.

"Ya mangkanya yang patuh, aku akan bayar kepatuhan kamu padaku dengan kebahagiaan. Aku ajari naik motor lain kali." ujar Dirga.

"Aku bisa naik motor, hanya saja aku masih trauma. Ayo antar aku kerja, aku takut terlambat." pinta Bunga kemudian.

Setiap hari Dirga mulai mengantar Bunga bekerja, dan selalu menjemputnya saat pulang kerja. Bunga juga menjalankan permintaan Dirga, selalu mencuci pakaian Dirga setiap pulang kerja. Bukan itu saja, Bunga juga memasak untuk Dirga setiap malam sepulang bekerja, barulah ia bisa kembali beristirahat di tempat kostnya. Awalnya berat bagi Bunga, tapi lama-lama Bunga terbiasa dengan rutinitas tersebut.

Suatu pagi Ryan marah pada Bunga sebab tidak menyelesaikan pekerjaannya.

"Ada apa dengan kamu Bunga? Kamu seperti tidak fokus lagi menyelesaikan pekerjaan! Masih niat kerja kan?" tanya Ryan yang merasa kecewa pada perubahan Bunga.

"Maaf Pak, saya kelelahan. Akan saya kerjakan sekarang. Saya kurang enak badan. Saya masih niat kerja kok Pak!" jawab Bunga sambil tertunduk dan mengusap air matanya yang mengalir.

"Tolong buatkan aku kopi, kepalaku sakit." perintah Ryan kemudian. Bunga segera melangkahkan kakinya menuju dapur minimalis namun terlihat mewah di sebelah samping ruangan Ryan yang hanya bersekat kaca. Sehingga Ryan dapat mengamati pergerakan Bunga. Tak disangka saat Bunga sedang menuang air panas di cangkir saat menyeduh kopi, Bunga jatuh pingsan dan tumpahan air panas membasahi kaki kanannya.

Ryan yang melihat kejadian tersebut segera berlari mendekati Bunga dan berteriak meminta tolong. Rere, Jeny, dan Ferdi yang saat itu berkeinginan memberikan buku laporan bulanan pada Ryan segera berlari mendekat untuk membantu.

Ryan dan Ferdi mengangkat tubuh Bunga yang terkulai lemas ke sofa sudut ruangan, Jeny segera membuka sepatu Bunga, terlihat jelas kulit kaki Bunga memerah sebab terkena tumpahan air panas.

Melihat keadaan Bunga Rere segera mengoleskan salep untuk luka bakar, Jeny yang mengetahui sebab Bunga kelelahan menangis tersedu-sedu sambil memeluk Bunga. Bunga memang menganggap Jeny sebagai kakaknya, begitupun Jeny. Tak heran jika Bunga selalu berbagi cerita pada Jeny.

Ryan pun membantu membangunkan Bunga dengan memberikan wewangian dan minyak angin di hidung Bunga, namun Bunga tak kunjung sadarkan diri. Membuat semua orang yang berada di sekelilingnya cemas.

"Fer ... temani aku membawanya ke Rumah sakit." ajak Ryan pada Ferdi yang merasa bersalah dan khawatir dengan keadaan Bunga.

"Iya Pak." jawab Ferdi. Kemudian Ryan menggendong tubuh Bunga menuju mobilnya.

Bersambung ...

🌹 Jangan lupa untuk kasi jempol dan komentar positifnya ya. 😘

🌹 Terimakasih sudah mampir membaca ... 💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜

1
Antonio Johnson
suka
Antonio Johnson
Ummmm, suka
Samantha
Karyamu canduku Kak
A&R
biasa
ReeNo AdiIrwansyaah
ini mah keberuntungan seumur hidup dipakai sekali /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
manizzz
andai kehidupan seperti di novel2.. tiap butuh apa2 langsung ketemu orang yg kasih duit.. kasih rumah
Lintang Lia Taufik: Pengen ya Kak. 😊 Indah ya.
total 1 replies
Nadia
kq aku deg deg kan ya, takut bunga di apa apain hahahha
Lintang Lia Taufik: Waaah, semoga suka. Selamat membaca. Terimakasih sudah membaca karya saya Kak.
total 1 replies
Teddy
Tulisannya kalem, adem bacanya
Teddy
Bagus semua karyanya
Blue Wine
crazy up
Si Bolang
lanjut dong...
Sri Wahyuni
s bunga jg hrs y tegas sm d dirga jngn manut az
Sulastri Astri
kak jeny is the best
Sulastri Astri
kehidupan kota sangat kejam
Siti Rohmah Nia
bagus sih ceritanya, awalnya aku mengira "kok cerita si bunga mulus2 aja, nggak menantang, tapi semakin kesini mulai ada konflik, tapi konfliknya nggak terlalu berat, aku suka
Lintang Lia Taufik: Terimakasih sudah mampir membaca
total 1 replies
Anwar Anwar
embat aja Ryan
Antonio Johnson: wkwkwkwk
total 1 replies
Anwar Anwar
lagi Bucin
Anwar Anwar
lanjut👍👍👍👍👍
Anwar Anwar
copy 👍👍👍👍
Anwar Anwar
sambet aja thor
Lintang Lia Taufik: Terimakasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!